alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! KASKUS mau ada event baru! Isi survey ini dan dapat badge!
4.25 stars - based on 20 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59e8507996bde64d288b4567/my-fucking-romance

MY FUCKING ROMANCE

MY FUCKING ROMANCE
Cover by quatzlcoatl


MY FUCKING ROMANCE


"Ketika cinta hadir dalam hidup mu,maka yakinlah ada sebuah kebahagian dan
penderitaan yang akan datang menghapiri mu"


MY FUCKING ROMANCE
Diubah oleh andryan067
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 27
Diubah oleh andryan067



Lampung 2017, Raden inten II airport.



"Mulai sekarang aku akan keluar dari hidup kamu. Aku gak akan ganggu-ganggu kamu lagi. Aku titip pesen, hati-hati ya.. baik-baik ya disana.. Dan terima kasih ya untuk semuanya"


Masih terngiang jelas di kepala gue akan sebuah pesan terakhir dari sesorang yang pernah mengisi hari-hari gue dalam beberapa bulan terakhir ini.

Sebuah keputusan telah gue pilih, keputusan yang membuat dia harus pergi dari hidup gue untuk selamanya.


Hidup adalah pilihan..

Sejak awal gue udah tau semua bakal berakhir seperti ini, tapi bodohnya gue tetep memaksakan hubungan ini terus berlanjut hingga sampai akhirnya dia harus rela tersakiti demi jalan yang udah gue pilih.

Andaikan waktu dapat terulang maka gue akan memperbaiki semuanya..

Tapi semua udah terjadi..
nasi udah menjadi bubur..
mau gak mau gue harus rela
membiarkan dia pergi dari
hidup gue untuk selamanya.


****


Langkah kaki gue terasa sangat berat saat akan menuju ke pesawat, langit yang mendung seakan mewakili perasaan gue saat ini. Gue menghela nafas dan sejenak menghentikan langkah di runway ini.

Lalu gue menatap layar smartphone yang sejak tadi gue pegang. Semuanya sudah selesai, kalimat farewell juga sudah terucap dan ini lah waktunya.

Gue membuka casing smartphone lalu mengambil simcard yang ada di dalamnya. Gue menatap simcard yang udah beberapa bulan ini gue pakai.

"Dari simcard ini lah pertama kali gue mengenal mu, dari simcard ini juga lah semua kenangan manis itu tercipta"

Gue menghela nafas dalam dalam..


I'm sorry, goodbye..

Gue mematahkan simcard itu dan membuangnya di atas runway, sambil terus membayangkan setiap kenangan yang pernah terjadi didalamnya.

Cukup lama gue diam berdiri di runway sampai akhirnya petugas bandara mendatangi gue.

"Ada masalah mas?" ucapnya dengan ramah

Gue menggeleng "enggak kok pak"

"Kalo gitu silahkan segera masuk ke dalam pesawat, karna sebentar lagi mau take off" tegur petugas bandara itu.

Gue menganggukan kepala kepada petugas bandara itu, kemudian berjalan cepat menuju ke pesawat. Ya, pesawat inilah yang akan membawa gue menuju ke pilihan itu.

Sejenak gue menghetikan langkah saat akan menaiki tangga pesawat, gue memejamkan mata. Ya, semoga keputusan ini adalah jalan yang terbaik untuk semuanya.

Gue kembali membuka mata dan menghembuskan nafas kuat kuat..



Jogja I'm coming...
Diubah oleh andryan067
Prolog
MY FUCKING ROMANCE


Nama gue Aulia gadis pratiwi tapi biasa di panggil gadis. Gue lahir dan besar di lampung, mama gue asli orang lampung dan papa gue orang jawa. Mereka berdua dipertemukan saat mereka masih kuliah di jogja.

Jadi dulu mama gue merantau ke jogja dan kuliah di salah satu universitas di sana dan akhirnya mama bertemu dengan papa dikampus itu.

Dan setelah lulus kuliah, mereka berdua memutuskan untuk menikah di tahun 1988 dan kemudian menetap di lampung. Jadi begitulah kisah singkat tentang kedua orang tua gue.

Hmm dari segi fisik gue itu terlihat biasa aja.Tinggi badan gue 162 cm gak gemuk juga gak kurus. Rambut gue lurus sebahu dan berwarna coklat gelap dan kulit gue putih, pokonya semua bentuk muka gue nurun dari mama kecuali mata gue yang belo seperti punya papa.

Gue gak punya adik tapi punya satu kakak perempuan. ya, gue anak terakhir dari dua bersaudara. Kakak gue namanya Isabel anindita pratiwi dan umurnya tiga tahun diatas gue. Secara fisik kak isabel hampir mirip dengan gue, yang membedakan cuma rambut dia yang agak bergelombang dan berwarna hitam gelap seperti punya papa.

Kak isabel itu cewek paling feminim yang pernah gue temuin didunia ini, sangat berbanding terbalik dengan gue. Dia itu orangnya kalem banget, dia sama sekali gak pernah marah sama gue, gak tau nurun dari siapa padahal mama papa gue itu galak banget orangnya.

Dan satu lagi kakak gue itu sangat penurut, apa yang dibilang mama papa pasti selalu dia lakuin, lagi lagi berbanding terbalik dengan gue.

Sekarang kak Isabel udah berumah tangga dan juga udah memiliki seorang anak laki-laki yang lucu banget berumur 7 bulan.

Dari SD sampai SMA gue bersekolah di Lampung hingga sampai lulus SMA gue memutuskan untuk kuliah di jogja.

Sebenernya berat banget buat gue harus ninggalin Lampung, gue udah sangat nyaman tinggal di lampung secara dari kecil hingga gue SMA berada disana. Apalagi gue harus ninggalin semua temen-temen gue yang udah gue anggep seperti keluarga bagi gue.

Tapi mau gak mau gue harus ninggalin semua itu demi permintaan nenek gue tersayang yang tinggal di jogja(nenek dari bokap gue). Nenek meminta agar gue kuliah disana supaya beliau bisa lebih deket dengan cucu kesayangannya ini, karena memang selama ini beliau bisa bertemu dengan gue cuma setahun sekali hanya saat hari raya idul fitri saja.

Gue kuliah dan mengambil jurusan S1 hukum di salah satu universitas swasta ternama di jogja. Waktu awal kuliah gue tinggal di rumah nenek tapi semenjak semester 3 gue memutuskan untuk ngekos karena gue gak kuat harus pp dari rumah nenek ke kampus yang jaraknya lumayan jauh.

Dan puji Tuhan selama hampir 5 tahun akhirnya gue bisa menyelesaikan kuliah gue ini. Haha kenapa bisa selama itu? iya gue kuliah emang banyak mainnya ketimbang belajarnya. sebenernya bukan main sih tapi apa ya.. Jadi gue kuliah sambil mengurusi bisnis rumah makan milik nenek gue disini.

Aslinya sih gue gak dibolehin sama nenek gue, beliau minta agar gue fokus aja ke kuliah gue, tapi karna gue orangnya yang gak bisa diem tanpa ngelakuin sesuatu jadi gue kekeuh pengen ikut bantu bisnis nenek gue itu.

Tapi akhirnya nenek gue ngalah dan nyerahin salah satu restorannya untuk gue urus. Karena hal itu lah waktu gue jadi terbagi antara kuliah dan ngurusin restoran, dan akibatnya kuliah gue jadi terbengkalai, tapi alhamdulillah gue masih tetep mampu menyelesaikannya, ya meski membutuhkan waktu yang cukup lama.


Jogja, 2017

Siang itu gue sedang mengikuti acara gladi resik yang diadain di kampus gue, kegiatan itu dilakukan untuk persiapan acara wisuda yang akan dilaksanakan 2 hari lagi di kampus gue.

"Huh.. akhirnya selesai juga.." Keluh Gita sahabat seperjuangan gue yang selalu gue ajak kemana-mana.

"Harusnya gue santai di kosan, kenapa harus ikut acara gak penting kek gini" Tambah Gita kemudian duduk dilantai sambil menyelonjorkan kakinya.

"Haha iya-iya sorry.." Ucap maaf gue ke Gita karna emang gue yang maksa dia untuk nemenin gue menghadiri acara gladi resik ini.

"Kan itung-itung bisa buat pengalaman kalo lo wisuda nanti.. Kalo jadi wisuda tahun depan loh ya.." Ledek gue ke Gita yang kuliahnya gak kelar-kelar sama seperti gue tapi dia lebih parah.

"Sialan.. liat aja ya gue pasti bisa wisuda tahun depan" Ucap gita dengan semangat sambil mengepalkan tangannya. Gue terkekeh melihat gita yang seperti orang mau berangkat ke medan perang.

"Halah udah bosen gue dengan kata-kata itu, tahun depan juga itu semboyan bakal keluar lagi.." Sahut gue

"Enak aja.. kali ini gue serius, gue yakin kalo tahun depan gue bakal wisuda, soalnya tahun depan temen gue yang suka maksa ngajakin hangout udah gak ada di kampus ini lagi.. jadi gue bisa fokus dengan kuliah gue". Sindir gita sambil melirik sinis ke gue. Seakan-akan gue adalah penyebab dia gak wisuda-wisuda.

"Ih apa'an nyalahin temen.. emang dasar lo nya aja yang kelewat males.. gimana mau wisuda orang tiap hari kerjaanya cuma main dota melulu" Ucap gue nyindir gita.

Gita gak membales omongan gue sepertinya dia sadar kalo omongan gue itu bener.. ya emang bener, demi Tuhan dia itu freak banget sama itu game online. Dia bisa berhari-hari gak keluar kosan kalo udah main itu game. Gue pertama kali nemuin ini mahluk juga di sebuah warnet.

Saat itu gue pergi ke warnet buat nyari bahan materi kuliah karna kebetulan pada saat itu laptop gue lagi rusak. Dan siapa sangka di warnet itu gue di pertemukan dengan manusia setengah alien ini. Sebenernya gue udah pernah ketemu dia dikampus tapi gue gak tau namanya siapa.

Karna cuma dia satu-satunya cewek yang ada di warnet itu akhirnya gue nyapa dia duluan. lalu kami saling berkenalan satu sama lain dan gue langsung kaget begitu mengetahui bahwa dia itu satu fakultas dan bahkan sekelas sama gue. Asal kalian tau saat itu gue udah semester 3 dan gue baru tau kalo ternyata dia sekelas ama gue.

Jadi kemana aja dia selama ini...?

Entahlah...

Pernah suatu hari gue tanya sama dia..


"Git, sebenernya tujuan lo kuliah buat apa sih?"

Dia jawab "Enggak ada.. gue cuma bosen di rumah akhirnya gue kabur ke jogja"

Gue cuma bisa melongo mendengar jawaban dia saat itu, Gita emang merantau disini. Dia itu orang Jakarta dan bokapnya itu ternyata tajir mampus. Dia pernah sekali ngajakin gue pulang ke rumahnya dan gue langsung tercengang begitu melihat rumah dia yang sangat mewah.

Tapi meskipun gita itu anak orang kaya, dia sama sekali gak pernah nunjukin kekayaanya ke orang-orang, Ke kampus aja dia naik angkot loh padahal semua merek mobil mewah ada di garasi rumahnya.

Meski dia terlihat mengenaskan saat di kampus, tapi kalian bakal kaget kalo main ke kosan dia, karna kamar kosanya itu lebih pantes di sebut hotel berbintang dari pada kosan. Dan di kampus cuma gue seorang yang tau kalo gita itu aslinya tajir mampus.

Soal tampang jangan ditanya lagi.. dia itu keturunan jepang udah tau kan bentuk mukanya kek gimana. Tapi yg gue heran, dia itu sama sekali gak pernah jalan sama cowok padahal dia itu salah satu primadona dikampus gue. Kalo dia mau cowo satu kampus juga bisa dia pacarin semua. tapi entahlah dia selalu ngelak saat gue tanya tentang masalah percintaan.

"Elah gitu aja ngambek.." Ucap gue memecah keheningan diantara kita.

"Siapa yang ngambek.. gue cuma lagi mikir gimana gue nanti kalo lo pulang ke lampung.." ucap gita dengan raut muka yang sedih.

"Udahlah gak usah di pikirin..kan gue masih disini.." ucap gue menenangkan gita.

Sebenernya gue juga kepikiran gimana nanti kalo gue harus berpisah dengan sahabat seperjuangan gue ini tapi mau gimana lagi, pertemuan dan perpisahan adalah bagian dari kehidupan yang pasti akan terjadi dalam hidup kita.

Lalu kami berdua terdiam dan hanyut dalam pikiran masing masing.

"Oh ya sekarang jam berapa sih?" Tanya gue ke gita karna gue lagi gak makek jam tangan.

Kemudian gita melihat jam tangannya "jam 3 kurang 20 menit, kenapa emang?" Tanya gita balik.

"Hah! udah mau jam 3..!? Astaga gue lupa!" Ucap gue panik karena gue lupa harus pergi ke bandara untuk menjemput seseorang sebelum jam 3 sore ini.

"Ada apaan sih?" Tanya gita bingung melihat gue yang histeris sendiri.

"Gue pergi dulu.. ini soal hidup mati gue, lo nanti pulangnya naik angkot aja apa suruh nganter siapa". Ucap gue ke gita dengan cepet setelah itu gue langsung berlari menuju parkiran meninggalkan gita yang masih terheran-heran milahat gue yang kalang kabut.

"Eh tunggu...!" ucap gita setengah berteriak

Gue gak peduliin gita yang manggil-manggil gue, sorry git ini penting banget soalnya. Setelah sampai diparkiran, gue langsung masuk ke mobil dan lekas menyalakan mesin.

Karna jalan kampus gue yang lenggang gue bisa melaju dengan kecepatan 60 km/jam. Sebenernya kalo di area kampus dilarang keras mengendarai mobil dengan kecepatan segitu, harusnya batas kecepatan maximal adalah 20 km/jam. Tapi berhubung gue sepuh disini jadi gak papa lah ya.. wkwkwk

Dari kejauhan gue melihat pak tono (satpam di kampus) berdiri di samping gerbang. pak tono melambai-lambaikan tangannya supaya gue melambatkan laju mobil.

Kemudian gue melambatkan laju mobil begitu mendekati pintu gerbang kampus. pak tono menyetop Mobil gue lalu berjalan menghampiri mobil gue.

Gue senyum semanis mungkin begitu kaca mobil gue buka. Pak tono terlihat terkejut setelah melihat gue.

"Oalah neng gadis to.. kok ngebut-ngebut bawa mobilnya, ada apa?" Ucap pak tono dengan logat jawanya yang kental.

"Hehe maaf pak.. urgent banget soalnya.. saya boleh lewat ya pak.." Ucap gue dengan raut muka melas ke pak tono. tapi pak tono malah menggaruk-garuk kepalanya.

"Urgent ki opo to?" Tanya pak tono dengan wajah bingungnya.

Seketika gue pengen loncat dari mobil..

Gue menghela nafas panjang.. "Darurat pak darurat..!" ucap gue kesel karna masih sempet-sempetnya pak tono menanyakan hal yg gk penting disaat darurat seperti ini.

"Oalah darurat to.." Ucap pak tono sambil manggut manggut. "Yowes silahkan lewat tapi besok-besok jangan ngebut lagi.."

"Oke pak.."

Ge langsung menginjak gas dalam-dalam sampai terdengar bunyi decitan karna gesekan aspal dan ban mobil gue. Dari sepion gue melihat pak tono yang menggeleng-gelengkan kepalanya.

Hanya butuh waktu 20 menit gue udah sampai di bandara adisucipto yang normalnya ditempuh dalam waktu 30 menit kalo dari kampus gue. wkwk jangan remehin cewe kalo lagi panik ya.

Begitu memarkirkan Mobil, gue langsung berlari menuju terminal penerbangan domestik.

Semoga gue gak telat...

Gue mendengar pengumuman bahwa pesawat dari bandara raden iten II baru aja landing. Seketika gue langsung menghela nafas lega.

Huf untung aja tepat waktu..

Setelah mencari kesana kemari tapi gue gak kunjung menemukan sosok yang gue cari. sSampai akhirnya pandangan gue tertuju ke seorang cowo yang memakai kaca mata hitam, dia berjalan pelan sambil menenteng tas ransel di pundaknya.

Lalu gue berjalan mendekatinya untuk memastikan bahwa cowo itu adalah orang yang gue cari. Dan ternyata bener dugaan gue, dialah cowok yang gue tunggu-tunggu kehadiranya disini.

Senyum gue langsung mengembang begitu gue melihat dia, gue langsung melambaikan tangan dan berlari kecil menghampirinya..

Begitu dia melihat gue yang berlari ke arahnya, dia tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

Saat berada tepat di depannya, gue langsung memeluknya dengan erat, gue gak peduli dengan orang-orang yang ngeliatin gue.

Wangi parfumnya langsung menyeruak dihidung gue, ya wanginya masih sama seperti dulu, wangi yang selalu bikin gue betah untuk berada di dekatnya.

"Malu ah diliatin orang-orang tuh.." protes dia karna gue peluk dia di depan umum.

"Bodo.. kangen tau" ucap gue manja dipelukanya.

"Haha dasar.." kemudian dia langsung membales pelukan gue dengan erat.

Namanya Andryan cowok tengil yang udah berhasil membuat gue percaya akan namanya cinta buta. Dan entah kenapa dia bisa jadi cowok gue sekarang. haha just Kidding dude.

Tingkahnya yang absurd akan selalu membuat orang geleng-geleng kepala. kalo kalian udah kenal dengan dia pasti ngerti apa yang gue maksud.

Dari sekian banyak cowok yang deket sama gue cuma dia cowok yang paling GAK ada romantis-romantisnya.
Cuma dia cowok yang ketika ceweknya ulang tahun kudu di ingetin dulu sama ceweknya.

"SELAMAT ULANG TAHUN SAYANG.. HEHE MAAF YA TELAT, LEBIH BAIK TELAT DARI PADA GAK SAMA SEKALI KAN"

Itu kata-kata ajaib yang selalu dia gunakan tiap gue ulang tahun dan biasanya akan di kirim sebulan setelah hari ulang tahun gue.

Waktu di SMA dia itu anaknya songong banget, sumpah deh dan hoby nya di sekolah itu berantem. Dulu gue harus bolak balik membawa dia ke uks karna setiap dia berantem pasti mukanya gak pernah utuh.

Padahal nih ya, badan dia itu gak gede-gede banget tapi entah kenapa dia bisa masuk ke genk anak-anak brandal di sekolahan. Kalo diliat dari mukanya, dia itu sama sekali enggak cocok kalo jadi preman sekolahan.

karna muka dia itu terlalu cantik untuk ukuran cowok. haha dia pasti marah kalo di bilang cantik. Bahkan dia sampe rela numbuhin kumis supaya gak di bilang cowok bermuka cantik.

[Sebagian text hilang.. karena para reader tidak terima emoticon-Nohope]

Tapi cuma dia satu-satunya cowok yang gak pernah ngomong enggak kalo gue suruh ini itu. padahal gue juga gak papa loh kalo dia nolak permintaan gue.

Bukannya apa-apa ya, takutnya nanti gue salah ngomong nyuruh dia lompat dari lantai 3 eh dia nurut, kan bahaya. haha

*yaa kali gue mau lompat dari lantai 3

Dan dia itu [ sebagian text hilang.. privasi]

Finally, meskipun dia itu ngeselin dan gak peka sebagai cowok tapi gue merasa beruntung karena bisa memilikinya.

Aku memilihnya bukan karena apa yg dia miliki, bukan juga karena fisiknya. I chose him because I'm comfortable and I'm happy emoticon-Smilie


*seketika gue pengen nangis emoticon-Frown
Diubah oleh andryan067
Jojga 2017, Adisucipto airport


Gue masih terus memeluk cewe berambut pirang ini, udah hampir satu tahun gue gak bertemu dengannya dan bahkan udah 5 bulan kita gak saling berkomunikasi satu sama lain. bukan hanya soal jarak yang memisahkan gue dan gadis, tapi juga karna kesibukan kita masing masing, sehingga membuat kita berdua jarang banget berkomunikasi.

"Kamu kurusan.." ucap gadis setelah melepas pelukannya.

"Masa sih? perasaan sama aja deh kaya dulu" ucap gue sambil mengukur pergelangan tangan dengan jari.

"Iya kurusan tau, terus kamu kok jadi item gini sih?"ucap gadis sambil membalik balikan tangan kanan gue yang memang terlihat belang seperti zebra cross

"Hehe bulan bulan ini aku sering tugas ke lapang jadi gosong gini deh.."

"Besok besok kalo ke lapang pake sunblock, biar gak belang kayak zerbra cross gini tangan mu"

"Iya iya, yaudah yuk ngobrolnya sambil jalan aja" ucap gue karna merasa gak nyaman ngobrol di tempat umum. Kemudian kami berdua berjalan menuju ke parkiran.


"Kenapa kamu pake repot repot jemput aku segala sih, kan aku bisa pergi ke kosan mu sendiri" ucap gue saat akan membuka pintu mobil gadis. kemudian gadis berhenti berjalan lalu menatap gue sambil menaikan kedua alisnya.

"Yakin bisa sampe ke kosanku?" ucap gadis dengan menekan kata 'yakin', lalu dia membuka pintu kemudi. Gue pun mengikutinya membuka pintu mobil lalu duduk di kursi penumpang.

"Kamu lupa apa kejadian pas kamu terakhir ke sini.." ucap gadis sambil menyalakan mobilnya. Kemudian gue kembali menginggat ngingat kejadian apa yang menimpa gue saat itu. Kira kira kejadiannya satu tahun yang lalu, saat permakali gue dateng ke jogja untuk bertemu dengan gadis.

shit!

Gue cuma nyengir malu setiap mengingat kejadian yang memalukan itu.

"Dari terminal yang jaraknya cuma 10 menit dari kosanku aja kamu bisa nyaras sampe borobudur, apa lagi ini yang dari bandara" ucap gadis

"Hehe kan dulu baru pertama kali kesini jadi wajar lah kalo ke sasar sasar" ucap gue dengan seribu alesan.

Lalu gadis melihat ke arah gue, dia mengerutkan dahi seakan tidak percaya dengan alesan yang gue buat.

"Jadi kalo sekarang udah gak nyasar lagi?" Tanya gadis dengan raut muka berharap.

"Ya tetep nyasar.."

"Cumi asin!"

Gue emang lemah kalo soal ngapalin jalan, gue harus melewati 5 kali lebih untuk mengingat setiap jalan yang akan akan gue lalui. kalo cuma sekali apa dua kali gue lewat pasti gue bakal gak inget. hal itu membuat gue kesusahan kalo saat kerja di lapang, tapi alhamdulillah sekarang GPS semakin canggih dan mudah diakses lewat smartphone jadi sangat ngebantu gue saat kerja di lapang tapi masalahnya GPS itu membutuhkan akses internet dan gak akan berlaku saat gue pergi ke pedalaman, alhasil gue hanya menggunakan isting dan kode alam yang ada disekitar gue.

"Kaca matanya baru mas? dari tadi gak dilepas lepas"ucap gadis sambil ngeliatin muka gue.

"Oh iya lupa.." sahut gue lalu melepas kaca mata hitam yang sejak dari bandara emang gak gue lepas.

Gadis menengok ke arah gue, lalu dia mengerutkan dahinya "mata kamu kenapa merah gitu..?"

Gue sedikit terkejut mendengar pertanyaan gadis soal mata gue yang merah, sejurus kemudian gue langsung melihat ke arah kaca spion yang ada didalem mobil. ternyata benar yang dibilang gadis kalo mata gue merah.

"Oh tadi di pesawat aku tidur, mungkin gara gara itu" jawab gue jujur ke gadis.

Gadis menganggukan kepala "dari dulu kalo naik pesawat pesti tidur, kaya pas waktu kita pergi ke bandung juga gitu"

"Haha iya ya solanya tempat duduk nya empuk sih jadi enak buat merem" jawab gue bohong, aslinya gue tidur itu karna gue masih takut kalo naik pesawat.

Gadis manggut manggut "Oh bukan karena kamu takut? jadi kamu tidur" ucap gadis sambil melirik gue dengan ujung matanya. seakan akan dia gak percaya dengan jawaban gue tadi.

alu gue bales melirik gadis, seolah mengatakan kalo ucapan dia tidak benar. mata kami terus beradu mempertahankan argument masing masing, sampai akhirnya gue ngalah "Iya iya aku tidur karena takut naik pesawat"

"Hahaha.. sudah aku duga" sahut gadis senang dengan jawaban gue.

****


Sekitar 30 menit perjalanan akhirnya kami sampai di kosan. setelah memakirkan mobil kami berdua turun dari mobil dan berjalan masuk ke dalam kosan.

Sejenak gue melihat ke sekeliling kosan gadis, ini adalah kali kedua gue ke kesini. kosan gadis masih terlihat sama seperti dulu, suasananya masih tetep sepi sama saat terakhir kali gue kesini.

Dengan segala fasilitas di dalemnya menurut gue kosan gadis ini malah terlihat seperti apartemen ketimbang koskosan. kami berjalan menuju ke lantai dua dimana kamar gadis berada, sepanjang lorong gue sama sekali gak bertemu dengan penghuni yang ada disini. ya wajar sih, karena kosan gadis ini penghuninya rata rata udah kerja jadi wajar kalo jam segini kosanya masih sepi.

Sampainya di ujung lorong, gadis mengambil kunci kamar yang ada di dalam tasnya. setelah itu pintu kamar dibuka oleh gadis. gue pun mengikuti gadis masuk kedalam kamarnya. begitu gue masuk, wangi khas gadis langsung menyeruak di hidung gue.

Meskipun gadis ini agak tomboy tapi tetep aja kamarnya terlihat girly seperti kamar cewek pada umumnya. kamarnya terlihat sangat rapih dengan cat berwarna biru langit gadis menata setiap benda yang ada dikamarnya dengan sangat baik, sehingga terlihat sangat nyaman untuk di tempati.

Ada berapa boneka yang tersusun rapih di kasurnya, tapi ada sebuah benda yang menurut gue terlihat janggal, yaitu sebuah poster dengan gambar cowok cowok berskinny jeans tertempel di dinding kamarnya.

One direction, tanya apapun tentang band itu maka gadis akan bisa menjawabnya.
setelah menarok tas di bawah meja belajar, gue langsung merebahkan badan dikasurnya gadis.

ah memang gak ada hal yang paling nyaman didunia ini selain dikasur

Sejenak gue memejamkan mata untuk melepas penat yang akhir akhir ini membuat gue kurang tidur.

"Mandi dulu, jangan langsung tidur dikasur..!" teriak gadis dari dapur menggema ke seluruh ruangan. Ya, gadis memang sangat gak suka dengan kebiasaan gue yang satu ini.

Gue gak bergeming dan masih tetep tidur dikasur, sampai gue merasakan ada sebuah dengkuran di bawah ketiak gue. reflek tangan kanan gue bergerak mencari sumber suara itu. lalu gue merasakan sesuatu yang lembut tepat berada di bawah ketiak gue.

Kemudian gue membuka mata, dan terlihat lah se ekor kucing berbulu abu abu yang mendusel dusel tepat di bawah ketiak gue. oh ternyata si kliwon kucing berhidung pesek punya gadis. sambil mengelus ngelus punggung kliwon gue memejamkan mata lagi.

Sampai akhirnya ada sebuah benda wangi yang sedikit basah mendarat di wajah gue.

"Sana mandi dulu, abis itu keluar cari makan" ucap gadis yang sepertinya baru selesai mandi. karna gue mencium aroma sabun yang khas milik gadis.

"Hmm..5 menit lagi.." Sahut gue dengan males, karena masih nyaman berada di kasur.

Lalu gue merasakan sesuatu yang hangat di kaki gue, tapi lama lama jadi terasa panas. gue membuka handuk yang sejak tadi menutupi wajah gue. ternyata gadis sedang berusaha membakar kaki gue dengan hair dryer yang dia pegang.

"Buruan ah..keburu sore nanti macet" Ucap gadis yang sibuk dengan rambutnya. gue pun bangkit dan duduk ditepi kasur. entah kenapa kepala gue jadi terasa berat setelah bangun dari tidur barusan. mungkin karena gue belum makan apa apa sejak berangkat dari rumah tadi pagi.

"Kenapa?" Tanya gadis yang bingung melihat gue duduk diam di tepi kasur.

"Gak pa pa " jawab gue bohong karena gue gak mau mendengar omelan gadis kalo dia tau gue belum makan apa apa sejak tadi pagi. lalu gue berdiri dan mengambil pakaian yang ada di tas, kemudian berjalan menuju ke kamar mandi yang berada di dapur.


"Nanti aku tidurnya dimana?" Tanya gue ke gadis sambil mengeringkan rambut dengan handuk.

"Di kamar sebelah, jadi tadi pagi aku udah ngomong sama yang punya kos kalo kamar sebelah mau di pake sodara aku" jawab gadis yang sedang sibuk melukis alisnya di depan cermin.

"Kok sodara?" Tanya gue lagi. gue merasa geli mendengar kata sodara saat gadis meminta izin kepada pemilik kosan.

Lalu gadis berhenti menggerakan pensil alisnya dan kemudian dia menengok kearah gue "kalo aku bilang yang nginep di kamar sebelah itu pacar aku, gak bakal di kasih ijin sama dia"

"Ow.. iya juga sih" Ucap gue sambil manggut manggut mengerti. ya, meskipun kosan disini campur cewe cowo tapi tetep aja masih ada aturannya.


Setelah gadis selesai merias wajahnya, kami langsung berangkat ke sebuah kafe yang lumayan jauh dari kosan gadis. menurut gue tempatnya lumayan nyaman untuk ngobrol. meja makannya disett saling berjauhan dari satu meja ke meja lainya, memang kafe ini lebih terkesan private jadi wajar jika banyak pasangan muda mudi yang dateng ke kafe ini.

"Papa mama mu kapan datenya?" Tanya gue ke gadis setelah kami berdua selesai menghabiskan makanan yang ada dipiring.

"Besok minggu" jawab gadis lalu sia mengambil tisu dari dalem tas "Kenapa emang?" tanya gadis kemudian.

Gue menggeleng pelan, kemudian gue menjatuhkan punggung ke kursi, lalu gue menatap mata gadis lekat lekat. Sebenernya ada banyak hal yang pengen gue katakan ke gadis saat ini, tapi entah kepa mulut gue terasa kelu saat ingin mengatakannya.

"Semua baik baik aja kan?" Tanya gadis dengan pandangan yang penuh kegelisahan.

gue mengangguk "ya.. semua baik baik saja" jawab gue dengan yakin untuk menenangkan keresahan yang ada di dalam hatinya. sejurus kemudian gue bisa melihat ada sebuah senyum di sudut bibirnya. Lalu gue memajukan kursi untuk bisa lebih dekat dengannya.

"Kamu harus yakin bahwa hari ini, besok dan seterusnya akan baik baik saja, selama kita berdua yakin maka gak ada hal yang perlu kita takutkan" ucap gue sambil menggenggam tangannya. kemudian gadis mengangguk pelan dan tersenyum manis.

"Kamu gak pa pa kan?" Tanya gadis setelah beberapa saat kami terdiam.

gue mengankat kedua alis "Maksudnya?"

"Hari ini kamu aneh, gak ada yang lagi kamu sembunyiin dari aku kan?"

gue menggeleng "Gak ada yang aku sembunyiin kok"

"Bener?" Tanya gadis lagi

"Iya beneran"

"Kalo gitu kamu jelasin siapa cewek cewek yang ada di kontak hp kamu ini.." Ucap gadis seraya mengeluarkan hp gue dari dalem tasnya.


gleek..

sejak kapan hp gue ada sama dia..?


gadis terus menatap gue dengan pandangan membunuh, gue cuma menggaruk garuk garuk alis yang sebenernya enggak terasa gatal sambil terus berusaha memikirkan jawaban yang paling masuk akal untuk gadis.

"ini line sama wa kamu juga logout, pasti ada sesuatu yang kamu sembunyiin iya kan?" ucap gadis sambil memainkan smartphone gue.

seketika gue menyesal karna dari dulu gak pernah mengganti lock screen hp gue.

"mereka semua temen kantor.." jawab gue sesantai mungkin agar gadis gak curiga kalo gue sedang berbohong.

seketika gadis berhenti menggeser geser layar hp gue, lalu dia menatap gue dengan tajam. seolah dia gak puas dengan jawaban gue.

"beneran, sini kalo gak percaya aku telfon satu satu orangnya" tambah gue agar gadis yakin. gue mengambil resiko yang sangat besar dengan ngomong seperti itu ke gadis, adaikan dia bilang "yaudah telefon" maka gue akan langsung pura pura mati didepannya.

gadis menatap gue lagi "udah gak usah, aku percaya"

seketika ada kembang api yang meledak ledak di kepala gue..

fiuh gue langsung menghela nafas lega setelah gadis ngomong seperti itu akhirnya masalah ini selesai tanpa ada pihak yang tersakiti. setelah itu kami berdua memutuskan untuk pulang ke kosan.

Tapi ternyata dugaan gue salah, sepanjang perjalanan pulang ke kosan gadis sama sekali gak ngomong bahkan dia gak menjawab satu pun pertanyaan yang gue lontarkan ke dia.

Begitu sampai dikosan gadis langsung berjalan cepat menuju ke kamarnya, gue yang berjalan dibelakangnya hanya bisa ngelus dada.


braak..!

Suara pintu kamar gadis langsung menggema ke seluruh koridor, gue hanya menggeleng gelengkan kepala saat gadis masuk ke dalem kamarnya.

Gue pun membuka pintu kamar sebelah yang akan menjadi tempat tidur gue malam ini, ya tadi saat gadis akan keluar dari mobil dia melempar kunci kamar ini ke gue.

Begitu masuk, gue langsung merebahkan badan ke kasur, sambil memandangi langit langit gue mikirin cara agar bisa berdamai dengan gadis.

Bukan hal yang mudah bagi gue untuk menjinakan singa yang sedang marah, jika gadis itu seperti cewe cewe lain maka gue akan mengirimkan sebuah puisi cinta ke dia saat ini.

Berkali kali gue mengusap wajah, akhirnya gue memutuskan untuk menceritakan semuanya ke gadis. Ya, itu adalah jalan satu satunya, dan apapun resiko nanti bakal gue terima.

gue bangkit dari kasur dan berjalan keluar menuju kamar gadis, gue mengetuk ngetuk pintu kamarnya..

"sayang.. buka pintunya dong"

karna gak ada jawaban dari gadis, gue memutuskan untuk membuka pintu kamarnya dan berharap dia gak menguncinya.


ceklek..

ternyata gadis gak menguci pintu kamarnya, gue membuka pintu secara perlahan, lalu gue sedikit mengintip ke dalem kamarnya, gue melihat gadis sedang berbaring diatas kasur sambil memainkan hpnya.

Perlahan gue masuk ke dalem kamarnya, setelah itu gue berjalan pelan menuju ke dapurnya. saat gue berjalan melewatinya, gadis sama sekali gak melirik kearah gue. sepertinya gue cuma dianggep angin yang lewat.

Gue menyalakan kompor dan merebus air. ya, sepertinya sebuah minuman hangat bisa membuatnya sedikit tenang. gue berdiri bersandar ke tembok sambil menunggu airnya mendidih.


miaaw..

Tiba tiba kliwon datang menghapiri gue ke dapur, seperti biasa kliwon langsung mendusel dusel di kaki gue, lalu gue berjongkok dan mengangkat kliwon.

"Lu laper won?" Tanya gue ke kliwon

"Miaaw.." Sahut kliwon kemudian

"Kasian banget sih lu won.. gue gak habis pikir kenapa lu bisa betah punya majikan yang galak kek gitu"

"Miaaw.."

"Ckck cuma miaw miaw doang lu won.. tapi se'enggaknya lu nyaut saat gue ajak ngomong won, gak kayak majikan lu itu.."

Kliwon menatap gue seolah dia sedang menertawakan nasib gue yang gak di anggep sama pacar sendiri.
gue menuang air panas ke dua buah mug berisi coklat yang banyak di jual di warung warung.

Kemudian gue membawanya ke depan, gadis masih tetep tiduran dikasur sambil memainkan hpnya, lalu gue letekan dua cangkir coklat itu di atas meja belajar gadis dan kemudian duduk di kursi belajar yang membelakangi gadis.

Gue menatap sebuah bingkai photo yang di dalemnya ada photo gue dan gadis saat kami pergi ke pantai tahun lalu.

"Udah seminggu ini insom ku kambuh, dan aku udah ngelanggar janji yang aku buat dua tahun lalu.. Ya, aku udah menyentuh minuman haram itu lagi.."

gue berbicara sambil membelakangi gadis, tapi gue bisa melihat raut wajah gadis berubah begitu mendengar ucapan gue barusan. kemudian gadis bangkit dari tidurnya dan berjalan mendekati gue, ya gue bisa melihat gadis melalui cermin yang ada di samping meja belajar ini.

gadis mengambil coklat panas yang gue bikin tadi, kemudian dia duduk di meja belajar tepat didepan gue.

"Jadi siapa kali ini?"

Pertanyaan gadis langsung menggema di telinga gue, potongan potongan memory masa lalu seketika berputar putar di kepala gue. Ingatan gue kembali menerawang jauh ke masa lalu, ingatan dimana gue pernah mengalami titik terendah dalam hidup ini..
Diubah oleh andryan067
Diubah oleh andryan067
Yg bener gan dalam pengawasan BIN?? emoticon-Bingung (S)




ada yg jualan soto dimarih..???


Blay ni lo pa bukan..
Bikin tread baru lagi lu
ngetag tempat dulu ah
Kangen gw ama si javlay
Diubah oleh AbiEyzaArra
Ndry? Is that you?
Akunmu udah balik?
Waahh.. ikutan ngedeprok dimari yaa..
emoticon-Cendol Gan
Naro keperluan berburu bodat dulu di marih emoticon-Cool

Dajooon gmana kabar kao.. Sehat? emoticon-Leh Uga
Blayy, gue kangen sama lo blay. Ini elo kan blay? emoticon-Mewek
BEHAhaha ane ga bisa ngomong apa2 dah...cuman bisa nyediain tempat sandaran buat "Dia" yang disanah emoticon-Malu (S)

Vangkeee bener dah, yg laen nulisnyah Reserved a.k.a udah dipesan, lah ini malah Received a.k.a diterimah...nerima apaan luuuuu, ijab qabul akad nikah??? emoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh rahmahidayat
Quote:

bukan.. kenalin nama gue aliando emoticon-Cool
Quote:

eke juga kangen beb emoticon-Betty (S)
kapan kita jalan lagi emoticon-Embarrassment
Quote:

ini gw bikin lagi mba, cuma ada tambahan "an" aja emoticon-Embarrassment
Quote:

:batbig
sehat semenjak gw makan daging bodat:goyang
lo gimana sehat?
Quote:

haha iya wah gw juga kangen..









sama mba olip emoticon-Embarrassment
Quote:

jangan om, nanti dia korengan gimana.. :goyang

nerima kamuh apa adanya emoticon-Betty (S)
Diubah oleh andryan067
Quote:


Kampret malah mum Olip yg lo kangenin emoticon-Mad
Quote:


haha sini peluk dulu.. emoticon-Peluk
Quote:


emoticon-Mewek emoticon-Peluk emoticon-Kiss
Andryaaaaaaan


Comment dulu baca nanti emoticon-Big Grin

**********************

Widih lagi di Jogja nih... emoticon-Malu (S)

Btw itu parah banget nyasarnya dari terminal ke borobudur emoticon-Leh Uga

Ditunggu kelanjutannya ye emoticon-Cendol Gan
Diubah oleh oliviariz
Quote:


Oh iya, ga sadar ndry..
Balik dong. Kangen nih emoticon-Mewek
Roman2nya tritmu ini bakalan sedih. Beli tissue dulu deh emoticon-Ngacir
Pejwan gue yg gembok emoticon-Cool
Diubah oleh nengsr
kang soto??
gue kaga salah kan??
BIN = Gadis??
id simpan baik2 blay jangan sampai ilang lagiemoticon-Blue Guy Bata (L)
trit yng sebelah kaga selesaiemoticon-Cape deeehh
Diubah oleh bruce999
Halaman 1 dari 27


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di