alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Food & Travel / Cooking & Resto Guide /
Bukan sekadar Tren, Bisnis Kuliner berbasis Sambal tetap Menyengat
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acb2918dad7709a398b456f/bukan-sekadar-tren-bisnis-kuliner-berbasis-sambal-tetap-menyengat

Bukan sekadar Tren, Bisnis Kuliner berbasis Sambal tetap Menyengat

Bisnis Kuliner – Meski seringkali hanya menjadi pelengkap sebuah sajian, banyak orang tak bisa melewatkan keberadaan sambel saat bersantap. Meski bisa membuat lidah terasa terbakar hingga badan berkeringat, sambel bisa menggugah selera dan membuat ketagihan.

Bukan sekadar Tren, Bisnis Kuliner berbasis Sambal tetap Menyengat

Bisnis Kuliner berbasis Sambal…

Sajian berbasis sambal inilah yang beberapa tahun terakhir ini menjadi primadona para pebisnis kuliner. Mereka berlomba-lomba membuka kedai hingga restoran dengan sambel sebagai daya tarik utamanya. Bahkan, ada juga sebuah kedai yang ramai pengundung hanya karena rasa sambel yang sedap. Lainnya, mereka menyajikan sejumlah level kepedasan sesuai keinginan pemburu kuliner.

Salah satunya adalah Sambal Karmila. Kedai ini menawarkan 12 jenis sambel geledek dengan berbagai citarasa. Ambil contoh, sambal merah domba membara, sambal rica-rica dan sambal terasi khas pedesaan.

Jelita Pramesti, Media Relation CRP Group, perusahaan yang membawahi Sambel Karmila, mengatakan, bila bisnis kuliner berbasis sambel tetap bertahan pada tahun-tahun mendatang. Sebab, sambal sudah dikenal oleh masyarakat dan disukai.

BACA JUGA : Bebek Dower Resto, Resep Warisan buat Penikmat Bebek & Ayam

Tidak hanya orang tua dan remaja, kini anak-anak pun mulai mencolek sambal. Lagipula, kebiasaan orang tua yang mengkonsumsi sambel saban hari di rumah dapat tertular pada anak mereka.

Hal ini cukup menguntungkan bagi pemilik usaha karena mereka tidak perlu melakukan edukasi pasar. “Orang Indonesia sudah cukup teredukasi dengan sambel bila mereka penasaran mereka akan cari tahu sendiri,” katanya pada KONTAN, Selasa (27/).
Sambel pada Sambel Karmila dibanderol harga terpisah dari sajian utamanya. Harganya mulai Rp 3.500 sampai Rp 4.000 per porsi. Sedangkan, lauk utamanya, yakni ayam dan bebek dipatok mulai dari Rp 15.000 sampai Rp 30.000 per porsi.
Senada, Widyatmoyo, Kepala Humas Warung Spesial Sambal (SS) juga mengatakan kalau kuliner bersambal ini bukan sekedar tren.

Prospek kuliner jenis ini tetap menjanjikan lantaran jumlah penikmat sambal di dalam negeri sangat besar.
Asal tahu saja, dalam sehari kebutuhan cabai Warung SS hampir 1 ton. Untuk memenuhinya, mereka menjalin kerjasama dengan kelompok petani yang berada di Magelang, Jawa Tengah.

Menyasar segmen konsumen kelas menengah, Warung SS mematok harga sambal Rp 3.500 sampai Rp 35.000 per porsi. Khusus untuk sambalnya ada 33 macam pilihan beberapa diantaranya sambel mangga, sambel belut, dan lainnya.

Warung SS mulai beroperasi sejak 2012 silam di Yogyakarta. Berawal dari konsep warung tenda, kini total gerainya ada 81 gerai yang tersebar di 41 kota seperti di Yogyakarta, Surabaya, Jakarta, dan Tangerang.

Harga cabai pedas di kantong, porsi dan kualitas sambal tetap nampol

Kunci sukses usaha / bisnis kuliner sambel terletak pada cabai. Kualitas cabai yang baik akan menghasilkan rasa sambel yang pas dilidah dan aman untuk dikonsumsi. Pasokan cabai yang tak pasti menuntut pemilik usaha memutar otak agar usahanya berjalan lancar.

Jelita Pramesti, Media Relation CRP Group mengatakan, selama ini manajemen menjalin kerjasama dengan beberapa pemasok cabai. Selain untuk mengamankan pasokan, kerjasama ini juga terkait kesepakatan harga. Maklum, mengikuti pasokan, harga cabai sering naik turun.

Jelita pun menegaskan, meski harga cabai tinggi, mereka tetap menyediakan menu sambel tanpa mengurangi kualitas dan porsi. Alhasil, mereka rela hanya mengantongi laba tipis. “Kondisi seperti itu tak akan panjang, makanya kami putuskan tetap menjual sambel saat harga cabai tinggi,” katanya.

Selalu menyajikan menu sambel baru menjadi senjata menghadapi pemain baru yang terus bermunculan. Biasaya, setahun sekali akan ada satu sambel kreasi baru.

Kedepan, Sambel Karmila bakal terus mengembangkan sayapnya dengan membuka cabang baru di Jakarta. Jelita menjelaskan pasar ibu kota masih sangat besar serta konsumen jauh dari tingkat kejenuhan akan menu ayam dan sambel.

Sebagai pioner diusaha ini, Warung SS mengakui pertumbuhan pemain bisnis kuliner berbasis sambel ini cukup agresif. Namun, jumlah konsumennya pun juga terus bertambah. Makanya, persaingan bisa berjalan sehat tanpa ada perang harga.

Widyatmono, Kepala Humas Warung SS mengatakan manajemen gerai tak khawatir dengan adanya pesaing baru. Mereka memilih fokus melakukan inovasi produk.

Biasanya, tes pasar untuk menu sambel baru dilakukan di salah satu gerai Warung SS. Lantas, bila mendapatkan respon baik maka akan dicoba pada sejumlah gerai cabang. Saat responnya sama, mereka pun siap untuk menjualnya disemua gerai.
Sama dengan sebelumnya, tidak stabilnya harga cabai di pasar serta pasokan cabai merupakan salah satu kendala yang Warung SS hadapi. Widy mengatakan, saat harga tinggi mau tidak mau mereka harus memangkas laba.

Pasalnya, manajemen telah menetapkan Warung SS tidak boleh mengurangi porsi, menaikkan harga jual dan mengurangi kadar kepedasan. Ketiga point tersebut dibuat agar konsumen tidak kecewa dan berujung kabur.

BACA JUGA : Mana yang menurutmu paling enak, Shabu Shabu, Suki, atau Steamboat di Jakarta?

Kendala lainnya adalah masalah internal yaitu manajemen karyawan yang berjumlah sekitar 3.600 orang. Widy bilang, tak mudah mengorganisir karyawan dalam jumlah besar mengingat mereka bermula dari usaha warung tenda. Pantang menyerah, mereka pun terus belajar dalam hal manajerial serta tetap melakukan kontrol kualitas.

Semoga Bermanfaat !


Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di