alexa-tracking

Hindari Dimensi Politis Acara Natal di Monas Batal

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a3b3308a09a396b318b4568/hindari-dimensi-politis-acara-natal-di-monas-batal
Hindari Dimensi Politis Acara Natal di Monas Batal
Hindari Dimensi Politis Acara Natal di Monas Batal

RENCANA Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar perayaan Natal di Monumen Nasional ditolak oleh Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) lantaran menimbulkan kontroversi di kalangan umat. Perayaan Natal yang direncanakan dihelat pada 5 Januari mendatang akhirnya digelar di Jakarta International Expo (JI Expo), Kemayoran, Jakarta Pusat.



Pemindahan penyelenggaraan perayaan Natal oleh Pemprov DKI dari Monas ke JI Expo diumumkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurut Anies, dari sejumlah pertemuan dengan berbagai pihak terkait, ada perbedaan keinginan tentang lokasi perayaan Natal.



"Jadi, ada yang kekeuh mau outdoor, ada yang indoor. Kalau indoor semuanya setuju, kalau outdoor ada yang setuju, ada yang tidak. Makanya saya bilang, sudah, kita selenggarakan yang bisa memfasilitasi semua. Bagi yang ingin menggunakan Monas, silakan ajukan izin, dan kami akan mengizinkan. Begitu saja," kata Anies menjelaskan latar belakang rencana perayaan di Monas.



Perayaan di JI Expo, sambung Anies, tetap difasilitasi Pemprov DKI menggunakan anggaran dari Biro Pendidikan Mental DKI Jakarta. Tempat itu pun, katanya, telah dipesan sejak dua pekan yang lalu.



Lain dengan versi Anies, Kepala Humas Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Pusat Jeirry Sumampow menyebut alasan penolakan perayaan di Monas disebabkan oleh kontroversi di kalangan umat menyangkut dimensi politik. "Ini bukan soal indoor-outdoor. Ini lebih soal Monas-nya dan banyak resistensi dari umat. Ada yang menganjurkan terima saja, ada juga yang tidak. Lebih baik dihindari Monas-nya karena kontroversi politiknya terlalu kuat," tutur Jeirry saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.



Jeirry menjelaskan, atas ajakan di Monas, ada yang setuju, tetapi ada pula yang menolak lantaran menilai ada bias politik dari penyelanggaraan di Monas. Demi menghindari kontroversi, pihaknya lebih memilih tidak turut serta jika perayaan tetap berlangsung di Monas.



Dia menegaskan penolakan bukan berarti pihaknya menggugat Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 186 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Nomor 160 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Kawasan Monumen Nasional yang ditandatangani Anies, melainkan lebih ke menjalankan aspirasi umat yang diterima pihaknya.



"Kami berpikir supaya tidak menjadi perpecahan di umat Kristen sendiri sehingga Natal yang harusnya menghadirkan kedamaian malah memunculkan ketidakdamaian," ucap Jeirry.



Jeirry mengaku pemprov belum menginformasikan pemindahan perayaan Natal ke JI Expo sehingga belum bisa memutuskan keikutsertaan PGI. Namun, ia mengapresiasi rencana itu.



Pergub yang memungkinkan kegiatan budaya, pendidikan, sosial, dan agama kembali digelar di Monas diteken Anies pada 24 November. Dua hari setelahnya, pemprov mengadakan Tausyiah Kebangsaan yang diisi oleh zikir, ceramah, dan doa bersama. Sepekan berselang, alumni Aksi 212 pun menggelar acara reuni.(J-4)


Sumber : http://www.mediaindonesia.com/news/r...tal/2017-12-21

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Hindari Dimensi Politis Acara Natal di Monas Batal Kemendagri Coret Pelesiran DPRD Banten

- Hindari Dimensi Politis Acara Natal di Monas Batal Keterlaluan, Jenazah pun Dipungli

- Hindari Dimensi Politis Acara Natal di Monas Batal Pemprov-BPPT Olah Sampah Jadi Listrik