alexa-tracking
Kategori
Kategori
4.25 stars - based on 20 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59e8507996bde64d288b4567/my-fucking-romance

MY FUCKING ROMANCE

Tampilkan isi Thread
Halaman 24 dari 27
Quote:


jangan kebanyakan coli lo ndry nanti kagak bisa ngetik lagiemoticon-Leh Ugaemoticon-Ngakak

nih mamamemoticon-Blue Guy Bata (L)emoticon-Blue Guy Bata (L)emoticon-Blue Guy Bata (L)
Quote:


ditunggu boosskuuhhh... emoticon-Hammer2
Quote:


Alah cepet update
Quote:


banyak iklan lu kuah soto emoticon-Blue Guy Bata (L)
si kuah soto lgi nanem kentang emoticon-Blue Guy Bata (L)
matok Batu sambil ngegolosor! dry halah pecintraan mulu ampe tamat kan yg INI? Indexnya dong dry perbaikin taro ke atas emoticon-Big Grin
Diubah oleh kkaze22
mb ririn mna gan. 😂😂
bazzeng blm update jg emoticon-Mad (S)
si javlay ilang kamana neh?
masih belum nongol... sambit cendol dah.. biar nongol
Quote:


harus dikasih sajen kayana biar nongol....

ndryyy KENTANGnya kurang banyak emoticon-Blue Guy Bata (L)emoticon-Blue Guy Bata (L)emoticon-Blue Guy Bata (L)
Diubah oleh atikamut
12. Early Mourning


"Lo masih inget jalan kesananya kan Ry?" Tanya Luky begitu gue duduk dikursi pengemudi.

"Tenang aja Luk, semua aman terkendali" Jawab gue santai karena memang gue sudah hafal jalan kesana.

Kemudian gue melihat ke arah spion. Dan gue melihat ada dua bidadari yang sedang duduk manis dikursi belakang. Siapa lagi kalo bukan Olive dan Salwa.

Dengan sunglasses serta t-shirt berwarna hitam yang dibalut dengan rompi jeans yang ia kenakan. Olive benar benar terlihat sangat cantik sekali.

Sedangkan Salwa juga tak kalah cantiknya dengan Oliv. Dengan scarf berwarna biru langit yang diikat dikepalanya, membuat Salwa terlihat semakin manis.

Ya, setidaknya gue tidak akan merasa bosan selama perjalanan.

Setelah kurang lebih 3 jam perjalanan akhirnya kami sampai di pantai teluk kiluan. Gue langsung mengarahkan mobil ke rumah mas ipul. Rumah mas ipul ini berbentuk rumah pangung dan berada tepat di tepi pantai.

"Wah mas andryan, udah lama gak kesini lagi ya" Ucap mas ipul seraya menjabat tangan gue.

"Hehe"

Gue hanya nyengir ke mas ipul. Lalu mas ipul bergantian menyalami Olive, Salwa dan Luky yang berada dibelakang.

"Mari silahkan masuk ke rumah dulu" Ucap mas ipul mempersilahkan kami masuk ke rumahnya.

Kami berempat berjalan mengikuti mas ipul masuk ke dalam ruamahnya. Kami semua duduk di kursi kayu yang ada di ruang tamu rumah mas ipul.

Suasana rumah ini masih sama seperti dulu, begitu hangat dan nyaman. Meskipun rumah ini begitu sederhana tetapi terasa nyaman untuk ditinggali. Mungkin karena rumah ini berada dipinggir pantai dengan pemandangan yang begitu indah.

"Gimana perjalanannya? sudah enak kan sekarang jalannya?" Kata mas ipul membuka obrolan.

"Iya mas, sudah banyak perbaikan ya sekarang. Padahal 1 tahun yang lalu tempat ini susah banget untuk diakses tapi alhamdulillah mas Andryan, sekarang udah banyak perbaikan"

Akhirnya gue dan mas ipul larut dalam obrolan. Sedangkan mereka bertiga tidak tertarik dengan obrolan kami. Mereka memilih untuk melihat lihat kesekeliling rumah mas ipul. 

Entah berapa lama gue ngobrol dengan mas ipul. Lalu gue melihat jam tangan, ternyata sudah cukup lama gue ngobrol dengan mas ipul.

"Mas udah jam 3 sore nih, berangkat sekarang aja yuk" Ucap gue ke mas ipul.

"Oh yaudah, kalo gitu saya nyiapin prahu jukungnya dulu" Ujar mas ipul.

Setelah itu, gue mencari keberadaan mereka bertiga. Mereka bertiga ternyata sedang asik bermain ombak di halaman belakang rumah mas ipul. Ckck dasar penyu.

Gue terus menggeleng seraya berjalan menghampiri mereka. Mereka bertiga terlihat semakin idiot dengan celana yang setengah basah.

"Astaga.. kalian ini malu maluin gue aja" Ucap gue setelah berada di dekat mereka.

Mereka bertiga menengok, kemudian nyengir-tanpa dosa ke arah gue.

"Buruan ambil barang barang lo orang di mobil, mas ipul udah nungguin kita di perahu tuh" Ujar gue ke mereka bertiga.

Seraya menjinjing sepatu, mereka bertiga langsung berlari kecil menuju ke mobil gue. Wajah mereka tampak begitu sumringah. Bahkan wajah Olive yang biasanya tampak datar, kali ini terlihat berbeda.

"Nanti kita makanya gimana ry?" Tanya luky saat kami berjalan menuju ke perahu mas ipul.

"Makanya 3x sehari nanti langsung dianter sama mas ipul, pake prahu itu" Jawab gue seraya menunjuk ke arah perahu.

Mereka manggut manggut mengerti. Kemudian gue melihat kearah Luky dan Oliv, lebih tepatnya kearah 2 mahluk hidup yang sedang mereka gendong.

"Itu si uchi sama delon ga papa kalo dibawa kesana?" Tanya gue ke mereka berdua.

"Ga papa kok om, aku cih udah pernah main kelaut sebelumnya" Jawab Luky meniru gaya kucing kalo bisa ngomong . Seorang Luky yang sangar, bisa menjadi konyol saat bersama kucing kesayangnnya itu.

Lalu gue melirik Oliv, berharap dia akan berbicara seperti Luky. Pasti dia terlihat sangat manis jika berbicara seperti itu.

"Apa?" Sahut Olive ketus. 

Gue nyengir, lalu menggeleng. Ah mana mungkin sih Olive mau bertingkah konyol seperti itu. 

Dengan berhati hati, akhirnya kami berempat berhasil naik keatas perahu jukung milik mas Ipul. Sebenernya gue masih takut jika naik perahu ini. Perahunya ini kecil banget bahkan kalo perahunya jalan, air laut pada masuk dari samping. 

Mas ipul menyalakan mesin perahunya. Dan perlahan perahu kecil ini pun mulai bergerak menjauhi bibir pantai. Semakin perahu ini bergerak ketengah laut, semakin erat juga pegangan tangan gue ke sisi perahu.

Mungkin muka gue saat ini terlihat sangat pucat. Sangat berbanding terbalik dengan raut muka tiga orang yang duduk di depan gue. 

Raut kebahagian terpancar jelas di muka mereka bertiga. Tidak terbesit sediktpun raut ketakutan diwajah mereka. Bahkan kedua tangan mereka bertiga tidak digunakan untuk berpegangan.

Apalagi Salwa, dia sangat heboh, bergerak kesana kemari. Membuat perahu kecil ini sedikit oleng. Mereka sama sekali tidak berfikir jika perahu ini tenggelam maka tamatlah riwat kita. Seharusnya tadi gue membawa tali buat ngiket mereka bertiga. 

Dari kejahuan terlihatlah gugusan pulau pulau kecil yang terlihat begitu indah.
Perahu kecil ini pun bergerak menuju kesalah satu gugusan pulau itu.

Setalah sampai di bibir pantai kami semua turun dari perahu dan berjalan menuju ke villa yang ada di dekat pantai itu.

Villa ini berbentuk home stay yang bentuknya hampir sama dengan rumah panggung milik mas ipul.

Sampainya didalam villa, gue langsung menjatuhkan badan ke kasur. Gue kelelahan setelah kurang lebih 3 jam lamanya gue nyetir.

"Luk lu bantuin mas ipul ngurus sisanya ya, gue mau istirahat bentar" Kata gue ke luky yang sedang mengeluarkan barang-barang yang ada di dalam tas ranselnya.

Setelah itu Skip ajalah ya, demi kebakian gw emoticon-Stick Out Tongue


****


Gue bersandar di pintu seraya memandangi kamar tamu yang baru saja gue bersihin.

Gue menyeka keringat yang terus bercucuran dengan sebuah handuk kecil yang terkalung dileher. Ini cukup melelahkan, karena memang sudah lama kamar ini tidak dibersihkan. 

Entah hal apa yang membuat gue mau berkeringat di pagi hari seperti ini. Padahal jika di hari minggu begini bisasanya gue masih kelekaran dikasur.

"Nah kalo kaya gitu kan enak dilihat ry" Ucap papa yg tiba tiba sudah berdiri disamping gue.

"Kalo gini kan mama mu nanti jadi seneng liatnya. Sering sering aja ry" Tambahnya lagi.

"Kenapa ga nyari art aja sih pa" Keluh gue, mengingat rumah ini terlihat seperti tidak ke urus. Rumah ini memang hanya dibersihkan seminggu sekali, itu pun kalau mood mama lagi baik.

"Dari dulu sih papa pengennya gitu ry, tapi mama mu itu ga pernah setuju kalo rumah ini ada artnya"

"Iyalah mama ga setuju, orang art yang papa pilih yang modelnya kaya art ftv gitu" Sahut gue kesel, karena dulu papa pernah menawarkan seorang art ke mama yang modelnya.. ah sudahlah. 

"Haha sebenernya maksud papa bukan gitu ry. Ada alesanya kenapa papa gak mau milih art yang sudah berumur. Kalo art yang udah tua itu kerjanya lambat ry, beda sama yang masih muda muda"

"Iya juga sih pa" Sahut gue setuju. Setelah membayangkan kalo dirumah ini nambah satu lagi emak emak. Satu aja sudah bikin gue ngelus dada tiap hari, apalagi dua. 

"Oh ya itu tadi hp mu bunyi terus diatas kulkas" Ucap papa sebelum dia berlalu pergi.

Gue menutup kembali pintu kamar tamu. Kemudian berjalan menuju ke dapur. Gue mengambil hp diatas lemari es dan melihat kelayarnya, ternyata ada 4 miscall dari Luky.

"Halo, kenapa luk?" Tanya gue begitu panggilan gue diterima oleh Luky.

"Lo sekarang ke kontrakan gw ya, gw udah ada rencana buat si Vano" Jawaban Luky to the point. Mendengar nama Vano langsung membuat gue terdiam.

"Halo ry" Sahut Luky.

"Iya Luk, gue langsung ketempat lo sekarang"

Gue memutuskan panggilan dari Luky, lalu berjalan ke arah sofa dan menjatuhkan badan ke atasnya.

Baru pagi tadi gue merasa hidup gue sangat tenang tanpa adanya sebuah masalah. Tapi hanya dengan mendengar satu kata dari Luky bisa membuat mood gue hancur. Sejujurnya gue udah muak dengan semua ini.

Tapi mau gimana lagi, masalah ini harus segera diselesaikan. Gue tidak tahu rencana apa yang sudah Luky persiapkan. Gue hanya berharap semoga rencana dari Luky akan berhasil.

Setelah mengambil jaket, gue langsung berangkat ke kontrakan Luky. Beberapa menit kemudian, mobil gue berhenti di halaman sebuah rumah minimalis yang bercat putih. 

Disinilah tempat tinggal Luky. Meski rumah ini terlihat minimalis, tapi menurut gue rumah ini terlalu mewah untuk ukuran seorang mahasiswa.

Gue lansung turun dari mobil dan berjalan menuju ke pintu depan. Tapi langkah gue terhenti saat akan masuk ke pintu. Gue menatap bingung sepasang heels yang ada didekat pintu itu.

Masih ada tamu didalem? Tapi siapa? Tanya gue dalam hati.

Sepatu itu jelas bukan milik Olive atau Salwa. Dan setau gue temen cewe Luky saat dikampus itu cuma mereka berdua. Terus sepatu ini punya siapa?

Entahlah..

Lalu gue memutuskan untuk masuk kedalam. Tanpa mengucap salam terlebih dahulu, gue langsung nyelonong masuk begitu saja.

Jatung gue nyaris saja copot saat melihat sosok yang sedang duduk di sofa ruang tamu rumah Luky.

Cewek itu juga ikut terkejut saat melihat gue. Tapi setelah itu dia tersenyum ke arah gue.

Gue yang masih terpana karena kecantikannya kemudian membalas senyuman dia.

"Temennya mas Luky ya?" Tanyanya kemudian.

"Eh iya mbak, Eng Luky nya kemana ya?" Jawab gue kikuk.

"Itu ada dibelakang" 

"Oh, kalo gitu saya kebelakang dulu ya mbak"

"Iya mas" Jawabnya seraya tersenyum manis.

Gue berjalan menuju ke dapur rumah Luky. Tapi wajah cewe tadi masih terus terbayang bayang dikepala gue 

Baru kali ini gue melihat ada cewe secantik itu. Tapi kenapa bisa ada cewek secantik itu dirumah Luky. Cewe itu jelas bukan saudara apa pacarnya Luky. Terus cewe itu siapa?

Entahlah..

Gue membuka horden dan mendapati luky sedang berdiri seraya menuangkan air panas ke segelas cangkir.

Luky mengengok kemudian tersenyum.
Gue pun berjalan mendekati Luky.

"Luk cewe yang didepan itu siapa?" Tanya gue langsung.

"Temen" Jawabnya pendek, lalu Luky mengangkat nampanya dan berjalan meninggalkan gue.

Gue mendengus kesal dan berjalan dibelakang Luky yang menuju ke ruang tamu.

"Thank's" Ucap cewe itu setelah Luky meletakan secangkir kopi di depannya.

Kemudian Luky duduk didepan cewe itu, gue pun ikut duduk disebelahnya.

"Jadi dia yang namanya Andryan?" Ucap cewe itu kemudian.

Luky mengangguk, lalu menyenggol lengan gue dengan sikunya.

"Eh iya gue Andryan" Kata gue seraya menyodorkan tangan kearah cewe itu.

"Gue keysa, panggil aja Key emoticon-Smilie" Sahutnya sambil menjabat tangan gue.

"Jadi Key ini yang akan membantu kita buat menjebak Vano ry" Ujar Luky.

"Maksudnya?" Tanya gue bingung.

"Lo pengen Mita putus dangan Vano kan? Gw udah punya rencanya..


Note: yang berani pake emot bata.. Gw batain beneran emoticon-Bata (S)
waah akhirnya update juga nih kang soto
lama banget ilangnya kang

mmhh gw pake emot cendol aja ndry biar dicendolin bneran emoticon-Toast
kalo kaga dicendolin gw batain beneran lu
emoticon-Ngakak
Mantab update lagi...kiraun udeh tenggelem kelelep nih ts nya...
kampret sejak kapan nama lo jadi ry,
ryngsek iya kanemoticon-Ngakak
mana maen di skip lagi kampret
wah jangan2 lo kena tusbol mas ipul lagi ryemoticon-Ngakak
pantesan jadi ryngsekemoticon-Ngakak
Diubah oleh bruce999
Quote:

Njer jan dibatain dong emoticon-Mewek

Quote:

Wanjer kelelep emoticon-Blue Guy Bata (L)
Quote:


Gw ganti nama jadi ryiuzen Bruce emoticon-Cool
Tusbol lagi lu bawa2 emoticon-Blue Guy Bata (L)
pengen ngasih emoticon bata ah.. sebelum di bata, bayarin duluan
Halaaaahhh sok2an maen skip lu, bilang aja yg di skip point penting dari trit ini ya kan? emoticon-Wink
Spoiler for Poin Penting:

BEHAhaha emoticon-Big Grin
Setelah sekian lamanya..


emoticon-Mewekemoticon-Mewekemoticon-Mewekemoticon-Mewekemoticon-Mewek
ngancem ngebata orang, udah ISO emang? emoticon-Stick Out Tongue
Heleuh, skipnya gitu amat? Ada apaan?
Liat cewe cantik aja lebay lau emoticon-Big Grin
Halaman 24 dari 27


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di