alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
2018, Bandara Kertajati Ditargetkan Sedot 50 Juta Wisatawan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a348bd6c1d7702a4e8b4567/2018-bandara-kertajati-ditargetkan-sedot-50-juta-wisatawan

2018, Bandara Kertajati Ditargetkan Sedot 50 Juta Wisatawan

2018, Bandara Kertajati Ditargetkan Sedot 50 Juta Wisatawan


Sektor pariwisata bisa dibilang menjadi salah satu yang paling diuntungkan dengan hadirnya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Menjadi gerbang baru wisatawan nusantara dan mancanegara, Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Jawa Barat meyakini 50 juta wisatawan asing dan domestik akan memilih Jawa Barat sebagai destinasinya.

“Target kami di tahun 2018 nanti untuk wisnus (wisatawan nusantara) yakni empat puluh delapan juta, tapi saya yakin itu akan lebih. Sedangkan untuk wisatawan asing diperkirakan sekitar satu juta tujuh tujuh ratus lima puluh ribu. Jadi ya sekitar (50 juta) segitu,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Jawa Barat, Ida Hernida, di Bandung, Jumat (15/12/2017).

Jumlah tersebut tidaklah berlebihan mengingat pada 2017 saja (sampai November), kata Ida, jumlah wisatawan yang memilih Jawa Barat sebagai tujuan berlibur hampir menyentuh diangka 46 juta.

Jumlah tersebut merupakan target wisnus di 2017. Adapun untuk turis mancanegara sepertinya belum menyentuh genap diangka satu juta wisatawan sampai awal Desember ini.

“Untuk wisatawan asing baru diangka 600 ribu per November. Tapi ini akan bertambah karena libur Natal dan Tahun Baru sebentar lagi,” tuturnya.

Dia menyadari, pariwisata sangatlah penting untuk terus digenjot, mengingat sektor ini bisa menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi sekaligus berperan sebagai sumber utama pendapatan negara.

Data dari Bank Indonesia (BI) pada 2016 menyebutkan, di Jawa Barat kontribusi pariwisata terhadap ekonomi dalam sektor perdagangan, akomodasi dan restoran mencapai Rp 33 Triliun.

Bahkan secara nasional pariwisata menyumbang devisa terbesar setelah sektor lainnya, misalnya migas.

“Dengan adanya BIJB sektor pariwisata adalah yang paling diuntungkan. Dan saya akan optimis dengan hadirnya bandara ini wisatawan akan terdongkrak. Karena salah satu faktor terdongkraknya wisatawan khususnya mancanegara adalah dengan adanya direct flight,” ujar Ida.

“Estimasi saya kalau satu bulan ada 11 ribu-12 ribu (wisatawan) dan mereka tiga hari di Jabar satu orangnya menghabiskan Rp 1 juta. Spend moneynya sekian coba berapa perbulannya? Pelebaran uang di masyarakat sudah bisa diperhitungkan dan ini tentu menguntungkan untuk ekonomi kita khususnya di Jawa Barat,” lanjut Ida.

Dia menambahkan, potensi Jawa Barat yang dianugerahi keindahan alam indah memang harus bisa dimanfaatkan baik oleh pemerintah selaku regulator.

Sarana prasarana pendukung hadirnya Bandara Kertajati yang akan menjadi gerbang baru Jawa Barat ini harus dimaksimalkan mengingat bandara merupakan etalase pariwisata daerah.

“Sekarang siapa yang tidak mau berlibur ke Jawa Barat dengan banyaknya keindahan alam yang dimiliki. Dengan adanya bandara ini saya sangat optimis sektor inilah yang paling diuntungkan,” ucap Ida.

Urutan Terlama
Wow banyak dong. Objek yang menarik di sekitar sana apa ya?
wah , bikin jogja sepi neh emoticon-Mad (S)
Kemampuan gubernur Aher mmang joss emoticon-Selamat
Ngoahahahhahahah
Gue gak perlu kebandung dah. Tinggal turun ketimur
Btw. Akses kesana lewat transportasi umum gimana
Quote:


Jelas HARGA MAHALnya emoticon-Wakaka2018, Bandara Kertajati Ditargetkan Sedot 50 Juta Wisatawan
jawabarat provinsi varokah emoticon-Leh Uga
Quote:


langsung tol cipali
Quote:


Ngapain. Saya bukan org kotaemoticon-Leh Uga
Quote:


bakal ada shuttle dari sta. cirebon
2018, Bandara Kertajati Ditargetkan Sedot 50 Juta Wisatawan


Bandara karawang kapan?

HLP ama CGK makin nggak layak
Quote:


sama,.ane juga ga bisa masuk tol sekarang.
belum sempet beli e-toll.
emoticon-Ngacir2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di