alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59b8a2f9925233124e8b4594/waspada-kekeringan-hingga-musim-hujan-akhir-2017
icon-hot-thread
Waspada kekeringan hingga musim hujan akhir 2017
Waspada kekeringan hingga musim hujan akhir 2017
Seorang pria mengisi air ke dalam jerigen di satu-satunya mata air di Desa Lolowano, Sumba Barat, NTT, Sabtu (9/9/2017)
Berdasarkan pantauan BMKG, beberapa wilayah di Jawa hingga NTT telah mengalami hari tanpa hujan secara berturut-turut selama lebih dari 60 hari. Di beberapa tempat di Jawa Timur, NTB, NTT, bahkan tanpa hujan selama lebih dari 100 hari. Musim hujan diprakirakan mulai tiba pada Oktober-November 2017.

Deputi Bidang Klimatologi, Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Prabowo R. Mulyono, kepada awak media (7/9/2017) menyatakan September ini sebagian besar pulau Jawa sedang mengalami puncak musim kemarau. Kurang dari seperenam wilayah Indonesia yang masih diguyur hujan.

"Saat ini sekitar 86 persen wilayah Indonesia sudah masuk musim kemarau, sedangkan 14 persen masih banyak terjadi hujan," ujar Prabowo. Beberapa wilayah di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Papua memasuki awal musim hujan Oktober-November 2017. Sementara sebagian di Maluku mengalami curah hujan rendah pada periode tersebut.

Fenomena ini mendapat perhatian Presiden Joko Widodo. Dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Selasa (12/9) sore, ia meminta semua menteri dan lembaga terkait serta para gubernur memperhatikan kondisi yang ada di lapangan, dan segera melakukan langkah-langkah penanggulangan bencana kekeringan ini.

"Langkah jangka pendek saya minta dipastikan untuk bantuan dropping air bersih bagi masyarakat yang terkena dampak kekeringan," kata Jokowi. Presiden meminta suplai air untuk irigasi pertanian yang vital, terutama untuk mengairi lahan pertanian di daerah-daerah yang terdampak, diperiksa dengan cermat.

Selain antisipasi dampak kekeringan terhadap pertanian, Presiden juga berpesan jajarannya tidak lengah mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, khususnya di lahan-lahan gambut seperti yang terjadi pada 2015.

BMKG menyatakan, awal musim hujan 2017/18 di sebagian besar daerah di Indonesia diprakirakan mulai akhir Oktober-November 2017 sebanyak 260 ZOM (76 persen) dan mengalami puncak musim hujan pada Desember 2017-Februari 2018.

Deputi Bidang Meteorologi, Yunus Subagyo Swarinoto, menekankan saat masa transisi masyarakat di daerah-daerah rentan bencana mewaspadai terjadinya angin kencang, puting beliung, dan gelombang tinggi. September ini adalah masa transisi untuk wilayah Pulau Jawa.

Sedangkan pada puncak musim hujan, masyarakat perlu mewaspadai banjir, tanah longsor, genangan, angin kencang, gelombang tinggi, pohon tumbang, mengingat peluang curah hujan ekstrim meningkat pada puncak musim hujan.

Dalam laporan BMKG terkini, sepekan ini potensi hujan lebat masih terjadi di Aceh, Riau, Sumbar, Bengkulu, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Kaltara, Sulteng, Sulut, Malut , dan Papua.
Bencana Banjir & Luapan Danau PaniaiDua bulan tergenang banjir
Di timur Indonesia, musibah banjir akibat meluapnya air Danau Paniai di Provinsi Papua, telah berlangsung sepanjang dua bulan belakangan. Warga yang bermukim di tepian Danau Paniai seperti distrik Paniai Timur, Obano, Yagai, Teluk Deya, Kebo, Topiyai, Ekadide, Wege Bino, Wege Muka, Muye dan di distrik Deiyai Miyo, terkena dampaknya.

Dilaporkan Humas Pemda Paniai, banjir luapan Danau Paniai menggenangi rumah dan dan kebun warga setinggi lutut hingga paha orang dewasa. Di beberapa distrik, ketinggian air bahkan sampai 2 meter, sehingga merendam pusat layanan publik seperti puskesmas, sekolah dan gereja. Kegiatan masyarakat di wilayah itu praktis lumpuh.

Dalam video yang diunggah ke situs YouTube, tampak bagaimana air bergenang di sekitar danau Paniai, danau yang digadang sebagai salah satu danau terindah. Sebutan yang muncul di hadapan 157 negara peserta Konferensi Danau Internasional ke-12 di India, pada November 2007.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paniai, Nahum Tebai, mengatakan musibah kali ini paling parah dibanding yang pernah terjadi. Berdasarkan pendataan di lapangan, layanan publik di beberapa distrik ada yang lumpuh total.

"Yang paling parah itu distrik Ekadide, Topiyai, sebagian Yagai, Muye. Beberapa distrik ini memang lumpuh total karena sekolah, gereja, puskesmas, dan kantor-kantor distrik digenangi air setinggi 1 meter," ujarnya dalam lansiran Humas Pemkab Paniai (26/8).

Ratusan warga korban banjir dan luapan air Danau Paniai sempat melakukan aksi menuntut kepedulian Pemerintah Daerah Paniai atas musibah yang menimpa mereka. Mereka menggelar aksi di kantor BPBD di Enarotali, ibu kota Kabupaten Paniai, pada Senin, 7 Agustus 2017.

Ratusan warga yang tergabung dalam solidaritas peduli bencana banjir dan luapan air Danau Paniai lalu menuju kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DPRD Paniai, menuntut perhatian pemerintah untuk segera memperhatikan warga korban bencana. merekapun menuntut menggelar aksi di Kantor Bupati Paniai, menuntut hal yang sama.

Mengantisipasi dampak banjir Danau Paniai yang menggenangi ratusan hektar kebun warga selama hampir dua bulan, pemerintah Kabupaten Paniai menyediakan total 100 ton beras bagi warga korban. Bantuan beras melalui BPBD Paniai tersebut mulai didistribusikan pada Senin dan Selasa, 4-5 September 2017 lalu.

Pembagiannya akan disesuaikan dengan tingkat keparahan dampak banjir. Nahum Tebai mengatakan, tahap pertama 51 ton beras atau 5.100 sak beras akan terlebih dulu diberikan kepada warga yang terkena dampak paling parah, seperti di distrik Ekadide dan Topiyai. Menyusul di Wegebino, Teluk Deya, Yagai Deiyai Miyo dan distrik Paniai Timur.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), akhir Agustus lalu juga dikabarkan telah menyerahkan bantuan untuk masyarakat korban banjir luapan Danau Paniai. Sebanyak tiga ton beras, selimut dan kaus kaki, diserahkan di GOR Kota Enarotali, dan diterima secara langsung oleh Asisten Pemerintahan Kabupaten Paniai, Abdul Azis.

Dalam catatan Kementerian Dalam Negeri, Kabupaten Paniai resmi berdiri sejak 2001, dengan luas wilayah 6.525,25 Km2, berpenduduk sekitar 158.772 jiwa (2010). Pada 2015, pemekaran dilakukan terhadap 209 kampung, 23 distrik, serta 5 kelurahan.
Waspada kekeringan hingga musim hujan akhir 2017


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...jan-akhir-2017

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Waspada kekeringan hingga musim hujan akhir 2017 Menghina Iriana Jokowi karena benci pemerintah

- Waspada kekeringan hingga musim hujan akhir 2017 Jaringan Telkom-1 pulih, operasional ATM kembali normal

- Waspada kekeringan hingga musim hujan akhir 2017 Toko ngecas kartu kredit, bank bisa kena cubit

wilayah tempat ane juga udah banyak yang kekeringan gan
tapi di tmpat ane selalu sisa airnya gan
SEKARANG SUMBER AIR SU DEKAT!
Sekarang bukan musim hujan ya?
Ah elah percuma waktu SD ngapalin siklus cuaca emoticon-Ngakak
Musim skarang gk menentu
Udah banyak yang kering
Quote:Original Posted By blackspot510
Musim skarang gk menentu


Iya bre bumi udah renta
Quote:Original Posted By pabloo


Iya bre bumi udah renta


Banyakin ibadah bre . takutnya tanda tanda akhir jaman emoticon-Frown
Cikarang pasti kering nih emoticon-Wkwkwk pulkam bogor lagi lah emoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By blackspot510


Banyakin ibadah bre . takutnya tanda tanda akhir jaman emoticon-Frown


Insya Allah udah bre 😊
emoticon-Sorry
Perlu waspada nih.
Ane bantu jadikan hot thread dulu ya.. Waspada kekeringan hingga musim hujan akhir 2017
Quote:Original Posted By pabloo
Insya Allah udah bre 😊


Hot thread DONE. emoticon-shakehand
wadux bahaya nich
harus hemat air nih
emang bahaya tahun ini, yang seharus nya udah musim pancaroba malah condong ke netap emoticon-Takut (S)
Quote:Original Posted By pabloo
Udah banyak yang kering

Dimana aja tuh blo
apakah ini gembok emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By pabloo
Udah banyak yang kering


Kantong celana jg lg kering bre