alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Gara-gara Password Anggota DPRD Debat Panas dengan Eks Staf Ahok
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a3bb439dad770d36a8b4573/gara-gara-password-anggota-dprd-debat-panas-dengan-eks-staf-ahok

Gara-gara Password Anggota DPRD Debat Panas dengan Eks Staf Ahok

Gara-gara Password Anggota DPRD Debat Panas dengan Eks Staf Ahok
Jumat, 1 Desember 2017 17:02 WIB



TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Debat panas terjadi di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One, dengan tema RAPBD DKI 2018.

Debat tersebut berawal saat seorang anggota DPRD DKI mempertanyakan akses mantan staf Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke situs APBD DKI Jakarta.

Anggota DPRD dari fraksi Gerindra, Syarif, menanggapi pernyataan eks staf Ahok, Ahmad Idris, terkait transparansi yang ada di situs APBD DKI Jakarta.

Menurut Syarif, rapat Badan Anggaran (Banggar) tersebut sangat terbuka, karena disaksikan oleh para wartawan yang meliput.

"Menit ke menit, perubahan itu terkontrol. Jadi tidak ada yang namanya tertutup," ujar Syarif dalam acara yang ditayangkan Rabu 29 November 2017.

Kemudian, Syarif mempertanyakan akses Idris yang bisa melihat harga satuan perorang terkait anggaran kunjungan kerja anggota dewan.

"Terkait soal kunker, kok (Idris) tahu ya soal harga satuannya. Nah itu jadi persoalan. Di DPRD itu tidak bisa dibuka harga satuan ke-3. Kita minta password kepada Bappeda ketika melakukan perubahan," ujar Syarif.

Terkait pertanyaan Syarif tersebut, ekspresi wajah mantan staf Ahok langsung berubah bingung.

Lalu, Idris mencoba untuk mengklarifikasi terkait password untuk situs APBD DKI Jakarta.

"Pak saya ingin coba klarifikasi. Pertama, kami tidak mendapat password, kita nggak punya akun login. Tapi bisa dilihat lewat publik," ujar Idris.

Belum selesai Idris bicara, Syarif pun memotong.

"Nah ini yang jadi pertanyaan. Harga satuan ke 3 tidak bisa dibuka kecuali oleh Kepala SKPD dan unit," ujar Syarif dengan memasang mimik serius.

Syarif pun mengaku bingung dengan anggaran kunjungan kerja yang sedemikian besar.

"Kami sendiri bingung kenapa anggaran kunker sedemikian besar. Lalu dibuka di sistem, kami baru tahu ternyata salah hitung. Sudah dikurangi Rp 46 miliar," ujar Syarif.

"Dapat darimana satuan ketiga itu bisa dibuka, kami gak pernah tahu. Kenapa tidak dibuka passwordnya? Kenapa harga satuan itu bisa dibuka oleh bung Idris," tambah Syarif.

Idris pun mencoba untuk mengklarifikasi.

"Mohon izin untuk sedikit koreksi. Mungkin masyarakat bisa mengecek situs apbd.jakarta.go.id bisa dibuka oleh bapak dan ibu sekalian. Terbuka untuk publik, tanpa saya punya password. Satuan ke-3 itu tinggal diklik, namanya 'lihat detail'," ujar Idris.Syarif memotong.

"Ada login," ujar Syarif.

Idris mengatakan, "Tapi masyarakat umum bisa dengan sangat mudah mengakses."

Syarif bersikukuh, "Tidak bisa. Harga satuan ke-3 tidak bisa dibuka kecuali oleh kepala SKPD. Apalagi detail dan history."

Kemudian, pengamat politik Ray Rangkuti angkat bicara.

"Bung Karni, apa yang membuat web tersebut bisa diakses oleh publik, tapi tidak bisa diakses oleh anggota DPRD. Kan aneh. Sudah dijelas berkali-kali. Publik bisa mengakses," ujar Ray Rangkuti.

Lalu Ray Rangkuti bertanya kepada Wakil Gubernur DKI Sandiaga Salahuddin Uno terkait perdebatan password tersebut.

"Jadi yang punya kunci (password) siapa pak wagub. Memang ada kebijakan (web) itu dikunci," tanya Ray Rangkuti.

Sambil mengawali dengan tawa, Sandiaga Uno pun mengatakan bahwa satuan ke-3 tersebut ada dan bisa diakses oleh publik.

Dirinya mengaku setuju dengan apa yang dikatakan mantan staf Ahok, Ahmad Idris.

"(Satuan ke-3) Itu ada kok. Bisa dilihat dan diakses. Mungkin mesti di-upgrade itu iPad-nya bang Syarif," ujar Sandi yang disambut tawa penonton.

Menanggapi itu, Syarif mengatakan, "Mungkin Bappeda nanti yang bisa menjelaskan soal satuan ke-3."

Syarif pun langsung terdiam.

http://www.tribunnews.com/metropolit...-eks-staf-ahok



anggota DPRD ngak bisa buka situsnya karena ngak tahu passwordnya, padahal situsnya terbuka untuk umum, tanpa password. Dasar buta teknologiemoticon-Leh Uga
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 3
udah ngebet cari lebihan dana buat lobster emoticon-Wow
udah lewat kan???

yawdah biyarin ......nasbung sipil war emoticon-Traveller






emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)
Namanya juga dprd
anggota dprd dr fraksi gerindra.. emoticon-Malu (S)

lha ga usah heranlah.. kalo udh berhubungan ma kuda dan sapi mah goblognya pasti no limit.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
Udah salah, galak pula

Mau jadi apa kau pak?
Quote:


mau jadi DPRDemoticon-Mad (S)
passwordnya kopi luwak anti kembung


yang begini bisa kepilih?
pengetahuan teknologi jaman sekarang jadi kebutuhan pokok
yakin gaptek tuh orang...mana mgkin publik bisa akses tp dprd gak bisa...

makanya klo blo'on hrs nanya2 ke yg ngerti...jgn ambil kesimpulan...
staf ahok kira2 tau gak, anggaran aneh yg diributin nastak kemarin, dari mulai kolam, pengharum, lem tikus, dll
ternyata ada apbdnya si ahok sebelumnya emoticon-Ngakak
Dprd nya mayoritas partai apa sih
Quote:


YAng milih sapa coba?
Wakil rakyat dari gerindra emoticon-Ngakak
Quote:


emoticon-Cendol Gan
Quote:


kadang2 perlu di sentil tehnologi dikit nih
Password nya........

Yamaha Semakin di depan

Dengan bapak siapa&dimana ?
Gara-gara Password Anggota DPRD Debat Panas dengan Eks Staf Ahok
Diubah oleh wanjay.bray
EPIC emang tololnya.. ane nonton soalnya emoticon-Leh Uga
Diubah oleh ssi.
Gerindrong mah ga aneh emoticon-Big Grin

Gara-gara Password Anggota DPRD Debat Panas dengan Eks Staf Ahok
Quote:


asssuuuuuuuuuuuuuuuuu emoticon-Leh Uga

btw gara2 baca koment ente, gw jadi inget pas si Rossi bengong pas lihat Mateo pake bahasa Indonesia lancar banget emoticon-Ngakak (S)




emoticon-Leh Uga
uno ini malh g bantuin dr gerindra, awas hengpon melayang
Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di