alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Media Indonesia /
Bursa Beri Peluang Kredit Properti
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a3b2453dc06bd9f138b4576/bursa-beri-peluang-kredit-properti

Bursa Beri Peluang Kredit Properti

Bursa Beri Peluang Kredit Properti

BURSA Efek Indonesia (BEI) menyampaikan pasar modal atau dana publik bisa menjadi variasi pembiayaan properti yang tepat selain pembiayaan melalui perbankan.



Pasalnya jalur pasar modal dipandang lebih memiliki akses tanpa batas dalam memperoleh dana.



"Antara perbankan dan pasar modal tidak jauh berbeda karena perbankan sebenarnya juga menggunakan dana publik. Hanya, melalui intermediasi bank, bukan langsung seperti pasar modal. Jadi, instrumen (pasar modal) disarankan sebagai variasi pembiayaan properti yang menjanjikan," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat dalam seminar bertema Pembiayaan properti melalui perbankan dan non-perbankan, di Jakarta, kemarin.



Samsul menjelaskan di pasar modal, perusahaan dapat mengumpulkan dana baik melalui IPO, menerbitkan obligasi atau peminjaman uang langsung kepada publik, sukuk, efek beragun aset (EBA), konsep DIRE (menjual sebagian aset), dan reksadana pendapatan terbatas (RDPT).



Di sisi lain, berdasarkan potensi perminatan investor pada 2017, uang menganggur yang tersedia tiap tahun sekitar Rp265 triliun.



Uang itu masuk via instrumen dana pensiun Rp72 triliun, asuransi Rp175 triliun, dan mutual fund/reksadana Rp18 triliun.



"Uang ini butuh tempat. Ini hanya dari sektor keuangan yang memungut dana jangka panjang, belum ditambah lagi ritel domestik sehingga ini bisa jadi alternatif pembiayaan properti," ungkap dia.



Bukan hanya itu, menurut Samsul, perusahaan properti dan realestat juga memiliki prospek yang baik untuk investasi.



Saat ini diketahui ada 49 perusahaan properti dan realestat, dan 16 perusahaan building construction yang tercatat di BEI.



Dari perusahaan-perusahaan itu, total dana yang diperoleh sektor properti hanya melalui IPO sekitar Rp52,5 triliun, dengan rata-rata pendapatan bersih setahun Rp372,9 miliar (per Desember 2016).



"Mayoritas dana IPO emiten properti itu digunakan buat ekspansi usaha. Maka itu, bagi yang ingin investasi pada properti, tidak perlu membuat bangunan. Berinvestasi di perusahaan orang juga menguntungkan. Apalagi Jakarta property index posisinya di atas IHSG serta MSCI real estate. Jadi, imbal hasil perusahaan properti di BEI akan memberikan imbal hasil lebih tinggi," pungkas dia.



Mulai pulih



Sekretaris Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi)) DKI Aviv Mustaghfirin menjelaskan saat ini mulai banyak developer yang tak hanya mengandalkan pembiayaan dari perbankan.



"Mereka juga mulai mendapat pembiayaan dari lembaga pembiayaan lainnya berupa investasi, serta berupa jembatan seperti multifinance," ucapnya.



Aviv mengakui, menurut catatan Indonesia Property Watch, pasar properti tahun ini sempat menurun.



Namun, ia yakin pada 2018 pasar properti akan mengalami pemulihan.



"Dengan pasar properti yang baik pada tahun depan, kami harap dukungan perbankan untuk memberikan pembiayaan yang berbeda. Ini bakal membantu pengembang ketika infrastruktur juga kini tengah digenjot pemerintah," tutup Aviv. (E-3)






Sumber : http://www.mediaindonesia.com/news/r...rti/2017-12-21

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Bursa Beri Peluang Kredit Properti DPR Didesak Rampungkan RUU KUHP

- Bursa Beri Peluang Kredit Properti AISA Lepas Bisnis Beras Rp3 Triliun

- Bursa Beri Peluang Kredit Properti Kredit Tunda Tebang Selamatkan Pohon

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di