alexa-tracking

Sang Ibu Tak Punya Firasat Kematian Nindy Tapi Mimpi Anak Pertamanya Jadi Kenyataan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a34708c582b2e4c0c8b4569/sang-ibu-tak-punya-firasat-kematian-nindy-tapi-mimpi-anak-pertamanya-jadi-kenyataan
Sang Ibu Tak Punya Firasat Kematian Nindy Tapi Mimpi Anak Pertamanya Jadi Kenyataan
Sang Ibu Tak Punya Firasat Kematian Nindy Tapi Mimpi Anak Pertamanya Jadi Kenyataan

TRIBUNNEWS.COM, PATI - Duka mendalam menyelimuti keluarga korban mutilasi bernama Siti Saedah alias Nindy alias Desi Wulansari (21).

Saryadi dan Nyami, orangtua korban masih menahan kesedihan akan kepergian si bungsu dari tiga bersaudara itu.

Mata Nyami, ibu korban tampak sembab. Sementara Saryadi terlihat lebih tegar.

Nyami menyebut, sehari sebelum mendapat kabar perihal tewasnya Nindy, anak pertama Saryadi yang tengah bekerja di Hong Kong memberi kabar ihwal mimpi.

Srimurwati, kakak pertama Nindy mengaku bermimpi bertemu Nindy dalam kondisi berdarah-darah.

"Anak pertama saya yang bekerja di Hong Kong menghubungi keluarga bahwa dia bermimpi didatangi adiknya dengan berlumuran darah," kata Nyami ibu korban, Jumat (15/12/2017).

Nyami tidak mempedulikan mimpi Srimuwati. Namun satu hari berselang, dia justru mendapatkan kabar bahwa Nindy tewas dimutilasi suami.

Baca: BMKG Cabut Peringatan Tsunami Gempa Tasikmalaya

"Tidak tahunya sehari kemudian ada kabar kalau firasat itu benar-benar mengenai anak saya. Sementara saya tidak ada firasat apapun," katanya.

Nindy merupakan warga asal Dukuh Sridonomulyo, Desa Srikaton, Kecamatan Kayen, Pati Jawa Tengah.

Pembunuhan sekaligus mutilasi Nindy terbongkar setelah Muhammad Kholil yang tak lain adalah suami korban membuat laporan telah kehilangan istri.

Sang Ibu Tak Punya Firasat Kematian Nindy Tapi Mimpi Anak Pertamanya Jadi Kenyataan
SEDIH - Saryadi (ayah) memegang foto anaknya Siti Saedah (21) yang menjadi korban mutilasi oleh suaminya, didampingi Nyami (ibu) di kediamannya Desa Srikaton, Kayen, Pati, Jawa Tengah, Jumat (15/12/2017) (Tribunjateng/Rifqi Gozali)Setelah diselidiki ternyata Kholil beralibi dan tak bisa menunjukkan bukti-bukti kehilangan istrinya.

Kronologi yang diterangkan dia janggal. Justru polisi menyelidikinya dan menemukan kecurigaan.

Tribunnews.com, Kamis (16/12/2017) menulis, pembunuhan bermula saat Kholil dan istrinya, Nindy cekcok di rumah kontrakan mereka di Dusun Sukamulya, RT 005 RW 002, Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, Senin (4/12/2017).

Pelaku kemudian menghabisi nyawa korban dengan memukul leher korban menggunakan sisi samping telapak tangan sebanyak dua kali.

Baca: Jasad Made Asa Ditemukan Menempel di Pohon Kelapa

Korban jatuh kemudian kepalanya membentur lantai.

Pelaku mengecek napas korban, tetapi sudah tak bernyawa.

Pelaku kemudian menyembunyikan jasad korban di ruang tengah kontrakan mereka.

Keesokan harinya, Selasa (5/12/2017), pelaku membeli golok, plastik hitam besar, dan tas belanja.

Ia lalu memutilasi korban mulai dari bagian kepala hingga kedua kaki korban.

Selanjutnya pelaku membuang kepala dan kedua kaki korban di Curug Cigentis, Loji, Karawang.

Rabu (6/12/2017), pelaku membuang tubuh korban di TKP penemuan mayat pertama kali di Dusun Ciranggon III, RT 011 RW 003, Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, Karawang.

Kemudian pelaku membakar tubuh korban tersebut bersamaan dengan buku nikah, akta kelahiran korban, dan surat lainnya.

Sementara barang bukti yang diamankan polisi di antaranya botol berisi bensin, karpet anak tempat memutilasi korban, helm pelaku, baju korban, jam tangan korban, lakban, dan kain pel yang digunakan untuk membersihkan lantai setelah korban dimutilasi.

Muhammad Kholil pun dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Meski kejadian tersebut sangat mengagetkan orangtua korban, Saryadi tidak ada tuntutan lain selain menyerahkan kasus tersebut sepenuhnya kepada proses hukum.

"Saya ikhlaskan kepergian anak saya. Bagaimanapun takdirnya memang seperti itu. Saya serahkan (proses hukum) kepada petugas,” kata Saryadi saat ditemui Tribun.

Terpisah, Muhammad Kholili (23), mengaku memutilasi istrinya Siti Saidah alias Nindy alias Desi Wulandari lantaran tidak ingin melibatkan orang lain dan lebih ringan.

"Biar sendiri aja dan lebih ringan bawanya," ujar Kholil.

Ia mengaku memutilasi kepala dan kedua kaki di ruang tengah kosannya dengan sebilah golok pada Selasa (5/12/2017). Sementara korban tewas sejak Senin (4/12/2017).

Kepala dan kaki korban kemudian dibuang di hutan dekat Curug Cigentis, Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Karawang.

Sementara bagian tubuh korban dibuang dan dibakar pada Rabu (6/12/2017) di Dusun Ciranggon III, RT 11, RW 03, Desa Ciranggon, Kecamatan Majalaya, dan ditemukan pada Kamis (7/12/2017).

Kholil mengaku kalap dan sakit hati terhadap korban.

Korban kerap merengek meminta mobil dan menuduh orangtuanya tidak becus mengurus anak mereka dan mengganti susu dengan yang murah.

"Dia sempat mencekik saya, saya berontak dan memukulnya hingga jatuh membentur lantai," akunya.

Meski demikian, ia mengaku dibayang-bayangi rasa bersalah. Apalagi jika teringat buah hati mereka.

Kholil dan Nindy membangun rumah tangga sejak tahun 2015.

Ia berasal dari Kampung Mekarjaya, Desa Gunung Mulya, Kecamatan Telonjaya, Kabupaten Bogor. Sementara Nindi berasal dari Pati, Jawa Tengah.

Kholil bekerja sebagai office boy (OB) di salah satu perusahaan swasta, sedangkan Nindi bekerja sebagai sales marketing Meikarta. (tribunjateng/kps/dtc)


Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2...jadi-kenyataan

---

Baca Juga :

- Korban Mutilasi di Karawang Sempat Tulis Sepucuk Surat, Ini Isinya

- RSUD Banyumas dan RS Siaga Medika Purwokerto Rusak Parah, Pasien Sempat Dievakuasi ke Lapangan

- Misteri Status Nindya Korban Mutilasi Karawang di Postingan Suaminya MK!

×