alexa-tracking

'Masa bodoh urusan akademik, kita ingin sembuh'

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acac3d81ee5dfb91d8b4567/masa-bodoh-urusan-akademik-kita-ingin-sembuh
'Masa bodoh urusan akademik, kita ingin sembuh'
Merdeka.com - Celana pendek selutut. Topi lapangan berwarna loreng. Bertuliskan 'Para Komando' di depannya. Duduk santai di depan rumah. Didampingi para ajudan dan asisten rumah tangga. Seraya menyaksikan puluhan ayam mutiara asal Papua peliharaan berebut makan.

Begitu sekiranya aktivitas Minggu sore ala Abdullah Makhmud (AM) Hendropriyono di kediamannya bilangan Senayan, Jakarta Pusat. Jenderal purnawirawan angkatan darat ini lalu mengajak Liputan6.com dan merdeka.com menuju ruang kerjanya. Beberapa buku dan kertas bertumpuk di meja kerjanya. "Ini draf buku selanjutnya, kalau enggak dikerjakan suka lupa," kata Hendro di tengah usianya menuju 73 tahun.

Hendro lalu bercerita bagaimana dokter Terawan, Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, menyelamatkan dirinya dari ancaman stroke. "Sekarang saya bisa lari, angkat besi, saya masih joging sama cucu. Kalau enggak saya udah tepar," dia menuturkan.

Hendro mendengar dan mengenal dokter Terawan mengobati stroke sudah lama. Dia sendiri bersentuhan langsung dengan spesialis Radiolog Intervensi itu sejak 2014. Hendro saat itu merasakan sakit kepala bukan kepalang.

"Tanpa ragu saya langsung ke Terawan. 45 menit langsung seger. Keluarga yang nonton di jendela tepuk tangan, dia terbuka, bisa dilihat," dia menceritakan.

Bukan tanpa alasan Hendro memilih berobat langsung ke dokter Terawan saat sakit kepala menderanya. Dia mengatakan, beberapa kali dirinya mengantar pejabat negara ke dokter militer tersebut saat stroke menyerang.

Pengalaman pertamanya adalah saat mantan Mensesneg Moerdiono bertandang ke kediaman salah seorang mantan wakil presiden RI. Moerdiono saat itu menemukan mantan pejabat itu terjatuh di kamar mandi. Moerdiono saat itu langsung menelepon Hendropriyono.

"Dro, saya ketemu mantan bos kita, saya bawa lari ke RSPAD. Saya di sana kenal seorang dokter, Terawan, tapi pengobatannya masih belum diakui," kisah Hendro.

Hendro yang saat itu mendapati kabar tersebut langsung bergegas ke rumah sakit yang dituju. Namun dia terkejut, mantan wakil presiden, yang tidak ingin diungkap namanya, sudah bisa tertawa lepas.

"Dalam waktu 45 menit, saya ketemu di sana sembuh, ketawa-ketawa," ujar Hendro.

Kali selanjutnya, beberapa pejabat negara dan tokoh silih berganti berobat kepada Terawan. Hendro menyebut, dalam sehari dokter yang sekarang menyandang pangkat mayor jenderal itu mencapai 20 orang.

Bagi Hendro, apa yang ditemukan Terawan bukan simsalabim dalam praktik kedokteran. Terawan dengan apa yang telah dilakukannya cukup membantu pengembangan dunia medis, yaitu Digital Substraction Angiography (DSA) Modifikasi Terawan atau populer disebut metode "cuci otak".

Oleh sebab itu, pada 2015 lalu Terawan mendapat anugerah penghargaan dari Hendropriyono Strategic Colsuting terkait temuannya itu. Dalam pemberian penghargaan tersebut turut didengarkan kesaksian pasien yang berhasil disembukan dokter Terawan, seperti Wapres Try Sutrisno, Butet Kertarejasa, dan beberapa testimoni pasien lainnya.

Kabar rekomendasi Majelis Etik Ikatan Dokter Indonesia, cukup membuat terkejut Hendro dan pasien-pasien Terawan yang berhasil disembuhkan. Mereka, kata Hendro, tidak akan tinggal diam bila Terawan dipecat dan dicabut izin praktiknya oleh IDI.

"Buat kita adalah satu kata, masa bodoh bukan urusan kita soal akademik, kita ingin sembuh dan dia (dokter Terawan) menyembuhkan kita," kata mantan Kepala BIN Jenderal Purnawirawan Hendropriyono. "Kami akan kumpul untuk bergerak membela dia kalau sampai dia dicabut izin praktiknya. Kasian sama rakyat," tambah dia.

https://www.merdeka.com/peristiwa/masa-bodoh-urusan-akademik-kita-ingin-sembuh.html

Betul. Klo memang sembuh, persetan dengan urusan akademik.

Kasus ini menarik. Nilai minus dari Terawan adalah kabar bahwa dia selalu mangkir ketika dipanggil IDI.

Tp klo melihat testimoni dari orang2 spt SBY, Prabocor, Hendro, ARB sampai Mahfud MD dan Dahlan Iskan, rasanya kok motode Terawan itu benar2 ampuh.
Pantes diBODOHI,lahh emang bodohemoticon-Big Grin
Quote:


Sembuh itu hasilnya, goblog. Baca berita jgn asal njeplak.
Tak boleh pergi ke sekolah setiap hari
Kalau belajar terus juga tidak baik

Di dalam kelas yang bagaikan penjara
Bagaikan para tahanan dan guru yang patuh aturan

Ku tak ingin jadi orang hebat
Lebih baik jadi orang yang bebas
Di lembar jawaban tidak akan tuliskan jawaban yang sebenarnya
Kalau isi kepala ini kosong
Hati pun akan jadi ringan


Pekerjaan juga kadang-kadang libur saja
Kalau kerja terlalu keras nanti sukses

Atasan yang selalu ikut manual
Dan teman kerja yang tak pernah bilang “no” adalah cyborg

Ku tak ingin jadi orang hebat
Paling enak bisa bebas dan seenaknya
Kau pasti suatu saat sadar, di luar jendela ada langit yang indah
Jika tak ada yang mengharapkanku
hidup amatlah menyenangkan


Tinggalkan semua (tinggalkan semua)
Aku tak sama denganmu

Ingin temukan jalanku sendiri
Lakukan yang ingin aku lakukan

Ku tak ingin jadi orang hebat
Ku ingin jadi orang yang tidak hebat
Ku tak ingin jadi orang hebat
Ku ingin jadi orang yang tidak hebat
Di buku apapun juga arti kebahagiaan tidak ada

Jikalau tak ada persaingan
Dunia akan jadi damai
Terawan way harus dibuktikan minimal 100 orang dulu baru dikatakan metodenya berhasil
baru ada surat rekomendasi yg bocor
dr yg ngirim surat jg belum ada klarifikasi
mantau dulu sajalah
Kalau menurut ane sih tetap harus ada pembuktian dan pengujian secara ilmiah, ini bukan urusan bukan main-main lho
Kasihan sama rakyat? Rakyat mana yg dimaksud? Yg bisa bayar terapi dokter terawan maksudnya? Terapinya gak murah om. Klo mau beneran bisa terjangkau oleh rakyat kebanyakan dan dicover BPJS ya harus mau diuji klinis, itu td yg dibilang persetan urusan akademis. Klo gak gitu yg bisa menikmati "terapi dokter terawan" ya cuma penggede2 dan orang banyak duit aja emoticon-Big Grin
the best argument is result.



beberapa mekanisme tentang sesuatu memang belum diketahui, atau dirahasiakan. namun tidak mesti jadi mengingkari hasil yang didapat.

semoga ditemukan titik damai lah.. Biar jadi maslahat buat bersama..
Quote:


Katanya kan udah ribuan orang yg tertolong. Ya memang baru katanya, perlu diuji lagi.

Tp yg beri testimoni bukan orang2 sembarangan. Mereka bener2 merasa utang budi ke Terawan. Sehingga tanpa diminta membela pun angkat bicara sendiri.
Quote:


Kan udah bikin disertasi dia di Unhas. Dekan Unhas termasuk yg dukung dia. Tp memang perlu terus diuji secara ilmiah sampai tidak ada keraguan lagi bahwa metodenya berhasil.
Quote:


ga bisa gan kalo sebatas katanya, harus ada data,

testimoni juga tepat digunakan sebagai bukti
Quote:


Terapi memang nggak ada yg murah. Tp Terawan kan tiap bulan memberi jatah 3 atau 4 pasien yg diterapi secara gratis.

Memang harus ada uji klinis yg valid. Makanya semoga saja metode terawan itu bener2 berhasil.
Quote:


Sejak kapan DSA jd alat penyembuh, pantes diBODOHi, emang BODOHemoticon-Big Grin
Quote:


Kata siapa gak ada yg murah? Tuh kemoterapi untuk pasien kanker sepenuhnya ditanggung oleh BPJS alias gratis. Karena semuanya jg tau kemoterapi metode paling efektif dlm pengobatan kanker, efektif karena sdh teruji, bkn karena testimoni. Sdhlah, ikut saja aturan, klo mmg bener bisa teruji secara klinis gak cuma 3 atau 4 pasien aja yg bisa diobati gratis, tapi ribuan atau bahkan ratusan ribu org gak mampu bisa terselamatkan
Quote:


Klo BPJS ya urusan lain. Toh medote ini juga kan masih baru, hanya ada di RSPAD dan hanya dikerjakan Terawan seorang diri. Ya kita tunggu saja kelanjutannya spt apa.

Quote:


Ya, semoga Terawan berani diuji metodenya secara terbuka.

Quote:


desertasi belum cukup jadi dasar untuk praktek...
obat aja ada uji praklinis dan uji klinis....maka secara etika jelas dokter terawan melanggar......soal ampuh atau tidak nya bukan itu yg di persoalkan....
kalau tergabung di idi kan ada etika kedokteran yg harus di patuhi.....tdk bisa se enak nya...kecuali sang dokter bikin idi sendiri....

yg debat terjebak dalam soal ampuh tidak nya metode dr terawan...
pdhl yg di bahas oleh idi adalah soal kode etik kedokteran..
Lha itu prabocor malah jadi makin korslet sekarang emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)
kita mah sebagai orang "awam" tentang kedokteran sih lebih baik mendoakan yang terbaik aja.
bkannya apa, kalau memang masih ada pertentangan ya diselesaikan dulu lah, gak usah saling tunjukan kekuatan masing-masing.

dulu dijepang juga pernah ada kejadian mahasiswa menemukan vaksin dan dijadikan disertasi, para pengujinya percaya dan diluluskan bahkan hasil penelitian tersebut dipatenkan.

dan hebatnya lagi di negara amerika sana memproduksi secara besar-besaran, namun lebih kurang 5 tahun kemudian ternyata ada yang "ngeh" ada test yang tidak benar2 dilakukan, walaupun memang vaksin tersebut terbukti tapi karena hal tersebut maka vaksin tersebut ditarik dari pasaran.

Bahkan dosen pembimbing dari mahasiswa tersebut bunuh diri setelah kasus itu terkuak
emoticon-Hansip