alexa-tracking

Polisi Bongkar Penyelundupan 115 Kg Telur Ketam Tapak Kuda

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a3b936cdcd770e0578b456b/polisi-bongkar-penyelundupan-115-kg-telur-ketam-tapak-kuda
Polisi Bongkar Penyelundupan 115 Kg Telur Ketam Tapak Kuda
Polisi Bongkar Penyelundupan 115 Kg Telur Ketam Tapak Kuda

Palembang, Gatra.com - Direktorat Polair Polda Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil mengagalkan upaya penyelundupan telur ketam tapak kuda seberat 115,2 kg. Telur satwa langka yang dilindungi ini diamankan dari perairan Sei Sembilang, Desa Sungsang, Banyuasin II, Sumsel.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara didampingi Direktur Polair Polda Sumsel, Komber Pol Robinson Siregar di Palembang, Sumsel, Rabu (20/12), mengatakan, selain mengamankan telur satwa dilindungi, pihaknya juga menangkap tiga orang tersangka. Ketiga tersangka yang berhasil dibekuk adalah Amat Dani (49 tahun), warga Sungsang IV, Nawi (63 tahun) warga Lorong Gelora, RT 2, Desa Sungsang II, Kecamtan Banyuasin II, dan Muhammad Arif (31 tahun), warga Lorong Salak, Desa Sungsang II, Kecamatan Banyuasin II.Ketiganya ditangkap dalam waktu berbeda, yakni dua tersangka ditangkap Rabu lalu (13/12) dan satu orang tersangka terakhir diamankan pada Kamis pagi (14/12).Kasus ini terungkap setelah polisi mencurigai adanya kejanggalan pada aktivitas di suatu gudang di perairan Se Semilang. Saat digrebek, kedua tersangka sedang mengepak satwa dan telur 59 ekor ketam tapak kuda. Satwa dan telur itu akan dijual ke Malaysia melalui perdagangan illegal."Kami menjaring di sungai dan hasilnya selama empat hari sudah bisa mendapatkan 15 kg. Saya tidak tahu jika satwa itu dilarang diperdagangkan," kata Amat di Polair Polda Sumsel.Amat menyampaikan, setiap ketam tapak kuda dijual hanya Rp 5.000 per ekor dan telurnya Rp 50.000 per kg. Arif menambahkan, telur dan ketam tapak kuda akan dijual kepada penampung di Medan dengan inisial YS. "Baru dua kali menjual ketam ini dan untungnya juga tidak banyak," ujarnya.Zulkarnain mengatakan, pihaknya mengagalkan penjualan satwa dan telur yang dilindungi. "Ketam tapak kuda ini dikenal belangkas, termasuk hewan yang dilarang dan jika menjualnya bisa dipidanakan. Ancamannya Pasal 21 Ayat (2) UU 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman lima tahun penjara," katanya.Polisi berhasil menyita barang bukti berupa 59 ekor belangkas, di antaranya 54 ekor dalam kondisi hidup dan lima sudah mati, serta 115,5 kg telur belangkas dari ketiga pelaku. Diketahui telur dan satwa ketam ini banyak dikonsumsi di negara Malaysia dengan harga mencapai Rp 500.000 per kg.

Reporter: TasmalindaEditor: Iwan Sutiawan

Sumber : http://www.gatra.com/nusantara/sumat...tam-tapak-kuda

---