alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59f186e6ded770df1a8b4567/6-kebiasaaan-untuk-merayakan-kelahiran-bayi-menurut-adat-jawa
Inspiratif 
6 Kebiasaaan untuk Merayakan Kelahiran Bayi Menurut Adat Jawa
6 Kebiasaaan untuk Merayakan Kelahiran Bayi Menurut Adat Jawa6 Kebiasaaan untuk Merayakan Kelahiran Bayi Menurut Adat Jawa

Dalam menyambut kelahiran bayi warga jawa mempunyai beberapa upacara khusus yang biasa dilakukan. Semua upacara ini memiliki tujuan sebagai pencerminan rasa terima kasih kepada karunia yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa berbentuk momongan yang jadi harapan setiap orang tua.

Selain sebagai sebuah bentuk rasa syukur, bermacam upacara yang sesuai dengan kebiasaan jawa untuk menyambut kelahiran bayi kebanyakan juga dilaksanakan sebagai suatu bentuk doa agar si jabang bayi dan keluarganya tetap diberi kesehatan, kasih sayang dan kebahagian oleh Sang Pencipta.

Berikut ini beberapa upacara tradisi jawa yang dikerjakan sewaktu kelahiran bayi, yakni:

1. Perayaan Menimbum Ari-ari

Ari-ari dalam medis merupakan sebuah organ yang bermanfaat untuk menyalurkan berbagai nutrisi dan oksigen dari ibu ke janin yang terdapat pada rahim. Melalui ari-ari juga zat-zat antibodi, bermacam hormon dan gizi diedarkan supaya janin dapat tumbuh dan berkembang jadi bayi.

Menurut masyarakat jawa ari-ari mempunyai “jasa” yang cukup besar sebagai batur bayi (sahabat bayi) sejak di dalam kandungan. Oleh karena itu semenjak fungsi utama ari-ari selesai dikala bayi lahir, organ ini akan terus dirawat dan dikubur sedemikian rupa agar tidak dicerna binatang ataupun membusuk di tong sampah. Acara mendhem ari-ari ini biasanya dikerjakan oleh sang ayah, dikubur di dekat pintu utama tempat tinggal, dipasang pagar bambu dan penerangan yang berbentuk lampu minyak dalam kurun 35 hari (selapan).

2. Perayaan Brokohan

Brokohan merupakan sabuah upacara adat jawa untuk menyongsong kelahiran bayi yang dilaksanakan satu hari sesudah bayi lahir. Kata Brokohan sendiri disadur dari kata barokah-an, yang bermakna memohon berkah dan keselamatan untuk kelahiran bayi.

Dalam acara ini biasanya para tetangga dekat dan sanak saudara akan bertamu berkumpul sebagai bukti ikut bahagia terhadap kelahiran bayi yang bisa berlangsung dengan baik. Tak sedikit tetantangga-tetangga yang membawa berbagai oleh-oleh berupa kebutuhan bayi dan makanan untuk keluarga yang melahirkan.

3. Perayaan Sepasaran

Sepasaran jadi suatu upacara tradisi jawa yang dilakukan sesudah lima hari semenjak kelahiran bayi. Dalam upacara tersebut pihak keluarga mempersilahkan tetangga sekitar beserta keluarga besar untuk turut mendoakan atas bayi yang sudah dilahirkan. Acara sepasaran secara simpel umumnya dilakukan bersama dengan kenduri, bagi yang punya harta yang lebih umumnya melakukannya layaknya orang yang memiliki hajat (mantu). Adapun inti dari acara sepasaran ini adalah upacara selamatan sekalian memberitakan nama bayi yang telah lahir.

4. Perayaan Puputan

Upacara puputan dilaksanakan dikala tali pusar yang menempel terhadap perut bayi udah putus. Pelaksanaan upacara ini umumnya berbentuk kenduri memohon pada Tuhan YME agar si anak yang telah puput puser senantiasa diberkahi, diberi keselamatan dan kesehatan. Orang tua era dulu lakukan upacara puputan bersama sedia kan sharing macam sesaji, tapi masyarakat jawa moderen biasanya acara puputan dibikin seiring bersama dengan upacara sepasaran ataupun selapanan, perihal ini terkait kapan tali pusar putus berasal dari pusar bayi.

5. Ibadah Aqiqah

Akulturasi budaya Jawa dengan Islam benar-benar tampak pada acara Aqiqah. Upacara yang dilaksanakan setelah melewati waktu tujuh hari pasca kelahiran bayi itu kebanyakan dikerjakan dengan pemotongan hewan kurban yang berbentuk domba. Bila bayi yang dilahirkan cowok umumnya menyembelih 2 ekor kambing, dan andaikan anak yang dilahirkan adalah perempuan maka bakal menyembelih satu ekor kambing. Untuk lebih simpel sekarang orang-orang dapat melihat informasi mengenai harga aqiqah surabaya di internet.

6. Perayaan Selapanan

Perayaan Selapanan dilaksanakan 35 hari (selapan) pasca kelahiran bayi. Perayaan selapanan ini dijalankan bersama urutan Acara tasyakuran weton (kenduri hari kelahiran), pemotongan rambut bayi hinngga gundul dan pemotongan kuku bayi. Pemotongan rambut dan kuku ini bertujuan untuk melindungi kesejahteraan bayi agar kulit kepala dan jari bayi tetap bersih. Sedangkan hajatan selapanan bertujuan sebagai rasa syukur terhadap kelahiran bayi, sekalian doa sehingga di masa depan si jabang bayi tetap dikaruniai kesehatan, segera tumbuh remaja, dan berbagai doa kebaikan yang lain.