alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Indonesia Update /
Di Markas PBB, Sekjen Kemkominfo Ungkap Strategi Kelola Internet untuk Kesejahteraan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a3ab71bc1d770c6608b4573/di-markas-pbb-sekjen-kemkominfo-ungkap-strategi-kelola-internet-untuk-kesejahteraan

Di Markas PBB, Sekjen Kemkominfo Ungkap Strategi Kelola Internet untuk Kesejahteraan

Di Markas PBB, Sekjen Kemkominfo Ungkap Strategi Kelola Internet untuk Kesejahteraan

JPP, JENEWA - Ternyata, pembangunan internet dan pemanfaatan teknologi digital di Indonesia tergolong unik jika dibandingkan pembangunan serupa di negara Asia lainnya.

Selain kondisi geografis, dinamika masyarakat dan persebaran penduduk menjadi tantangan tersendiri dalam penyediaan dan pemerataan akses internet. Padahal, teknologi internet dan digital perlu dioptimasikan untuk membangun dan mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Sekjen Kemkominfo) Farida Dwi Cahyarini dalam Main Session Internet Governance Forum 2017 di Markas PBB, Jenewa, Senin (18/12/2017).

"Sejumlah negara berkembang di berbagai belahan dunia masih mencari bentuk dalam pembangunan dan tata kelola internet. Pemerintah Indonesia menghadapi kondisi geografis dengan distribusi penduduk yang tidak merata," ujar Farida.

Sekjen Kemkominfo menunjukkan kepada peserta forum kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan total 17.000 pulau, dan panjang dari barat ke timur mencapai 5.106 Km, atau 1/8 dari luas bumi.

"Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari kawasan perkotaan dan daerah terpencil, seperti di pegunungan, hutan dan laut, menjadi tantangan bagi Indonesia untuk membangun koneksi internet dan membuatnya tetap berkualitas," ungkap Farida.

Menyikapi tantangan ini, menurut Sekjen Kemkominfo, Pemerintah Indonesia membangun Palapa Ring atau konstruksi serat optik di seluruh Indonesia. "Sepanjang 36.000 km dan menghubungkan beberapa pulau besar di Indonesia untuk mencapai 440 kota atau distrik," papar Farida.

Di perhelatan yang berlangsung 17-21 Desember 2017 itu, Sekjen Kemkominfo menjelaskan posisi Indonesia juga berada tepat di atas ring of fire. Sebagai catatan, hal itu juga memungkinkan gangguan pada koneksi internet.

“Misalnya, pada Oktober 2016, gempa berkekuatan 6,9 skala richter mengguncang pesisir Papua Nugini, tetangga Indonesia. Hal ini menyebabkan telekomunikasi dan internet di wilayah paling timur Indonesia, Jayapura, mengalami gangguan menyusul pecahnya kabel laut di wilayah tersebut," ulas Farida.

Tak hanya itu, Sekjen Kemkominfo juga menunjukkan kejadian pada Desember 2016 di bagian barat Indonesia, ketika gempa berkekuatan 6,5 skala richter membuat jaringan telekomunikasi terputus karena menara BTS (base transceiver station) kehilangan pasokan listrik.

"Gangguan internet yang terjadi di Indonesia, lebih cenderung terjadi karena faktor alam. Namun demikian, pemerintah Indonesia melalui skema universal service obligation (USO) sedang menyelesaikan proyek pembangunan infrastruktur Palapa Ring," ujar Farida.

Internet untuk Kesejahteraan

Mewakili lintas stakheolders Indonesia sekaligus mengepalai Delegasi Republik Indonesia, Sekjen Kemkominfo menyatakan saat ini pemerintah bersama sektor swasta tengah membangun tulang punggung lalu lintas Internet Indonesia.

"Dinamai Indonesia Internet Exchange (IIX). Program ini dikelola oleh APJII dan Indonesian Exchange Point (IXP)," jelas Farida.

Berbicara mengenai tata kelola internet, Sekjen Farida menggambarkan di Indonesia terdapat undang-undang yang memberi kewenangan kepada pemerintah untuk melakukan atau menginstruksikan penyedia sistem elektronik.

"Regulasi ini untuk menghentikan akses terhadap informasi atau konten elektronik yang tidak sah. Pengakhiran akses dilakukan berdasarkan hukum informasi dan transaksi elektronik (ITE)," jelasnya.

Secara khusus, Sekjen Kemkominfo menjelaskan pengelolaan konten dan penapisan konten negatif. Sejumlah situs mengandung konten ilegal seperti pornografi dan ujaran kebencian merupakan data situs terbanyak yang diblokir berdasarkan laporan dari stakeholders.

“Namun, berdasarkan UU ITE, pemblokiran akses hanya masalah usaha di pihak hilir," ucap Farida.

Karena itu, Sekjen Farida menjelaskan Kementerian Kominfo memberikan perhatian besar pula terhadap kebijakan dari sisi hulu. "Yakni peningkatan literasi digital masyarakat secara komperehensif dan masif. Upaya ini dilakukan dengan sinergi bersama banyak pihak dalam kerangka Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi," jelasnya.

Secara khusus, Pemerintah Indonesia juga menjalin kerja sama dengan penyedia platform media sosial global untuk mendorong konten positif lokal dan mengatasi penyebaran berita bohong, radikalisme dan ucapan kebencian.

"Kami juga memastikan platform pertumbuhan layanan over-the-top di Indonesia berkembang menjadi lebih baik terutama untuk layanan lokal dan kepentingan nasional," jelas Farida.

Dalam Forum itu, Sekjen Kominfo juga menjelaskan pemanfaatan teknologi digital dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Seperti UKM Go Digital, Gerakan Nasional 1000 Startup serta inisiatif lain bersama dengan sejumlah sektor swasta dan institusi pendidikan di Indonesia," paparnya.

Tak hanya itu, pemerataan kesejahteraan masyarakat juga dilakukan melalui beberapa inisiatif di sektor strategis seperti kesehatan, pertanian dan pendidikan. (kom/nbh)


Sumber : https://jpp.go.id/peristiwa/internas...-kesejahteraan

---

Kumpulan Berita Terkait PERISTIWA :

- Di Markas PBB, Sekjen Kemkominfo Ungkap Strategi Kelola Internet untuk Kesejahteraan Bersinergi Membangun Literasi Digital untuk Generasi Milenial

- Di Markas PBB, Sekjen Kemkominfo Ungkap Strategi Kelola Internet untuk Kesejahteraan Perluas Akses Telekomunikasi, Kemkominfo Gandeng TNI AU

- Di Markas PBB, Sekjen Kemkominfo Ungkap Strategi Kelola Internet untuk Kesejahteraan Presiden Palestina dan Raja Yordania Apresiasi Dukungan Indonesia untuk Palestina

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di