alexa-tracking

Minim Tata Kelola Pelayaran, Indonesia Kekurangan Tenaga Profesional

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a34513731e2e6de588b4584/minim-tata-kelola-pelayaran-indonesia-kekurangan-tenaga-profesional
Minim Tata Kelola Pelayaran, Indonesia Kekurangan Tenaga Profesional
Minim Tata Kelola Pelayaran, Indonesia Kekurangan Tenaga Profesional

Jakarta, Gatra.com - Pada 2019 mendatang, diperkirakan kebutuhan tenaga kerja di industri pelayaran tanah air mencapai 64.897 untuk pelaut dalam negeri dan 93.478 pelaut luar negeri. Meski dikenal sebagai negara maritim, Indonesia belum bisa memasok kebutuhan tenaga kerja sendri untuk industri pelayaran. 

Salah satu penyebabnya adalah tata kekola di institusi pendidikan pelayaran yang masih amburadul. Sehingga sulit mencetak tenaga kerja pelayaran atau pelaut yang berkualitas.  "Institusi pendidikan pelayaran tidak segaram dalam akreditasi, ada yang standar akreditasi Kemendikti vs standar pengesahan dari Kemenhub. Kemudian masalah kurikulum hingga isu penyetaraan ijazah tenaga pendidik," kata peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Joko Suryanto, Kamis (14/12). 
Sampai saat ini belum ada koordinasi antara 3 kementerian yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Kementerian Perhubungan untuk mengembangkan institusi pendidikan kemaritiman.  Jumlah institusi pendidikan pelayaran di Indonesia sebanyak 348 sekolah tinggi, 300 di antaranya merupakan sekolah tinggi swasta.
Menurut Joko, dari 300 sekolah hanya 25 - 30% yang memenuhi standar dan persyaratan sekolah pelayaran. "Infrastruktur yang mendukung pembentukan soft skill penyelenggaraan pendidikan dan diklat keahlian bidang kelautan ini sangat mahal. Maka hanya lembaga pendidikan di bawah pemerintah yang lebih lengkap dibandingkan swasta," sambung dia. 
Meski sekolah pelayaran negeri lebih unggul, masih terjadi regional gap karena hanya ada di Jakarta, Semarang, Surabaya dan Makassar. Pusat Penelitian Ekonomi LIPI berharap kesenjangan itu harus segera diatasi untuk menciptakan sumber daya manusia unggul di industri pelayaran.

Reporter : Abdul Rozak
Editor : Sandika Prihatnala

Sumber : http://www.gatra.com/ekonomi/industr...ga-profesional

---