alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
BAWASLU Sebut Tagar #2019GantiPresiden Bagian Kebebasan Berekspresi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acbed55c1cb1792098b4568/bawaslu-sebut-tagar-2019gantipresiden-bagian-kebebasan-berekspresi

BAWASLU Sebut Tagar #2019GantiPresiden Bagian Kebebasan Berekspresi

Bawaslu Sebut Tagar #2019GantiPresiden Bagian Kebebasan Berekspresi

Senin, 9 April 2018 18:15 WIB

BAWASLU Sebut Tagar #2019GantiPresiden Bagian Kebebasan Berekspresi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penggunaan tanda pagar #2019GantiPresiden ramai menjadi perbincangan di media sosial.

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Fritz Edward, menilai penulisan itu sebagai bentuk kebebasan berekspresi.

"Kita harus melihat ini bagian dari kebebasan berekspresi," tutur Fritz saat ditemui di kantor Bawaslu RI, Senin (9/4/2018).

Namun, apabila ada pihak yang merasa keberatan terhadap tulisan itu, kata dia, dapat melaporkan kepada aparat kepolisian.


Menurut dia, terdapat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang dapat menjadi dasar pihak berwajib melakukan penegakan hukum.


"Soal kampanye hitam atau tidak itu UU ITE yang menjalankan. Proses yang sekarang sudah ada, proses polisi silakan," kata dia.


Untuk pelanggaran kampanye, dia menilai, belum dapat diproses. Dia beralasan saat ini belum masuk tahapan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.


Dia berkaca pada proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), ketika ada hal-hal yang tidak sesuai sebelum tahapan pesta demokrasi rakyat itu, maka hanya dapat diproses melalui proses penegakan hukum konvensional.

Dia menegaskan, proses penegakan hukum itu tidak menimbulkan kekosongan hukum.


Sebab, masih ada undang-undang lain, seperti UU ITE yang dapat dijadikan dasar penegakan hukum.


"Saat belum memiliki calon presiden, maka Bawaslu saat ini belum memiliki kewenangan mengintervensi. Jadi, selama calon presiden belum ada, belum bisa ditindak," tambahnya.

http://www.tribunnews.com/nasional/2...an-berekspresi


Gerakan #2019GantiPresiden Melanggar? 

Ini Penjelasan Bawaslu
Senin 09 April 2018, 16:45 WIB



BAWASLU Sebut Tagar #2019GantiPresiden Bagian Kebebasan BerekspresiIlustrasi Gerakan #2019GantiPresiden. (dok. istimewa)

Jakarta - Belakangan, muncul gerakan yang menggunakan aksesori soal #2019GantiPresiden. Bawaslu menyebut belum ada larangan soal gerakan ini.

Saat rapat bersama KPU, Bawaslu, dan Kemendagri, anggota Komisi II dari Fraksi PDIP Komarudin Watubun menyebut gerakan #2019GantiPresiden sudah masuk materi kampanye. Ia kemudian bertanya kepada KPU apakah gerakan tersebut melanggar aturan atau tidak.

Menjawab hal itu, Ketua Bawaslu Abhan pun menyebut belum ada aturan yang dilanggar dari gerakan itu. Sebab, sejauh ini belum ada aturan khusus mengenai kampanye Pilpres 2019.

BAWASLU Sebut Tagar #2019GantiPresiden Bagian Kebebasan BerekspresiBaca juga: Yusril Balas Jokowi: Masak Baju Kotak-kotak Bisa Bikin Jadi Presiden

"Bahwa hal tersebut belum diatur dan ini juga belum ada paslon (capres-cawapres) dan belum masuk penetapan calon. Maka saya kira belum ada aturan larangan," kata Abhan saat rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II dengan KPU-Bawaslu di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Hal serupa disampaikan Ketua KPU Arief Budiman. Menurutnya, jika memang hashtag tersebut masuk materi kampanye, semestinya sudah diatur di dalam PKPU Kampanye. 

"Kalau kegiatan itu masuk dalam kategori kampanye, maka sudah diatur (di dalam PKPU Kampanye). Maka tugas pertama kita adalah mendefinisikan apakah kegiatan itu masuk dalam kegiatan kampanye atau tidak. Kalau masuk kategori kampanye, maka jelas dilarang. Kalau tidak masuk, maka belum diatur PKPU," tutur Arief.

Baca juga: Mencermati Kampanye '2019 Ganti Presiden'

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kemendagri Suhajar Diantoro menilai kemunculan gerakan #2019GantiPresiden secara etika tidak diperbolehkan jika bertujuan untuk kampanye. 

"Kalau yang tadi itu (#2019GantiPresiden) dimaksudkan buat kampanye ya tidak boleh. Itu secara etika tidak boleh," sebutnya.

Sebelumnya, beredar kaus dan gelang #2019GantiPresiden. Beredarnya kaus tersebut juga sempat disindir oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Sekarang isunya ganti lagi, isu kaus. #GantiPresiden2019 pakai kaus. Masak kaus bisa ganti presiden? Yang bisa ganti presiden itu rakyat," kata Jokowi di hadapan relawan yang hadir dalam Konvensi Nasional Galang Kemajuan 2018, di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4).

https://news.detik.com/berita/d-3961...SAAEgKoFfD_BwE

----------------------------------------------

BAWASLU Sebut Tagar #2019GantiPresiden Bagian Kebebasan Berekspresi

Monggo, ngopi dulu mumpung masih pagi!

Mana adalah ceritanya ada kaos oblong bisa mengganti presiden,
seperti kejadian tahun 2014, ada baju kotak-kotak bisa menaikkan presiden!

yang perlu disadari bila pemakaian kaos oblong yang bertuliskan #2019GantiPresiden itu marak digunakan wong cilik , bukankah itu  tanda-tanda yang menunjukkan bahwa yang ada trend untuk menyetujui isi tagar itu? THINK!

emoticon-Wakakaemoticon-Hansipemoticon-Wakaka
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
#2019gantiplangaplongo
#yangpentingbukanplangaplongo
#2019pulangkesolo
Bisa aja ada Jual kaos 2019 ganti presiden..wkwkwk
Monggo kalo yg mau bisnis kaos di saat ini omzet bakal naik tuh..
Post ini telah dihapus oleh kaskus.support17
Quote:


Tapi klo gw liat, Wong cilik yg teriak #2periode kayaknya masih lebih banyak dari pada wong cilik yg pake #2019GantiPresiden. Terserah mo ikut yg mana.
Masa dari 261 jutaan manusia indonesia yang muncul Lu Lagi Lu Lagi emoticon-Cape d...

Anggaran besar 10t lebih, rugi dong emoticon-Hansip

Sudah bosan dengan lawakan wowok dan wiwik emoticon-Hansip

Poros ke tiga diharapkan sekali emoticon-Hansip

2030 bubar dan ai wan tutes mayminister kelaut aja emoticon-DP



#2019GantiPresidenemoticon-I Love Indonesia
ini kaos cma heboh di jkarta aja kyaknya. di jogja blum pernah skalipun lihat kaos ini di pakai orang
Wajar aja sih namanya ngungkapin ekspresi, cuma yang jadi salah kalo pake black campaign
NASTAK kebanyakan bukan orang muslim atgau orang muslim tapi ilmu agamanya minimalis ehingga seenak pertunta saja menafsirkan kata GANJIL dalam hadits yang dikutipnya. Cobalah baca tafsir makna kata "GANJIL"dibawah ini ...yang dimaksudkan dengan GANJIL dalam hadits nabis saw itu adalah "Sholat Witir"... Tahu anda apa itu sholat witir? Kalau Nastak non-muslim pastilah nggak bakalan ngerti!

Quote:




Makna Hadis “Allah Menyukai Witir”


Kalimat “Allah menyukai witir” (يحب الوتر) diucapkan oleh Rasulullah dalam dua konteks–paling tidak yang saya ketahui.

Yang pertama adalah dalam konteks shalat witir.

إن الله وتر يحب الوتر فأوتروا يا أهل القرآن
“Sesungguhnya Allah itu witir (“fard”, “one and only”). Allah menyukai witir. Maka, kerjakanlah shalat witir, wahai ahlul quran (kaum mukmin)” (HR. Tirmidzi).

Makna kalimat يحب الوتر (menyukai witir) dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi itu, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Tuhfah al-Ahwadzi (syarah kitab Jami’ al-Tirmidzi) adalah يثيب عليه ويقبله من عامله atau kurang-lebih artinya “Allah akan membalas-kebaikan atas witir dan akan menerima witir itu dari orang yang menjalankannya”.

Dari penjelasan dalam kitab syarah itu, makna yang paling masuk akal untuk kata الوتر (witir) dalam kalimat يحب الوتر (menyukai witir) adalah “shalat witir”, bukan “bilangan ganjil”. Apalagi kalimat berikutnya adalah tentang seruan menjalankan shalat witir.

Maka, pemahaman hadis di atas–الله ورسوله اعلم–adalah “Sesungguhnya Allah adalah satu-satunya. Allah menyukai shalat witir. Maka, kerjakanlah shalat witir, wahai ahlul quran (orang-orang beriman)”.

Yang kedua, Rasulullah menyampaikan “Allah menyukai witir” (يحب الوتر) dalam konteks penjelasan tentang Asmaul Husna, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

لله تسعة وتسعون اسما مائة إلا واحدا لا يحفظها أحد إلا دخل الجنة وهو وتر يحب الوتر
“Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama. Orang yang mampu ‘menjaganya’ akan masuk ke surga. Allah itu satu-satunya. Allah menyukai ‘witir’.”

Nah, dalam hadis inilah الوتر dalam kalimat يحب الوتر (menyukai witir) bisa bermakna “bilangan ganjil” (lawan kata “genap”).

Hal itu sebagaimana penjelasan al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam al-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim. Menurut mereka, perihal Allah menyukai bilangan ganjil bisa dimengerti dari beberapa pensyariatan ibadah atau penciptaan makhluk yang memiliki unsur bilangan ganjil. Shalat wajib ada lima waktu, thawaf ada tujuh putaran, sa’i dilakukan tujuh kali, lemparan jamrah dilakukan tujuh kali, hari tasyrik berlangsung tiga hari berturut-turut, seminggu ada tujuh hari, langit diciptakan tujuh tingkatan, dan lain-lain.

Pemaparan al-Hafidz Ibnu Hajar dan Imam al-Nawawi tersebut adalah “penjelasan isyarat” dari makna “Allah menyukai bilangan ganjil”, bukan penjasan yang deskriptif. Boleh saja menjelaskan sebuah makna tertentu dengan “penjelasan isyarat” asal memiliki unsur-unsur kebenaran dalam dirinya.

Maksud “penjelasan isyarat” adalah ketika, misal, Anda membayangkan bertanya kepada kepada al-Hafidz Ibnu Hajar dan Imam al-Nawawi tentang arti kalimat “Allah menyukai bilangan ganjil”, lalu kedua tokoh kita itu menjawab, “Arti kalimat ‘Allah menyukai bilangan ganjil’ adalah … itu lho … lihat, ibadah yang Allah syariatkan: shalat wajib ada lima waktu, thawaf ada tujuh putaran, tasyrik ada tiga hari, dan lain-lain. Itulah arti dan tanda Allah memyukai bilangan ganjil.”

“Penjelasan isyarat” seperti itu sah-sah saja, dengan catatan tadi itu: ada unsur-unsur kebenaran di dalamnya. Dalam contoh kasus pemaparan al-Hafidz Ibnu Hajar dan Imam al-Nawawi adalah benar bahwa shalat fardu adalah syariat Allah, benar bahwa jumlah shalat fardu ada lima yang merupakan bilangan ganjil. Maka, ketika shalat lima waktu digunakan untuk menjelaskan makna “Allah menyukai bilangan witir” maka hal itu benar.

Tapi, kebenaran dalam “penjelasan isyarat” tidak bisa kuat karena tidak “jami’ mani'”. Dalam ilmu mantik, sebuah definisi atau pengertian atau penjasan itu benar dan kuat jika ia “jami’ mani'”.

Lalu, apa penjelasan atau arti yang “jami’ mani'” dari kalimat يحب الوتر (Allah menyukai bilangan ganjil” dalam konteks hadis Asmaul Husna di atas? Hanya Rasulullah sebagai pengucap kalimat sabda itu yang tahu–juga Allah sebagai yang disebut dalam kalimat itu. Kita hanya bisa menakwilkan dan memahami sesuai kemampuan, tentunya dengan penjelasan yang memiliki unsur-unsur kebenaran sehingga penjelasan itu bisa dipertanggungjawabkan.

Maka, jadi terasa memprihatinkan kala hari-hari ini beredar gambar yang menampilkan hadis syarif, sabda mulia Nabi tentang “Allah menyukai bilangan ganjil”, namun dikaitkan dengan perkara politik, dikaitkan dengan nomor urut calon gubernur DKI. Digunakan untuk kepentingan politik. Sesuatu yang sama sekali tidak memiliki unsur-unsur kebenaran yang layak dikaitkan dengan kebenaran sabda mulia Nabi tersebut.

Penjelasan al-Hafidz Ibnu Hajar dan Imam al-Nawawi yang memiliki unsur-unsur kebenaran saja belum menjadi penjelasan yang kuat, yang “jami’ mani'”, maka bagaimana Anda akan menjelaskan makna hadis “Allah menyukai bilangan ganjil” kaitannya dengan nomor urut calon gubernur DKI?! Memiliki unsur-unur kebenaran yang selaras dengan kebenaran sabda Nabi itu saja tidak, apalagi terkait.

Lalu, apa penjelasan paling masuk akal untuk gambar hadis “Allah menyukai bilangan ganjil” yang beredar dan dikaitkan dengan nomor urut calon gubernur DKI? Tidak lain dan tidak bukan: politisasi sabda Nabi. Sabda Nabi digunakan untuk kepentingan sesaat yang sama sekali tidak terkait. Setelah kepentingan selesai, sabda itu dicampakkan.

Jika politisasi sabda Nabi ini dianggap sepele tapi disebarkan secara masif dan dianggap benar, khawatir saja nanti sabda itu selanjutnya digunakan untuk komodifikasi. Dibisniskan. Digunakan untuk legitimasi jualan. Dari politisasi ke komodifikasi.

Kan lucu jika produsen minuman Larutan Cap Kaki Tiga menyatakan bahwa produknya itu dicintai Allah karena nama produk tersebut mencantumkan kata “kaki tiga”.


Quote:


klo cuman dijakarta aja knp harus Wiwi kebakaran jenggot
kebebasan berekspresi mau di bungkam dengan kebebasan berekspresi lain apakah kebebasan berekspresi itu benar benar bebas
#2019gantipresiden emoticon-Angkat Beer
Quote:


mana beritanya Jkw bilang dia kebakaran jenggot? orang klarifikasi loe bilang kebakaran jenggot? brrti kyak loe kebakaran jenggot dong tau kalau kaos loe ndk laku di jgja
ya sah2 aj sih. asal jgn di pake buat demo bersilit2 yah
Quote:


nice inponyagan,


agama dipolitisasi utk modus suatu kebodohan
Quote:


Yang ini malah ga pake kaos.. emoticon-Nohope

BAWASLU Sebut Tagar #2019GantiPresiden Bagian Kebebasan Berekspresi

Ga ada yg minat ngasih kaos "ganti presiden" ke orang yg ga pake kaos tsb?



btw.. gw mah penasaran.. apa ya yg ada dipikiran orang itu.. ujug lari, dadah2, nyeker, ga pake baju.. ga takut kena damprat paspampres? emoticon-Nohope
Hak sebagian rakyat kl mau ganti presiden

Spt cebong punya hak mau jokowi 2 periode

Quote:


Lu harusnya dulu protes sama ke PKS dong.. emoticon-Big Grin

Prabowo-Hatta Nomor Urut 1, Anis Matta: Allah Itu Ganjil dan Mencintai Yang Ganjil

http://m.republika.co.id/berita/pemi...ai-yang-ganjil




Btw..

"atau orang muslim tapi ilmu agamanya minimalis"

Luar biasa lu bisa tau kualitas keilmuan agama seseorang.. sudah merasa punya ilmu Allah gan?

hebat!
Diubah oleh khayalan
gua mah
#2019OjoKuwi emoticon-Wakaka
#gantipetugaspartai emoticon-Betty
kesimpulannya gini...
udah terima aja, emang saatnya ganti.. ntap


leh uga
BAWASLU Sebut Tagar #2019GantiPresiden Bagian Kebebasan BerekspresiBAWASLU Sebut Tagar #2019GantiPresiden Bagian Kebebasan Berekspresi
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di