alexa-tracking

ada yang tau bahasa jin

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a0be36e529a45ae3a8b4569/ada-yang-tau-bahasa-jin
dalam alquran Allah azzawajalla bekata ..
ya ulil albab afala ta'kilun... atawa intinya Allah robbul alamin bertanya kepada kita wahai manusia wahai orang orang yang diberi akal dan pikrian apakah kamu ga berfikir tentang apa yang sudah aku ciptakan ... atawa tentang penciptaan langgit dan bumi... dan allah bertanya dan memberikan statemen kenapa alquran itu di turunkan dengan bahasa arab.... bukan bahsa ibrani apalagi bahasa betawi atawa bahasa padang heee... ternyata Allah inggin kita memahami sirr dalam bahsa arab yang sirrnya sanggat besar... dan supaya kita mengetahui bahwa bahasa arab adalah bahasa ahli surga... so apakah mungkin ... sebagian bahasa jin itu bahasa arab.... aljawab wallahu alam bi showab staycun di trit yang insyallah mencerahakan agan agan semua ... barakallah fiikummma bil khoir
Quote:Original Posted By pickachoose


Setuju emoticon-shakehand betul betul... aku paham maksudmu emoticon-Embarrassment
Penjelasanmu... kalau di renungkan dgn baik... sudah menjawab banyak hal yg sesuatu banget emoticon-Embarrassment mantab ilmu mu mas emoticon-shakehand


KH. Idris Marzuqie Lirboyo pernah berkata :
-
“Kowe ki nek nompo dungo-dungo Jowo seko kiai sing mantep. Kae kiai-kiai ora ngarang dewe. Kiai-kiai kae nompo dungo-dungo Jowo seko wali-wali jaman mbiyen. Wali ora ngarang dewe kok. Wali nompo ijazah dungo Jowo seko Nabi Khidlir. Nabi Khidlir yen ketemu wali Jowo ngijazaji dungo nganggo boso Jowo. Ketemu wali Meduro nganggo boso Meduro.”


----------
Ada kisah unik mengenai doa bahasa Jawa ini. Suatu ketika di Tanah Arab terjadi kekeringan, lama sekali tidak turun hujan. Mengatasi masalah ini, Raja Hijaz mendatangkan ulama-ulama Makkah dan Madinah, mereka dimintakan doa di depan Ka’bah agar hujan turun segera. Usai seluruh ulama berdoa, hujan tak kunjung turun, malah semakin panas hingga beberapa bulan. Raja Hijaz pun tiba-tiba ingat ada satu ulama yang belum diundang untuk dimintai doa.
-
Dicarilah ulama tersebut, setelah ketemu, ternyata perawakan ulama tersebut pendek, kecil dan kulitnya hitam. Ulama tersebut bernama Syaikh Nawawi bin Umar Tanara Al Bantani Al Jawi. beliau ahli bahasa arab dan mempunyai karya 40 judul, semuanya berbahas arab.
-
Kemudian, ulama asal dusun Tanara, Tirtayasa, Banten tersebut berangkat berdoa meminta hujan kepada Allah SWT di depan Ka’ba. Anehnya, meski Syaikh Nawawi Banten mampu berbahasa Arab dengan fasih, di depan Ka’bah beliau berdoa meminta hujan dengan memakai bahasa Jawa. Para ulama Makkah dan Madinah yang berdiri di belakangnya menyadongkan tangan sambil berkata “amin”. Mbah Nawawi berdoa: “Ya Allah, sampun dangu mboten jawah, kawulo nyuwun jawah.”
-
Seketika hujan turun. Yang berdoa berbahasa Arab dengan fasihnya tidak mujarab, sedangkan dengan bahasa Jawa malah justru ampuh.
-
Pesan Moral *Ojo Sok Ngremehke liyan*

berarti yg menentukan adl kualitas individu seseorang, walau hanya sekedar bahasa IBU... tak perlu susah payah mencari yg samar keberadaanya..

-------------------
(Kumpulan Pitutur Kyai)
ijin menyimak dan mencari pemahaman .dan bisa menambah wawasan
Quote:Original Posted By Sunyaruri


KH. Idris Marzuqie Lirboyo pernah berkata :
-
“Kowe ki nek nompo dungo-dungo Jowo seko kiai sing mantep. Kae kiai-kiai ora ngarang dewe. Kiai-kiai kae nompo dungo-dungo Jowo seko wali-wali jaman mbiyen. Wali ora ngarang dewe kok. Wali nompo ijazah dungo Jowo seko Nabi Khidlir. Nabi Khidlir yen ketemu wali Jowo ngijazaji dungo nganggo boso Jowo. Ketemu wali Meduro nganggo boso Meduro.”


----------
Ada kisah unik mengenai doa bahasa Jawa ini. Suatu ketika di Tanah Arab terjadi kekeringan, lama sekali tidak turun hujan. Mengatasi masalah ini, Raja Hijaz mendatangkan ulama-ulama Makkah dan Madinah, mereka dimintakan doa di depan Ka’bah agar hujan turun segera. Usai seluruh ulama berdoa, hujan tak kunjung turun, malah semakin panas hingga beberapa bulan. Raja Hijaz pun tiba-tiba ingat ada satu ulama yang belum diundang untuk dimintai doa.
-
Dicarilah ulama tersebut, setelah ketemu, ternyata perawakan ulama tersebut pendek, kecil dan kulitnya hitam. Ulama tersebut bernama Syaikh Nawawi bin Umar Tanara Al Bantani Al Jawi. beliau ahli bahasa arab dan mempunyai karya 40 judul, semuanya berbahas arab.
-
Kemudian, ulama asal dusun Tanara, Tirtayasa, Banten tersebut berangkat berdoa meminta hujan kepada Allah SWT di depan Ka’ba. Anehnya, meski Syaikh Nawawi Banten mampu berbahasa Arab dengan fasih, di depan Ka’bah beliau berdoa meminta hujan dengan memakai bahasa Jawa. Para ulama Makkah dan Madinah yang berdiri di belakangnya menyadongkan tangan sambil berkata “amin”. Mbah Nawawi berdoa: “Ya Allah, sampun dangu mboten jawah, kawulo nyuwun jawah.”
-
Seketika hujan turun. Yang berdoa berbahasa Arab dengan fasihnya tidak mujarab, sedangkan dengan bahasa Jawa malah justru ampuh.
-
Pesan Moral *Ojo Sok Ngremehke liyan*

berarti yg menentukan adl kualitas individu seseorang, walau hanya sekedar bahasa IBU... tak perlu susah payah mencari yg samar keberadaanya..

-------------------
(Kumpulan Pitutur Kyai)


Super sekali, quote sek emoticon-Shakehand2
Quote:Original Posted By Sunyaruri


KH. Idris Marzuqie Lirboyo pernah berkata :
-
“Kowe ki nek nompo dungo-dungo Jowo seko kiai sing mantep. Kae kiai-kiai ora ngarang dewe. Kiai-kiai kae nompo dungo-dungo Jowo seko wali-wali jaman mbiyen. Wali ora ngarang dewe kok. Wali nompo ijazah dungo Jowo seko Nabi Khidlir. Nabi Khidlir yen ketemu wali Jowo ngijazaji dungo nganggo boso Jowo. Ketemu wali Meduro nganggo boso Meduro.”


----------
Ada kisah unik mengenai doa bahasa Jawa ini. Suatu ketika di Tanah Arab terjadi kekeringan, lama sekali tidak turun hujan. Mengatasi masalah ini, Raja Hijaz mendatangkan ulama-ulama Makkah dan Madinah, mereka dimintakan doa di depan Ka’bah agar hujan turun segera. Usai seluruh ulama berdoa, hujan tak kunjung turun, malah semakin panas hingga beberapa bulan. Raja Hijaz pun tiba-tiba ingat ada satu ulama yang belum diundang untuk dimintai doa.
-
Dicarilah ulama tersebut, setelah ketemu, ternyata perawakan ulama tersebut pendek, kecil dan kulitnya hitam. Ulama tersebut bernama Syaikh Nawawi bin Umar Tanara Al Bantani Al Jawi. beliau ahli bahasa arab dan mempunyai karya 40 judul, semuanya berbahas arab.
-
Kemudian, ulama asal dusun Tanara, Tirtayasa, Banten tersebut berangkat berdoa meminta hujan kepada Allah SWT di depan Ka’ba. Anehnya, meski Syaikh Nawawi Banten mampu berbahasa Arab dengan fasih, di depan Ka’bah beliau berdoa meminta hujan dengan memakai bahasa Jawa. Para ulama Makkah dan Madinah yang berdiri di belakangnya menyadongkan tangan sambil berkata “amin”. Mbah Nawawi berdoa: “Ya Allah, sampun dangu mboten jawah, kawulo nyuwun jawah.”
-
Seketika hujan turun. Yang berdoa berbahasa Arab dengan fasihnya tidak mujarab, sedangkan dengan bahasa Jawa malah justru ampuh.
-
Pesan Moral *Ojo Sok Ngremehke liyan*

berarti yg menentukan adl kualitas individu seseorang, walau hanya sekedar bahasa IBU... tak perlu susah payah mencari yg samar keberadaanya..

-------------------
(Kumpulan Pitutur Kyai)


Mantab emoticon-shakehand
Km masih muda tapi pengetahuan dan pemahaman nya luas mas.

Sama spt mas @Hebiryu yg ganteng emoticon-Embarrassment en bawel emoticon-Peace
Bukan bawel, tapi ngemongi.. ga pelit bagi2 pengetahuannya... emoticon-Embarrassment
Quote:Original Posted By pickachoose


Mantab emoticon-shakehand
Km masih muda tapi pengetahuan dan pemahaman nya luas mas.

Sama spt mas @Hebiryu yg ganteng emoticon-Embarrassment en bawel emoticon-Peace
Bukan bawel, tapi ngemongi.. ga pelit bagi2 pengetahuannya... emoticon-Embarrassment


hehe, tapi tdk terlalu muda jg Kangmas..

saya senang gabung forsup, karena seperti nostalgia atau me-refresh memori akan masa2 lalu yg dekat dgn para kyai (Guru2)../nyantri

karena dulu saat nyantri...ingin sekali suatu waktu bisa kerja kantoran di Kota, dan Alhamdulillah kabul... terkadang aktivitas global, membuat memori 'klasik' saya terkikis..hinggapun saya bisa men-share di forsup..

Quote:Original Posted By Sunyaruri


hehe, tapi tdk terlalu muda jg Kangmas..

saya senang gabung forsup, karena seperti nostalgia atau me-refresh memori akan masa2 lalu yg dekat dgn para kyai (Guru2)../nyantri

karena dulu saat nyantri...ingin sekali suatu waktu bisa kerja kantoran di Kota, dan Alhamdulillah kabul... terkadang aktivitas global, membuat memori 'klasik' saya terkikis..hinggapun saya bisa men-share di forsup..




Mohon maaf bila saya ada kesalahan pemilihan kata yang mungkin kurang berkenan dihati...saat saya mengungkapkan apresiasi saya terhadapmu mas... emoticon-shakehand mohon tidak disalahpahami.

kata "muda" disini maksud saya... sekarang saja pengetahuan dan pemahamanmu sudah begitu luas, apalagi nanti seiring dengan bertambahnya usia... emoticon-Embarrassment emoticon-2 Jempol

Quote:Original Posted By pickachoose



Mohon maaf bila saya ada kesalahan pemilihan kata yang mungkin kurang berkenan dihati...saat saya mengungkapkan apresiasi saya terhadapmu mas... emoticon-shakehand mohon tidak disalahpahami.

kata "muda" disini maksud saya... sekarang saja pengetahuan dan pemahamanmu sudah begitu luas, apalagi nanti seiring dengan bertambahnya usia... emoticon-Embarrassment emoticon-2 Jempol



hehe, tidak jadi jadi soal Mas emoticon-shakehand

Wallahu hu a'lam, bisa jadi makin berumur malah lupa diri..emoticon-Big Grin:
JIN berbicara sama saya dengan gerakan jari dan lidah.. tapi susah dimengerti
Quote:Original Posted By noyzx


mungkin ada kepuasan bagi yang memahaminya

bisa jadi, kadang mencari yg tersembunyi
Quote:Original Posted By nagakuning31


ini seperti bab qosam qosam pemangil jin gan..... banyak spesial efecxnya heeeeee jadi sabar dulu nanti bakal ada pencerahan berikutnya

nunggu updatean dari mbahe dlu
Quote:Original Posted By Sunyaruri


KH. Idris Marzuqie Lirboyo pernah berkata :
-
“Kowe ki nek nompo dungo-dungo Jowo seko kiai sing mantep. Kae kiai-kiai ora ngarang dewe. Kiai-kiai kae nompo dungo-dungo Jowo seko wali-wali jaman mbiyen. Wali ora ngarang dewe kok. Wali nompo ijazah dungo Jowo seko Nabi Khidlir. Nabi Khidlir yen ketemu wali Jowo ngijazaji dungo nganggo boso Jowo. Ketemu wali Meduro nganggo boso Meduro.”


----------
Ada kisah unik mengenai doa bahasa Jawa ini. Suatu ketika di Tanah Arab terjadi kekeringan, lama sekali tidak turun hujan. Mengatasi masalah ini, Raja Hijaz mendatangkan ulama-ulama Makkah dan Madinah, mereka dimintakan doa di depan Ka’bah agar hujan turun segera. Usai seluruh ulama berdoa, hujan tak kunjung turun, malah semakin panas hingga beberapa bulan. Raja Hijaz pun tiba-tiba ingat ada satu ulama yang belum diundang untuk dimintai doa.
-
Dicarilah ulama tersebut, setelah ketemu, ternyata perawakan ulama tersebut pendek, kecil dan kulitnya hitam. Ulama tersebut bernama Syaikh Nawawi bin Umar Tanara Al Bantani Al Jawi. beliau ahli bahasa arab dan mempunyai karya 40 judul, semuanya berbahas arab.
-
Kemudian, ulama asal dusun Tanara, Tirtayasa, Banten tersebut berangkat berdoa meminta hujan kepada Allah SWT di depan Ka’ba. Anehnya, meski Syaikh Nawawi Banten mampu berbahasa Arab dengan fasih, di depan Ka’bah beliau berdoa meminta hujan dengan memakai bahasa Jawa. Para ulama Makkah dan Madinah yang berdiri di belakangnya menyadongkan tangan sambil berkata “amin”. Mbah Nawawi berdoa: “Ya Allah, sampun dangu mboten jawah, kawulo nyuwun jawah.”
-
Seketika hujan turun. Yang berdoa berbahasa Arab dengan fasihnya tidak mujarab, sedangkan dengan bahasa Jawa malah justru ampuh.
-
Pesan Moral *Ojo Sok Ngremehke liyan*

berarti yg menentukan adl kualitas individu seseorang, walau hanya sekedar bahasa IBU... tak perlu susah payah mencari yg samar keberadaanya..

-------------------
(Kumpulan Pitutur Kyai)

mbahe jebolan pondok lirboyoemoticon-Bingung (S)
Discuss nya asik banget niiiemoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By darklord33
bisa jadi, kadang mencari yg tersembunyi

nunggu updatean dari mbahe dlu

mbahe jebolan pondok lirboyoemoticon-Bingung (S)


Iya puh..karena penasaran dg sesuatu yang trsembunyi, padahal dalam diri manusia jg ada yg trsembunyi
Quote:Original Posted By darklord33


mbahe jebolan pondok lirboyoemoticon-Bingung (S)


sekedar 'santri kalong' atau santri bale2...orang pada ngaji saya seringnya ketiduran Mbah..emoticon-Big Grin

Pandeglang & Bogor...
(kalau yg di Bogor, dulu banyak Kyai ataupun para Habaib yg sering ngumpul disana/berguru kpd Kyai saya, bahkan beberapa Habaib yg Mahsyur sekarang, dulunya jg belajar kpd Beliau (Alm. Kyai) saya...dan saya sering ikut nimbrung saja..

tetapi sekarang lbh banyak di Pandeglang-nya,,,karena selain rumah disana..adik2 maupun sodara yg pd nyantri di Abuya Dimyati..suka pd ngumpul2 atau menginap...kalau pas saya mudik..atau libur nasional..
Setelah baca trit ini, saya baru sadar pak haji yang dulu ngobatin saya ternyata berilmu tinggi. Dia tinggal di baros dan santri dari buya kuncung. Pernah bilang dia dulu punya emas sekarung 100kg, cuman berapa karung lupa. Lalu emas tersebut dipendam di beberapa daerah karena kalau ngejar duniawi dia dikasih gila. Ibu saya pernah dikasih liat batu giok bulat 4 buah segede onde-onde dan 1 kujang giok. Dia nawarin 500jt untuk 1 bola giok kalau semuanya termasuk kujang 2M. Dan pak haji ini keturunan prabu siliwangi.
ane sok tau

bahasa jin itu bahasa ghoib, bahasa ruh, bahasa falaqi/langit. so..kalo mo bicara bahasa langit ya pakenya bahasa qolbu/tretek ati. mo pake bahasa daerah mana saja, kalo keywordnya ga tepat sama kayak orang meracau gak jelas

emoticon-Peace
Quote:Original Posted By CasCusCer
Setelah baca trit ini, saya baru sadar pak haji yang dulu ngobatin saya ternyata berilmu tinggi. Dia tinggal di baros dan santri dari buya kuncung. Pernah bilang dia dulu punya emas sekarung 100kg, cuman berapa karung lupa. Lalu emas tersebut dipendam di beberapa daerah karena kalau ngejar duniawi dia dikasih gila. Ibu saya pernah dikasih liat batu giok bulat 4 buah segede onde-onde dan 1 kujang giok. Dia nawarin 500jt untuk 1 bola giok kalau semuanya termasuk kujang 2M. Dan pak haji ini keturunan prabu siliwangi.


Rada janggal, ga ngejar duniawi tapi nawarin giok yg mahal? Hmmm
Quote:Original Posted By CasCusCer
Setelah baca trit ini, saya baru sadar pak haji yang dulu ngobatin saya ternyata berilmu tinggi. Dia tinggal di baros dan santri dari buya kuncung. Pernah bilang dia dulu punya emas sekarung 100kg, cuman berapa karung lupa. Lalu emas tersebut dipendam di beberapa daerah karena kalau ngejar duniawi dia dikasih gila. Ibu saya pernah dikasih liat batu giok bulat 4 buah segede onde-onde dan 1 kujang giok. Dia nawarin 500jt untuk 1 bola giok kalau semuanya termasuk kujang 2M. Dan pak haji ini keturunan prabu siliwangi.


modus nye kurang canggih ..harus banyak belajar dari dedengkot tuti tuti disini deee ...................... emoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By ashemodai
Rada janggal, ga ngejar duniawi tapi nawarin giok yg mahal? Hmmm


ho oh..rada mencurigakeun ya gan.. emoticon-Hammer2
Quote:Original Posted By CasCusCer
Setelah baca trit ini, saya baru sadar pak haji yang dulu ngobatin saya ternyata berilmu tinggi. Dia tinggal di baros dan santri dari buya kuncung. Pernah bilang dia dulu punya emas sekarung 100kg, cuman berapa karung lupa. Lalu emas tersebut dipendam di beberapa daerah karena kalau ngejar duniawi dia dikasih gila. Ibu saya pernah dikasih liat batu giok bulat 4 buah segede onde-onde dan 1 kujang giok. Dia nawarin 500jt untuk 1 bola giok kalau semuanya termasuk kujang 2M. Dan pak haji ini keturunan prabu siliwangi.


Quote:Original Posted By ashemodai


Rada janggal, ga ngejar duniawi tapi nawarin giok yg mahal? Hmmm


Quote:Original Posted By bagong2018


modus nye kurang canggih ..harus banyak belajar dari dedengkot tuti tuti disini deee ...................... emoticon-Ngacir


Quote:Original Posted By karimuntajit


ho oh..rada mencurigakeun ya gan.. emoticon-Hammer2


iya jg tuh,
kok nysntri sama 'buaya', terindikasi mencemarkan predikat santri,
saya agak kecewa olh pihak2 seperti ini, lagipula banyak Ponpes berkualiatis dan Guru/Kyai yg mahsyur di wilayah Baros/Banten..dengan Kajian yg Haq..

tapi tetap memang dimanapun "Ada Cahaya ada pula Bayangnya".


Yaa namanya aja lagi ngomong ngelantur. Tapi kok dia kuat ya tirakatnya ? Seperti pertama melihat matahari dengan mata telanjang tanpa berkedip dari keluar sampai terbenam (gagal karena dia kuatnya sampai jam 11 siang). Opsi kedua puasa selama setahun tanpa tidur, cuman lupa jam berapa sahur dan buka puasanya (gagal karena ketiduran padahal sudah setengah jalan). Opsi ketiga, 3 tahun hanya makan dedaunan dan yang ini berhasil dia lakukan. Kesananya dia gak cerita lagi. Oh ya ilmu itu untuk pengobatan media piring untuk melihat penyakit mirip rontgen lah. Ilmu ini dia dapat karena terpilih oleh Abuya Kuncung untuk mengamalkannya.