alexa-tracking

Pramono, Keppres, dan Tudingan Korupsi KTP-el

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acb3ed198e31b1f788b4579/pramono-keppres-dan-tudingan-korupsi-ktp-el
Pramono, Keppres, dan Tudingan Korupsi KTP-el
Pramono, Keppres, dan Tudingan Korupsi KTP-el

Jakarta: Keputusan presiden (Keppres) soal pergantian pucuk pimpinan di jajaran Kejaksaan Agung dikabarkan palsu. Kabar itu beredar karena keppres hanya terbit sehari setelah tim penilai akhir (TPA) memberi putusan.


Kejadian itu berlangsung di awal Pramono Anung diangkat menjadi Sekretaris Kabinet. 'Karena saking cepet-nya (penerbitan), keppres dianggap palsu. Padahal, ini adalah upaya saya untuk mengubah tradisi (terbitnya keputusan yang berlarut-larut),' kata Pramono saat diwawancarai Pemimpin Redaksi Medcom.id, Abdul Kohar, pekan lalu.


Sebelum ia menjabat, proses dari TPA hingga penerbitan keppres bisa berlangsung antara enam bulan hingga satu tahun. 'Orang yang mau diganti ngelobi, yang mengganti (juga) melobi. Sejak saya masuk di lembaga ini, keppres tak boleh lebih dari dua hari. Bahkan ketika pergantian Dirjen Pajak, Robert Pakpahan, TPA-nya Kamis, Jumat sudah muncul (keppres),' kata dia.


Baca: Robert Pakpahan Resmi Menjabat Dirjen Pajak


Perubahan itu, kata dia, semata-mata untuk menumbuhkan kredibilitas dan integritas Setneg. Untuk mengubah tradisi buruk, kata dia, perlu ada contoh.


'Dan kita betul-betul bekerja dengan sungguh-sungguh. Menjauhkan (diri) dari politik uang ataupun hal-hal yang seperti itu,' kata Pram.


Membantah terlibat KTP-el


Atas kredibilitas dan integritas itu pula Pramono siap dikonfrontasi dengan Setya Novanto terkait kasus korupsi KTP berbasis elektronik (KTP-el). Novanto menyebut Pramono dan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menerima uang hasil korupsi KTP-el.


'Saya sebenarnya mengharapkan si penyebut (Novanto) jangan terlalu cepat mengklarifikasi. Supaya ini makin panjang. Tapi, baru sehari atau dua hari, sudah diklarifikasi bahwa (kabar) itu tidak benar,' kata dia.


Baca: Pramono Anung Siap Dikonfrontasi dengan Novanto


Ia menyatakan, sejak menjadi wakil sekjen dan sekjen di PDI Perjuangan, termasuk saat menjadi pimpinan DPR dan saat ini menjabat Seskab, tak pernah sedikit pun mau memegang anggaran.


'Selama empat periode menjadi anggota DPR, saya nggak mau menjadi anggota Badan Anggaran. Ketika menjadi pimpinan DPR pun saya selalu menjadi narasumber KPK,' kata dia.


Bahkan, kata dia, disertasinya juga berbicara mengenai politik uang. 'Jadi, saya tak mau kehilangan kredibilitas dan integritas. Karena dua hal itu amat penting untuk menjadi pemimpin,' katanya.



Sumber : http://news.metrotvnews.com/hukum/GN...korupsi-ktp-el

---