alexa-tracking

Bangun Sinergi dan Komunikasi, Mendagri: Libatkan Tokoh Agama dan Perguruan Tinggi

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acb24c5642eb67f1d8b456a/bangun-sinergi-dan-komunikasi-mendagri-libatkan-tokoh-agama-dan-perguruan-tinggi
Bangun Sinergi dan Komunikasi, Mendagri: Libatkan Tokoh Agama dan Perguruan Tinggi
Bangun Sinergi dan Komunikasi, Mendagri: Libatkan Tokoh Agama dan Perguruan Tinggi

JPP, MAKASSAR - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo secara resmi melantik Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemendagri) Sumarsono sebagai Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel). Sumarsono akan menggantikan posisi Syahrul Yasin Limpo yang telah berakhir masa jabatannya.

Dalam kata sambutannya usai melantik, Mendagri atas nama pemerintah pusat mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan loyalitas selama 10 tahun masa kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu'man.

Menurut Mendagri, Syahrul dan Agus, telah berhasil melaksanakan tugas sebagai kepala daerah. "Bagi kami di pusat, keberhasilan gubernur karena didukung oleh seluruh jajaran pemerintah. Pak Gubernur juga berhasil memastikan program strategis pusat sehingga dengan berjalan baik seiring dengan program prioritas Pak Gubernur," ujar Tjahjo di Makassar, Sulsel, Senin (9/4/2018).

Mendagri menjelaskan, pemerintahan sekarang ini unik. Janji kampanye Presiden, Gubernur dan Bupati, itu yang kemudian jadi program jangka pendek baik di pusat dan daerah. Dan, ini membutuhkan sinergi dan koordinasi yang baik.

Tentang Syahrul Yasin Limpo sendiri, Tjahjo memujinya. Di mata dia, Syahrul adalah gubernur yang berhasil. "Pak Yasin Limpo ini 25 tahun jadi kepala daerah. Dua periode jadi bupati, gubernur, wakil gubernur, belum dihitung jadi camat, kepala desa," ujar Tjahjo.

Tak hanya itu, Mendagri juga memuji duet Syahrul dan Agus yang bisa bertahan dalam dua periode. Padahal di provinsi lain, ada gubernur dan wakil gubernur baru dilantik langsung tak bertegur sapa.

“Bahkan, ada gubernur dan wakil gubernur, baru tiga bulan terpilih sudah berkelahi. Saling serang di medsos. Kami selalu sampaikan ke bupati, wakil ya wakil," tegas Tjahjo.

Kalau memang ada yang mau jadi presiden, wakil presiden, gubernur atau wakil gubernur, lanjut Mendagri, ikuti prosesnya. Jangan menghina dan menghujat. Mengenai pesta pemilihan kepala daerah serentak, Tjahjo bersyukur, sudah dua kali gelombang Pilkada serentak digelar, bisa berlangsung aman dan sukses. Meski ada dinamika, tapi masih dalam taraf wajar.

"Saya yakin, Pilkada di Sulsel bisa lancar dan aman. Kuncinya pada Pak Soni (Sumarsono) sebagai penjabat. Tolong bangun koordinasi dengan kepolisian, DPRD, TNI, dukung penuh KPU dan Panwaslu. Libatkan tokoh agama. Termasuk perguruan tinggi yang ada. Pemda tak hanya gubernur dan kepala desa, ada polisi, TNI, tokoh masyarakat. Saya yakin Pak Soni sebagai penjabat bisa bangun sinergi dan komunikasi. Pak Soni punya pengalaman jadi Penjabat," tutur Tjahjo.

Indonesia, menurut Mendagri, telah 72 tahun merdeka. Dan, tantangan semakin berat. Tapi, Sulsel telah mampu membuktikan diri, mampu swadaya pangan. Setidaknya Sulsel telah jadi barometer nasional, khususnya untuk masalah beras. "Kami apresiasi," ucap Tjahjo. (dgr/nbh)


Sumber : https://jpp.go.id/42-polkam/319321-b...rguruan-tinggi

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Bangun Sinergi dan Komunikasi, Mendagri: Libatkan Tokoh Agama dan Perguruan Tinggi Polri Memiliki Komitmen Tinggi Tuntaskan Kasus Travel Umrah

- Bangun Sinergi dan Komunikasi, Mendagri: Libatkan Tokoh Agama dan Perguruan Tinggi Mendagri Ingatkan Kepala Daerah yang Kena Kasus untuk Kooperatif

- Bangun Sinergi dan Komunikasi, Mendagri: Libatkan Tokoh Agama dan Perguruan Tinggi KKG Diberdayakan untuk Pacu Kompetensi Guru Madrasah

×