alexa-tracking

Dua serangan pada satu akhir pekan di Suriah

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acb4ebed44f9f35698b456c/dua-serangan-pada-satu-akhir-pekan-di-suriah
Dua serangan pada satu akhir pekan di Suriah
Dua serangan pada satu akhir pekan di Suriah
Seorang bocah lelaki melihat keluar jendela bus saat dievakuasi keluar kota Douma, Timur Ghouta, di Damaskus, Suriah, Selasa (13/3/2018).
Puluhan warga tersedak hingga tewas setelah serangan gas beracun menghantam Douma, kota kecil di Ghouta, sebelah timur Damaskus, Suriah, Sabtu (7/4/2018).

Sejumlah laporan menyebutkan jumlah korban meninggal dunia dengan angka yang beragam. Verifikasi sulit dilakukan karena militer menutup semua akses masuk ke kota itu.

White Helmets, kelompok pro-opisisi bagian dari Syrian Civil Defense, melaporkan sedikitnya 70 orang terkapar tanpa nyawa di rumah-rumah mereka akibat kehabisan napas.

Sementara Syrian Observatory for Human Rights, kelompok pemantau hak asasi manusia (HAM) berbasis di London, Inggris, menyebut lebih dari 80 nyawa terenggut akibat serangan itu.

Meski berbeda, dua laporan tadi sama-sama menyebut mayoritas dari korban yang meninggal adalah wanita dan anak-anak. Pada mulut serta lubang hidung sebagian besar jenazah juga ditemukan buih putih, layaknya orang keracunan.

Ratusan korban yang masih bernyawa langsung dilarikan ke klinik-klinik terdekat. Kebanyakan dari mereka dalam keadaan kritis dengan mata berair dan mengalami kesulitan bernapas.

"Yang bisa kami lakukan saat ini adalah mengevakuasi korban ke area lain dengan berjalan kaki karena semua kendaraan mati," ucap Kepala White Helmets, Raed al-Saleh dalam lansiran Al-Jazeera.

Union of Medical Care and Relief Organizations (UOSSM), lembaga nirlaba yang fokus pada bantuan medis di Suriah, menjelaskan serangan gas beracun terjadi dalam dua tahap. Keduanya dilakukan melalui udara, dengan menjatuhkan barel-barel yang berisi racun ke tanah sasaran.

Serangan pertama diduga kuat menggunakan gas klorin. Senyawa klorin bersifat korosif dan dapat mengiritasi mata, kulit, dan saluran pernapasan bila berbentuk gas atau cair.

Serangan kedua terjadi sekitar setengah jam setelahnya. Belum ada yang dapat mengidentifikasi jenis gas beracun pada serangan kedua ini. Namun para dokter meyakini senyawa yang digunakan lebih kuat dari klorin karena dapat menyebabkan kematian secara tiba-tiba.

"Mereka yang dilarikan ke klinik menunjukkan tanda-tanda gangguan pernapasan, sianosis, mulut berbusa, luka bakar pada kornea, dan tubuhnya berbau klorin," sebut salah seorang petugas yang dilaporkan CNN.

Jerry Smith, mantan pengawas senjata untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menduga dari banyaknya korban tewas secara tiba-tiba, bisa jadi gas beracun yang digunakan adalah yang mengandung senyawa organofosfat.

Salah satu racun yang mengandung senyawa organofosfat adalah sarin. Gas beracun ini bukan "anak baru" di Suriah. Dua serangan mematikan yang pernah terjadi di Khan Sheikhoun (4 April 2017) dan Ghouta (Agustus 2013) juga menggunakan racun ini.

Serangan diduga kuat dilancarkan kelompok pro-pemerintahan Basir al-Assad sebagai tanda perebutan Ghouta.

Beberapa hari sebelumnya, kelompok pemberontak terkuat di Ghouta Timur, Army of Islam (Jaysh al-Islam), sepakat menyerahkan wilayah kekuasaan kepada pemerintah dan menyatakan akan segera pergi dari wilayah itu.
Serangan "balasan"
Minggu (9/4/2018) malam atau selang sehari setelah serangan gas beracun, pangkalan udara militer di Homs, Suriah, diserang dengan delapan peluru kendali (rudal).

"Sejumlah peluru kendali menghantam Bandara Tayfur," sebut kantor berita Syrian Arab News Agency (SANA), yang dikutip BBC Indonesia.

Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini. Namun semua mata sudah tertuju kepada Amerika Serikat.

Tudingan itu terjadi lantaran pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald J Trump yang muncul setelah serangan gas beracun di Douma.

"Presiden Putin, Rusia dan Iran adalah pihak yang harus bertanggung jawab karena telah mendukung "Binatang Assad". Ada ongkos besar yang harus dibayar," ucap Trump dalam rangkaian statusnya di akun Twitter miliknya, @realDonaldTrump.
Many dead, including women and children, in mindless CHEMICAL attack in Syria. Area of atrocity is in lockdown and encircled by Syrian Army, making it completely inaccessible to outside world. President Putin, Russia and Iran are responsible for backing Animal Assad. Big price...
— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) April 8, 2018 ....to pay. Open area immediately for medical help and verification. Another humanitarian disaster for no reason whatsoever. SICK!
— Donald J. Trump (@realDonaldTrump) April 8, 2018
Pentagon telah menolak tudingan serangan ke pangkalan militer Homs.

"Kementerian Pertahanan tidak melakukan serangan udara di Suriah. Meski begitu, kami akan terus mengamati perkembangan konflik dan mendukung siapa pun yang berani menindak pengguna senjata beracun, baik di Suriah maupun di tempat lain," tulis pernyataan yang dirilis Pentagon, dalam Reuters.

Di sisi lain, Rusia, sebagai sekutu terdekat Iran, justru menuding Israel sebagai aktor di balik serangan ke pangkalan militer itu.

Pola serangan balasan ke pangkalan militer setelah serangan gas beracun sudah pernah terjadi, tepat satu tahun lalu.

Merujuk CNN, saat itu AS melancarkan 59 rudal Tomahawk ke pangkalan militer Shayrat. Sekitar 20 persen dari pangkalan itu hancur lebur akibat serangan yang terjadi karena kesepakatan Trump. Enam orang dilaporkan meninggal dunia dalam serangan udara AS.

Aksi balasan sengaja dilakukan setelah kubu pemerintah Suriah meluncurkan serangan gas beracun sarin yang menewaskan lebih dari 80 orang--termasuk anak-anak-- di wilayah Khan Sheikhoun, Provinsi Idlib, Suriah.

"Pemerintah Suriah tak lagi memiliki kontrol di pangkalan Shayrat, penggunaan landasan terbang untuk sementara lumpuh," sebut Sekretaris Menteri Pertahanan AS, James Mattis.

Usai dua tragedi penyerangan yang terjadi dalam dua hari terakhir ini, pemerintah Suriah sepakat untuk menghentikan segala macam aksi terornya.

"Tidak ada lagi yang tersisa untuk warga dan pejuang. Sekarang mereka akan turun ke jalan untuk mencari orang-orang tercinta mereka yang tertimbun bangunan. Kita juga sudah tidak punya tempat untuk mengubur mereka," ungkap Haitham Bakkar, aktivis oposisi di Suriah kepada Associated Press.

Minggu malam, lebih dari 100 bus diizinkan masuk ke Douma untuk mengangkut pemberontak Army of Islam berikut dengan keluarga mereka menuju Jarablus, sebuah kota yang dikuasai pemberontak di dekat perbatasan Suriah dan Turki.
Dua serangan pada satu akhir pekan di Suriah


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ekan-di-suriah

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Dua serangan pada satu akhir pekan di Suriah Penelitian harusnya tak boleh dipidana

- Dua serangan pada satu akhir pekan di Suriah Susi minta kapal pencuri ikandimusnahkan, bukan dilelang

- Dua serangan pada satu akhir pekan di Suriah Bumbung kosong pilkades, pilkada, sampai pilpres