alexa-tracking

Pemprov-BPPT Olah Sampah Jadi Listrik

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a3b3331642eb63a4d8b4568/pemprov-bppt-olah-sampah-jadi-listrik
Pemprov-BPPT Olah Sampah Jadi Listrik
Pemprov-BPPT Olah Sampah Jadi Listrik

PEMERINTAH Provinsi Pemprov DKI Jakarta dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menandatangani perjanjian kerja sama pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Bantar Gebang, Bekasi, yang nantinya dikelola Pemprov DKI.



PLTSa itu direncanakan akan mengelola 50 ton sampah menjadi tenaga listrik 40 kw per harinya. Pembangunannya yang menghabiskan Rp90 miliar akan didanai langsung oleh BPPT. "Jadi ini kami yang menyiapkan lahannya, BPPT menyiapkan teknologi dan prosesnya," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Rabu (20/12).



PLTSa itu, kata Anies, tidak serta-merta bisa langsung menyelesaikan persoalan sampah di Jakarta yang tiap harinya menghasilkan 7.000 ton sampah. Dia berharap pengelolaan sampah terus dikembangkan sesuai kebutuhan.



Di kesempatan yang sama, Kepala BPPT Unggul Priyanto menjelaskan listrik yang dihasilkan hasil olahan sampah itu memang tidak besar.



Dalam pengembangan proyek itu, kata Unggul, yang terpenting bukanlah berapa watt daya listrik yang dihasilkan, melainkan jumlah sampah yang dapat diolah.



Data dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mencatat, ada 150.000-200.000 ton sampah yang dibawa ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang per bulannya sejak tahun 2014.



"Yang penting bagaimana bisa memusnahkan sampah. Listrik itu hanya bonus," ujar Unggul.



Ihwal Peraturan Presiden (Perpres) No 18/2016 yang telah dibatalkan Mahkamah Agung (MA), BPPT menilai hal itu tidak menjadi kendala pembangunan PLTSa itu.



Perpres itu mengatur ihwal Percepatan Pembangunan pembangkit listrik berbasis sampah di DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Surabaya, dan Kota Makassar.



Pada Januari 2017, MA membatalkan perpres yang digugat sejumlah pegiat lingkungan hidup itu lantaran mengancam kelestarian lingkungan hidup.



"Pepres itu mengatur pengolahan jumlah sampah mencapai 1.000 ton per hari, sedangkan teknologi ini hanya 50 ton per hari. Jadi pembatalan perpres itu tak akan menjadi kendala dalam kerja sama ini," kata Direktur Pusat Teknologi Lingkungan BPPT Rudi Nugroho.


Sumber : http://www.mediaindonesia.com/news/r...rik/2017-12-21

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Pemprov-BPPT Olah Sampah Jadi Listrik Kemendagri Coret Pelesiran DPRD Banten

- Pemprov-BPPT Olah Sampah Jadi Listrik Keterlaluan, Jenazah pun Dipungli

- Pemprov-BPPT Olah Sampah Jadi Listrik Perempuan Desa Jadi Aktor Perdamaian

×