alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5a0490ebe05227b11f8b4568/dikhianati-rumah-sendiri-ini-langkah-dedi-mulyadi
Dikhianati rumah sendiri, ini langkah Dedi Mulyadi!
Saya hanya menulis pandangan sebagai warga negara Indonesia yang melek politik. Saya sebagai warga Jabar harus enggeh sama kondisi politik. Apalagi pergelutan sekarang menuju Jabar kahiji semakin rame.

Situasi genting saat ini, banyak partai politik yang mulai mengusung nama calon gubernur dan juga wakil gubernur terutama daerah yang memang dalam situasi siaga pemilu daerah seperti Jabar.

Gerak langkah politikus saat in akan menjadi pemberitaan, termasuk yang sedang bergulir saat ini nama calon. Bagi saya hal itu penting untuk mengetahui sang pemimpin Jabar masa depan.

Saya berasal dari Purwakarta, dan barang tentu kenal dengan sosok Bupati Purwakarta, Kang Dedi sapaan akrabnya mulai digadang-gadang dari tiga tahun terakhir menjadi calon gubernur Jabar.

Selain sosok Kang Dedi, pasti agan n sis tidak asing dengan nama Ridwan Kamil, Walikota Bandung yang fenomenal dengan kebijakannya yang pro dan melindungi hak-hak para jomblo Bandung. Dan aktifnya Ridwan Kamil di media sosialnya seperti instagram yang kekinian.

Berita yang sedang bergentayangan saat bukan hanya tentang film pengabdian setan saja, melainkan dukungan partai politik. Salah satunya adalah Partai berwarna kuning yang memang sering buat kejutan entah itu kadernya atau kebijakan partai.

Untuk pilkada Jabar sendiri, partai berlambang pohon beringin ini, mengejutkan banyak pihak dengan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) dukungan kepada Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien sebagai cagub dan cawagub Jabar.

Agan n sis kan tahu bahwa kader loyal dari partai tersebut di Jabar adalah Kang Dedi. Bahkan Kang Dedi ini menjabat sebagai DPD I Jabar.

Keriuhan SK dukungan itu sebenarnya telah beredar pada bulan Oktober lalu, bahkan saking tidak percayanya Kang Dedi dan beberapa kader Golkar melaporkan adanya SK yang disinyalir palsu tersebut kepada Polda Jabar.

Seperti dilansir dalam kompas.com/06/11/2017, suara dukungan Golkar melalui keputusan DPP memberi jawaban bahwa SK yang tersebar luas bukan hanya fiktif belaka.

Keputusan tersebut tentu membuat beberapa kader golkar penuh tanda tanya, pasalnya golkar memiliki kader loyal yang memenuhi syarat untuk dicalonkan sebagai cagub Jabar.

Kang Dedi melalui siaran langsung tvone/07/11/2017 menyatakan memahami keputusan DPP Golkar untuk mendukung Ridwan-Daniel.

Pernyataan Kang Dedi tersebut harus diberi penekanan bahwa Kang Dedi tidak menyebutkan "rela" atau menerima keputusan DPP, tapi Kang Dedi lebih menekankan kepada "memahami keputusan".

Sehingga langkah selanjutnya yang dilakukan Kang Dedi adalah mencabut laporan terhadap SK yang dinilai bodong tersebut.

Kejadian ini memberi sinyal kepada kader lainnya bahwa rumah yang selama ini mereka tempati tidak memberikan dukungan pasti kepada kader yang loyal seperti Kang Dedi.

Bahkan beberapa kader menyatakan agar Dedi tidak meninggalkan rumah alias Partai Golkar yang telah membinanya sebagai politikus handal di Jabar.

Hingga keputusan ini keluar, Dedi Mulyadi belum merencanakan apapun, seperti meminta dukungan pada partai lainnya atau justru mendukung kepada Ridwan-Daniel.

Walaupun demikian Kang Dedi saat ini hanya bersikap legowo untuk keputusan DPP. Bahkan dia menyatakan bahwa sebenarnya pengusungan calon dari partai berkoalisi belum sepenuhnya satu suara.

Partai PKB misalnya yang menginginkan cawagub berasal dari partainya sendiri. Hal inilah yang menyakini Dedi untuk tidak mendukung keputusan sebelum adanya kepastian calon yang diusung.

Banyak diantara agan n sis yang menyarankan Kang Dedi untuk pindah rumah dan membina rumah kembali dengan partai lainnya jika memang bersikukuh untuk mencalonkan sebagai orang nomor wahid di Jabar.

Saat ini Kang Dedi masih disibukkan dengan agendanya sebagai Bupati Purwakarta hingga Maret 2018. Dia bahkan ingin fokus untuk menjalankan sisa jabatannya di Purwakarta.
Seperti dikhianati, kader lainnya masih memberikm dukungan agar Dedi tetap bertahan dan juga maju untuk mencalonkan diri walaupun tidak didukung oleh DPP Golkar. Hal ini dikemukakan oleh Kader Golkar di Kecamatan.

Namun keputusan kader tersebut ditanggapi Dedi dengan tenang, melalui senyumnya Dedi menyatakan agar semua kader memahami keputusan DPP.

Berita terbaru melalui kompas.com/09/11/2017 Partai Golkar resmi menyerahkan SK dukungan kepada Emil sapaan akrab Ridwan Kamil dan Daniel muttaqien selaku kader Golkar. Menjadi penting adalah saat Dedi tidak menghadiri acara penting tersebut.

Absennya Dedi ini justru memberi sinyal bahwa Dedi belum menerima keputusan DPP, namun Dedi membantah hal tersebut. Dedi menyatakan ketidakhadiran dirinya bukan tidak setuju melainkan dikarenakan dirinya harus memimpin agenda rapat bersama DPRD Purwakarta.

Penyerahan SK dilakukan di Jakarta oleh Ketua Golkar, Setya Novanto yang menyerahkan langsung dan menyatakan bahwa tidak ada perpecahan suara di Jabar. DPD Golkar yang dipimpin Dedi harus mengarahkan semua suara kader dan masyarakat Jabar pada satu calon yakni Ridwan-Daniel.

Beberapa pengamat menyatakan bahwa bisa saja Dedi beralih tempat tinggal dengan memilih partai yang dapat mendukungnya. Dalam agenda Curah Gagasan yang dilakukan Partai berlambang banteng tersebut mengundang sembilan calon.

Disinyalir sembilan calon yang akan diusung PDIP menuju Jabar. Salah satunya adalah Dedi Mulyadi yang diundang oleh partai yang dipimpin oleh Megawati Soekarno Putri tersebut. Hal ini tentu akan kembali seperti saat Dedi mencalonkan sebagai Bupati Purwakarta, dia maju atas dukunga PDIP bukan Golkar.

Tak heran pengamat politik banyak berasumsi pada pindahnya Dedi. Sebenarnya Golkar pernah mengusung Ridwan-Dedi sebagai cagub dan cawagub, namun keduanya tak bisa dipasangkan karena satu sama lain ingin menduduki cagub Jabar.

Maka Ridwan dipasangkan dengan Daniel Muttaqien yang merupakan anak dari Yance mantan ketua DPD Jabar yang saat ini terkena kasus korupsi di Indramayu. Usut punya usut ternyata Dedi memiliki kisah suram dengan Yance, ayah dari Daniel. Yance pernah memecat Dedi sebagai kader, namun kejadian korupsi yang melibatkan Yance membuat Dedi kembali dan bahkan menjadi Ketua DPD Jabar.

Well, apapun itu, kami akar rumput hanya legowo pemimpin Jabar siapa saja, hanya satu mereka yang benar-benar cinta, peduli bukan hanya sesaat saja. Melainkan hingga mereka para pejabat yang memberikan senyum kesejahteraan pada rakyat.

Saya hanya sedang berproses untuk mengamati politik saja, bukan sebagai orang yang paham apalagi mengarahkan agan n sis pada salah satu calon. Hanya ingin berbagi dengan kalian terutama pemuda untuk melek politik.
Mungkin gak jodoh kang emoticon-Smilie


Mudahan ada jalan lain emoticon-Smilie
yaah partai kuning pengen "jalan pintas"
tapi sejak kapan ya kang emil pengen jadi gubernur? dia sering bilang lebih "betah" di bandung
"Sebenarnya Golkar pernah mengusung Ridwan-Dedi sebagai cagub dan cawagub, namun keduanya tak bisa dipasangkan karena satu sama lain ingin menduduki cagub Jabar."
Maju lewat PDI P aja
Menang satu putaran emoticon-Smilie
Dedi lebih cocok jadi Jabar 1.
padahal daripada RK mending ini, semoga ikut nyalon jadi cagub, bakal gw coblos sueer emoticon-Embarrassment
Akibat bergaul dengan pendukung penista agama
kalau gak Gila jabatan sih Santai aja... banyak jalan mengabdi untuk masyarakat
Quote:Original Posted By bunkq
kalau gak Gila jabatan sih Santai aja... banyak jalan mengabdi untuk masyarakat


Ini yang benar.
Ini cagub yang dulu banyak nyepam dari iklan fesbuk itu bukan ya? Gile, sampe di kaskus juga ngiklan sebagai berita.

Lanjutkan, kang...
Udah keluar banyak untuk tampil di tv sampai bikin konflik eh gajadi diusung sakit euy
Sebenarnya Golkar pernah mengusung Ridwan-Dedi sebagai cagub dan cawagub, namun keduanya tak bisa dipasangkan karena satu sama lain ingin menduduki cagub Jabar.


Well cagub jabar hanya 1. Jadi kalau terpaksa harus milih satu, satunya harus terpilih.

Ente hanya salah zaman dan tempat boss.
Jabar terlalu sempit untuk 2 matahari sama RK.
sayang

2 org eni bagusnya malah bersinergi bukan bersaing.
ato salah satu ngalah dulu...... gantian ......sambil melanjutkan membangun daerahnya.....emoticon-Smilie








emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)
Roman2nya RK bakalan kalah sih
Quote:Original Posted By bunkq
kalau gak Gila jabatan sih Santai aja... banyak jalan mengabdi untuk masyarakat


kenyot ini aja dahh
Berarti jadi dong bininya maju di pilbup purwakarta... emoticon-Ngakak
pekaes lagi ngincer hattrik di pilgub jabar siape tau minat emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By mudah dihafal
sayang

2 org eni bagusnya malah bersinergi bukan bersaing.
ato salah satu ngalah dulu...... gantian ......sambil melanjutkan membangun daerahnya.....emoticon-Smilie








emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)


ga bisa disatuin..1 minyak 1 air

hmmmm kalo mau tetep maju ya bisa pdip..atau malah sama demokrat
Ntar pilihan warga Jabar
1. Dinasti Yance
2. Sosis yang ada badaknya
3. Bininya Aher

emoticon-Cool emoticon-Cool emoticon-Cool emoticon-Cool emoticon-Cool emoticon-Cool
Quote:Original Posted By Nlce
yaah partai kuning pengen "jalan pintas"
tapi sejak kapan ya kang emil pengen jadi gubernur? dia sering bilang lebih "betah" di bandung
"Sebenarnya Golkar pernah mengusung Ridwan-Dedi sebagai cagub dan cawagub, namun keduanya tak bisa dipasangkan karena satu sama lain ingin menduduki cagub Jabar."


Sejak ide2 nya terganjal oleh perda JABAR..

Quote:Original Posted By n4z1
Dedi lebih cocok jadi Jabar 1.


Kita beda tipis ini pendapatnya.. kalau kata gw sih cocokan rk dikit daripada demul.. emoticon-Big Grin.

Tapi kalau demul tetep maju dan bersaing dgn RK.. kemungkinan besar suara pemilih nasionalis akan terpecah ke demul dan RK..
Dan bila itu terjadi.. siapa yang akan menang kira2 di pilgub Jabar?

Demiz.. emoticon-Big Grin

Ogah dah gw!