alexa-tracking

Sektor Transportasi, Fokus Utama Kemenhub Sepanjang 2017

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a34518b96bde600148b457b/sektor-transportasi-fokus-utama-kemenhub-sepanjang-2017
Sektor Transportasi, Fokus Utama Kemenhub Sepanjang 2017
Sektor Transportasi, Fokus Utama Kemenhub Sepanjang 2017

Jakarta, Gatracom - Pembangunan infrastruktur nasional sepanjang tahun 2017 menjadi salah satu tugas utama Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Tujuan utama pembangunan infrastruktur di sektor tranportasi, adalah untuk menurunkan biaya logistik antar daerah di Indonesia.

"Peran transportasi sangat penting dalam membangun ekonomi. Kontribusi sektor transportasi terhadap ekonomi saat ini sebesar 5,48%," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Kamis (14/12).Sektor tranportasi darat menjadi pembangunan yang cukup signifikan. Termasuk lahirnya Peraturan Menteri Nomor 108 mengenai aturan main beroperasinya taksi online di Indonesia. Budi Karya mengatakan, peraturan ini membuka ruang bagi inovasi layanan transportasi di Indonesia."Di Januari 2018 nanti, seluruh ketentuan Peraturan Menteri 108, diharapkan selesai semua," imbuh Direktur Jenderal (Dirjen) Darat Kemenhub, Budi Setiadi.Sementara untuk subsektor laut, pada tahun 2017, Kemenhub telah menjalankan 13 trayek tol laut. Proyek ini berhasil menurunkan biaya logistik di Indonesia Timur, seperti di Wamena, dan Fak-Fak. Tahun 2018 mendatang, rute tol laut akan ditambah dua trayek, menjadi total 15 trayek.Belum lama ini, Kemenhub juga telah meluncurkan pelayaran kapal Ro-Ro, untuk rute Jakarta-Surabaya.Kapal Ro-Ro ini dimaksudkan untuk mengurangi angkutan logistik menggunakan jalur darat, karena angkutan logistik darat kerap menyebabkan kemacetan dan kerusakan jalan.Sementra untuk subsektor udara, Kemenhub mengupayakan aspek keselamatan penerbangan. Sehingga tingkat keselamatan penerbangan Indonesia sudah menyamai standar rata-rata dunia.Saat ini, nilai efektivitas implementasi pemenuhan keselamatan penerbangan Indonesia mencapai 81,15%. Angka ini di atas rata-rata dunia yang berada di kisaran 62%. Selain itu, juga jauh di atas persyaratan ICAO Global Aviation Safety Plan 60%.Nilai Indonesia 81,15% itu didapat dari hasil On Site Visit ICAO Coordinated Validation Mission (ICVM) pada audit keselamatan penerbangan Universal Safety Oversight Audit Programme (USOAP) yang dilakukan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) pada Oktober 2017."Ini sebuah pencapaian luar biasa, di samping kita juga terus bangun bandara. Dari 15 bandara yang akan kita bangun hingga 2019, saat ini kita baru selesaikan 7 bandara," tutup Direktur Bandar Udara Dirjen Udara Kemenhub Bintang Hidayat.

Reporter: Rizaldi AbrorEditor: Arief Prasetyo

Sumber : http://www.gatra.com/ekonomi/makro/2...sepanjang-2017

---


- Dukung Sektor Pariwisata, Kemenhub Bangun Infrastruktur Transportasi