alexa-tracking

Ulama Irak Serukan Paramiliter Dilebur ke Pasukan Reguler

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a35078612e257df578b4567/ulama-irak-serukan-paramiliter-dilebur-ke-pasukan-reguler
Ulama Irak Serukan Paramiliter Dilebur ke Pasukan Reguler
Ulama kenamaan Irak menyerukan agar paramiliter yang membantu pasukan pemerintah melawan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tidak dilupakan begitu saja.

Sabtu pekan kemarin (9/12/2017), Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi, menyatakan bahwa perang melawan ISIS yang sudah berlangsung sejak 2014 telah usai.

Sebab, pasukan pemerintah yang disokong oleh Amerika Serikat (AS), dan milisi lokal berhasil menguasai kawasan gurun yang disebut sebagai kantong pertahanan terakhir ISIS.

Kepala Komando Gabungan (JOC) Jenderal Abdel Amir Yarallah berujar, pasukan koalisi berhasil mengamankan Padang Gurun Al-Jazira dalam sebuah operasi kilat.



Selain Gurun Al-Jazira, pasukan pemerintah juga berhasil merebut Hashed yang membentang dari utara Nineveh hingga barat Anbar.

Baca juga : Irak Deklarasikan Perang Melawan ISIS Berakhir

Karena itu, paramiliter yang tergabung dalam Pasukan Mobilisasi Populer (PMF) memutuskan membubarkan diri.

Ulama top Syiah Irak, Ali al-Sistani, menjelaskan bahwa ISIS memang telah dikalahkan.

Namun, dia menyatakan perang melawan terorisme belum selesai karena sisa-sisa pejuang ISIS masih ada dan sewaktu-waktu bisa melancarkan serangan dadakan.

Karena itu, seperti dikutip Arab News Jumat (15/12/2017), Sistani menyarankan agar paramiliter itu bisa dilebur ke dalam pasukan reguler.

Alasannya, mereka mempunyai kecakapan dan pengalaman di medan tempur melawan teroris.

"Irak masih membutuhkan para pria pemberani ini. Sangat penting agar jasa mereka tetap dibutuhkan di masa transisi ini. Baik sebagai pasukan maupun anggota kepolisian," ujar Sistani.

Mantan jenderal Irak, Emad Allow yang menanggapi seruan Sistani berkata, kelompok paramiliter memang mempunyai kekuatan hingga 120.000 orang.

Namun, mereka tidak memenuhi standardisasi yang diterapkan militer. Seperti di usia, kesehatan, maupun pendidikan.

"Jika militer menerapkan standar mereka di PMU, saya memperkirakan anggota paramiliter yang tersisih bisa mencapai puluhan ribu," beber Allow.

Allow menyarankan, militer dan kementerian pertahanan sebaiknya membekali mantan pejuang itu dengan berbagai keterampilan seperti berdagang.

Harapannya, jika mereka benar-benar tersisih, mereka bisa kembali ke masyarakat dengan modal hidup yang memadai.

http://internasional.kompas.com/read/2017/12/16/15420171/ulama-irak-serukan-paramiliter-dilebur-ke-pasukan-reguler


Isis mimpinya ketinggian pengen menguasai beberapa negara ditimteng untuk dijadikan wilayah khilafa merekaemoticon-Ngakak (S)

Isis ngak sadar negara2 timtemg yang waktu perang membantu palestina aja mereka ngak iklas dan malah mereka punya tujuan lain yaitu kalau berhasil mengalahkan israel mereka akan mengambil wilayah israel dan memperluas negara mereka emoticon-Ngakak (S)

Setuju.
Quote:


Rumitnya mideast itu disitu...klopun dilebur, loyalitas mereka pasti bukan pada institusi negara...tp pada sosok pemimpin kelompok mereka, jangankan milisi, lha militernya sendiri terfaksi2 pada kelompok/tokoh politik tertentu....makanya banyak pemimpin arab punya pasukan pengawal dr swasta asing...krn ngga 100% percaya pada pasukan militer sendiri
Quote:


Masalah militer negara2 sana yang penuh dengan milisi akan selalu begitu.

Tapi minimal kemarin2 mereka berperang demi negaranya, bukan pimpinannya.

Toh wilayah yg sudah dikuasai tetap milik negara.
Quote:


Tapi akan selalu jd api dlm sekam emoticon-Big Grin blm lg ditambah kepemilikan senjata oleh sipil yg di bbrp negara sperti Irak,Yaman dll (hampir smua negara arab, bahkan kerap ortu kasih hadian ultah anak yg beranjak dewasa berupa AK 47 dsb) bisa berkisar 30 - 50 % emoticon-Hammer2
×