alexa-tracking

Lima Alat Pendeteksi Tsunami Berbunyi di Pantai Pangandaran

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a34e1155a5163b8268b4571/lima-alat-pendeteksi-tsunami-berbunyi-di-pantai-pangandaran
Lima Alat Pendeteksi Tsunami Berbunyi di Pantai Pangandaran
Lima Alat Pendeteksi Tsunami Berbunyi di Pantai Pangandaran

GEMPA bumi berkekuatan 6,9 Skala Richter yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya telah menyebabkan ratusan rumah, sekolah, mesjid dan kantor berada di Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut dan Pangandaran mengalami kerusakan.



Alat pendeteksi dini yang dipasang berada di sepanjang Pantai Pangandaran dalam waktu lima menit berbunyi, tetapi untuk wilayah lainnya belum memiliki alat pendeteksi dini.



"Untuk gempa bumi yang berkekuatan 4,5 SR, 6,9, dan gempa susulan pada pukul 07.22 WIB berkekuatan 5,7 SR alat pendeteksi dini telah berbunyi di Pantai Pangandaran dan lokasi lainnya. Kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa tapi masyarakat malam hari semuanya panik hingga banyak menyelamatkan diri menggunakan kendaraan menjauhi Pantai. Tapi dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa dan yang jelas dua orang mengalami luka," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Nana Ruhena, Sabtu (16/12).



Nana mengatakan, kerusakan rumah dan mesjid di Kabupaten Pangandaran data sementara yang telah masuk berada di Kecamatan Parigi, Cijulang, Cimerak, Cigugur, Langkaplancar, Padaherang, Kalipucang, Pangandaran, Sidamulih dengan jumlah 88 rumah dalam kondisi rusak ringan 29 unit, rusak sedang 13 unit dan rusak berat 21 unit.



"Pemerintah Kabupaten Pangandaran telah memasang lima alat pendeteksi dini tsunami hingga kejadian yang terjadi pada malam hari langsung menyala dan menyala kembali pada pagi hari. Untuk kejadian itu tidak ada korban jiwa tapi dua orang luka setelah tertimpa bangunan rumah," ujarnya.



Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya EZ Alfian mengungkapkan selama ini Kabupaten Tasikmalaya tidak memiliki alat pendeteksi dini tsunami berada di sepanjang Pantai Cipatujah. Hal itu mengakibatkan beberapa rumah berada di kecamatan telah mengalami kerusakan dan paling banyak di Manonjaya, Karangnunggal, Puspahiang, Cipatujah, Cibalong dan Bantarkalong.



"BPBD selama ini belum memiliki alat pendeteksi dini tsunami dan tidak ada suara sirine tetapi dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa dan yang ada luka ringan telah dilarikan ke rumah sakit. Sementara alat pendeteksi dini memang harganya cukup mahal tapi selama ini belum ada alat yang dipasang dibeberapa lokasi terutama di sepanjang pantai Cipatujah," katanya.



Selain itu, Alfian mengatakan alat pendeteksi dini selama ini tidak ada di sepanjang Pantai Cipatujah dan tentunya Kabupaten Garut, Ciamis dan Kota Banjar juga tidak memiliki alat tersebut. Saat gempa terjadi, banyak masyarakat yang sempat memukul-mukul kentongan untuk memberikan informasi karena di beberapa daerah bisanya berlakukan ronda malam.



"Untuk alat pendeteksi banjir BPBD Kabupaten Tasikmalaya memang telah memasang alat tapi untuk pendeteksi dini tsunami belum memiliki. Karena di Kabupaten Ciamis, Kota Banjar dan Kota Tasikmalaya tidak memiliki laut, tapi Kabupaten Garut saja yang memiliki Pantai tidak memiliki alat tersebut," paparnya. (OL-6)


Sumber : http://www.mediaindonesia.com/news/r...ran/2017-12-16

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Lima Alat Pendeteksi Tsunami Berbunyi di Pantai Pangandaran Korban Gempa asal Pekalongan Dimakamkan

- Lima Alat Pendeteksi Tsunami Berbunyi di Pantai Pangandaran Bentrok Antara Dua Ormas Pecah, Satu Korban Jiwa

- Lima Alat Pendeteksi Tsunami Berbunyi di Pantai Pangandaran Kata Ganjar soal Namanya yang Hilang Dari dari Dakwan