alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a062830dac13e9f048b4567/roman-sejarah-sinar-jingga-ditanah-blambangan

[ROMAN SEJARAH] SINAR JINGGA DITANAH BLAMBANGAN

Tampilkan isi Thread
Halaman 194 dari 223
nunggu update akhir pekan lg nih
trimakasih ki curah...
updatenya siang mulu sekarang,
ntar ganti tengah malam ya ki,updetnya
emoticon-Cendol Gan
Quote:

Nah ini. Versi bahagianya yang susah dibuat hahaha

Quote:

Kisah dua kerajaan itu cikal bakal kerajaan Singosari sampai Majapahit.
Kisah panji kan diulas di cerita ini. Chandra Kirana.

Quote:

Makasih setia menunggu updetan hehehe

Quote:

Nah serunya gimana? Mumpung belum ditulis lanjutannya

Quote:

Ini belum kelar gan. Part dibatasi 20.000 karakter oleh kaskus.

Quote:

Hahaha jangan melo lah gan

Quote:

Makasih masukannya. Tapi ini kembali ke alur cerita utama yang direncanakan jauh jauh hari sebelum bikin trit ini.

Quote:

Hahaha Laksamana Cheng Ho dah lanjutkan perjalanan gan.

Quote:

Betul. Makanya Cari ngotot minta cerai langsung ke Pangeran Mahesa. Agar tidak mencoreng nama Jingga.

Quote:

Masih gan. Belum tau sampai kapan

Quote:

Kalau pak Pram kan menggunakan kisah arok dedes untuk menggiring pembaca membenarkan ideologinya gan. Kalo saya bingung mau ngarahin kemana. Hahaha

Quote:

Sabar gan. Masih diolah part lanjutannya.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ipunk3133 dan 2 lainnya memberi reputasi
Lihat 2 balasan
Quote:


Tinggal bikin bahagia gtu..
G' ada kandidat cowok sih, selain jingga tentu'y.
Klw ma jingga, fans'y lencari bisa demo.
emoticon-Ngakak (S)

Hmm..
Nah, ntu..
Kisah itu juga gpp.
Biasa'y yg legend2 tuh seru.
emoticon-Wowcantik
paman jangan matiin cari paman, sembuhin cari dicerita lanjutan ntaremoticon-Matabeloemoticon-Sorry
jgn sprt kisah akhir siti nurbaya ya ki curah
yg semuanya mati...
pgnya sih lencari bs menikmati kebahagiaan brsma jingga dan jd suami istri
Balasan post curahtangis
Ki curah pandai mengaduk-ngaduk perasaan pembaca. Sampai baca 1 part updatenya rasanya kurang...emoticon-Ngakakemoticon-Wkwkwk
Balasan post curahtangis
Quote:


Lencari hidup sehat emoticon-Big Grin
Kalo lencari mokad and jingga mokad udah kayak pilem India emoticon-Big Grin
Diubah oleh dikalasenang
,,,,,,,,,,,,,,
selamat pagi paman curah
udah page 194 kirain udah ada updatean dr ki curah hehe
ayo ki dilanjut penasaran ini...
LUAR BIASA...
Salut untuk ki curah..

butuh 5 hari utk menyelesaikn bacaan..

Semoga ki Curah tidak bosen update..

Semoga ki curah sehat selalu
ayo lanjut lg paman emoticon-2 Jempolemoticon-Cendol Gan
nunggu ki curah lembur
Ki curah mantap. Majapahit punya cerita kisah cinta selerah rakyat yang menyayat. Hadeh.
Lanjut ki.... Di tunggu updatenya.
JINGGA BIMBANG


Untari bergegas membuka pintu setelah diketuk Jingga dengan nada tertentu. Ia langsung tersipu saat melihat ada orang lain bersama Kakangnya. Lelaki dewasa yang tampan tersenyum padanya. Buru buru Ia sembunyi merapikan diri.
"Tari, ini Raden Kijang," Jingga mengenalkan Raden Kijang Anom ke Untari.
"Paman, ini adikku Untari."
Keduanya saling angguk dan tersenyum. Jingga mengamati ekspresi keduanya. Ia lega melihat keduanya sepertinya tidak ada sinyal penolakan.
Jingga mempersilahkan Raden Kijang Anom duduk di ruang tamu. Ruang terbuka di depan bilik dengan bale cukup besar. Jingga sengaja menyewa bilik besar yang terpisah dari bilik bilik tamu yang lain. Alasannya Ia membawa istrinya yang sakit, butuh tempat yang lebih tenang.
Saat duduk, Raden Kijang Anom mengawasi sekitar. Penginapannya sederhana mirip rumah di dusun.
Jingga memanggil Untari untuk bergabung didepan. Malu malu lencari mendekati Jingga. Duduk di sebelah Jingga.
"Bagaimana keadaan Kak Cari?"
"Sedang tidur, habis mandi barusan."
Untari menceritakan banyaknya kemajuan kondisi Lencari. Sekarang sudah bisa berjalan sendiri meski harus sering berpegangan.

Jingga bersyukur mendengarnya, memang sepanjang perjalanan. Lencari terlihat mulai kembali pulih. Dari berbaring sepanjang hari, mulai berlama lama duduk bersandar. Memang nasib orang tidak bisa ditebak. Difonis sakit parah tidak bisa pulih lagi. Membuat orang orang sekelilingnya khawatir kala Lencari bersikeras melakukan perjalanan jauh ke Wilwatikta. Tak sedikit yang takut kalau Lencari tidak akan pernah bisa sampai Wilwatikta.

Ternyata tekad Lencari dan kesungguhan Jingga merawat sepanjang perjalanan sepekan lebih menjadi perantara membaiknya kesehatan Lencari. Pipinya sudah mulai berisi. Wajahnya merona merah. Tubuhnya tidak ringkih lagi.

Sepanjang perjalanan, Jingga mencari berbagai tanaman obat yang diajarkan Ki Genter. Tanaman itu diramu untuk diminum Lencari secara berkala. Sebelumnya, Jingga sempat menguras isi perut Lencari. Seperti yang diajarkan Ki Genter. Sebelum mengobati menggunakan ramuan herbal, isi perut yang mengandung endapan endapan racun penyebab penyakit harus dibuang dulu. Baik dengan dimuntahkan maupun dicairkan. Setelah itu baru ramuan buatan Jingga diminumkan secara berkala. Ramuan itulah yang membantu mengembalikan fungsi fungsi organ tubuh Lencari. Membangkitkan daya tahan tubuhnya dari serangan penyakit serta memperbaiki kerusakan tubuh.
Hal inilah yang menjadikan perjalanan dari Kahuripan ke Wilwatikta sampai sepekan lebih, karena harus sering berhenti menginap di dusun dusun sepanjang jalan.

Raden Kijang Anom turut gembira mendengar mulai pulihnya kesehatan Lencari.
"Tari, Raden Kijang inilah yang menolong Kakang selama di Kahuripan, menjadikan Kakang Prajurit Jalayudha. Dan terakhir memulihkan keamanan Blambangan sebelum dihancurkan Senopati Branjangan," papar Jingga mengalihkan pembicaraan mengenai Lencari.
"Ah, tidak usah dibesar besarkan, semua sudah berlalu. Aku turut prihatin dengan perilaku penggantiku. Aku malah curiga, pengangkatanku bukan untuk menghargai jerih payah pasukanku menstabilkan situasi Blambangan, tetapi mengeluarkanku dari Blambangan agar bisa digarap orang orang mereka.
Sekian lama aku selidiki, berharap kecurigaanku salah. Tapi semakin diselidiki, semakin kentara bahwa dugaanku itu benar.
Aku mencoba membantu dari dalam, namun di Keprajuritan sejak diangkat. Aku tidak memiliki kekuatan apapun, tak ada pasukan yang bisa aku perintah. Jadi sebenarnya aku dibuang secara halus.

Tak tahan dengan perlakuan mereka, Aku memilih mengundurkan diri. Sekarang aku sudah bukan seorang prajurit,"

Untari khidmat menyimak pembicaraan Kakangnya dengan Raden Kijang Anom. Ia tahu sedikit sedikit urusan keprajuritan karena sering mendengar pembicaraan Ayahanda dan Ibundanya dulu.
"Menurut Paman, siapa otak dibelakang ini semua?"
"Siapa lagi kalau bukan Dutamandala, Ia yang membawa urusan pribadi merembet kemana mana."
"Bagaimana menghentikan perbuatannya itu?"
"Bongkar keburukannya, kita ajukan ke Mahapatih atau Raja. Agar Ia dihukum sesuai kejahatannya."
Jingga mengangguk, Ia maklum dengan Raden Kijang Anom. Sebagai mantan prajurit yang taat aturan. Meski sudah keluar, tetap berada dalam aturan itu. Benar benar ksatria yang patuh pada hukum. Padahal data itu Jingga yakin Mahapatih sudah tahu. Mungkin Maharaja juga sudah tahu. Tapi karena politik kepentingan dan prioritas. Maka Dutamandala aman aman saja.

"Tari, Kakang tadi minta tolong ke Raden Kijang Anom untuk membantu menjaga Lencari selama Kakang melaksanakan tugas. Semoga kamu tidak keberatan atas kelancangan Kakang. Bagaimana menurutmu?"
"Terserah Kakang," jawab Untari sambil menunduk malu. Jingga tersenyum melihat sikap Untari yang manis.
"Nah sudah beres sekarang, tinggal mana yang didahulukan, menyelesaikan perkara dengan Dutamandala atau mengantar Lencari ke Pangeran Mahesa,"
"Agak repot juga. Status buronmu itu yang sedikit menyulitkanmu."
"Iya,"
"Kalau Pangeran mengantarkan Lencari ke Pangeran Mahesa, bisa bisa keberadaan Pangeran diketahui Dutamandala lebih dulu. Kalau mendahulukan mengurus Dutamandala. Lencari akan gelisah menunggu terlalu lama." Raden Kijang Anom menebak kegalauan perasaan Jingga.
Jingga tersenyum mendengar analisa Raden Kijang Anom.
"Tidak ada masalah Paman, selama Paman bersedia membantu menjaga," jamin Jingga tanpa menjelaskan rencananya.

Jingga dan Raden Kijang Anom terus berdiskusi ke hal hal lain. Mereka tidak menyadari dari dalam bilik. Lencari menyimak setiap pembicaraan. Ia yang sudah terbangun dari tadi, pura pura tidur agar bisa mengikuti semua pembicaraan tentang dirinya. Lencari bertekat untuk menyelesaikan sendiri, tak ingin merepotkan Jingga lagi.

***

Sesuai kesepakatan, Raden Kijang Anom ikut menginap di penginapan. Menyewa bilik paling dekat. Sehingga bisa setiap saat mengawasi saat Jingga keluar melaksanakan penyelidikan Dutamandala. Raden Kijang Anom tidak menanyakan apapun yang dilakukan Jingga kalau tidak diceritakan. Ia menghargai sikap Jingga, hal ini mungkin dikarenakan Jingga tidak ingin Raden Kijang Anom terseret urusan dengan Dutamandala. Meskipun dirinya tidak masalah bila harus berhadapan dengan Dutamandala demi membela Jingga.

Mau tidak mau, Raden Kijang Anom selalu bersama Untari. Awalnya pembicaraan mereka sangat kaku dan lucu. Tapi dasar sifat Untari yang ceria, setelah dirinya tidak grogi lagi dengan keberadaan Raden Kijang Anom. Ia mulai bisa memancing pembicaraan yang lebih santai. Jadilah mereka setiap berjumpa sudah punya bahan untuk dibicarakan. Bersama Untari, Raden Kijang Anom yang kutu buku itu bisa nyaman bercanda. Ia merasa bertambah muda, seumuran Jingga.

Sementara Lencari sengaja menjaga jarak kepada Raden Kijang Anom. Ia menyadari dahulu Raden Kijang Anom pernah ada hati kepadanya meski tidak diungkapkan. Ia takut bila dekat dekat, akan membangkitkan perasaan itu. Ia juga melihat Raden Kijang Anom dan Untari semakin dekat. Saat diberitahu Jingga kalau Ia hendak menjodohkan keduanya, Lencari sepenuhnya setuju. Maka saat Raden Kijang Anom datang, Lencari dengan sejuta alasan meninggalkan mereka berdua bersama. Ia sendiri tidur didalam bilik tersenyum senyum sendiri mendengar pembicaraan keduanya di depan.

Jingga sendiri sudah berhari hari menyelidiki keberadaan Dutamandala dan Pangeran Mahesa. Dutamandala tidak begitu ketat menjaga diri seperti dahulu. Sepertinya Ia terlalu percaya diri kalau dirinya aman dari musuhnya. Ia sudah berani menampakkan diri dalam beberapa acara meski tetap berada dalam kawalan ketat. Setiap kegiatan selalu kembali ke rumah. Keluarganya sudah kembali berkumpul dengannya. Terlihat bahwa kini hidupnya sudah normal.

Sedang Pangeran Mahesa tetap menempati kediamannya. Bilik tempat Lencari dibiarkan kosong. Tak ada perempuan lain pengganti Lencari disana. Kegiatannya biasa biasa saja. Bekerja di Kementrian, pulang kerja langsung pulang atau ketempat Ibundanya. Ketiadaan perempuan disisi Pangeran Mahesa mengembalikan kebiasaan lama. Berkumpul keluarga dirumah Ibunda.

Jingga terkejut mendengar kabar jatuhnya Pamotan. ditandai dengan dipenggalnya Bhree Wirabhumi. Jingga miris dengan peperangan itu. Peperangan antar keluarga kerajaan. Apalagi sampai harus memenggal kepala. Banyak kalangan menyayangkan kejadian pembunuhan itu. Terutama orang orang tua yang tahu darah yang mengalir di tubuh Bhree Wirabhumi dan istrinya itu darah tertinggi dalam dinasti Majapahit sekarang ini. Bhree Wirabhumi yang merupakan anak keturunan dari Prabu Hayam wuruk, Tribhuwana Tunggadewi, Raden Wijaya, pendiri Majapahit. Sedang istrinya adalah cucu Rajadewi, saudara Tribhuwana Tunggadewi. Jadi tak layak menghinakan keturunan Raden Wijaya seperti itu.
Yang menenangkan, kabar keadaan Ratna yang semula ditawan kemudian dikembalikan statusnya setelah diprotes kalangan penasehat istana, karena seluruh putri Bhree Wirabhumi dan Nagarawardhani adalah keturunan terbaik dari Raden Wijaya saat ini. Menghinakan mereka sama saja menghinakan Raja Raja Majapahit terdahulu yang menjaga kehormatan keturunannya.

Dari pembicaraan kalangan istana, Ratna diangkat menjadi permaisuri menggantikan Kusumawardhani yang telah meninggal berdekatan dengan meninggalnya ibunda Ratna, Nagarawardhani.
Jingga tidak bisa datang menghibur Ratna. Jangankan menghiburnya, melihatnya saja sudah sulit. Penjagaannya sangat berlapis. Setara penjagaan untuk Raja.
Ia juga tidak bisa apa apa. Ini urusan dalam keluarga dinasti Majapahit. Jingga tidak punya hak apa apa. Yang membuat tenang, bagaimanapun Ratna sekarang berkumpul dengan saudara saudara dan pengikut setianya di Majapahit.
Ia hanya mendoakan semoga Ratna mendapatkan kebahagiaan di kehidupannya yang baru.

Sementara itu, kabar tentang kekalahan Pasukan Senopati Branjangan menjadi anti klimak dari kisah sukses Pasukan Wilwatikta yang menundukkan Pamotan. Setelah sekian tahun berperang, rakyat Majapahit merindukan kabar kemenangan dari prajuritnya. Jadi wajar semua merasa terganggu dengan itu. Sampai Raja memerintahkan langsung untuk membereskan Blambangan agar tidak menjadi duri dalam daging. Rakyat harus melihat bahwa Majapahit adalah yang terkuat. Rakyat tidak boleh tahu kalau kerajaan sedang krisis keuangan sehingga tidak mampu membayar denda kepada Laksamana Cheng Ho. Semakin tertekan kondisi kerajaan, maka reaksinya akan semakin keras untuk menutupinya. Dan kini yang menjadi sasaran pelampiasan adalah Blambangan.

Jingga gelisah melihat perkembangan itu. Apa Jadinya nanti bila Majapahit mengirim pasukan besar besaran. Bagaimana nasib Rakyat Blambangan yang harus berperang terus menerus. Semakin berpikir, Jingga semakin merasa bersalah. Semua ini dirinyalah penyebabnya. Seandainya dari dulu Ia selesaikan, urusannya tidak akan berlarut larut seperti ini. Tidak akan sampai mengorbankan Ayahanda, Ibunda, Kakaknya, Paman Andaka dan seluruh rakyat Blambangan.

Hatinya semakin bimbang dengan peperangannya setelah melihat barisan perempuan yang kuyu dan lusuh menangis sedih. Mereka antri mengambil barang barang milik suaminya yang tewas dalam peperangan serta santunan yang tidak seberapa dibanding dengan nyawa suami, ayah, anak mereka.

"Akulah penjahat sesungguhnya, akulah yang membuat banyak keluarga kehilangan tulang punggung keluarganya."
Jingga menangis sambil memandangi kedua tangannya.
"Tangan ini entah sudah membunuh berapa banyak," desisnya, kedua telapak tangannya digosok gosok seolah ada banyak darah yang masih menempel. Kenangan pembantaian di pemakaman terus menghantuinya dengan perasaan bersalah.

"Apa yang harus aku lakukan untuk menemus semua itu?"
Semakin keras berpikir, semakin gelisah dirinya. Rencananya mulai kacau. Ia tidak yakin mau melakukan yang mana. Ada keinginan dalam dirinya untuk menceritakan kepada orang lain. Tapi kepada siapa?
Kepada Raden Kijang Anom? Tidak mungkin. Raden Kijang Anom orang yang teksbook. Jingga tidak tega memberinya beban baru. Ia tak ingin beban dipundaknya pindah ke dirinya. Jingga hanya ingin Raden Kijang Anom hidup bahagia bersama Untari. Menjauh dari politik kerajaan. Menjadi orang bebas.
Kepada Untari? Anak itu satu satunya keluarga yang masih hidup. Jingga tak ingin Untari merasakan kehidupan seperti dirinya. Menanggung dosa atas penderitaan banyak orang. Jingga ingin adiknya bahagia bersama keluarganya. Jauh dari peperangan dan urusan politik kerajaan. Kalau perlu statusnya sebagai anak raja Blambangan dibuang jauh jauh.

Kepada Lencari? Jingga bimbang. Sebagai kekasih yang berjanji untuk sehidup semati memang harus saling terbuka apa yang dihadapi masing masing. Namun sebagai laki laki, pantang membagikan beban hidupnya kepada orang lain, apalagi kepada kekasihnya. Ia tidak tega.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
andir004 dan 31 lainnya memberi reputasi
Jingga km jangan galau...🥺
Swun ki updatenya 🙏🙏
wah mantab.....
Quote:

Malem sering ngantuk sekarang gan.

Quote:

Siap pokoknya bahagia hehehe

Quote:

Udah tak sembuhin wes hahaha

Quote:

Jadinya kayak dongeng HC ANDERSEN dong hahaha

Quote:

Maklum suka ngaduk semen hahaha

Quote:

Maunya kayak dongeng eropah yah


Quote:

Pagi juga

Quote:

Sekarang dah update gan

Quote:

Udah lanjut gan

Quote:

Makasih apresiasi dan doanya. Semoga agan juga sehat senantiasa

Quote:

Udah gan.meski dikit

Quote:

Ngantuk gan. Nulis ngilang ngilang terus semalam

Quote:

Makasih makasih. Dah apdet kok

Quote:

Kalau gak galau bukan jingga namanya hehe

Quote:

Oke gan

profile-picture
profile-picture
profile-picture
ashrose dan 2 lainnya memberi reputasi
Halaman 194 dari 223


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di