alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a06596cdad770b9668b4568/mengapa-orang-percaya-tuhan
Mengapa Orang Percaya Tuhan
Apa yang membuat orang percaya pada Tuhan? Apakah intuisi, atau logika?

Mengapa Orang Percaya Tuhan

Para ilmuwan dari Oxford University dan Coventry University mencoba mencari jawabannya melalui sebuah penelitian. Mereka menemukan, bukan intuisi atau logika yang menumbuhkan religiositas.

Sebelum ini, beberapa penelitian pada umumnya berpendapat bahwa orang-orang religius lebih mengandalkan naluri ketimbang analisis faktual. Dan ketika mereka menjadi lebih analitis, mereka menjadi kurang religius.

Akan tetapi kini penelitian baru menunjukkan faktor terbesar yang menentukan religiositas seseorang bukanlah intuisi melainkan budaya. Pola pengasuhan dan lingkungan sosial seseorang lah yang mungkin menentukan tingkat keimanan, bukan intuisi.

Kesimpulannya, orang tidak terlahir sebagai orang yang percaya pada agama atau keyakinan tertentu. Jadi, seseorang tidak menjadi religius karena karakteristik tertentu dalam kepribadian mereka.

Studi mendetail tentang asal mula religiositas dalam diri seseorang ini dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports.

"Keyakinan religius kemungkinan besar berakar pada budaya dan bukan pada intuisi intuitif," tulis Miguel Farias, penulis utama riset dalam rilis pers.

Sebelumnya, ada perdebatan panjang mengenai masalah ini, namun penelitian menantang teori bahwa menjadi penganut agama ditentukan oleh seberapa besar individu mengandalkan pemikiran intuitif atau analitis.

Phys.org melansir, tim peneliti memulai studi dengan mewawancarai peserta Camino de Santiago de Compostela, di utara Spanyol, salah satu perjalanan ziarah terbesar di dunia. Para peserta ditanya tentang kekuatan keyakinan mereka, dan berapa lama mereka menghabiskan waktu dalam perjalanan.

Pada studi bagian kedua, para peneliti menggunakan tugas probabilitas untuk menilai pemikiran intuitif para peserta ziarah. Tugas tersebut mewajibkan peserta memilih antara pilihan logis, dan berdasarkan firasat.

Pada tahap ini, peneliti juga tidak menemukan hubungan antara kekuatan keyakinan supranatural dan intuisi.

Dalam studi ketiga, para peneliti menggunakan teka-teki matematika dan stimulasi otak untuk meningkatkan intuisi, atau penghambatan kognitif yang dianggap mengatur pemikiran analitis.

Latihan stimulasi otak yang dilakukan para peserta ziarah melibatkan arus listrik yang tak menyebabkan rasa sakit. Ini mengaktifkan daerah otak yang mengendalikan kontrol hambat.

Menurut para peneliti, penelitian sebelumnya telah mengemukakan pemikiran bahwa orang ateis menggunakan area otak ini lebih banyak saat mencoba untuk menahan keyakinan terhadap hal-hal supranatural.

Sementara, tim riset menemukan bahwa tidak ada kaitan antara pemikiran intuitif dan kepercayaan supranatural.

Bukan hanya itu, stimulasi otak--yang meningkatkan tingkat penghambatan kognitif--tidak mengubah tingkat kepercayaan supranatural.

Sehingga, ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara keduanya.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa religiositas merupakan produk dari faktor sosial budaya, seperti pola asuh dan pendidikan. Menurut periset, gagasan bahwa kepercayaan pada Tuhan bersifat intuitif atau alami adalah prematur.

"Kami pikir, orang-orang tidak terlahir sebagai orang percaya dengan cara yang sama seperti kita tanpa berusaha pun akan belajar bahasa sejak usia dini," kata Farias.

Lanjut Farias, data sosiologis dan historis yang ada menunjukkan bahwa apa yang kita yakini, terutama berdasar pada faktor sosial dan pendidikan, dan bukan pada gaya kognitif, seperti pemikiran intuitif atau analitis.

"Keyakinan religius kemungkinan besar berakar pada budaya dan bukan pada intuisi," pungkas Farias.

Sebelum penelitian Farias dan tim, Profesor Steven Reiss, seorang psikolog di Ohio State University, AS pernah mengklaim telah menemukan jawaban, mengapa orang menganut sebuah agama sebagai bentuk kepercayaan.

Kala itu Profesor Reiss mengklaim bahwa agama hanya merupakan alat untuk memenuhi keenambelas kebutuhan dasar manusia.

Termasuk di dalamnya rasa penasaran, penerimaan, keluarga, kehormatan, idealisme, kebebasan, keteraturan, aktivitas fisik, kekuatan, cinta, tabungan, kontak sosial, makan, status, ketenangan dan balas dendam.

Kesimpulan ini dicapai Profesor Reiss setelah menyurvei 100 ribu orang dan 270 agama yang berbeda tentang bagaimana mereka mengejar tujuan lewat agama dan keyakinan.

Sumber:
https://beritagar.id/artikel/gaya-hi...-percaya-tuhan

Literasi Primer Sumber:
Jurnal
https://www.nature.com/articles/s41598-017-14090-9

Media
https://news.osu.edu/news/2015/10/05...igious-belief/
https://www.eurekalert.org/pub_relea...-wdw110717.php
https://m.phys.org/news/2017-11-reli...-rational.html


jadi keinget lagunya si botak, apakah manusia betul2 tulus terhadap Pencipta dan sesamanya?

"Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau sujud menghadap-Nya?"

Kalau saya sejujurnya tetap pegang tuntunan itu, lebih lebih saat harus berbicara dg diri sendiri (kontemplasi dan evaluasi diri), berdialog Tuhan yg ada dlm tubuh saya. Demi mengevaluasi dan memperbaiki perbuatan2 saya.
tunggu alumni dulu deh emoticon-Takut (S)
Pinjam utk kepentingan trid ya

Quote:Original Posted By Kreuzberg


Berapa persen sih negara maju yang tingkat religiusitas penduduknya tinggi? emoticon-Embarrassment

Gw kasih contekan 20 most and least religious countries ya:

The 20 most religious countries

Ethiopia - 99% feel religious
Malawi - 99%
Niger - 99%
Sri Lanka - 99%
Yemen - 99%
Burundi - 98%
Djibouti - 98%
Mauritania - 98%
Somalia - 98%
Afghanistan - 97%
Comoros - 97%
Egypt - 97%
Guinea - 97%
Laos - 97%
Myanmar - 97%
Cambodia - 96%
Cameroon - 96%
Jordan - 96%
Senegal - 96%
Chad - 95% (six other countries - Ghana, Mali, Qatar, Republic of the Congo, Rwanda and Zambia - also returned a result of 95%)

The 20 least religious countries

China - 7% feel religious
Japan - 13%
Estonia - 16%
Sweden - 19%
Norway - 21%
Czech Republic - 23%
Hong Kong - 26%
Netherlands - 26%
Israel - 30%
United Kingdom - 30%
New Zealand - 33%
Australia - 34%
Azerbaijan - 34%
Belarus - 34%
Cuba - 34%
Germany - 34%
Vietnam - 34%
Spain - 37%
Switzerland - 38%

http://www.telegraph.co.uk/travel/maps-and-graphics/most-religious-countries-in-the-world/

Lalu, coba perhatikan dua graphic chart ini:

Mengapa Orang Percaya Tuhan

Mengapa Orang Percaya Tuhan

Found the correlation yet?


Udah pada nonton film ini?

Konteks permasalahannya mirip dg yg terjadi di negara kita, cm beda konten. emoticon-Big Grin

youtube-thumbnail

kalo masalah ginian no coment!! masalah sangat sensitif di negara ini! kususnya agama mayoritas, gak boleh di kritik!
emoticon-I Love Indonesia
sampai ada org radikal paok percaya tuhan menghamili manusia

pakailah logika pikir sehat
mana mungkinlah tuhan tega menghamili anak gadis perawan
Orang atheist aja percaya Tuhan.

Dulu di bpln ada yang ngaku-ngaku atheist sampek sumpah demi Tuhan

GW ATHEIST, DEMI TUHAN!

Ditulisnya huruf kapital warna merah hehehe..
Agama Warisan dong
Jadi ingat adek AFI
emoticon-Mewek
Quote:Original Posted By silitneonhuuek
Orang atheist aja percaya Tuhan.

Dulu di bpln ada yang ngaku-ngaku atheist sampek sumpah demi Tuhan

GW ATHEIST, DEMI TUHAN!

Ditulisnya huruf kapital warna merah hehehe..


hari gini lu masih percaya orang yang teriak2 atheis di internet? emoticon-Gila
gw copas dah postingan gw dari sebelah..

dan di thread ginian.. biasanya di bawah ada komen2 SARA yg menghina suatu/beberapa agama tertentu yg diakui di Indonesia.. (kepercayaan sudah diakui ya..)

Reminder.. biar agan2 ga kelepasan posting..


Dalam pasal 4 disebutkan: Pada KUHP diadakan pasal baru yaitu pasal 156a yang berbunyi: 

 Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:

a. Yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.

b. Dengan maksud agar orang tidak menganut agama apapun juga yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa”.
agama pada dasarnya dipakai untuk menaikkan ego miskiner supaya tidak rusuh / stres dalan menghadapi kehidupan!!! emoticon-Marah

dan pada akhirnya dengan penuh rasa bangga bisa mengatakan "uang tidak dibawa mati" , "orang miskin pewaris syurga" , "buat apa kaya kalau masuk neraka?" emoticon-Marah
Quote:Original Posted By botak.biadabb


hari gini lu masih percaya orang yang teriak2 atheis di internet? emoticon-Gila


Bocah gemblung! Ada gw nulis percaya gitu? emoticon-Bingung (S)
Quote:Original Posted By cskebo
kalo masalah ginian no coment!! masalah sangat sensitif di negara ini! kususnya agama mayoritas, gak boleh di kritik!
emoticon-I Love Indonesia


lo suka zinah gak ?
lo suka minuman sorga gak ?
lo suka bohong2/tiipu2 kagak ?
lo suka korup gak ?
lu suka darmaji gak ?

emoticon-Leh Uga




kalo kata gw sih
orang2 yg sok agamis itu , tanpa disadari sering mempermalukan agamanya sendiri , dengan perbuatan nistanya emoticon-Stick Out Tongue
Beritagar kafir....

Ini penghinaan, laknat.. emoticon-Mademoticon-Mad
Quote:Original Posted By silitneonhuuek
Orang atheist aja percaya Tuhan.

Dulu di bpln ada yang ngaku-ngaku atheist sampek sumpah demi Tuhan

GW ATHEIST, DEMI TUHAN!

Ditulisnya huruf kapital warna merah hehehe..


dulu? kapan? bukti donk

emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By kafiran
lo suka zinah gak ?
lo suka minuman sorga gak ?
lo suka bohong2/tiipu2 kagak ?
lo suka korup gak ?
lu suka darmaji gak ?

emoticon-Leh Uga




kalo kata gw sih
orang2 yg sok agamis itu , tanpa disadari sering mempermalukan agamanya sendiri , dengan perbuatan nistanya emoticon-Stick Out Tongue


bilang akhirat gak ada aja bisa dilaporin!
emoticon-I Love Indonesia
Karena mayoritas manusia lebih bahagia ketika ada yang memperhatikan mereka. emoticon-Cool
Karena manusia itu lemah, karena manusia itu takut mati, karena manusia itu...



Sudah itu aja emoticon-Cool
Quote:Original Posted By komodo.ipk.2.56
agama pada dasarnya dipakai untuk menaikkan ego miskiner supaya tidak rusuh / stres dalan menghadapi kehidupan!!! emoticon-Marah

dan pada akhirnya dengan penuh rasa bangga bisa mengatakan "uang tidak dibawa mati" , "orang miskin pewaris syurga" , "buat apa kaya kalau masuk neraka?" emoticon-Marah


wkwkwkk

Logikanya luarbiasa ya? emoticon-Embarrassment

Emangnya orang kaya gk boleh masuk surga wkwkwk emoticon-Ngakak
Intinya percaya ama Tuhan atau supreme being itu udah naluri ajah kalao manusia mah. salah satu alasannya adalah karena manusia itu berakal, dan berpikir tentang keberadaan dirinya. bisa diliat juga, dimana pun orang itu berada, mau dikota besar, primitive, lokasi manapun , pasti ada sesuatu yang di 'Tuhan' kan. ateis yang gak menganggap tidak ada tuhan, sbenarnya menolak konsep tuhan sebagai sebuah entitas doang kan. emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By B.Dog.God


wkwkwkk

Logikanya luarbiasa ya? emoticon-Embarrassment

Emangnya orang kaya gk boleh masuk surga wkwkwk emoticon-Ngakak


hampir semua ajaran menghinakan horang kayah dengan stereotipe sebagai penyebab dan penindas orang miskin!!! emoticon-Marah