alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Tunda Pemecatan, IDI akan Periksa dr Terawan 'Cuci Otak'
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acaed8b98e31bd07c8b456f/tunda-pemecatan-idi-akan-periksa-dr-terawan-cuci-otak

Tunda Pemecatan, IDI akan Periksa dr Terawan 'Cuci Otak'

Jakarta - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menunda pemecatan Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Dr dr Terawan Agus Putranto, SpRad yang terkenal dengan terapi 'cuci otak'. IDI akan memeriksa dr Terawan terlebih dahulu.

"Rapat Majelis Pimpinan Pusat (MPP) memutuskan bahwa PB IDI menunda melaksanakan putusan MKEK karena keadaan tertentu," ujar Ketua Umum PB IDI, Prof dr Ilham Oetama Marsis SpOG, di Sekretariat PB IDI, Jl Sam Ratulangi, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Dengan penundaan ini, Marsis mengatakan dr Terawan masih berstatus anggota IDI. "Oleh karenanya ditegaskan bahwa hingga saat ini dr TAP masih berstatus sebagai anggota IDI," ujarnya.

Ia mengatakan selama penundaan ini IDI akan memeriksa dr Terawan. Salah satunya yaitu mengumpulkan bukti pengaduan dan penilaian terhadap terapi berbasis Digital Subtraction Angiography (DSA).

"Keputusan dari MKEK merupakan rekomendasi bagi IDI dan kita sudah mempersiapkan tahapan untuk melakukan putusan MKEK," kata Marsis.

"PB IDI kita harus kumpulkan bukti pengaduan yang ada, kita nilai suatu proses berjalan dengan baik atau tidak yang," sambungnya.

Baca juga: Cerita Moeldoko yang Pernah Diterapi 'Cuci Otak' dr Terawan

Nantinya, MPP akan merekomendasikan hasil penilaian terhadap Dr Terawan kepada Kementrian Kesehatan RI.

"Selain itu, MPP merekomendasikan penilaian terhadap tindakan terapi dengan metode BSA/Brain Wash dilakukan oleh Tim Health Technology Assessment (HTA) Kementerian Kesehatan RI," tuturnya.

Sebelumnya dalam surat yang beredar, disebutkan dr Terawan mendapat sanksi berupa pemecatan sementara selama 12 bulan. Sanksi tersebut berlaku sejak 26 Februari 2018 sampai dengan 25 Februari 2019.
(idh/idh)

https://news.detik.com/berita/d-3961082/tunda-pemecatan-idi-akan-periksa-dr-terawan-cuci-otak?_ga=2.25688569.55160594.1523247521-1003649547.1519096890

Terawan harus datang dan mempertanggung jawabkan metodenya.
Urutan Terlama
IDI ga perlu takut buat memecat dr Terawan, jangan sampai tekanan dari tokoh dan Jendral2 TNI yang mengaku merasa disembuhkan dr Terawan membuat IDI takut dan membiarkan praktik penipuan publik dengan metode2 yang tidak ilmiah dibiarkan berkembang di indonesia
Karena berani kotor itu, baik emoticon-Traveller
Quote:


Setuju. Klo memang yg dilakukan Terawan itu melanggar aturan IDI, harus dipecat.

Tpi jgn buru2 mengklaim praktek Terawan sebagai penipuan. Apa iya orang2 seperti SBY, Dahlan Iskan, Prabocor, Mahfud MD, Butet, Hendro priyono, ARB, dll itu bisa ditipu?

Mereka sakit, dan mereka punya duit untuk berobat kemanapun mereka suka. Toh mereka tertolong oleh terawan. Dahlan Iskan bahkan sudah beberapa tahun yg lalu tulis kesaksiannya.

Makanya kasus ini menarik.
Post ini telah di hapus oleh Kaskus Support 03
Quote:

Opo opoan iki
Dr Terawan itu dibawah instansi TNI. Mau panggil ya lewat komandanya
Sekarang keadaan tertentu itu apa ? Kalo bener kenapa mundur ? ato emang niatnya ada yg anu itu semua ?
hahaahha takut idi masalahnya dokternya mayjend dibela sama KASAD gimana ga gemeter tuh idi emoticon-Ngakak
Quote:


Ente kyk ga tau aja sistim dinegara kita sapa yg berani melawan jendral TNI apalagi rakyat sipil mcm IDI mau liat coba apa berani mecat seorang mayjen
IDI emoticon-Tai
Quote:


Ada baiknya dimulai dengan IDI memprotes klinik2 ga jelas, eyang2 ga jelas, dokter2 malpraktik yg terus ada kasusnya, pengobata. Mata india, bersorban, panjangin penis, yg ngalor ngidul di media saban hari dibandingkan terlalu ngurusin orang yg beneran punya title dokter. Itu klo IDI btul2 pngen menghentikan yg ane bold Dr komeng ente
Diubah oleh Jalan Cinta
Quote:

Pengobatan alternatif bukan wilayah wewenang IDI
Quote:


Kalau merasa mulai gemetaran mungkin ada baiknya pak dokter mengingat kembali sumpah yang diucapkannya dulu
Bagus sebenernya udah bisa ambil sikap. Jangan sampe keburu jatuh korban. Kalo ada korban jatuh status dokternya masih anggota, IDI bakal keseret seret nantinya
Quote:


penipuan publik dari mana bray? kalo publik (Mayoritas) merasa lebih baik setelah berobat dengan teknik brainwash tersebut... apa itu disebut penipuan...

lah kalo ada beberapa yg gagal dari ribuan kasus ya wajarlah...
Quote:


Gw ga tahu prosedurnya, apa lewat komandan dl atau tidak. Rasanya kok tidak. Mungkin IDI agak gamang jg krn banyaknya petinggi membela terawan hahaha....tp bener, hrsnya IDI jgn mundur
Walau udah banyak relasi gw yg tertolong sama pak dukter tsb

Tapi memang prosedur n metodenya kudu bisa dipertangungg jawabkan
Orang kita paling demen sesuatu yg serba instan, ada terapi yg bisa "klaimnya" ngatasi struk maka berbondong2 pada nyoba n euforiaa berlebihan sampe logika disembunyikan entah kemana..

Ingat zaman dulu ada bapak yg mau nyembelih anaknya hanya karena bisikan gaib, eh ndilalah tuh anak berubah jadi kambing pas udah mo disembelih
Untung zaman dulu dimana orang belum bisa berpikir pake logic n ilmu pengetahuan masih minim

Zaman sekarang pasti langsung dicap gangguan jiwa bukannya malah diperingati tiap tahun emoticon-Wink
Quote:


Penipuan publik karena belum terbukti secara ilmiah dan belum diakui di dunia kedokteran modern. Sedangkan dia ada dibawah IDI yang tentu punya standar pengobatan tersendiri.
Lain cerita klo dia masuk ke pengobatan alternatif mo brainwash mau pake jin jl ya IDI gak berhak campur tangan.

KLo emang ilmiah silakan dibuktikan dengan pengujian dan penelitian ilmiah, dan edarkan di forum resmi.
Klo emang terbukti benar, Nobel ditangan tuh keknha
Diubah oleh cosebel
Publik musti bedain lah pengobatan medis ilmiah sama pengobatan alternatif. Kalo metoda yg dipakai Dr. Terawan itu dianggap alternatif, ya mending berenti jadi dokter dan jadikan pengobatan alternatif yg ga butuh scientific method proving. Kalo masih mau jadi dokter (dengan demikian dipayungi IDI) ya sebaiknya ikuti metoda saintifik penelitian medis yg jadi standar.

Masak pengobatan saintifik ngandelin testimoni saja. Contoh Viagra aja dah, ga pake pake testimoni pas dijadi'in obat impotensi padahal obat ini awalnya untuk penyakit Jantung, tapi juga ga ujug2 jadi obat impotensi, tapi pake riset dulu. Kalau mau ngandelin ya ngandelin hasil uji coba medis yang terverifikasi lah.
Hm...ini klonengan kah?


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di