alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59b883eeded7706d798b4567/membeli-rumah-secara-kredit-pribadi
Membeli Rumah Secara Kredit Pribadi
Halo agan dan aganwati semuanya..
Saya mau bertanya buat agan agan yang mengerti hukum dan yg notaris..
Sebelumnya saya mau bercerita dahulu, saya seorang wiraswasta jadi saya sangat sulit untuk membeli rumah secara KPR, kebetulan kemarin saya liat iklan di FB ada yg mau menjual rumahnya bisa secara kredit pribadi, jadi uang saya setor ke dy selama 15 tahun dan kalau sudah lunas sertifikat akan dikasih ke saya..
Yg ingin saya tanyakan jika perjanjian hanya diatas materai apakah aman?
Ataukan kita harus pergi ke notaris untuk membuat perjanjiannya?
Dan kalau di notaris apakah pasti aman gan dan berapa biayanya?
Yang saya takutkan adalah ketika rumah mau lunas dy pergi membawa sertifikat rumahnya..
Terimakasih agan agan sekalian, mohon bantuannya..
Coba perjuangkan dulu mendapatkan KPR dari lembaga keuangan mis bank... Karena pasti akan lebih aman dari pada kredit ke perorangan seperti itu (Apalagi kita tidak kenal dengan pemilik rumah...) Ingat resikonya... Gimana coba kalau pemilik rumah tadi nakal, jadi selama kita nyicil rumah beberapa tahun ke dia rupanya dia juga bermain dengan menjaminkan sertifikat rumah kita ke bank dan kemudian dia kabur membawa semua uang baik yang di dapat dari cicilan kita dan yang di dapat dari penjaminan bank...emoticon-Big Grin Siapa yang akan mengambil resiko sebesar itu...emoticon-Amazed

Untuk wiraswasta memang suka di persulit karena kurangnya kelengkapan admisnistrasi (bukan karena tidak mampu secara finansial) kelemahan terbesar dari wiraswasta menengah dan kecil adalah tidak adanya pembukuan keuangan secara rutin sebagai bukti pendapatan usaha yang dimiliki.. (karena bank akan meminta laporan keuangan usaha minimal satu tahun..) dan bukan hanya itu, Anda juga harus menyetorkan pendapatan secara rutin ke bank karena bank akan melihat transaksi keuangan di rekening nasabah untuk melihat pergerakan keuangan mereka. Biasanya, pihak bank cenderung lebih percaya pada transaksi keuangan di rekening dibandingkan laporan keuangan yang dibuat nasabah.. sisanya paing ada beberapa dokumen tambahan yang harus dilengkapi, yaitu izin usaha (SIUP, TDP dan NPWP), akta pendirian perusahaan, menyerahkan laporan keuangan satu sampai dua tahun terakhir (tergantung peraturan bank pemberi KPR), dan mutasi rekening di bank minimum tiga bulan.

Jadi kalau ada niat KPR rumah, sebaiknya TS mulai membuat laporan keuangan atas usaha agan, dan menyetorkannya ke bank secara rutin...
Makasih gan atas jawabannya..
Udah pernah ngajuin tapi capek ditolak mulu gan, soalnya ane masih ada hutang lain (kredit mobil) walau berjalan lancar kreditnya tapi tetep aja ditolak 😁
Quote:Original Posted By sinverder
Makasih gan atas jawabannya..
Udah pernah ngajuin tapi capek ditolak mulu gan, soalnya ane masih ada hutang lain (kredit mobil) walau berjalan lancar kreditnya tapi tetep aja ditolak 😁

Betul... beban hutang memang salah satu yang mengurangi point bagus yang udah TS miliki saat pengajuan kredit (entah itu kredit usaha atau KPR)... Tapi itu cuman salah satu point aja, kuncinya agar KPR TS di terima analis bank adalah di laporan keuangan usaha dan catatan cash flow dana TS di bank sebagai pendukung laporan keuangan TS, agar pihak bank bisa lebih yakin dalam memperhitungkan berapa penghasilan TS dari menjalankan usaha... Lebih baik jika TS menabung di bank tempat TS berencana mengajukan KPR...

Mis: Bila TS bisa menunjukan bahwa sebagai wiraswasta, TS layak dan mampu untuk membayar cicilan KPR yang telah ditetapkan (misal penghasilan usaha TS sebesar 25 s/d 30jt per bulan, dengan data rekening tabungan yang mendukung) ane yakin KPR TS gak akan di tolak gara-gara ada beban kredit mobil..... Sebaliknya jika seandainya ada kariawan swasta dengan gaji 8jt/bulan dan sama-sama punya beban kredit mobil (mis: 2jt/bulan) dan juga ingin mengajukan KPR dengan cicilan mis: 3jt/bulan, si kariawan ini juga udah pasti akan di tolak sama bank...