alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Poetry /
Syair-Syair Sang Pujangga
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a34911831e2e6c72b8b4568/syair-syair-sang-pujangga

Syair-Syair Sang Pujangga

Bagaiamana menurut kalian puisi ini?

This poll is closed - 0 Voters

View Poll
Bagaiamana menurut kalian puisi ini?
Menarik
0%
Kurang Menarik
0%
KECUALI BAHAGIA

Apakah kau mengenal bahagia?
Selalu dicari banyak manusia.
Selalu diinginkan semua manusia.
Kecuali, aku.
Kecuali, semua yang selalu berhubungan dengan asa ku.
Kecuali, apa yang telah dipersembahkan oleh air mata ku.

Perjalanan waktu selalu menemani.
Memberi lantunan puisi tentang dunia.
Semua ini belum berakhir.
Semua ini adalah awal.
Bisakah langkah ini tergenggam oleh cinta?
Melayang dan terbang tinggi.
Mengarungi angkasa meraih yang selalu di nanti.

Sleman, Yogyakarta, Desember 2016.


TULISAN SEORANG PENULIS

Janji terpahat di relung hati.
Tentang nyayian yang terdengar dari nurani.
Perjalanan waktu selalu mengajarkan untuk memberi.
Tanpa harus berharap diberi.

Kertas putih berserakan diatas meja.
Seorang penulis telah siap dengan pena.
Apa yang akan dia tuliskan?
Cerita yang sesuai dengan keinginan?
Tidak!
Bukan itu!
Lalu?
Cerita yang akan kau simpan dimasa depan.

Sleman, Yogyakarta, Desember 2016


MASIH DISINI

Inikah kesedihan?
Disaat tubuh menjadi satu bagian.
Terpisah oleh jarak dan waktu.
Tak bisa saling menyapa dan bergandengan.
Perjalanan waktu mengantar semua insan menuju arah dan tujuan.
Lalu,
Bagaimana dengan ku yang masih disini tak menentu?

Sleman, Yogyakarta, Desember 2016


KISAH YANG TAK BISA DIPAHAMI

Aku bersuara.
Tentang sebuah keadilan.
Inikah cara angin membela sebuah kesalahan yang berselimut kebodohan.
Menghempas karang-karang yang tak berdosa.
Apakah semua harus menerima sebuah hukuman?
Bagaimana dengan mereka yang tak tahu?
Kisah ini masih tak bisa ku pahami.
Seperti halnya ayat-ayat suci yang telah tergariskan.
Perjalanan waktu pun terdiam dengan semua pertanyaan yang terfikirkan.

Sleman, Yogyakarta, Desember 2016



JALAN PANJANG TANPA BATAS

Perjalanan waktu.
Memberi ruang kepada semua insan untuk mengadu.
Tentang apa?
Tentang bagaimana?
Apakah semua seperti mereka yang telah teruji oleh waktu?
Bukankah hidup bukan hanya sekedar memikirkan diri sendiri.
Bukankah pertolongan bisa datang dari mana saja?
Semua ada dalam sebuah percakapan yang harus dipahami.
Untuk menemani sebuah jalan yang panjang.
Berliku dan tanpa batas.

Sleman, Yogyakarta, Desember 2016


MENYAMBUT KEMATIAN

Raga ini tak bergerak.
Tak mampu pula terucap.
Harus bagaiamana agar mereka tahu tentang aku?
Perjalanan waktu telah mengurai semua cerita ini.

Aku tak bisa berteriak.
Memberi isyarat.
Untuk melihat dan menyelamatkan ku.
Inikah waktunya untuk menyambut kematian?

Aku bersenandung.
Tentang cinta yang abadi.
Kepasrahan kepada illahi.
Merelakan semua ini terjadi.
Hingga lubuk ini terukir akhir yang manis.

Sleman, Yogyakarta, Desember 2016


DALAM RENUNGAN BATIN

Tersiksa dalam renungan batin.
Akankah terus seperti ini.
Cinta selalu berkhianat.
Memilih hati yang selalu diliputi rasa bahagia.
Meninggalkan derita dalam jurang yang tak berujung.
Aku merelakan ini.
Aku merelakan perjalanan waktu ini.
Untuk sebuah rangkaian terindah.
Senyuman yang mengalir lembut dalam doa.

Sleman, Yogyakarta, Desember 2016



PERJALANAN MENANTI MU

Aku adalah cahaya benderang.
Yang selalu berkilau mencari cinta.
Aku berada dalam perjalanan waktu.
Disini menanti dirimu.
Menanti hati yang kau bawa.
Melengkapi tulang rusuk yang telah ditakdirkan.

Yogyakarta, Desember 2016


SAJAK UNTUK MU

Aku menulis untuk mu.
Dalam sebuah perjalanan waktu.
Akankah kau baca?
Sebuah sajak untuk merangkai betapa jantung ini hanya untukmu.
Nadi ku berhenti saat berucap nama mu.
Terkubur rasa bahagia.
Jiwa ku yang selalu menyatu dengan jiwa mu.

Sleman, Yogyakarta, Desember 2016


RASA YANG TAK TERLIHAT

Tertunduk dalam sebuah kesedihan.
Ada berbagai macam pertanyaan berkecamuk.
Mereka terlalu bahagia untuk bersedih.
Mereka terlalu bergembira untuk tertawa.
Sementara semua ini adalah kosong.
Semua ini adalah rasa sakit yang tak terlihat.
Yang telah menjerat ku dalam dunia fana.

Yogyakarta, Desember 2016



ASMARA YANG MENGHUKUM

Ini adalah mimpi.
Perjalanan waktu selaku berkata seperti itu.
Ini adalah asmara yang menghukum ku dengan pedih.
Semua pergi tanpa menggandeng tangan ku
hingga aku merelakan semua ini.

Aku masih disudut yang sama.
Menunduk dan meminta.
Tentang kerinduan yang tak seharusnya menghadirkan rasa sesal.
Mungkin.

Sleman, Yogyakarta, Desember 2016

Syair-Syair Sang Pujangga
Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di