alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Ada Kekhawatiran Terkait Kolom Kepercayaan di KTP
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acaf40d5c77986c058b456a/ada-kekhawatiran-terkait-kolom-kepercayaan-di-ktp

Ada Kekhawatiran Terkait Kolom Kepercayaan di KTP

Ada Kekhawatiran Terkait Kolom Kepercayaan di KTP

MedanBisnis�Medan. Terkait penempatan nama penghayat kepercayaan di kolom agama pada KTP, Anggota Komisi E DPRD Sumut Zulfikar, menyebutkan, hal itu tidak sesuai sila Pertama Pancasila. Sikap mengakomodir penganut di luar agama yang diakui itu pun dikhawatirkan akan menuai masalah di masa depan.

"Sekarang kita itu mendefinisikan Pancasila itu bagaimana?. Kalau kita definisikan sila Pertama itu terlalu lebar dan segala macam, semua bisa mengklaim menjadi sebuah agama. Padahal kalau kita lihat dari sejarah dan prosesnya, kan hanya beberapa agama saja yang diakomodir, diakui," ujar Zulfikar, kepada wartawan Minggu (8/4).

Menurutnya, akan merepotkan ketika semua aliran kepercayaan, yang merupakan hasil pemikiran manusia, dianggap sebuah agama. Sebab bukan tidak mungkin akan muncul aliran dari kelompok lain di luar dari yang diakui saat ini, yang juga menuntut pengakuan negara.

"Apakah misalnya kepercayaan itu hanya sekedar percaya saja tanpa ada sebuah nilai yang mengaturnya. Setiap agama kan ada nilai, terlepas dari besar kecilnya, menyeluruh atau sebagian kecil saja. Kalau kepercayaan ini biasanya cukup 'eling' saja," jelas Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Sumut ini.
Selain itu, Zulfikar juga melihat bahwa pengakuan aliran kepercayaan di KTP bukan sekedar indentitas semata. Sebab dengan diberikannya kesempatan itu, maka semakin membuka potensi akan terjadinya carut marut soal aliran-aliran yang mengklaim agama. "Artinya kita mengakomodir semua kepercayaan saja. Yang jelas, substansinya ada di sila pertama, dan itu kan jadi hilang. Ketuhanan Yang Maha Esa itu jadi hilang," katanya.

Kekhawatiran tersebut, katanya, cukup beralasan. Sebab persoalan seperti ini bukan baru terjadi, melainkan sudah sejak lama muncul. Banyak pemikiran orang seperti mengaku Nabi, kemudian membuat komunitas atas nama agama di luar dari yang ada. 

Dengan demikian, fungsi kontrol negara dalam hal ini, kata Zulfikar, hampir tidak ada. "Kami sangat tidak sepakat. Saya pikir beberapa agama yang diakui itu sudah final. Karena yang seperti ini kan wacana lama. Sementara kita sudah punya ukuran yang diakibatkan secara formal oleh negara," katanya. (irvan sugito)

http://www.medanbisnisdaily.com/m/ne...cayaan_di_ktp/

Ketakutan nggak mayoritas lagi, maklum mayoritasnya hasil paksaan
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 2
agama MLM resah umatnya berkurang. emoticon-Shakehand2
Agama Impor vs Agama Lokal Asli Pribumi.

emoticon-Ngakak
Asyik dah, gw mo nyantumin agama pemuja Kodok Jiraiya boleh kan
Diubah oleh aseng39
hidup penyembah pesut
Quote:


tulis aja : penghuni nerakaemoticon-Leh Uga
Quote:


atheist diisinya "wahabi laknatullah salafi jahannam"
Quote:


penyembah ikan pesut vs penyembah "batu ajaib" emoticon-Wakaka
IMHO, Bahwa penyebaran Islam dilakukan melalui "paksaan" perkimpoian. Karena jika seseorang menikah dengan islam maka dia harus konvert.. Strateginya adalah : mengislamkan pemimpin/calon pemimpin sehingga rakyat akan mengikuti, kasus Majapahit. NAH, disini letak masalahnya. Rakyat yg hanya ikut menjadi Islam, tetap menjalankan keyakinan awalnya, seperti kejawen, dan itu dibiarkan karena dari segi statistik akan lebih menguntungkan bagi komunitas Islam. Klo dari dulu yg nyebarin Islam di Indonesia itu tegas, gak akan sebanyak itu angka statistiknya.
Quote:


minus
Seperti biasanya, yang khawatir dan resah cuma 1 golongan itu aja. Yang lain dijamin adem2 saja.
Ngiming anak TK spy mau makan / tidur siang hrs pake permen / es krim. Bkn pake 72 bidadari surganya tekstualis
kelompok yg khawatir cuma yg itu itu aja
kesempatan dapat 72 pecun sorga makin terbuka lebar dengan berkurangnya sainganemoticon-Recommended Seller
takut member berkurang drastis .. emoticon-Nohope


Quote:

paksaan dr mana bro?

semacam ga boleh adzan karena suaranya mengganggu, atau semacam ga boleh pake pengeras suara buat 1 hari raya kalo ga mau dibakar rumah2 ibadahnya? atau yg lain lagi nih?
Yg belingsatan pasti yg paling damai emoticon-Wink
Quote:



Paksaan itu yg pad dulu nabinya mau nyerang
Persia dan Byzantium bikin surat harus convert ke agama damai dan mengakui dia sebagai nabi .. Kalau gak ya diserang.

Paksaan itu kalau loe bukan pemeluk agama damai maka loe dikenakan pajak tinggi yg namanya jizyah

Gak boleh adzan karena suaranya mengganggu atau minta suaranya dikecilkan? Bahkan ketika hal itu diminta sama satu orang ibu di sumut hasilnya viagra dibakar dan patung budha diturunkan. Hail agama damai

Sepertinya gak ada yg larang adzan mungkin yg dilarang pengeras suaranya ke luar saat orang lain beribadah. Masak mau manggil ibadah aja pake toa?

Btw kalau sial bakar2 kita tau umat agama damai adalah jagonya

https://m.cnnindonesia.com/nasional/20151014065145-20-84852/pembakaran-gereja-capai-1000-kasus-pasca-reformasi
takut ketauan selama ini jd tukang klaimemoticon-Big Grin
Agama lain sunyi senyap gak ada suaranya, bahkan penista agama yg sunyi senyap malah gak ada atau jarang ada karena mereka jarang ribut urusan begituan. Kalo adapun itu karena terpicu oleh yg suka ribut jadi ikut2.
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di