alexa-tracking

Tirania dan Bintang

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a34cad05a516381608b4567/tirania-dan-bintang
Poll: Lanjutkan cerita?
Iya 0% (0 votes)
Tidak 100.00% (1 votes)
Delete thread
Delete thread.
Part 1

Namaku Tirania, aku adalah anak tunggal dari keluarga Cokro. Ayah dan ibuku sangat menyayangiku, karena memang aku anak satu-satunya yang mereka miliki. Sebenarnya aku sempat akan memiliki adik, tapi semua itu hanya kata akan, karena sebuah tragedy ibu tidak bisa mempertahankan adikku yang saat itu masih dalam kandungan. Semenjak kejadian itu ibuku merasa trauma, dan ia memutuskan untuk hanya memiliki satu anak saja, anak semata wayang yang selalu ia banggakan, itu lah aku, Tirania.

Saat ini aku kuliah di univertas negeri di salah satu kota paling aku dambakan seumur hidupku, Bandung, itu lah kotanya. Kota romantic dan eksotis yang pernah aku temui. Saat ini aku telah memasuki awal semester 4. Aku merupakan mahasiswi manajemen yang bisa terbilang sangat aktif beroganisasi.

Dari situ, aku memiliki banyak kenalan, kakak tingkat, adik tingkat, dosen, staff, penjaga kantin, dan sampe petug keberihan aku pun sampe menganalnya. Semua itu gara-gara aku sering terlihat di kampus hampir setiap hari.

Aku juga memiliki banyak hobby, muali dari ringan sampe yang menguji adrenalin, aku suka memlihara kucing, hamster, dan ikan. Aku juga suka berpergian, hiking, dan sekedar nongkrong di café buat ngerjain tugas atau semisal tidak ada ativitas lain.

Melihat semua cerita, sepertinya hidupku tidak pernah membosankan. Hidupnya sangat bergairah, banyak sekali pengalam yang aku dapat dengan menjadi aktivis dan penggiat hobby. Berawal dari banyaknya pengalaman, aku juga punya blog pribadi yang isinya tentang semua hal yang pernah aku lalui, lebih tepatnya diary blog.

Namun, semua itu menjadi sedikit berbeda setelah aku bertemu dengan Bintang. Seorang cowok dengan rambut cepak dengan postur tubuh tinggi semampai bak atlit basket, tak lupa dia juga selalu berpenampilan necis ala-ala cover boy era 90 an. Dial ah Bintang, adik tingkatku di perkuliahan.

“Kak Tirai, humas belum bisa dihubungin. Aku telfon aja kali ya, atau aku samperin aja.” Ucap Bintang, kala itu kita sedang melaksanakan rapat besar untuk acara Bakti Sosial yang merupakan acara tahunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

“Yaelah, gitu aja ribet Bin.” Jawabku. Lagi-lagi aku dipercayakan sebagai ketua penyelenggara untuk kegitan tahun ini.
“Terus gimana?” lanjut Bintang. Anak satu ini memang bikin geleng-geleng kepala, dibalik semua keperfeksionisan seorang Bintang, dia merupakan orang super polos yang pernah aku temui di kampus.

“Besok kita bahas.” Ucapku, kemudian melanjutkan rapat dengan yang lainnya.

“Kok besok?” Sahut Bintang lirih. Akhirnya semuanya kembali dalam diskusi yang luamayan serius, karena saat itu sudah memasuki H-5 sebelum hari pelaksanaan.
Nanti naksir ya sis sama Bintang emoticon-Smilie
KASKUS Ads
Quote:


mungkin, tapi bisa juga engga ngga gan emoticon-Big Grin