alexa-tracking

Johan: Presiden Tunggu Laporan Airlangga

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a3b116b642eb634308b456c/johan-presiden-tunggu-laporan-airlangga
Johan: Presiden Tunggu Laporan Airlangga
Johan: Presiden Tunggu Laporan Airlangga

Jakarta: Presiden Joko Widodo masih belum menentukan sikap atas dipilihnya Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjadi ketua umum (ketum) Partai Golkar. Pasalnya, Presiden masih menunggu laporan Airlangga.


'Proses di Golkar kan belum selesai. Tentu Presiden menunggu laporan dari Airlangga berkaitan dengan posisi baru,' kata juru bicara kepresidenan Johan Budi Sapto Prabowo, Rabu malam, 20 Desember 2017. 


Johan mengakui ketika membentuk Kabinet Kerja, Presiden meminta menterinya tidak rangkap jabatan sebagai pengurus parpol. Hal itu pernah terjadi pada Menko Polhukam Wiranto saat melepas jabatan sebagai ketum Hanura.


'Mungkin Pak Airlangga akan sama seperti itu, tapi itu menunggu munaslub (musyawarah nasional luar biasa) selesai dulu,' pungkas dia.


Namun, Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika ditemui seusai penutupan munaslub Golkar mengatakan tidak jadi persoalan jika Airlangga memegang jabatan ganda sebagai menteri. Kalla mengaku hal ini pernah dialaminya.


'Waktu dulu saya wakil presiden, malah saya ketua umum partai,' ujar Wapres.


Sementara itu, setelah ditetapkan sebagai ketum Golkar periode 2017-2019, Airlangga fokus mengonsolidasikan kekuatan partai menghadapi Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019. Terkait dengan jabatan sebagai menteri perindustrian, Airlangga belum memutuskan untuk undur.


'Tentu nanti kami akan laporkan ke Bapak Presiden. Itu (pergantian) menjadi hak prerogatif Presiden,' ujar Airlangga.


Pengamat politik Hanta Yudha mengatakan sebaiknya Airlangga menanggalkan jabatannya sebagai menteri perindustrian. Menurut dia, keberadaan Airlangga di Kabinet Kerja bisa menimbulkan polemik.


'Etika politik Jokowi kan selalu meminta menterinya tidak rangkap jabatan. Kalau Airlangga tetap menjabat menteri, itu merugikan Jokowi. Publik jadi mempertanyakan kredibilitas Jokowi. Dulu waktu Wiranto jadi menko polhukam, dia juga mundur dari jabatan ketua umum Hanura,' ujar dia.


Menurut Hanta, keberadaan Airlangga di kabinet juga merugikan Partai Golkar. Pasalnya, Airlangga bakal kesulitan membagi fokus untuk membenahi Golkar yang saat ini terus tergerus elektabilitasnya.


'Kerja sebagai menteri dan ketua umum itu sama beratnya. Bisa jadi nanti ada salah satu yang terabaikan. Di sisi lain, potensi abuse of power juga besar kalau seorang ketua umum partai menjabat sebagai menteri,' tegas dia.


Revitalisasi partai


Munaslub Partai Golkar juga menyepakati masa bakti kepengurusan DPP Partai Golkar di bawah pimpinan Airlangga itu hingga 2019 dan bisa diperpanjang melalui forum rapat pimpinan nasional. Airlangga juga mendapat mandat penuh merevitalisasi dan merestrukturisasi kepengurusan partai.


Baca: Salam dari Novanto untuk Kader Golkar


Dia bakal dibantu lima kader Golkar untuk menuntaskan tugas tersebut. Selain itu, Airlangga diberikan kewenangan merevisi anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) Partai Golkar.


'Sejak hari ini kita tidak punya kelompok-kelompok lagi. Munas ini seluruhnya aklamasi dan diharapkan konsolidasi organisasi di tingkat pusat, nasional, daerah, kota, kecamatan bisa solid.'


Ia juga menegaskan, salah satu fokus kerja Golkar di bawah kepemimpinannya ialah mendongkrak elektabilitas. Golkar memang sempat tercoreng karena kasus yang menimpa mantan Ketum Golkar Setya Novanto.



Sumber : http://news.metrotvnews.com/politik/...oran-airlangga

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Johan: Presiden Tunggu Laporan Airlangga Airlangga Diberi Waktu Sebulan untuk Menyusun Nama Pengurus Golkar

- Johan: Presiden Tunggu Laporan Airlangga Beredar Nama Letjen Eko dan Idrus Marham Jadi Sekjen Golkar

- Johan: Presiden Tunggu Laporan Airlangga Golkar Pilih Ketua DPR dalam Rapat Pleno