alexa-tracking

Sekeping Rindu Dian

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59d8e5b454c07a107f8b4577/sekeping-rindu-dian
icon-hot-thread
Sekeping Rindu Dian
Quote:


Aku hanya bisa terdiam mendengar isak tangis Dian di seberang sana. "Andai Aku bisa, ingin ku hapus air matamu itu. Aku tahu betapa berat apa yang sedang kamu rasakan sekarang. Tapi maaf, hanya ini yang bisa kulakukan sekarang" Betapa berat aku mengucapkan kata-kata itu. Hatiku lirih mengucapkannya,namun mulutku diam terkunci.

"Kak...." Dian berkata disela isak tangisnya. "Kalau kakak nggak mau menerima aku, lebih baik aku mati aja sekarang ini!"




Quote:
Quote:


Quote:
Mejeng dulu ah
KASKUS Ads

Pertemuan Awal Januari

"Gringsing... Gringsing. Silahkan turun para penumpang. Ada waktu 30 menit untuk istirahat dan makan malam".

Suara Kondektur Bus dan nyala lampu membuyarkan Budi dari mimpinya. "Jam 20.30, sesuai jadwal. Baguslah" bathin Budi. Sambil meluruskan punggungnya Budi memperhatikan satu persatu penumpang yang mulai turun.

Bus PO Safari Dharma Raya yang Budi tumpangi sudah sampai Gringsing. Sebuah Kota di wilayah Batang dekat Alas Roban. Di wilayah ini banyak sekali rumah makan yang biasa digunakan oleh Bus AKAP untuk berhenti dan memberikan service makan buat para penumpangnya. Biasanya menu prasmanan dengan beragam menu pilihan. Lumayan buat makan malam diperjalanan.

Perhatian Budi akhirnya tertuju terhadap cewek yang duduk di sebelahnya.
"Cantik.. Kulitnya putih bersih dan tubuhnya langsing. Rambutnya panjang tergerai menutupi leher jenjangnya" bathin Budi.

"Mbak, nggak turun buat makan atau ke toilet mungkin" ujar Budi mencoba ramah. "Makasih Mas, saya disini aja. Masih kenyang" kata cewek itu. Mendengar hal itu,Budi hanya tersenyum kemudian bergegas turun dari Bus.

Setengah jam kemudian Bus kembali melaju menuju Ibukota Jakarta. Budi kembali melirik cewek di sebelahnya. Masih dengan raut muka yang sama sejak tadi sore Budi melihatnya di Terminal Tirtonadi. Diam membisu menatap lurus ke luar jendela. Entah apa yang sedang dipikirkannya.

Quote:


Bus terus melaju membelah Alas Roban yang dipenuhi rimbunan pohon pohon besar. Dari speakernya mengalun lembut langgam Jawa yang bikin suasana syahdu dan mengantuk.

Budi sebenarnya sudah mulai beberapa kali menguap menahan kantuk. Tapi rasa penasaran membuatnya bertahan dan ingin terus ngobrol dengan cewek di sampingnya.

Quote:


Budi memandang deretan penumpang yang sudah terlelap. Alunan musik pun sudah berhenti. Malam memang semakin larut, namun jalur Pantura justru mulai menampakkan geliatnya. Puluhan Bus Antae Kota Antar Provinsi melaju beriringan. Saling berkejaran dengan kecepatan tinggi namun tetap nyaman buat penumpang.

Setiap malam puluhan bus berangkat menuju satu titik. Jakarta. Kota impian semua warga untuk merantau dan tinggal disana. Kota dengan sejuta mimpi dan harapan. Seperti mimpi Budi yang sudah hampir 5 tahun hijrah ke Jakarta. Mimpi meraih rezeki berlimpah dan juga tambatan hati.
Quote:


Goro² ente pancenan mbah emoticon-Embarrassment
Izin baca ceritanya ya mbah emoticon-Hai
Ini ada lanjutannya gan? Nanti si Budi sama Dian trus pacaran, tunangan, menikah. Akhirnya si Budi jadi legenda yg namanya diabadikan di pelajaran Bahasa Indonesia.

"Ini Bapak Budi...
Ini Ibu Budi..
Mereka jadian karena kenal di terminal Tirtonadi..."

emoticon-Embarrassment
Quote:


si budi kexil kuyup menggigil
menahan dingin tanpa jas hujan



anak sekexil itu berkelahi dengan budi emoticon-Kaskus Radio
untung ngg secuil rindu emoticon-Leh Uga
Gringsing bukan nya masih ikut wilayah batang gan emoticon-Bingung
Quote:


perbatasan kek nya gan.. dah lama ga mudik ane emoticon-Embarrassment
Ijin kang cendol buat baca dimari emoticon-Traveller

Jgn ampe kentang yha karena kita terlalu kenyang dg kentang emoticon-Hammer (S)

Part2: Rawamangun Grogol

Menjelang Subuh, bus melaju pelan kemudian berbelok ke sebuah rumah makan di daerah Subang. Dari sekitar 35 penumpang bus, hanya setengahnya yang terbangun dari tidurnya. Budi salah satu yang terjaga dan kemudian turun dari bus.

Rumah Makan Kartika terasa lengang pagi dini hari ini. Hanya ada 1 penjaga rumah makan yang nampak di meja kasir. Di depan rumah makan ada satu dua pedagang kopi dan pop mie menawarkan dagangannya.

Budi memasuki rumah makan kemudian berbelok ke arah kiri. Di situ tertulis petunjuk arah Musholla. 10 menit lagi adzan Subuh berkumandang.

Saat kembali naik ke bus, Budi melihat Dian ternyata ikut terbangun. Sambil tersenyum Budi kemudian duduk di samping Dian.

Quote:


Bus pun kembali melaju menuju Jakarta. Budi yang masih penasaran dengan cewek cantik di sebelahnya trus berfikir untuk bisa kenal lebih dekat lagi dengan Dian.

Quote:


Tak terasa bus sudah memasuki Jalan Tol Jakarta Cikampek. Sebentar lagi adalah akhir perjalanan bersama yang singkat namun berkesan buat Budi. Dian ternyata cukup ramah dan enak diajak ngobrol.

"Dian, aku siap siap dulu ya, dah sampai Rawamangun nih" ujar Budi sambil merapikan tas ransel bawaannya. "Silahkan Mas.. Aku masih harus ke Grogol dulu baru turun".

Sejenak Budi ragu untuk mengucapkan salam perpisahan buat Dian. "Dian, kalau nanti jadi mampir aku telpon kamu ya. Mudah-mudahan sih kamu nggak lagi pergi" kata Budi. Sambil senyum Dian pun berkata: "Silahkan Mas.. Kalau Aku ada, Mas boleh mampir kok." emoticon-Embarrassment

Bus perlahan memasuki terminal Rawamangun. Budi pun bergegas turun mengikuti beberapa penumpang yang juga hendak turun.

Budi: "Sampai ketemu lagi Dian, hati hati ya.." emoticon-Embarrassment
Dian: "nggih Mas, maturnuwun" emoticon-Big Grin


Setelah turun Budi duduk di deretan kursi ruang tunggu kedatangan bus. Matanya tak lepas memandang Bus Safari Dharma Raya yang mulai bergerak kembali. Ada Dian disana. Ada rasa yang entah kenapa seperti hilang seiring berlalunya bus itu.

"Bang.. Pisangan ya?" Budi menyetop KWK abu abu yang melintas di depan terminal Rawamangun dan segera naik begitu dapat anggukan dari sopir KWK tersebut.
Trit vagooosh dapet emoticon-Rate 5 Star dari iskriiiiim... emoticon-Big Grin


Sekeping Rindu Dian
Quote:


Ini bukannya lagu oom iwan yah? emoticon-Leh Uga
Mejeng dulu ah di calon trit legend SFTH.
emoticon-Cool

Jgn lupa gan masak kentangnya jgn kelamaan, ntar gosong.
emoticon-Leh Uga
Quote:

Ya.. edited lirik terakhir aja emoticon-Ngakak
Quote:


masih belajar masak kentang gan, biasa masak cendol emoticon-Embarrassment
mampir dulu ke nubie sfth emoticon-Stick Out Tongue

udah lumayan rapi kok.. cuma spasinya kurang, sama buat bedain dialognya sih bisa dibikin simpel aja sih (soalnya lumayan editnya kalo pake italic mulu emoticon-Ngakak (S))

Sama kasih judul tiap ada part baru biar bisa bedain dr komen lainnya

Quote:
Lanjut deh. Ane dah nyimak. Ntr ajarin ane gan. Mau bikin sfth juga yach...
emoticon-Big Grin
izin nyimak ya gan