alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Media Indonesia /
Ekonom Peringatkan Efek Tahun Politik Bagi Pertumbuhan Ekonomi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a3b869c162ec248678b456e/ekonom-peringatkan-efek-tahun-politik-bagi-pertumbuhan-ekonomi

Ekonom Peringatkan Efek Tahun Politik Bagi Pertumbuhan Ekonomi

Ekonom Peringatkan Efek Tahun Politik Bagi Pertumbuhan Ekonomi

PEMERINTAH diingatkan target pertumbuhan ekonomi 2018 yang dicanangkan pemerintah sebesar 5,4% bisa menemui kendala. Pasalnya, pada 2018 sudah memasuki tahun politik dengan adanya pilkada serentak dan dimulainya tahapan Pemilu 2019.



"Mungkin berat mencapai target, meski (targetnya) 5,3%. Tiga tahun terakhir kenaikannya (pertahun) hanya sekitar 0,1 persen," kata pakar ekonomi Prof Edy Suandi Hamid, Kamis (21/12).



yang sekarang menjabat Rektor Universitas Widya Mataram.



Pertumbuhan ekonomi pada Pemerintahan Jokowi-JK pada 2015 pertumbuhan ekonomi 4,88%, pada 2016 pertumbuhan ekonomi 5.02%, dan pada 2017 pertumbuhan ekonomi diperkirakan 5,1 %.



Tahun politik bisa memberi manfaat positif, tapi juga dampak negatif. Manfaat positifnya, ekonomi bisa tumbuh melalui belanja partai politik. Pada saat tahun politik, para politisi akan melakukan pendekatan kepada voters melalui pemberian bantuan kepada para voters.



Permintaan konsumsi masyarakat akan naik, utamanya produk-produk lokal. Pasalnya, yang menjadi sasaran utama para aktor politik adalah masyarakat menengah bawah yang orientasi permintaannya pada produk domestik.



Efek negatifnya ada pada sisi invetasi. Investor akan wait and see akan menunggu keamanan dan risiko yang lain terkait investasi yang ditanam. "Pada 2018 suhu politik akan memanas, yang juga bisa menimbulkan ketidakpastian dalam perekonomian nasional," terang Edy yang sekarang menjabat Rektor Universitas Widya Mataram.



Walaupun Presiden sudah mengimbau pelaku ekonomi untuk berani mengambil keputusan dan tidak hanya wait and see, ujarnya, dalam praktik para investor tetap menggunakan naluri bisnisnya dengan melihat situasi ekonomi-politik yang ada.



"Pelaku ekonomi akan berhitung cermat untuk menghindari risiko dari situasi politik yang tidak menguntungkan," kata Edy.



Pertumbuhan ekonomi



Laju pertumbuhan ekonomi 2017 hampir dapat dipastikan tidak memenuhi target yang ada yang ditetapkan dalam APBN, yakni hanya berkisar 5,1% dari target sebesar 5,2%. Pemerintah telah menargetkan laju pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 5,4%.



Menurut Edy, bukan tidak mungkin pertumbuhan ekonomi di bawah target. Ia menyebut, pemerintah menargetkan laju pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 5,4%.



Angka ini memang relatif realistik dibandingkan dengan target optimistik (batas atas) yang pernah disampaikan Pemerintah sebesar 6,1%. Namun ini tetap saja menimbulkan pertanyaan dan keraguan akan pencapaiannya, jika melihat perkembangan empirik selama tiga tahun terakhir, yang bukan saja target selalu tidak tercapai, melainkan kenaikan pertumbuhan yang rendah, hanya berkisar 0,1%.



"Pertumbuhan pada 2018 bisa didukung perbaikan ekonomi dunia, yang juga akan menaikkan permintaan produk-produk atau komoditas Indonesia," kata Edy. Hanya saja kenaikan tetap saja tidak akan mengalami lompatan yang jauh, sehingga ekspansi ekonomi Indonesia berjalan lambat.



Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut, memerlukan dukungan fiskal yang ekspansif. Masalahnya APBN 2018 juga cukup berat dengan besaran belanja negara Rp 2.220 triliun dan pendapatan negara sebesar Rp1.894,7 triliun. Belum tentu berbagai asumsinya untuk mendukung itu bisa dipenuhi.



Dalam APBN 2018, di samping pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 5,4 persen, inflasi ditargetkan hanya 3,5 persen, nilai tukar rupiah Rp13.400 per US$1, dan suku bunga SPN tiga bulan 5,2 persen.



Harga minyak mentah (ICP) ditaksir US$48 per barel, lifting minyak 800 ribu barel per hari, dan lifting gas bumi 1,2 juta barel setara minyak per hari.



Sementara itu, defisit anggaran dipatok sebesar 2,19 persen atau Rp325,9 triliun terhadap produk Domestik Bruto (PDB). Defisit ini bisa saja lebih besar manakala target penerimaan pajak sebesar Rp 1.618,1 triliun, yang naik 10 persen dari proyeksi capaian penerimaan pajak tahun ini, tidak tercapai. Ini mengingat target penerimaan pajak juga selalu tidak tercapai, bahkan sejak 10 tahun terakhir ini. (OL-3)


Sumber : http://www.mediaindonesia.com/news/r...omi/2017-12-21

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Ekonom Peringatkan Efek Tahun Politik Bagi Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan Tak Lagi Aman Dari Gempa

- Ekonom Peringatkan Efek Tahun Politik Bagi Pertumbuhan Ekonomi Mantan Istri Novanto Datangi Gedung KPK

- Ekonom Peringatkan Efek Tahun Politik Bagi Pertumbuhan Ekonomi Tangis Penggemar Iringi Perpisahan Dengan Penyanyi Utama SHINee

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di