alexa-tracking

Hipka: Waspada Turbulensi Ekonomi 2018

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a35275e529a4584118b456e/hipka-waspada-turbulensi-ekonomi-2018
Hipka: Waspada Turbulensi Ekonomi 2018
Hipka: Waspada Turbulensi Ekonomi 2018

TRIBUNNERS - Memasuki tahun 2018 menjadi tantangan tersendiri bagi dunia usaha. Optimisme menangkap peluang pertumbuhan ekonomi membutuhkan kejelian di tengah tahun politik. 

Menurut Kamrussamad, Presidium Majelis Nasional KAHMI, proyeksi ekonomi Indonesia 2018 berpotensi turbulensi jika pilkada serentak tidak dapat dikendalikan dan diamankan dengan baik.

"Jika tak terkendali dapat berdampak hengkangnya investor yang memang sudah cemas menghadapi tahun politik 2018-2019," ujar dia, di sela peluncuran Pogram GARUDA (Gerakan Wirausaha Berdaya), di Madiun, Jawa Timur, Sabtu (16/12).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2017  sekitar 5,0% dengan skala prioritas kebijakan pembangunan infrastruktur nasional dinilai belum mampu menggerakan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara maksimal.

Salah satu indikator kecemasan adalah tingkat kemiskinan mengalami kenaikan Data BPS maret 2017 1,83%  menjadi 27.771.220 orang yang terbagi 10.670.000 orang berada di kota dan 17.101.220 orang berada di Pedesaan. 

Kemiskinan ini meningkat karena diakibatkan oleh dua hal yaitu angka pengangguran semakin meningkat, tercatat angkatan kerja indonesia 131 juta sedangkan terserap 124 juta orang dan juga jika dibandingkan pertumbuhan angkatan kerja 3 juta per tahun sementara daya serap 150.000 orang per tahun.

Faktor kedua yang berpotensi meningkatkan kemiskinan adalah ketimpangan ekonomi indeks rasio gini 2017 secara nasional sebesar 0.40-0.41 sedangkan rasio gini utk daerah sebesar 0.33-0.41.

Angin segar pada 2018 sejatinya masih berhembus. 

Optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia juga terlihat dari proyeksi Bank Dunia. Tahun 2018, Bank Dunia memproyeksikan ekonomi Indonesia dapat tumbuh 5,3%.

Angka itu lebih tinggi dari proyeksi 2017 yang sebesar 5,1%. Proyeksi tersebut ditopang oleh membaiknya konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor.

Selain pertumbuhan ekonomi yang masih optimistis, statistik perbankan Indonesia juga  mencatat nilai kredit pembiayaan masih cukup tinggi, yakni Rp 26,87 triliun.

Kondisi ini mampu mendorong dunia usaha kembali menggeliat.

“Di sisi lain, butuh sumber daya manusia yang berkualitas dalam mengantisipasi perubahan dunia yang cepat di era digitalisasi saat ini,” ujar Kamrussamad, yang juga pengurus Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) (*)


Sumber : http://www.tribunnews.com/tribunners...i-ekonomi-2018

---

Baca Juga :

- Bagaimana Nasib Airlangga dan Khofifah dalam Kabinet?

- Dirut BEI: Tidak Benar Investor Asing keluar dari Indonesia

- Jokowi Sebut Aksi Besok Bentuk Komitmen Rakyat Indonesia untuk Palestina