alexa-tracking

Petani Indramayu Evaluasi Hasil Pengamatan Cuaca

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a3b632fdad77022648b456d/petani-indramayu-evaluasi-hasil-pengamatan-cuaca
Petani Indramayu Evaluasi Hasil Pengamatan Cuaca
Petani Indramayu Evaluasi Hasil Pengamatan Cuaca

Indramayu, Gatra.com - Komunitas petani pemantau cuaca, yang tergabung dalam Klub Petani Pengukur Curah Hujan Indramayu menggelar evaluasi pengukuran curah hujan yang dihimpun selama bulan November lalu.

 
Dalam evaluasi tersebut, ada empat koordinator wilayah yang menyampaikan hasil evaluasi. Koordinator zona Barat Utara, Wartijah mengatakan curah hujan dibeberapa stasiun pemantau menunjukkan curah yang tinggi.
 
Stasiun pemantau dibangun menggunakan sistem kode. Seperti yang diamati di stasiun berkode Bukl 73 misalnya, tercatat curah hujan mencapai 218 milimeter. Di stasiun Bumk 84, curah hujan tercatat sebesar 135 milimeter. Stasiun Bucr 44, curah hujan tercatat sebesar 218,5 milimeter. 
 
"Saat ini di zona Barat Utara, sedang melakukan kegiatan panen raya," jelas Wartijah dalam keterangan tertulis, Selasa (19/12). Petani di Indramayu, sebagian besar menanam padi varietas MSP, dan Jongsu.
 
Sementara itu, Koordinator wilayah Zona Timur Selatan, Dadi Iskandar melaporkan di beberapa stasiun pengamatan menunjukkkan curah hujan lebih tinggi. Di stasiun pengamatan Tsnk 20, tercatat curah hujan mencapai 332,5 mm. Di stasiun Tstg 90 curah hujan tercatat mencapai 391 mm. Di stasiun pengamatan Tstg curah hujan paling tinggi yaitu 428 mm.
 
"Di Zona Timur Selatan bulan November pada tanggal 20-27 khusus di desa Nunuk direkomendasikan semai," jelas Dadi. Saat ini petani Desa Nunuk, Indramayu memang tengah menyemai benih padi varietas Ciherang.
 
Koordinator Zona Timur-Utara, Condra mengatakan, curah hujan tercatat cukup tinggi. "Di stasiun Tuts 15 curah hujan tercatat mencapai 278 mm. Di stasiun Tupj 11 curah hujan tercatat mencapai 311,5 mm. Namun, untuk zona Timur Utara belum ada kegiatan semai," kata Condra.
 
Yang terakhir adalah laporan pantaun di zona Barat-Selatan. Koordinator zona tersebut, Komdani mengatakan, ada dua stasiun yang mencatat curah hujan, yaitu Bsmw 06. Stasiun itu mencatat curah hujan mencapai 327 milimeter. Sementara di stasiun Bstk 70, curah hujan terpantau sebesar 251 milimeter.
 
"Di zona Barat Selatan sudah ada kegiatan tanam bahkan sudah 12 HST (hari setelah tanam)," kata Komdani. Dia mengatakan, untuk wilayah ini, varietas yang dikembangkan adalah pandan wangi yaitu di Desa Mekar Waru dan varietas kebo di Desa Suka Slamet.
 
Dari hasil laporan per wilayah ini disimpulkan, pada bulan November, curah hujan memang tinggi karena dilewati oleh tiga siklon tropis dimana pada bulan tersebut terjadi dua kali fenomena hujan badai. Dari pengamatan juga diketahui, Desa Curug mengalami hari kering terpanjang mencapai 7-9 hari tanpa hujan di November.
 
Curah hujan terbesar terjadi di Zona Timur-Selatan tepatnya di Desa Tugu dimana curah hujan berturut-turut tercatat mencapai 428mm, 399mm, 391mm. Sementara curah hujan terendah terjadi di stasiun pengamatan Bumk 84 yaitu 135mm. Hari basah lebih banyak di daerah atau Zona Timur selatan yaitu 17 hari dalam satu bulan,” kata Dadi Iskandar.
 
Sementara rentang normal curah hujan berdasarkan pengamatan berada pada rentang 60mm-145 m. Untuk antisipasi curah hujan tinggi, Klub Pengukur Curah Hujan Indramayu merekomendasikan agar petani menanam padi dengan varietas umur panjang (4-6 bulan) seperti varietas IR karena memiliki batang yang lebih kuat.
 

Reporter: Rizaldi Abror
Editor : Birny Birdieni

Sumber : http://www.gatra.com/nusantara/jawa/...ngamatan-cuaca

---