alexa-tracking

Klub asal Brunei Ingin Ikut Berkompetisi di Liga 1

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a3b5e1fd44f9fa75b8b4568/klub-asal-brunei-ingin-ikut-berkompetisi-di-liga-1
Klub asal Brunei Ingin Ikut Berkompetisi di Liga 1
Klub asal Brunei Ingin Ikut Berkompetisi di Liga 1
JawaPos.com - Klub asal Brunei Darussalam, DPMM FC, kabarnya ingin ikut berkompetisi di Liga 1 2018. Mereka tertarik merasakan atmosfer sepak bola Indonesia.

Sebelumnya, DPMM FC masuk dalam Singapura League (S-League). Namun, kebijakan baru S-League yang mewajibkan tiap peserta meiliki enam pemain Singapura U-23 membuat DPMM galau.

Kabarnya mereka tak bisa memenuhi kriteria tersebut. Dikutip dari Straits Times, DPMM langsung mencoba komuikasi dengan PSSI perihal keikutsertaannya di Liga 1.

Sumber dalam klub menyebut kalau tim ingin tetap memaksimalkan pemain asli Brunei. Hal itu mendapat tanggapan dari Presiden Asosiasi Sepak Bola Singapura (FAS) yang coba rayu DPMM tetap main di S-League.

"DPMM telah ambil bagian di liga kami selama beberapa tahun, dan mereka dibebaskan baik di dalam maupun di luar lapangan. kami ingin mereka tetap bersama kami," kata Presiden FAS, Lim Kia Tong.

Mereka selanjutnya akan mencoba menggelar pertemuan kembali dengan DPMM FC. "Kami akan melakukan semaksimal mungkin untuk mengakomodasi mereka agar terus berlanjut di S-League," tandas dia.

DPMM sendiri sudah sejak 2009 bergabung di S-League, Mereka pernah jadi juara di sana pada 2015 lalu.

(ies/JPC)
https://www.jawapos.com/read/2017/12...tisi-di-liga-1

Kalau masuk liga satu berarti siap-siap pergi ke Bali, Papua, Sulawesi. Tapi karena duit banyak di Brunai, nggak masalah sih

---
Kata PSSI soal Kehadiran Klub Brunei di Liga 1
Liputan6.com, Jakarta Kualitas Liga 1 sebagai kompetisi kasta tertinggi di Indonesia tampaknya mulai diakui tim-tim dari negara lain. Buktinya, klub asal Brunei, DPMM FC, mengaku tertarik untuk turut serta berpartisipasi di Liga 1.

Sebelum mengungkapkan ketertarikannya bermain di Liga 1, DPMM FC sendiri terdaftar sebagai peserta S-League atau Liga Singapura. Masalahnya, S-League baru saja membuat perubahan regulasi untuk meningkatkan level sepak bola negara mereka.

Ya, Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) tengah merencanakan regulasi untuk memperbanyak stok pemain muda lokal mereka. Nantinya, setiap klub di S-League wajib mendaftarkan pemainnya minimal 19 dan maksimal 25 pemain.

Jika klub memiliki 22 pemain, klub tersebut wajib memiliki enam pemain Singapura U-23. Untuk sisanya pun tidak boleh dari usia 30 tahun. Dan jika sebuah klub ingin memiliki lebih dari 25 pemain, mereka hanya boleh merekrut pemain U-23. S-League juga hanya boleh memiliki dua pemain asing di setiap klub.

"DPMM berharap bisa bermain di Liga 1. S-League musim 2018 hanya mengizinkan dua pemain asing (di setiap klub)," tulis pernyataan DPMM di situs resmi klub.

Kabar ketertarikan DPMM bermain di Liga 1 pun sudah sampai di telinga Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha. Menurut wanita berusia 31 tahun itu, pembicaraan mengenai ketertarikan DPMM sudah terjadi sejak ada acara FIFA di Hong Kong.

"Waktu itu sempat ada pembicaraan intim dari Brunei-nya sendri ke kami. Nah itu kita lihat seperti apa karena kompetisi kita profesional, ada promosi dan degradasi. Tak seperti kompetisi di sana yang kecil dan sedikit," kata Tisha di Jakarta.

DPMM sendiri sudah tercatat sebagai sebagai klub yang kerap berpindah-pindah kompetisi. Mereka juga sempat tampil di divisi dua Liga Malaysia (Malaysia Premier League). Sejak 2009, mereka gabung ke S-League dan tampil sebagai juara pada edisi 2015.


Soal ketertarikan mereka, PSSI, menurut Tisha, ingin melihat seperti apa visibilitas mereka untuk ikut serta. "Apakah kami akan buatkan line atau tidak sama sekali. Jadi kita lebih ke arah pertimbangan secara teknisnya, mungkin atau tidak mungkin."

Pembicaraan mengenai skenario ini pun sudah dilakukan Federasi Sepak Bola Brunei (NFABD) dengan PSSI. Namun, pembicaraan tersebut baru bersifat informal. Dari situ, PSSI mengetahui bahwa kualitas kompetisi di Indonesia sangat dihargai.

"Pertimbangannya karena level kompetisi di Indonesia itu tinggi. Dan mereka ingin bergabung di kita untuk itu. Karena melihat kompetitif yang sangat tinggi, animo quality of play-nya yang baik, dan juga merupakan suatu development yang oke bagi mereka. Itu sama saja (Liga 1) keren," tegasnya.
http://bola.liputan6.com/read/320271...unei-di-liga-1
bolehbrunei mdi salah satu provinsi indonesia
Boleh aja, asal siap kalau banyak drama emoticon-Big Grin
Quote:


wkwkwkw disono malah ada yg ngatur dramanya emoticon-Big Grin
jangan lupa pemainnya di bekali ilmu bela diri emoticon-Ngakak (S)
Quote:


Woo berarti sudah biyasah tho..
harus bisa karate dulu setiap pemainya klo mau selamat.
ini liga campuran antara bola,atletik, karate plus debat bacot di lapangan
bakalan jadi klub paling tajir ini emoticon-Ngakak (S)
Astajim, Siapin Diri Dari Lemparan Maut Dari Dalam Maupun Luar Lapangan..
Siapin Diri Dari High Kick , karena Pemain Indonesia Semua Memiliki ilmu Bela Diri..
Rata-Rata Taekwondo , Silat & Karate emoticon-Leh Uga
harus belajar pencak silat, karate, kung Fu dll. dulu kalau mau main di Liga 1.

sportifitas tidak diutamakan.
emoticon-Leh Uga
kaki di asuransiin

khawatir ancur kaki pemain
mau ngerasain sepakbola TARKAM kali

emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
kalo cuman ngandalin pemaen brunei ya paling jadi penghuni abadi liga 2..
di liga 2 maennya lebih keras dibanding liga 1.. bisa2 belum semusim stok pemain udah pada abis kena cidera emoticon-Takut
salah milih tempat emoticon-Bola emoticon-Bola emoticon-Bola
jangan!
Kalo homebase juga di Brunei lha bisa tekor klub lawan
Quote:


brunei ikut liga 1 bukan karena kualitas karena gak bisa main di singapura. ini wartawan bikin kesimpulan yang malah bertolak belakang dengan kenyataan...
mendinga gausah deh emoticon-Leh Uga
Harus siap mental dulu...


Gembok
×