alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / IDNTimes /
Polisi Ringkus Penggasak Kartu Kredit Nasabah di Banyak Bank
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acb4c24507410b07f8b4582/polisi-ringkus-penggasak-kartu-kredit-nasabah-di-banyak-bank

Polisi Ringkus Penggasak Kartu Kredit Nasabah di Banyak Bank

Polisi Ringkus Penggasak Kartu Kredit Nasabah di Banyak Bank

Jakarta, IDN Times- Subdit Jatanras Polda Metro Jaya berhasil menangkap empat orang laki-laki yang diduga melakukan tindak pidana pencurian data nasabah bank yang digunakan untuk mengubah identitas pada kartu kredit. Mereka yang diamankan oleh pihak kepolisian adalah NM, AS, A, dan RP.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Argo Yuwono mangatakan, penangkapan empat orang tersangka berawal dari laporan nasabah yang merasa saldo tabungannya hilang seketika.

"Pada bulan Januari 2018, beberapa nasabah kartu kredit Bank BCA telah mengalami kebobolan. Sehingga pihak bank BCA melaporkan hal tersebut ke Polda Metro Jaya," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima oleh IDN Times, Senin (9/4).


1. Tersangka menelepon bank untuk mengubah identitas kartu kredit
Polisi Ringkus Penggasak Kartu Kredit Nasabah di Banyak Bank
creditlawcenter.com



Selanjutnya, dalam keterangan tertulisnya, Argo menjelaskan bahwa tersangka NM membeli data kartu kredit di salah satu situs daring marketing.

Kemudian, bermodalkan data yang dimilikinya, NM menelepon Bank BCA agar mengubah nomor ponsel dan email korban serta meminta pihak bank untuk membuat kartu kredit yang baru.

"Mereka saling berbagi tugas. Ada pihak yang memfilter data, yaitu A dan diberikan kepada NM. Kemudian lartu yang telah jadi, dikirimkan oleh pihak bank dan diterima oleh AS," tambah Argo.

Baca juga: Di Surabaya, Tindakan Kriminal Terjadi Setiap 2 Jam Sekali


2. Kartu kredit digunakan untuk keperluan sehari-hari
Polisi Ringkus Penggasak Kartu Kredit Nasabah di Banyak Bank
lifehacker.com.au



Selanjutnya, polisi berpangkat tiga itu menambahkan kalau kartu kredit yang telah diterima digunakan untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari, mulai dari kegiatan online hingga yang offline.

"Berdasarkan hasil interogasi tersangka, ada sekitar 20 korban lebih. Kemudian kartu kreditnya digunakan untuk transaksi online, seperti Game On, dokudoku, qlapa.com, juga tarik tunai," ujar dia.

Kurang lebih, keseluruhan pelaku berhasil menggasak ratusan juta rupiah dari 78 nomor telepon yang bisa dihubungi.


3. Salah satu pelaku ditangkap dengan senjata api
Polisi Ringkus Penggasak Kartu Kredit Nasabah di Banyak Bank
IDN Times/Sukma Shakti



Untuk tersangka atas nama RP, yang bersangkutan diamankan dengan barang bukti senjata api rakitan dengan empat peluru kaliber 55,6.

Selain senjaya api rakitan, pihak kepolisian juga mengamankan 10 unit HP, kartu kredit atas nama Iwan Taslim, buku tabungan dari berbagai bank, dan uang senilai tiga juta rupiah.


4. Mencari pemilik website yang memperjual belikan data nasabah
Polisi Ringkus Penggasak Kartu Kredit Nasabah di Banyak Bank
Pexels.com



Hingga saat ini, polisi masih mencari pemilik website yang menjual tersangka kepada para tersangka. "Untuk tindak lanjutnya akan memeriksa para saksi dan tersangka serta memblokir rekening penampungan yang digunakan pelaku. Website penjual database juga diblokir," tutup Argo. 

Baca juga: Cegah Korupsi, Kemendikbud Gunakan Kartu Kredit untuk Biaya Operasional

 





Sumber : https://news.idntimes.com/indonesia/...mpaign=network

---

Baca Juga :

- Polisi Ringkus Penggasak Kartu Kredit Nasabah di Banyak Bank Jelang Pilkada, Ada 500 Ribu Data Pemilih Tak Sempurna

- Polisi Ringkus Penggasak Kartu Kredit Nasabah di Banyak Bank IDI: Uji Kelayakan Metode Cuci Otak Dokter Terawan Masuk Ranah Kemenkes

- Polisi Ringkus Penggasak Kartu Kredit Nasabah di Banyak Bank Sohibul Iman Sesalkan Sikap Fahri Hamzah yang Tak Tuntaskan Kasus secara Kekeluargaan

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di