alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
The Monster of Florence (part 3) : The Suspects
2.38 stars - based on 26 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a7330cd54c07ac47a8b457f/the-monster-of-florence-part-3--the-suspects

The Monster of Florence (part 3) : The Suspects

The Monster of Florence (part 3) : The Suspects


previous threads..

The Monster of Florence (part 1) : The Victims
The Monster of Florence (part 2) : Police Investigations

The Monster of Florence (part 3) : The Suspects

Walopun pihak kepolisian sudah menangkap Francesco Vinci dan dinyatakan sebagai tersangka The Monster of Florence yang sebenarnya, namun ternyata pembunuhan dengan modus operandi yang sama masih terjadi.

Pembunuhan berikutnya terjadi pada tanggal 9 September 1983 terhadap Wilhelm Friedrich Horst Mayer dan pasangan gaynya yang bernama Jens Uwe Rüsch.

Polisi sempat memeriksa lubang peluru pada kaca van milik korban yang ditembus peluru milik pelaku. Dari sini polisi mendapat petunjuk baru tentang tinggi badan si pelaku yang diperkirakan tingginya sekitar 180cm.

The Monster of Florence (part 3) : The Suspects

Setelah polisi pada akhirnya dengan terpaksa membebaskan Francesco Vinzi, mereka kemudian menahan Salvatore Vinci, kakak dari Francesco Vinci. Giovanni Mele, kakak Stefano Mele. Dan Piero Mucciarini yang merupakan saudara ipar Stefano Mele.

Walopun Giovanni Mele dan Piero Mucciarini bukan merupakan klan Vinci, tapi keduanya sempat disebut-sebut oleh Stefano Mele ketika dia ditangkap dan diinterogasi polisi perihal pembunuhan yang terjadi pada tahun 1968.

Spoiler for Giovanni Mele dan Piero Mucciarini:


Menurut polisi, satu-satunya motif yang Giovanni Mele dan Piero Mucciarini miliki jika mereka berdua memang terlibat pembunuhan pada tahun 1968 tersebut adalah, karena mereka sudah gerah dengan perilaku Barbara Locci yang kerap bergonta-ganti pasangan dan membuat malu nama keluarga mereka.

Selain itu juga berarti mereka berdua menjadi tersangka dalam kepemilikan senjata yang digunakan dalam beberapa pembunuhan berikutnya.

The Monster of Florence (part 3) : The Suspects

Pihak kepolisian kembali harus membebaskan Salvatore Vinci, Giovanni Mele, dan Piero Mucciarini, karena dua pembunuhan berikutnya kembali terjadi.

Pada pembunuhan terhadap pasangan Claudio Stefanacci dan Pia Rontini, polisi menemukan dua petunjuk. Yang pertama adalah sidik tangan yang menempel pada kap mobil depan, hal ini menjadi bukti bahwa pelaku pembunuhan menggunakan senjatanya dengan tangan kanan dan tangan kirinya menyentuh mobil.

Petunjuk yang kedua adalah tanda bekas lutut yang berada dibagian sisi mobil milik korban, yang berarti pelaku memiliki tinggi badan yang sama seperti perkiraan polisi pada petunjuk yang didapat dari pembunuhan sebelumnya terhadap pasangan gay yang dibunuh didalam van.

Kemudian sehari setelah pembunuhan terhadap Jean Michel Kravechvili dan Nadine Mauriot, Jaksa Penuntut yang bernama Silvia Della Monica menerima sebuah amplop yang berisi surat dari pelaku dan potongan payudara milik Nadine Mauriot.

The Monster of Florence (part 3) : The Suspects

The Monster of Florence (part 3) : The Suspects

Francesco de Fazio yang merupakan criminologist expert dan kepala departemen ilmu forensik dan teknologi di Modena pada saat itu, menggambarkan The Monster of Florence dengan karakteristik sebagai berikut.

- The Monster of Florence merupakan pembunuh tunggal.
- Seorang bujangan yang tidak memiliki hubungan tertentu dengan perempuan atau bahkan dengan orang lain.
- Mengalami disfungsi seksual.
- Berumur sekitar 40 tahun pada tahun 1985.
- Pengguna tangan kanan.
- Lebih mampu menggunakan pisau daripada senjata.
- Membunuh dengan nafsu, dalam arti membunuh mampu memberinya kesenangan.
- Tidak mempunyai pekerjaan tetap.

Selain itu, pihak kepolisian Florence juga meminta bantuan pihak FBI. Dan mereka menggambarkan The Monster of Florence dengan karakteristik sebagai berikut.

- Laki-laki berumur sekitar 45 tahun.
- Seorang buruh biasa.
- Mempunyai kecerdasan rata-rata.
- Seorang bujangan yang tinggal sendiri atau bersama seseorang yang lebih tua.
- Tinggal didaerah yang dekat dengan pembunuhan pertama.
- Tidak mempunyai hubungan dengan perempuan dan mengalami disfungsi seksual.
- Kemungkinan meminum alkohol atau obat-obatan sebelum melakukan pembunuhan.

Berdasarkan karakteristik yang dideskripsikan oleh kedua sumber tersebut, kemudian didapat sebuah sketsa wajah yang diduga merupakan The Monster of Florence yang sebenarnya.

The Monster of Florence (part 3) : The Suspects

The Monster of Florence (part 3) : The Suspects

Tidak berselang lama setelah pembunuhan terakhir terjadi, pihak kepolisian menerima surat yang isinya mendorong mereka untuk memeriksa seseorang yang bernama Pietro Pacciani.

Spoiler for Pietro Pacciani:


Nama Pietro Pacciani juga muncul setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan dengan menyaring nama-nama narapidana yang didapat dari semua penjara di Italia, yang pernah didakwa bersalah melakukan kejahatan seksual dan sudah dibebaskan sebelum delapan pembunuhan terjadi.

Dari catatan kejahatannya, Pietro Pacciani pernah dipenjara selama 13 tahun atas kasus pembunuhan yang dilakukannya terhadap seorang laki-laki pada tahun 1951 ketika dia berumur 26 tahun.

Kejadiannya, kekasih Pacciani diketahui pergi bersama laki-laki lain kesebuah pedesaan. Ketika mereka akan berhubungan intim didalam mobil, Pacciani muncul dan menusuk laki-laki itu hingga tewas.

Kemudian Pacciani memaksa kekasihnya untuk berhubungan intim didekat mayat laki-laki tersebut dan sempat mencuri dompetnya.

Selain itu, Pacciani juga didakwa bersalah atas kekerasan fisik yang dilakukannya terhadap istrinya dan pemerkosaan yang dilakukannya terhadap dua anak perempuannya. Untuk itu dia dijatuhi hukuman penjara dari tahun 1987 hingga tahun 1991.

The Monster of Florence (part 3) : The Suspects

Spoiler for Pietro Pacciani:


Pietro Pacciani hanyalah seorang petani biasa. Dia tidak pernah mengenyam pendidikan dan dianggap sebagai orang yang menjijikkan dengan sifat yang keras. Selain itu dia juga dikenal sebagai orang yang pelit, pembohong ulung, dan seorang voyeur. Namun ada hal yang menarik dari Pacciani, dia memiliki hobi melukis, menggambar, dan menulis puisi.

Kombinasi antara karakter Pacciani yang buas dan primitif, dengan kecenderungan artistik yang dimilikinya ini, membuat polisi berkesimpulan bahwa Pacciani merupakan pelaku dari semua pembunuhan yang terjadi.

Kemudian berdasarkan bukti yang tidak langsung, Pacciani menjalani persidangannya yang pertama dan dinyatakan bersalah pada tahun 1994. Persidangannya pun disiarkan secara langsung oleh stasiun tv setempat.



The Monster of Florence (part 3) : The Suspects

Pada persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut sempat menyajikan barang bukti yang dipakai untuk menyeret Pietro Pacciani. Diantaranya,

- Buku catatan dan sabun cuci buatan Jerman yang diduga merupakan milik korban pembunuhan yang bernama Wilhelm Friedrich Mayer Horst dan Jens Uwe Rüsch.
- Peluru kaliber 22 yang ditanam diperkebunan milik Pacciani.
- Beberapa saksi yang pernah melihat mobil yang diduga milik Pacciani diparkir ditempat kejadian pembunuhan.
- Fakta bahwa Pacciani pernah tinggal didaerah yang dekat dengan tempat kejadian pembunuhan.

Namun ketika Pacciani mengajukan banding, bukti-bukti tersebut dianggap lemah. Dan oleh karena itu, Pacciani dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan pada tahun 1996.

Selain itu, ada beberapa alasan yang menyatakan bahwa Pacciani adalah bukan The Monster of Florence yang sebenarnya.

- The Monster of Florence dianggap mengalami disfungsi seksual. Namun Pacciani justru adalah seorang maniak seks dan memiliki istri, beberapa kekasih, bahkan diketahui sering mengunjungi tempat prostitusi.
- The Monster of Florence tidak mengambil satupun barang berharga milik korban. Sedangkan Pacciani akan melakukan apapun untuk mendapatkan uang.
- Pacciani sudah berumur 60 tahun pada tahun 1985. Jadi dengan kondisi fisik yang sudah tua, dia tidak mungkin mampu mengejar korbannya yang bernama Jean Michel Kravechvili yang merupakan seorang atlet.
- Tinggi The Monster of Florence diperkirakan 180cm, sedangkan tinggi Pacciani hanya 160cm saja.
- Pacciani mempunyai alibi saat pembunuhan sebelum tahun 1985 terjadi.

The Monster of Florence (part 3) : The Suspects

Kemudian persidangan kedua diadakan berdasarkan keterangan dari tiga orang saksi yang diajukan oleh Jaksa Penuntut. Ketiga saksi tersebut adalah seorang prostitusi yang bernama Gabriella Ghiribelli. Kemudian mucikarinya yang bernama Norberto Galli. Dan teman Pacciani yang bernama Giancarlo Lotti.

Spoiler for Giancarlo Lotti:


Ghiribelli dan Galli mengaku mereka sempat melihat mobil milik Lotti diparkir tepat didaerah dimana pembunuhan tahun 1985 terjadi. Dari sini polisi menginterogasi Lotti dan dia mengaku bahwa dia memang pernah berada dibeberapa tempat kejadian pembunuhan yang dilakukan oleh The Monster of Florence.

Selain itu Lotti juga mengaku bahwa Pacciani lah yang menembak para korban dan teman Pacciani yang bernama Mario Vanni lah yang memutilasi para korban perempuan.

Pada awalnya, Lotti mengaku jika tugasnya hanya memastikan bahwa tidak ada seorang pun yang melihat Pacciani dan Vanni melakukan pembunuhan. Tapi belakangan, dia mengaku bahwa dia juga sempat menembak dua korban yang adalah warga negara Jerman yang berada di van.

Kemudian, Giancarlo Lotti dan Mario Vanni dihukum dan dijebloskan ke dalam penjara. Dan setelah mendengar semua tuduhan yang dilontarkan oleh Lotti, persidangan baru untuk Pietro Pacciani dijadwalkan. Namun Pacciani meninggal karena serangan jantung pada tahun 1998.

The Monster of Florence (part 3) : The Suspects

Sampai saat ini, identitas The Monster of Florence masih tidak diketahui. Namun kasus ini masih terbuka dan beberapa teori tentang siapa The Monster of Florence yang sebenarnya pun bermunculan.

1. Teori dari Mario Spezi yang merupakan seorang jurnalis yang melaporkan secara langsung dari tempat kejadian pembunuhan yang terjadi pada tahun 1981 dan pada tahun-tahun berikutnya.

Spezi berpendapat bahwa pelaku pembunuhan yang sebenarnya ada hubungannya dengan keluarga Vinci dan dia memegang senjata yang dipakai pertama kali untuk membunuh Barbara Locci dan kekasihnya. Lalu kemudian dia melakukan pembunuhan copycat selanjutnya.

Spoiler for Mario Spezi:


2. Teori dari Nino Filastò yang merupakan pengacara pembela Mario Vanni. Menurut Filastò, keluarga Vinci dan Mele bersaudara tidak ada hubungannya dengan semua pembunuhan yang dimulai pada tahun 1968.

Menurut Filastò, The Monster of Florence adalah seorang polisi atau berpura-pura menjadi polisi. Pelaku mendekati mobil yang ditumpangi calon korban dengan alasan dia sedang melakukan patroli, kemudian dia mulai menembakkan senjata.

Spoiler for Nino Filastò:


3. Teori dari Michele Giuttari yang merupakan kepala polisi yang menyelidiki kasus The Monster of Florence ini dari tahun 1995 hingga tahun 2003.

Spoiler for Michele Giuttari:


Menurut Giuttari, The Monster of Florence adalah Pierto Pacciani dan dalam pekerjaannya, dia dibantu oleh Giancarlo Lotti dan Mario Vanni. Selain itu, potongan tubuh yang diambil dari korban perempuan digunakan sebagai sesembahan dalam pemujaan setan. Karena disalah satu tempat kejadian pembunuhan sempat ditemukan kumpulan batu yang membentuk lingkaran dan ditengahnya terdapat tanda salib.

The Monster of Florence (part 3) : The Suspects

4. Teori dari Antonio Segnini yang merupakan seorang penulis buku The Truth About The Monster of Florence.

Spoiler for Antonio Segnini:


Segnini percaya bahwa The Monster of Florence adalah Giancarlo Lotti. Lotti adalah seorang voyeur yang pada tahun 1968 sempat memata-matai Barbara Locci dan kekasihnya.

Dia juga menjadi secara tidak sengaja menjadi saksi ketika Barbara Locci dan kekasihnya dibunuh. Kemudian Lotti mengambil senjata yang dibuang oleh pelaku dan mulai meniru aksinya dengan melakukan pembunuhan berikutnya.

Dan saat diinterogasi, Lotti mengaku bahwa dia terlibat dalam setiap pembunuhan. Namun dia juga menuduh Pietro Pacciani sebagai dalangnya dan dibantu oleh Mario Vanni. Dengan begitu, hukuman yang diterima Lotti menjadi lebih ringan.

5. Teori dari Francesco Bruno yang merupakan seorang profesor dibidang kriminologi. Dia berpendapat bahwa pelaku merupakan bagian dari pemujaan setan yang membunuh korbannya dengan tujuan untuk pengorbanan ilmu hitam.

6. Teori dari Paolo Cochi yang merupakan penulis dan director acara dokumenter The Crimes of The Monster of Florence. Dia berpendapat bahwa pelaku adalah orang yang sama sekali belum pernah dijadikan sebagai tersangka atau belum pernah disebutkan dalam investigasi.

The Monster of Florence (part 3) : The Suspects

the end..

Sekian thread dari ane, dan terimakasih.

emoticon-terimakasih emoticon-terimakasih emoticon-terimakasih

Sumber 1
Sumber 2

profile-picture
trrivia32 memberi reputasi
Diubah oleh marywiguna13
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Thread sudah digembok
Halaman 1 dari 4
udah part 3 aja bre, part 1 dan 2 nya aja belum baca. wkwkwk
ninggalin jejak dulu ah
Quote:


Junker, hal selain spammer yang sulit diberantas emoticon-Ngakak (S)

Nah, kalo ane bikin thread seperti ini ya tujuannya pengen menyajikan hal yang jarang dibahas kaskuser cewe pada umumnya. Syukur-syukur kalo thread ane bisa jadi bahan diskusi, karena itu hal yang paling ane harapkan. Bukan cuma sekedar post komentar, "pejwan", "gembok", "nyimak", "oh ini", "oh itu".

Ayolah.. Ane butuh komentar lebih dari itu!!

Makanya ane sering banget laporin komentar yang menurut ane sampah, karena bukan itu bentuk apresiasi yang ane pengen dapet dari kaskuser yang baca thread ane.

Iya, ane memang ga bakalan kuat. Makanya ane sering marah-marah emoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh marywiguna13
Quote:


Kaskus memang ga bisa lepas dari junker ya sis dan si junker ini, selain nyampah, juga kadang nyerang ga liat sikon. Pokoknya hati senang kalo nyerang, terutama hal sensitif yang mana niatnya junker memang mau bikin panas dengan melempar bola dan disambut sm sumbu pendek lainnya.
Sebagai penghuni bepe pada khususnya, dan kaskus pada umumnya, saya bisa ngerti.
Tapi buat readers yang labil?
#mulutnetizenindoemoticon-Leh Uga

Dan, agama adalah hal sensitif akhir2 ini di Indonesia.

Padahal, kalau aja mereka mau membuka pikiran maupun ke-objektif-an mereka, maka hal2 yang bisa para TS bermutu kaskus (yeah, you're inemoticon-Big Grin) bagikan, bisa menjadi ilmu pengetahuan, dan tentunya makin membuka wawasan, terlepas dari apapun kasusnya, apapun motifnya, apapun kepercayaan tersangka/korban, dimanapun kasus itu berada dan dalam kondisi perpolitikan yang bagaimanapun.

Bukan cuma Pakistan sis, Afghanistan yang juga negara mayoritas muslim malah "dipenuhi" para pria yang.... Ah, sis pasti tau ceritanya.
Begitu kisah mereka kita bongkar di kaskus, maka para junker akan mempertanyakan kemusliman kita.
Udahlah sis, kau takkan kuat, biar aku saja..emoticon-Malu (S)
Quote:


Wuihh.. Ane langsung merinding.

Nah.. Ane jujur ga berharap thread ane berujung seperti itu. Makanya kalo ada yang request kasus dalam negeri, ane mesti mikir lagi.

Dan sebenarnya banyak hal yang pengen ane bahas. Soal TKW misalnya, tapi mungkin tau sendiri ya kalo TKW masih dapet stigma kurang baik di masyarakat.

Atau yang pengen banget ane bahas adalah soal transgender atau perdagangan budak laki-laki di negara Pakistan misalnya. Sebenarnya yang mau ane bahas ya soal transgendernya atau perdagangan budaknya itu sendiri. TAPI PASTINYA, akan ada kaskuser yang mulai membahas tentang negara Pakistannya itu sendiri yang notabene adalah negara muslim. Berikutnya pasti muncul komentar berbau sara.
Quote:


Hahaha, semoga enggak sis, asal pegang data yang bisa dipertanggungjawabkan.
Take the risk, but don't risk yourself, hahaha, apaan coba sarannya.

Saya, dua tahun lalu , mengawali trit perdana saya di kaskus dgn ngambil tema sensitif (dan memang ga pake pikir panjang sih), yaitu tentang "tumbal" pada proyek pertambangan minyak di Kalimantan.
Tumbalnya nyata, dan bukan lagi rahasia umum, untuk daerah Kalimantan khususnya.
Ada yang bilang trit legend, karena dibaca lebih dari puluhan ribu, dibagikan 8 ribu kali dan reply sampe 200 page.
Mungkin sis pernah baca "walau gogling dengan keyword apapun, kalian takkan pernah menemukan berita ini" di lounge

Tapi terpaksa saya request hapus sm momod karena saya dapat ancaman serius dari pihak tertentu yang efeknya bikin saya harus pindah kerja, pindah kota.
Well, semoga ga se extrem itu nantinya.
Diubah oleh eomma
Quote:


Dan kebayang kalo setelah thread diposting, dibaca banyak orang, terus ada yang kesinggung dan dilaporin.

Kan ngeri emoticon-Nohope
Quote:


Betul juga ya, saya ga kepikiran sampe kesana tadinya.
Mudah mudahan gak ada kaskuser yang protes, karena bila kasusnya sampai pada tingkat peradilan, saya rasa datanya lebih bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. (bila ada kaskuser laknat yang koar2 nyampah emoticon-Big Grin)
Quote:


Lupa sih, tapi gpp. Abis ini ane memang mau bahas satu kasus dalam negeri.

Iya, dan ketika bahas kasus luarnegeri, ga bakalan ada kaskuser yang berkomentar minta untuk ga bahas kasus tersebut.

Sebenarnya ane bisa aja bahas banyak kasus dalam negeri, tapi ane yakin bakalan ada pihak yang merasa tersinggung dan sensitif. Jadi bukan cuma persoalan lengkap atau tidaknya data.

Btw, ini fresh from the oven nih emoticon-Jempol

Kematian Tragis JonBenét Ramsey
https://kask.us/ivapA
#ForumKaskus via @KASKUS
Quote:


Waduh, ada yang nraktir jus melon pagi-pagi gini.
Pas banget, lagi diet GM day 1 ini saya , hehehe. Tengkyu

Ingat gak, saya pernah request kasus dalam negeri.
Maaf ya, ga perlu merasa terbebani, karena saya sadar, kenapa sis lebih milih ngulik case luar. Karena diluar, data suatu kasus memang lumayan lengkap dan rapi.

Apapun kasus nya, tetap saya tunggu. emoticon-Shakehand2
Quote:


Iya, gan. Alhamdulillah utang ane lunas emoticon-Ngakak (S)

Makasih juga udah sering mampir dithread ane dan post komentar sesuai harapan ane.

Cek kulkas ya.. emoticon-Toast
Diubah oleh marywiguna13
Alhamdulillah ending di part 3 ini. Bukan apa-apa, saya cuma sedih bakal melihat list korban yang nambah banyak seiring bertambah nya part, hehehe.
Tapi endingnya ga bisa bikin klimaks ya, karena masih menyisakan misteri dan praduga-praduga lainnya.

Tapi, hasil kerja keras aparat hukum saat itu juga ga bisa gak di apresiasi. Good job, walau masih menyisakan spekulasi.

Kalau saya sih, prediksinya, pembunuh tidak satu orang, bahkan beberapa orang dan ada beberapa kasus pembunuhan yang pembunuhnya beda dan tak saling kenal mengenal, selain memanfaatkan kasus yang lagi rame dan "mencontoh" cara kerja pembunuh sebelumnya.

Yah, apapun itu, tetap saja itu hanyalah sekedar spekulasi dari sumber informasi yang terbatas.

Buat sis TS, good job.
Really appreciate it.
emoticon-Rate 5 Star
dibuat film keren nih, 3 jam jg gak masalah
Pemujaan setan ngeri juga emoticon-Cape d...
Kirain pembunuhnya ketahuan siapa wkwkw
Quote:


Kalo isinya oke kasih kabar ya, sekalian link pdfnya juga emoticon-Embarrassment
Quote:


wih mantab betul gan, thanks inpoh nya mau nyari free pdf nya ah emoticon-Malu
wahh fix psikopat tuh laki
Quote:


Novelnya ada, gan

Spoiler for :
Halaman 1 dari 4
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di