alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59d392c2529a45da018b4570/tragedi-berdarah-anti-komunis-di-indonesia-1965-1966
icon-hot-thread
Tragedi Berdarah Anti-Komunis di Indonesia (1965-1966)
Quote:
Tragedi Berdarah Anti-Komunis di Indonesia (1965-1966)
Dua pria sedang menanti ajalnya, seorang tentara dibelakang mereka menusukkan bayonetnya ke mayat-mayat di bawah kakinya dalam sebuah eksekusi kilat terhadap para terduga komunis. (foto via namebase.org)


Pada awal Oktober 1965, kampanye propaganda militer mulai menyapu Indonesia, dan berhasil meyakinkan baik masyarakat Indonesia dan internasional bahwa peristiwa Gerakan 30 September adalah sebuah "kudeta Komunis", dan bahwa pembunuhan jenderal fraksi sayap kanan TNI tersebut adalah kekejaman pengecut terhadap para pahlawan Indonesia. Dalam kampanye tersebut, Gerakan 30 September disebut "Gestapu" (dari "Gerakan September Tigapuluh"). Tentara, bertindak atas perintah Soeharto dan diawasi oleh Nasution, memulai kampanye agitasi dan hasutan untuk melakukan kekerasan berdarah dikalangan warga sipil Indonesia yang ditujukan untuk masyarakat pendukung dan simpatisan ideologi Komunis, dan bahkan terhadap Presiden Soekarno sendiri. Penyangkalan PKI tentang keterlibatan mereka dalam G30S hanya pengaruh yang kecil. Rezim Soekarno dengan cepat menjadi tidak stabil, dengan Angkatan Darat menjadi satu-satunya kekuatan yang tersisa untuk menjaga ketertiban.

Pada pemakaman Ade Irma, putri A.H Nasution yang meninggal dalam peristiwa G30S, Komandan Angkatan Laut Laksamana Martadinata memberi sinyal pada para ulama dan pemimpin Muslim untuk menyerang Komunis.
Pada tanggal 8 Oktober, kantor pusat PKI dijarah dan dibakar habis dan petugas pemadam kebakaran hanya berdiri diam. Mereka kemudian berdemonstrasi massal menuntut pembubaran Partai Komunis Indonesia. Rumah-rumah tokoh senior partai, termasuk ketua PKI D.N. Aidit, M.H. Lukman dan Nyoto juga dibakar. Tentara kemudian memimpin kampanye untuk membersihkan masyarakat Indonesia, pemerintah dan angkatan bersenjata dari elemen partai komunis dan organisasi massa berhaluan kiri lainnya. Para pemimpin dan anggota PKI segera ditangkap, beberapa langsung dieksekusi mati tanpa pengadilan apapun.

Pada tanggal 18 Oktober, sebuah deklarasi dibacakan melalui semua stasiun radio yang dikendalikan militer, menyatakan bahwa Partai Komunis Indonesia adalah partai terlarang. Larangan tersebut termasuk semua "onderbouw"-nya (sayap organisasi) seperti organisasi pemuda dan perempuan, asosiasi petani, intelektual dan kelompok mahasiswa, dan serikat buruh SOBSI. Pada saat itu, tidak jelas apakah larangan ini hanya diterapkan terhadap Jakarta (yang saat itu dikuasai oleh TNI Angkatan Darat), atau seluruh Republik Indonesia. Namun, larangan itu segera digunakan sebagai dalih oleh Tentara Nasional Indonesia untuk pergi diseluruh Indonesia melaksanakan hukuman di luar hukum, termasuk penangkapan massal dan eksekusi kilat, terhadap siapapun yang dicurigai pendukung kelompok kiri atau komunis, dan loyalis Soekarno. Saat penyebaran kekerasan berdarah tersebut, Soekarno mengeluarkan perintah untuk mencoba menghentikannya, tetapi ia diabaikan. Dia juga menolak untuk menyalahkan PKI untuk peristiwa "kudeta" tersebut, apalagi melarangnya seperti yang dituntut oleh TNI Angkatan Darat. Namun, meski Soeharto dan Nasution semakin curiga tentang peran Soekarno dalam peristiwa itu, TNI Angkatan Darat enggan untuk menghadapi Soekarno langsung karena popularitasnya yang masih luas.

Dimulai pada akhir Oktober 1965, dan dipicu oleh kebencian masyarakat yang terpendam, TNI dan sekutu sipilnya (terutama kelompok vigilante Muslim) mulai membunuhi orang-orang yang ada hubungan dengan PKI maupun onderbouw-nya, baik yang hanya diduga maupun yang memang betul. Pembunuhan dimulai di ibukota, Jakarta, menyebar ke Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan kemudian Bali. Meskipun pembunuhan terjadi di seluruh Indonesia, yang terburuk berada di kubu PKI Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Sumatera Utara. Pembantaian mencapai puncaknya selama sisa tahun 1965, sebelum mereda pada bulan-bulan awal tahun 1966. Perkiraan jumlah korban tewas dari berbagai kekerasan ini berkisar dari lebih dari 100.000 sampai 3 juta, namun kebanyakan sejarawan menerima figur sekitar 500.000. Banyak orang lain juga dipenjara dan selama sepuluh tahun ke depannya, orang-orang masih ditangkap dan dipenjarakan sebagai tersangka. Diperkirakan bahwa sebanyak 1,5 juta orang dipenjarakan atas dasar dugaan pendukung komunisme pada satu saat di masa tersebut. Sebagai hasil dari pembersihan tersebut, salah satu dari tiga pilar pendukung Soekarno, Partai Komunis Indonesia, telah secara efektif dihilangkan oleh dua lainnya, yaitu militer dan politik Islam.


sumber: Robert Cribb (2004). "The Indonesian Genocide of 1965-1966."
sumber
interesting topic, as always, ngebicarain pki serta dalang sebenarnya dibalik peristiwa ini merupakan hal yang benar2 menarik..
kita tidak bisa hanya melihat sejarah dalam satu sudut pandang, fakta mengatakan pada saat sebelum gerakan 30S dimulai, Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi yang parah, hal ini ditambah dengan desas desus pembentukan dewan jendral yang katanya akan mencoba melakukan kudeta..
hal ini jelas membuat rakyat makin resah..
walaupun diakhir, Ir. Soekarno mengecam dan menolak mendukung tindakan G30S yang menegaskan jika Ir. Soekarno bukan dalang sebenarnya..
sebuah teori yang dikemukakan oleh John D. Legge, menyebutkan jika tidak ada pemeran tunggal dan skenario besar dalam peristiwa G30S (teori chaos)..
menurutnya, kejadian ini hanya merupakan unsur2 nekolim (negara barat), pimpinan PKI yang keblinger, serta oknum2 ABRI. semuanya pecah dalam improvisasi lapangan..
menurut saya, ini merupakan teori paling bisa dipegang untuk menjelaskan G30S, karena teori ini cenderung netral dan teori yang lain, masih menjadi sebuah perdebatan hebat, yang kebenarannya masih belum terungkap..
Quote:Original Posted By warhunter
interesting topic, as always, ngebicarain pki serta dalang sebenarnya dibalik peristiwa ini merupakan hal yang benar2 menarik..
kita tidak bisa hanya melihat sejarah dalam satu sudut pandang, fakta mengatakan pada saat sebelum gerakan 30S dimulai, Indonesia sedang mengalami krisis ekonomi yang parah, hal ini ditambah dengan desas desus pembentukan dewan jendral yang katanya akan mencoba melakukan kudeta..
hal ini jelas membuat rakyat makin resah..
walaupun diakhir, Ir. Soekarno mengecam dan menolak mendukung tindakan G30S yang menegaskan jika Ir. Soekarno bukan dalang sebenarnya..
sebuah teori yang dikemukakan oleh John D. Legge, menyebutkan jika tidak ada pemeran tunggal dan skenario besar dalam peristiwa G30S (teori chaos)..
menurutnya, kejadian ini hanya merupakan unsur2 nekolim (negara barat), pimpinan PKI yang keblinger, serta oknum2 ABRI. semuanya pecah dalam improvisasi lapangan..
menurut saya, ini merupakan teori paling bisa dipegang untuk menjelaskan G30S, karena teori ini cenderung netral dan teori yang lain, masih menjadi sebuah perdebatan hebat, yang kebenarannya masih belum terungkap..


kalo disadari yg hebat dri yg terhebat adalah hasil indoktrinasi mengenai 1965 pada hari ini oom.
hehehe
coba lihat reaksi org kalo berbicara PKI. bagaikan berbicara mengenai Tuhan yg dicela hehe
Kalo yg dibantai sampai 1 juta, kenapa foto-foto nya cuma ada 1 doang?emoticon-Wakaka

itu aja foto tahun 1948emoticon-Wakaka

Bantahan terhadap asumsi dan cocokmologi yang berusaha mengaitkan G30S dengan pak Harto

Quote:Original Posted By snipertarget
Sejak kapan ada ceritanya, Presiden mengkudeta dirinya sendiri...
emoticon-Leh Uga emoticon-Ngakak

kok kudeta gimana..

G30S itu operasi untuk mengamankan pemerintahan karno dari ancaman kudeta yg akan dilakukan Dewan Jendral (Jendral AD yang diculik dan dimasukkan ke lubang buaya)

G30S itu operasi yang dilakukan Cakrabirawa (Pro-PKI/di bawah kendali Biro Chusus CC PKI) untuk mengamankan pemerintahan karno dari ancaman kudeta yg akan dilakukan Dewan Jendral (Jendral AD yang diculik dan dimasukkan ke lubang buaya)

Kalo yang membangkang tuh cuma PNS sih gampang... tinggal panggil trus pecat/mutasi dinas.

Masalahnya yang membangkang tuh bukan karyawan biasa, mereka adalah para Perwira Tinggi yang mengkomando seluruh TNI-AD di Indonesia. Mereka punya Ratusan ribu pasukan dan Alutsista buat melakukan gerakan kudeta pemerintahan karno.

Para PATI AD yang membangkang tsb ga bakal mau nurutin perintah karno.. Cukup 1 tank .. hancur lebur itu karno & Aidit.. Makanya perlu dilakukan operasi G30S untuk menghabisi para Jendral AD yang ingin mengkudeta karno

Pangkohanudnas/ Pangdam/ Pangdivif/ Danjen Kopassus/ Pangkoarmada/ Pangkolinlamil/ Pangkoopsau juga ga diculik kok

Targetnya kan cuma PATI yang memegang jabatan tertinggi di AD.

Menko Hankam/Kasab : Jenderal TNI A.H. Nasution - Bintang 4
MenPangad : LetJend A. Yani*
- Bintang 3
Deputi I MenPangad : Mayjen Mursid
Deputi II MenPangad : Mayjen Suprapto*
Deputi III MenPangad : Mayjen MT Haryono
Asisten I MenPangad : Mayjen S. Parman

Asisten II MenPangad : Mayjen Djamin Ginting
Asisten III MenPangad : Mayjen Pranoto Reksosamudro
Asisten IV MenPangad : Brigjen DI Panjaitan
Asisten V MenPangad : Mayjen Soeprapto Soekowati
Asisten VI MenPangad : Brigjen Soedjono
Asisten VII Menpangad : Brigjen Alamsjah Prawiranegara
Inspektur Kehakiman AD : Brigjen Sutoyo*
Pangkostrad : Mayjen Suharto - Bintan 2
Pangdam Jaya : Mayjen Umar Wirahadikusumah


Satu2nya deputi Menpangad yg ga diculik adalah Mayjend Mursyid

Tidak masuknya Mayjen Mursyid dalam daftar, seperti yang sudah disebutkan, selain dianggap jenderal Soekarnois, Resimen Cakrabirawa yang dikomandoi Brigjen Sabur dalam struktur AD berada dibawah pembinaan Deputy I Kasad. Atas pertimbangan itu pula Mayjen Mursyid tidak dijadikan target.

Quote:Siapa Dalang G30S:


1. Ada beberapa versi seputar siapa dalang dari peristiwa G30S, salah satunya menyatakan bahwa peristiwa G30S ini bisa juga disebut sebagai kudeta yg dilakukan Mayjen Soeharto terhadap Presiden Soekarno dgn fakta sebagai berikut:
(a). Ke-6 orang Jenderal TNI AD adalah orang yg memeriksa Mayjen Soeharto terkait kasus penyelundupan. Akibat pemeriksaan Mayjen Soeharto dicopot sebagai Pangdam Kodam Diponegore dan dipindah ke Seskoad. Sumber: https://tirto.id/persinggungan-soeha...-revolusi-bXsU
(b). Pasukan yg ditugaskan di sekitar Monas dan Istana Merdeka adalah pasukan yg didatangkan Soeharto dari Kodam Diponegoro. Pasukan itu didatangkan Soeharto dgn alasan utk peringatan HUT TNI pada 5 Oct 1965.


Bantahan:
a. - Masalah udah selesai, Soeharto dibina di Seskoad oleh Mayjend Gatot Subroto. Itu kejadian lama, faktanya jaman A. Yani jadi Menpangad, Soeharto diangkat menjadi Pangkostrad.
- Nasution diangkat menjadi ketua MPRS saat pemerintahan Soeharto

b. Itu untuk mengamankan para jendral dari rencana penculikan para Jendral AD oleh Dewan Revolusi PKI

Quote:(c). Mayjen Soeharto tdk ikut menjadi sasaran penculikan G30S, padahal:
- Jabatan Soeharto adalah sangat strategis yaitu Panglima Kostrad. Sementara konsensus di TNI AD saat itu, bila Menteri/Panglima Angkatan Darat berhalangan, maka otomatis Pangkostrad menjadi penggantinya. Jenderal Ahmad Yani yang saat itu menjabat Menteri/Pangad) ikut diculik/dibunuh oleh G30S.
- Soeharto juga menjabat sebagai Deputi I Men/Pangad, sementara daftar orang-orang yang diculik terdapat Mayjen Suprapto (Deputi II Men/Pangad) dan Mayjen Haryono (Deputi III Men/Pangad).
- Pada tanggal 1 Oktober 1965, markas Kostrad tidak dijaga oleh pasukan ‘G30S’.

Bantahan
c. Pangkohanudnas/ Pangdam/ Pangdivif/ Danjen Kopassus/ Pangkoarmada/ Pangkolinlamil/ Pangkoopsau juga ga diculik kok. Pankostrad tuh bukan jabatan strategis, jabatan strategis adalah Menpangad, Deputi Menpangad, dan Asisten Menpangad
- NGAWUR, Deputi I Menpangad adalah Mayjen Mursyid
- Goblok bgt, Cakrabirawa yg melakukan penculikan tuh jumlahnya ga lebih dari 60 orang. Pengen disate sama orang2 kostrad?


Quote:(d). Pleidoi dari Kolonel Abdul Latief, salah satu tokoh penting G30S, di Mahmilub yaitu:
- Menyatakan bahwa dia mendatangi Soeharto beberapa kali termasuk datang ke rumah sakit RSPAD pada 30 September 1965. Selain untuk menjenguk anak Soeharto (Tommy) yang terkena musibah, juga untuk “melaporkan akan adanya gerakan pada besok pagi harinya untuk menggagalkan rencana Coup D’etat dari Dewan Jendral.” Inisiatif Latief melapor ke Soeharto itu direstui oleh Kolonel Untung dan Brigjend Soepardjo. Kedatangan Kolonel Latief diakui oleh Soeharto pada saat diwawancarai pada tahun 1986 oleh seorang penulis AS, Arnold Brackman, yang menulis buku berjudul "The Communist Collapse in Indonesia".
- Mengakui adanya kedekatan Soeharto dan Letkol Untung. Letkol Untung pernah menjadi anak buah langsung Soeharto sewaktu di daerah Korem Sala, yang kemudian Letkol Untung terpilih sebagai salah seorang pimpinan Gerilyawan yang diterjunkan di Kaimana sewaktu Trikora,” Sewaktu Letkol Untung menikah di Kebumen, Soeharto juga datang untuk turut merayakan pesta perkimpoian.

Bantaahan:
d. - Sudah jelas di situ Latief melaporkan akan adanya gerakan pada besok pagi harinya untuk menggagalkan rencana Coup D’etat dari Dewan Jendral. Bukan melaporkan akan melakukan kudeta pemerintahan Soekarno
- Emang sesama tentara ga boleh akrab gitu? lagian ga cuma harto yg akrab dengan Letkol Untung. Justru pas tahun 1965, Letkol Untung tuh akrab sama karno
- Lu bilang harto mau kudeta pemerintahan karno, tapi udah jelas Latief melaporkan akan adanya gerakan pada besok pagi harinya untuk menggagalkan rencana Coup D’etat dari Dewan Jendral. Bukan melaporkan akan melakukan kudeta pemerintahan Soekarno.

Pake perspektif saat itu dong, jangan pake perspektif sekarang. Jaman itu, tindakan G30S dianggap sebagai tindakan yg benar. Karena operasi G30S mengamankan pemerintahan Karno.

Pemerintahan waktu itu kan dipegang Soekarno.. Latief kan menduga kalo Soeharto loyal sama pak Karno.

Keadaan waktu itu kan berbeda sama jaman sekarang
Sebelum peristiwa G30S, para Perwira Tinggi yang yang membangkang Karno dianggap makar. Sebaliknya, pasca operasi pembersihan G30S, justru semua yang mendukung G30S dianggap makar

Quote:(e). Kesaksian Subandrio, Wakil Perdana Menteri/Menteri Luar Negeri/Kepala Badan Pusat Intelijen di saat peristiwa G30S terjadi yaitu:
- Kolonel Latief adalah bekas anak buah Soeharto semasa di Kodam Diponegoro. Soeharto dan Latief sudah saling-kenal semasa masih di Jogjakarta. Latief memegang rahasia skandal Soeharto saat serangan umum 1 Maret 1949 di Jogjakarta. Menurut cerita Latief, sementara pasukan kompinya menyabung nyawa melawan tentara Belanda, Soeharto malah sedang santai makan soto babat.
- Kolonel Untung adalah anak buah Soeharto semasa di Divisi Diponegoro. Sekitar tahun 1950-an, keduanya pisah kesatuan. Namun, di tahun 1962, mereka disatukan lagi, yakni dalam rangka pembebasan Irian Barat. Saat itu, Soeharto bertindak sebagai Panglima Komando Mandala. Pasca itu, Soeharto menjadi Pangkostrad. Sedangkan Untung ditarik Bung Karno menjadi salah satu komandan pasukan Tjakrabirawa. Ketika Untung menikah di Kebumen, Soeharto dan istrinya menyempatkan datang.
- Pada 15 September 1965, Kolonel Untung mendatangi Soeharto untuk menyampaikan perihal rencana kudeta oleh Dewan Jendral. Letkol Untung menyampaikan kepada Soeharto, bahwa pihaknya punya rencana mendahului gerakan Dewan Jenderal dengan menangkap mereka lebih dahulu. Mayjen Soeharto menyambut baik rencana Kolonel Untung itu. Malahan, Soeharto menjanjikan bantuan pasukan untuk mendukung gerakan Untung itu
- Menyebut Soeharto membangun dua klik, yakni klik yang dikorbankan (Soeharto-Latief-Untung-Sjam) dan trio yang dilanjutkan (Soeharto-Yoga Soegama-Ali Moertopo). Klik ‘Untung-Latief-Sjam’ dipakai Soeharto untuk membuat gerakan kontra-kudeta yang dirancang gagal. Sedangkan klik ‘Yoga Soegama-Ali Moertopo’ dipakai untuk menumpas G30S, lalu menumpas PKI, dan kemudian menggulung kekuasaan Soekarno.
- Kesaksian Sjam di Mahmilub jelas-jelas menguntungkan Soeharto. Sjam membeberkan bahwa semua tindak- tanduknya, termasuk dalam mengorganisir Dewan Revolusi, adalah atas persetujuan dan perintah DN Aidit. Hal itu dibutuhkan Soeharto untuk memperkuat dalihnya menumpas PKI sebagai otak G30S. Sjam ini dicurigai banyak orang sebagai tripple agent yaitu agent Soeharto, agent PKI, dan agent CIA.


bantahan:
- Tahun 1965, Kolonel Latief adalah Cakrabirawa loyalis Soekarno
- Tahun 1965, Kolonel Untung adalah Cakrabirawa loyalis Soekarno
- Lu bilang harto mau kudeta pemerintahan karno, tapi udah jelas Latief melaporkan akan adanya gerakan pada besok pagi harinya untuk menggagalkan rencana Coup D’etat dari Dewan Jendral. Bukan melaporkan akan melakukan kudeta pemerintahan Soekarno.

- Pada saat G30S, Untung-Latief-Sjam itu bukan anak buah Pangkostrad (harto). Tapi anak buah Deputi I Menpangad Mayjen Mursyid.

Kan sudah jelas,Latief melaporkan akan adanya gerakan pada besok pagi harinya untuk menggagalkan rencana Coup D’etat dari Dewan Jendral.

Pake perspektif saat itu dong, jangan pake perspektif sekarang. Jaman itu, tindakan G30S dianggap sebagai tindakan yg benar. Karena operasi G30S mengamankan pemerintahan Karno.

Pemerintahan waktu itu kan dipegang Soekarno.. Latief kan menduga kalo Soeharto loyal sama pak Karno.

Keadaan waktu itu kan berbeda sama jaman sekarang
Sebelum peristiwa G30S, para Perwira Tinggi yang yang membangkang Karno dianggap makar. Sebaliknya, pasca operasi pembersihan G30S, justru semua yang mendukung G30S dianggap makar


Quote:(f). Kesaksian AM Hanafie:
- Soeharto mengenal baik Sjam Kamaruzzaman sejak di Jogjakarta. Sjam dikenal sebagai anggota Pemuda Pathuk, yang memprakarsai aksi penyerbuan markas Jepang di Jogjakarta, dan mendorong Sri Sultan Hamengku Buwono dan seorang anggota BKR bernama Soeharto untuk berdiplomasi dengan Jepang agar menyerahkan senjata. Sjam pernah menjadi informan SESKOAD dengan pangkat Sersan Mayor dimana saat itu, Soeharto juga ditempatkan di SESKOAD pasca mendapat sanksi karena terlibat bisnis penyelundupan.

- Itu jaman dulu banget, jauh sebelum G30 S. Lagian bukan cuma harto yang mengenal baik Sjam.
- Sjam adalah ketua biro chusus CC PKI


Quote:2. Tudingan bahwa PKI ingin merebut kekuasaan pada 1965 cukup janggal karena:
(a). PKI dan Soekarno saat itu berada dalam satu blok, yakni anti-imperialisme. Eksistensi PKI juga sangat diuntungkan di bawah kekuasaan Soekarno.

- PKI melancarkan operasi G30S dengan tujuan berusaha mempertahankan pemerintahan Soekarno, bukan merebut kekuasaan

Quote:(b). Bila ingin merebut kekuasaan, PKI tidak perlu menggunakan jalur kudeta, cukup menuntut pemilu dipercepat. Sebab, sejak pemilu Dewan Daerah pada tahun 1957, PKI sudah menang besar. Banyak yang berkesimpulan, kalau ada pemilu saat itu, PKI pasti tampil sebagai pemenang.
Bukan kudeta.. Ga ada yg bilang kudeta
PKI berusaha menyingkirkan Jendral2 AD yang anti-PKI (Kontra revolusioner)

Quote:(c). Terlihat sekali bahwa G30S dirancang untuk gagal. Amburadulnya gerakan ini bisa dilihat dari evaluasi Brigjend Supardjo yang berjudul “Beberapa Pendapat Yang Mempengaruhi Gagalnya G30S Dipandang Dari Sudut Militer ” yaitu:
- Adanya perwira yang mengundurkan diri
- Belum adanya kesiapan pasukan
- Rencana operasi tidak jelas.
- Tidak ada upaya melawan serangan balik Soeharto-Nasution.


Kegagalan tersebut di luar rencana. Gagal karena Nasution berhasil lolos berkat pengorbanan Pierre Tendean yg mengaku sebagai Nasution.

Quote:(d). Adanya kejanggalan yaitu
- Gerakan ini awalnya hanya bermaksud untuk menangkap para Jenderal yang dituding anggota Dewan Jenderal dan menghadapkannya kepada Presiden Soekarno. Namun, pada prakteknya, sejumlah Jenderal dieksekusi ditempat.
- Pimpinan lapangan operasi penculikan adalah Dul Arief.
Menurut Ben Anderson, Indonesianis dari Universitas Cornell, Dul Arief ini orang yang sangat dekat dengan Ali Moertopo. Malahan, menurut pengakuan Letnan Kolonel Udara (Purnawirawan) Heru Atmodjo, Dul Arief itu anak angkat Ali Moertopo.

- Tujuan utama adalah culik dan eksekusi semua Dewan Jendral
- komandan Pasukan Pasopati (Cakrabirawa & Brigif) yang menjadi operator G30S, ia adalah tokoh kunci. Ia bertanggung jawab terhadap operasi penculikan jenderal-jenderal pimpinan AD.

Quote:3. Tidak ada lagi peluang Komunis/PKI untuk bangkit kembali di Indonesia karena:
- Adanya TAP MPRS NO XXV thn1966 tentang Pembubaran dan Pelarangan PKI.
- Runtuhnya Uni Soviet, sebagai negara adidaya pendukung Komunisme. Sementara Rusia sebagai penerusnya juga sdh menerapkan demokrasi dgn adanya sistem politik multi partai. Sistem ekonominya juga sdh menerapkan kapitalisme liberalis.
- China sebagai negara kedua sebagai pendukung komunisme juga sdh berubah. Meskipun sistem politiknya masih menggunakan sistem satu partai namun sistem ekonominya sdh menerapkan liberalisme kapitalis.
- Boleh dikatakan sudah tidak ada lagi negara komunis di dunia ini.

- Kalo dicabut, ya jelas ada peluang bangkit
- Tiongkok juga negara kapitalis, tapi sistem pemerintahan 1 partai komunis.
- Jika PKI dibangkitkan, Tujuan utama adalah membuat politik 1 partai agar bisa langgeng menjadi penguasa

Quote:- Tidak ada negara komunis yg berhasil secara sosial ekonomi utk dijadikan sebagai role model (panutan).
- Adanya internet dan social media mengakibatkan sangat susah sekarang ini melakukan propaganda (brainwash) sebuah ideologi terhadap suatu bangsa. Itu makanya Sosmed dan internet diblokir di Korea Utara. Sementara akses internet di China di kontrol ketat termasuk menciptakan Social Media sendiri.
- Adanya trauma yg dialami masyarakat Indonesia terhadap adanya pembunuhan massal, pemenjaraan, litsus, dan diskriminasi terhadap orang-orang yg diduga kader/simpatisan PKI setelah G30S yg dilakukan oleh Soeharto.
- Melihat bobroknya komunis, contoh nyata Korea Utara: demokrasi dibungkam, agama ditekan, kebebasan dikekang, rakyat dibodohi. Indonesia sebagai negara yg beraneka ragam budaya sangat tidak cocok jika jadi negara komunis.

- Tujuan pembangkitan PKI adalah politik 1 partai
- Dulu 1948, rakyat juga trauma.. Tapi faktanya bisa masuk Top 4 di Pemilu 1955
Quote:

Kesimpulan:
1. Satu hal yang tak bisa dibantah: Soeharto-lah yang paling diuntungkan dari peristiwa G30S.
2. Soeharto tidak dijadikan sasaran penculikan oleh G30S, karena memang hampir semua otak G30S pernah menjadi anak buah Soeharto sendiri atau Soeharto sendiri-lah yg menjadi dalang dari G30S tersebut.
3. Soeharto mengetahui rencana G30S, tetapi tidak berusaha menghentikannya. Dengan mengetahui rencana itu, Soeharto menjadi aktor yang paling paham keadaan dan paling ‘siap’ untuk memainkannya.
4. G30S menjadi alasan bagi Soeharto untuk menghabisi PKI dan menggulung kekuasaan Soekarno.
5. Jabatannya sebagai Pangkostrad sebagai pengganti Menteri/Pangad, Ahmad Yani, memudahkan Soeharto untuk mengorganisir serangan balik terhadap G30S.
6. Seandainya pun Soeharto adalah benar sebagai dalang dari G30S, namun satu yg bisa dilihat adalah akhirnya Indonesia bebas dari komunis. Meskipun akhirnya terjadi pembunuhan besar-besaran dan puluhan ribu ditahan tanpa melalui proses pengadilan.
7. Kecil sekali kemungkinannya Komunis/PKI kembali hadir di Indonesia. Kalaupun ada isunya, paling dimunculkan oleh partai dan tokoh tertentu demi kepentingan politik praktis.


emoticon-Traveller emoticon-Ngacir


1. Seandainya G30S berhasil dan Nasution tidak lolos, yang paling diuntungkan adalah Karno dan PKI
2. Pangkohanudnas/ Pangdam/ Pangdivif/ Danjen Kopassus/ Pangkoarmada/ Pangkolinlamil/ Pangkoopsau juga ga diculik kok
3. Semua anggota Mabes TNI AD juga tahu kok kalo akan ada aksi penculikan para Jendral AD. Sejak 2 minggu sebelum G30S, semua rumah Jendral dijaga ketat oleh tentara. Tapi justru pas hari H, semua pasukan penjaga udah ditarik lagi, karena menganggap isu tersebut tidak ada.
4. G30S adalah operasi untuk mengamankan pemerintahan karno dari ancaman kudeta yg akan dilakukan Dewan Jendral (Jendral AD yang diculik dan dimasukkan ke lubang buaya). PKI berusaha menyingkirkan Jendral2 AD yang anti-PKI (Kontra revolusioner). Bukan kudeta.
5. Dalam keadaan genting, Pangkostrad adalah pihak yang paling netral. Deputi I Menpangad adalah pimpinan Carabirawa, jadi bakal ga obyektif menangani kasus G30S.
6. Dalang G30S adalah PKI+Karno+Omar Dhani
7. Sangat besar kemungkinannya PKI bangkit.
Quote:Original Posted By l4d13put
Kalo yg dibantai sampai 1 juta, kenapa foto-foto nya cuma ada 1 doang?emoticon-Wakaka


hehehe
kalo bicarain komunis ana tidak faham emoticon-Hammer (S)

mungkin ane perlu nonton Girls Un Panzer dulu emoticon-Traveller
Quote:Original Posted By l4d13put
Kalo yg dibantai sampai 1 juta, kenapa foto-foto nya cuma ada 1 doang?emoticon-Wakaka


Bener juga yah...
emoticon-Bingung
Quote:Original Posted By adolfsbasthian


Bener juga yah...
emoticon-Bingung


itu aja foto eksekusi tahun 1948, lihat tuh celana pdl tentara-nyaemoticon-Wakaka
Quote:Original Posted By l4d13put
itu aja foto eksekusi tahun 1948, lihat tuh celana pdl tentara-nyaemoticon-Wakaka


Kalo kejadian thn 1965 org2 pd takut moto ato bijimane yah???
emoticon-Matabelo
Quote:Original Posted By adolfsbasthian


Kalo kejadian thn 1965 org2 pd takut moto ato bijimane yah???
emoticon-Matabelo


katanya yg eksekusi rakyat sendiri, kok cuma moto takut?emoticon-Wakaka
Quote:Original Posted By l4d13put
katanya yg eksekusi rakyat sendiri, kok cuma moto takut?emoticon-Wakaka


Mungkin takut di-eksekusi juga...
No pic, biar gak ada bukti bwt masa yg akan datang... emoticon-Big Grin


Pada pertengahan abad ke-9, stabilitas negara terganggu dengan munculnya gerakan Kristen fanatik yang mencari kemartiran. Namun, Gereja Kristen lainnya di seluruh Al-Andalus tidak menaruh simpati pada gerakan itu, karena pemerintah Islam mengembangkan kebebasan beragama. Penduduk Kristen diperbolehkan memiliki pengadilan sendiri berdasarkan hukum Kristen. Peribadatan tidak dihalangi. Lebih dari itu, mereka diizinkan mendirikan gereja baru, biara, di samping asrama rahib atau lainnya. Mereka juga tidak dihalangi bekerja sebagai pegawai pemerintahan atau menjadi karyawan pada instansi militer.


https://m.kaskus.co.id/thread/59c36649e052279d458b4568/al-andaluscita-rasa-peradaban-islam-di-tanah-eropa



perang sudah mendekat bebemoticon-Cool
kalo kita sendiri sendiri,ia mudah kecaplok negara adidaia ntar emoticon-Takut

Tragedi Berdarah Anti-Komunis di Indonesia (1965-1966)Tragedi Berdarah Anti-Komunis di Indonesia (1965-1966)


https://m.kaskus.co.id/thread/59ac83e21cbfaa343f8b4569/hati-hati-ganpropaganda-khilafahdalam-serial-naruto/


Tragedi Berdarah Anti-Komunis di Indonesia (1965-1966)Tragedi Berdarah Anti-Komunis di Indonesia (1965-1966)
Tragedi Berdarah Anti-Komunis di Indonesia (1965-1966)

Tragedi Berdarah Anti-Komunis di Indonesia (1965-1966)
Tragedi Berdarah Anti-Komunis di Indonesia (1965-1966)



emoticon-Leh Uga
Quote:Original Posted By l4d13put
Kalo yg dibantai sampai 1 juta, kenapa foto-foto nya cuma ada 1 doang?emoticon-Wakaka


emangnya tiap satu orang yang dibantai harus difoto semua?

logika yang aneh
Quote:Original Posted By permberontak98


emangnya tiap satu orang yang dibantai harus difoto semua?

logika yang aneh


Pertanyaan yg tepat adalah, kenapa ga ada fotonya sama sekali? Jadi pembantaian itu sebenernya cuma omong kosong Sudisman aja atao emang nyata?emoticon-Leh Uga
Quote:Original Posted By adolfsbasthian


Mungkin takut di-eksekusi juga...
No pic, biar gak ada bukti bwt masa yg akan datang... emoticon-Big Grin


setidaknya foto mayat yg dieksekusi aja kalo memang takut dituntut di pengadilan.

Lagian itu operasi kan legal, menangkap semua kader PKI

Pertanyaannya, kenapa yg cuma simpatisan dieksekusi, padahal banyak kader partai dan organisasi PKI yang ditangkap hidup2 lalu di penjara? bahkan eksekutor para Jendral aja banyak yang masih hidup dan dibebaskan setelah era reformasi 1998

kan aneh, kalo memang mau eksekusi kan yang kader-nya dulu, bukan simpatisan..emoticon-Leh Uga

Jadi, kesimpulannya pembantaian dengan jumlah 1juta, 2 juta, 1 Milyar tersebut mengada-adaemoticon-Wakaka
trit menarik, tapi sayang sumber banyak simpang siur...
sejarah jaman oldemoticon-Hansip
waini.. history..emoticon-terimakasih
pki lg emoticon-Cape deeehh
hmm...

kurang paham sejarah pekai. bantu gembok aja.