alexa-tracking

Utang Luar Negeri Dinilai kurang Produktif

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a350bbea09a39d20c8b4567/utang-luar-negeri-dinilai-kurang-produktif
Utang Luar Negeri Dinilai kurang Produktif
Utang Luar Negeri Dinilai kurang Produktif


Pertumbuhan Utang Luar Negeri (ULN) bulan Oktober 2017 masih didorong oleh sektor publik yang naik 8,4%.

“Ini menandakan bahwa Pemerintah semakin agresif menambah utang untuk menutup defisit anggaran yang diperkirakan berada dikisaran 2,7% terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) tahun ini,” kata Bhima Yudhistira, Peneliti INDEF dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/12/2017).

Sementara pertumbuhan utang luar negeri swasta, lanjut dia, mengalami stagnasi dengan tumbuh 1,3% sama dengan bulan sebelumnya.

“Hal ini menandakan sektor swasta belum berniat menambah kapasitas produksi atau berekspansi,” ujarnya.

Sebanyak 77% ULN swasta terkonsentrasi di empat sektor utama yakni keuangan, industri pengolahan, listrik, gas dan air bersih. “Keempat sektor tersebut khususnya industri manufaktur masih tumbuh di bawah ekspektasi,” ujarnya.

Hal yang perlu diperhatikan dari ULN, kata Bhima, adalah peningkatan ULN jangka pendek yang lebih tinggi dari jangka panjang. Tercatat ULN jangka pendek tumbuh 10,6% sementara ULN jangka panjang tumbuh 3,9%.

“Risiko missmatch akan menganggu likuiditas swasta maupun sektor publik dalam membayar ULN yang jatuh tempo,” timpal dia.

Risiko utang juga, lanjut dia, bisa dilihat dari DSR atau debt to service ratio yang merupakan rasio pembayaran utang terhadap kinerja ekspor. Per triwulan III-2017 angka DSR Tier 1 menyentuh 26,39%.

“Angka ini terus naik sejak awal tahun,” tuturnya. Peningkatan DSR, kata dia, membuktikan bahwa utang yang ditarik tidak berkorelasi positif terhadap sektor produktif yakni ekspor. “Dibandingkan 5 tahun lalu DSR masih tercatat 17,28%,” ungkap Bhima.

Hingga akhir tahun 2017, diprediksi Bhima, pertumbuhan ULN akan naik cukup signifikan dibandingkan tahun 2016.

“Pada bulan Desember penerbitan surat utang baru sebagai bentuk prefunding kebutuhan anggaran tahun depan akan menaikkan pertumbuhan ULN sektor publik,” paparnya.

Pemerintah merealisasikan penjualan surat utang negara di awal Desember dalam denominasi dolar AS senilai total US$4 miliar atau setara Rp54 triliun dalam rangka prefunding. “Rasio ULN terhadap PDB diperkirakan menembus 35-36%,” imbuhnya.

image-url-apps
Duitnya ada tinggal mau ngutang apa nggak
image-url-apps
Bangsa yg cerdas itu bila bisa gunakan untuk hal2 produktif bukan konsumtif biayai pns2 malas yg tak produktif bekerja.
KASKUS Ads
image-url-apps
Yg produktif itu buat subsidi bbm
Gw punya tanah pinggir jalan gede, gw pengen bangun ruko, maka gw pinjam duit di bank.

Ruko udah jadi, gw jual ajalah ruko itu buat nutup utang di bank.

Buat income, gw buka usaha dan sewa ruko yg udah gw jual sebelumnya.

emoticon-Wakaka

emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
Zaman ane sekolah dulu ada namanya Tabanas (Tabungan Pembangunan Nasional) yang ada di kantor pos, tujuannya untuk pembangunan nasional. Sudah gak ada ya? Untuk pembangunan negeri sendiri ya mending duit kita sendiri, asal jangan dikorupsi.
image-url-apps
kira kira apalagi ya yg mau di jual emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
makin berat nih tanggungan ekonomi
:nulisah
image-url-apps
Duitnya abis untuk dana parpol sama tunjangan dpr
Biar 2019 lancar itu harga yang harus dibayar sekarang
image-url-apps
Quote:


kok jadi pengen ngakak di koment ini ya emoticon-Ngakak

×