alexa-tracking

2017, Kinerja Pasar Modal Melebihi Perbankan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a3bb1a19e7404ff4a8b4587/2017-kinerja-pasar-modal-melebihi-perbankan
2017, Kinerja Pasar Modal Melebihi Perbankan
2017, Kinerja Pasar Modal Melebihi Perbankan

TAHUN 2017 menjadi tahun pemulihan ekonomi global dan juga domestik. Stabilnya sektor jasa keuangan Indonesia saat ini didukung oleh tingkat pemodalan yang tinggi, dan likuiditas yang siap mengantisipasi dan mendukung ekspansi usaha industri keuangan dan perbankan Indonesia.



Menariknya, tahun ini, pasar modal Indonesia menjadi penyeimbang pembiayaan dari permintaan kredit perbankan yang lesu.



Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, kinerja intermediasi sektor jasa keuangan juga berada pada level positif, terutama didukung oleh penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai Rp257,02 triliun, melebihi target 2017 sebesar Rp217,02 triliun.



"Sampai akhir tahun masih akan ada dalam pipeline beberapa emiten yang masih akan melakukan IPO (initial public offerin). Jadi kami perkirakan pada akhir tahun bisa di atas Rp260 triliun. Dalam sejarah, pasar modal kini tumbuh lebih besar dari pertumbuhan kredit perbankan," ujarnya pada saat konfrensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner OJK di Jakarta, Kamis (21/12).



Sementara net inflow di pasar modal domestik untuk posisi sampai dengan 19 Desember tercatat sebesar Rp129,3 triliun, terutama berasal dari pasar SBN.



Stabilnya sektor jasa keuangan, lanjut Wimboh, dilihat dari beberapa indikator antara lain CAR Perbankan per November 2017 tercatat sebesar 23,54%. Risk Base Capital (RBC) untuk industri perasuransian juga tinggi, yaitu pada asuransi umum sebesar 310% dan asuransi jiwa sebesar 492%.



Kemudian terkait likuiditas sektor keuangan, untuk perbankan excess reserve atau kelebihan saldo rekening perbankan per 13 Desember 2017 tercatat sebesar Rp644,95 triliun.



Sehingga sebenarnya perbankan siap untuk memberikan pinjaman yang sudah dimasukkan undisbursed loan. Aset likuid terhadap Non Core Deposit (AL/NCD) dan dan AL/DPK juga tercatat masing-masing sebesar 101,75% dan dan 21,44%.



Sementara itu, intermediasi perbankan sudah mulai tumbuh, meskipun dalam RBB di angka 11% pada 2017, diakui Wimboh sulit tercapai. Secara total kredit dia perkirakan tumbuh lebih rendah, yaitu hanya 8%-9%. Kredit perbankan hingga akhir November 2017 telah meningkat sebesar Rp228 triliun, sehingga total kredit perbankan mencapai Rp4.605 triliun atau tumbuh sebesar 7,47% year on year (yoy).



Pertumbuhan industri perbankan yang tidak sesuai harapan, tutur Wimboh, antara lain karena pertumbuhan di pasar modal cukup agresif dan menutup lesunya pembiayaan dari sektor perbankan. Pertumbuhan agresif ini juga dapat terlihat dari kinerja pasar modal yang indeks harga saham gabungan meningkat sepanjang 2017.



Tahun ini IHSG telah menembus level psikologis di atas 6.000. Hingga 20 Desember telah tumbuh 15,34% secara year to date (ytd) dan pada posisi indeks terakhir 6.109,48. Di pasar SBN ytd per 20 Desember, yield SBN turun rata-rata sebesar 132,7 bps. "Yield ini benchmark seri 10 tahun sebesar 6,7% atau turun 138 basis points (bps) dibanding akhir 2016," tukas Wimboh



"Terutama bagi kredit jangka waktu menengah panjang, akan lebih aman bila pembiayaan diberikan dari pasar modal. Dari awal, kebijakan OJK memang diarahkan ke sana. Ke depan ini akan menjadi kebijakan supaya pasar modal menjadi sumber pembiayaan utama bagi proyek jangka waktu panjang seperti infrastruktur," tambah Wimboh. (OL-4)


Sumber : http://www.mediaindonesia.com/news/r...kan/2017-12-21

---

Kumpulan Berita Terkait :

- 2017, Kinerja Pasar Modal Melebihi Perbankan Polri tidak Ingin Kecolongan Aksi Teror Saat Pergantian Tahun

- 2017, Kinerja Pasar Modal Melebihi Perbankan Tidak Lolos Uji Kepatutan, Dua Direksi Bank Kalsel Diseleksi Ulang

- 2017, Kinerja Pasar Modal Melebihi Perbankan Ada Lima Daerah Paling Rawan di Pilkada 2018

×