alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59b7d00b1cbfaa45648b4567/simak-nih-menkes-minta-kemendag-larang-penjualan-vape
Ngakak 
icon-hot-thread
Simak Nih! Menkes Minta Kemendag Larang Penjualan Vape
Simak Nih! Menkes Minta Kemendag Larang Penjualan Vape

Beredar video dua bocah sedang asik mengulas liquid vape atau cairan dari rokok elektrik. mereka pun juga asik bergantian menghisap vape tersebut.

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek pun bereaksi adanya video tersebut. Kata dia, apabila nyatanya ditemukan banyak anak-anak menggunakan vape maka pihaknya meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) melarang penjualan rokok elektrik berikut juga cairannya.

"Iya Kemenkes akan minta ke Kemendag. Kemendag kan yang mengimpor," ujar Nila saat ditemui di Gedug DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/9).

Nila juga tidak menutup kemungkinan akan melakukan komunikasi dengan Menteri Perdangangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, untuk melarang peredaran vape di Indonesia. Asalkan banyak anak-anak yang menggunakan rokok elektrik tersebut.

"Kami lewat Whatapps juga bisa bilang pak tolong dong itu rokok elektrik jangan ada lagi, ini untuk masa depan negara Indonesia," katanya.

Nila mengaku sebetulnya pada saat Kemendag dipegang oleh Rahmad Gobel dan Thomas Lembong dirinya sudah berkirim surat, untuk meminta rokok elektrik ini dilarang penjualannya. Bahkan dipegang Enggartiasto Lukita juga pernah mengirimkan surat. Namun belum juga ditanggapi.

"Karena dengan merokok elektrik paru-parunya akan rusak dan akhinya anak-anak menjadi tidak produktif," ungkapnya.

Oleh sebab itu dia berharap para orang tua mengawasi anak-anaknya yang masih di bawah umur, untuk tidak mengkonsumsi rokok elektrik tersebut.‎ "Karena dengan merokok ini sangat tidak baik sebenarnya," pungkasnya.

‎Sekadar informasi, dari video yang beredar luar di media sosial tampak di video itu dua orang anak sedang mengulas tentang liquid yang baru mereka dapatkan.

"Ini asli enak, enak. Beli di Amerika," kata anak pertama.

Anak yang kedua membantu memegang vape sementara temannya meneteskan liquid. Mereka pun bergantian menghisap vape dan menunjukkan kebolehan mereka membentuk ragam rupa asap vape.‎

SUMBER

KAPAN PABRIK ROKOK KONVENSIONAL DI CABUT IJINNYA BU? GAK TAU YA ANAK-ANAK PADA DOYAN NGASEP emoticon-Leh Uga

KEEP NGEBUL BRE emoticon-Toast
Biarin aja....masih banyak penjual rokok


Mari kita bakar paru2 emoticon-Leh Uga
Klo rokok?
ini lucu emoticon-Big Grin
Biarlah,,seleksi alam terjadi,,,biarkan sajaemoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By redrez
Biarlah,,seleksi alam terjadi,,,biarkan sajaemoticon-Ngacir


bener seleksi alam
cuma gara2 2 bocah tengil ga tau aturan trus gitu ya ? klo rokok konvensional gimana tuh ? lebih buanyak bocah tengil yg beli rokok konvensional yg harganya jauh lebih murah drpd vape apa bakalan dilarang juga peredarannya ? emoticon-Ngakak
No Vape No Way
ada banyak anak2 naik motor dan kecelakaan. apakah motor akan dicabut ijinya?????
pencet juga nih tombol item nya
Baru tau ya vape mematikan, itu kasus yg kmrn orang mati gara2 vape emoticon-Leh Uga
liquid rasa ganja belum ada ya bree
pasti karena ga kena pajak.

coba yg konvensional, mana berani, lha pajaknya aja gurih bro
padahal kalo dah sore banyak nyamuk di rumah ane suka semprot pake vape.. emoticon-Mewek
kirain kementrian agama..
hubungannya apa?emoticon-Traveller
Udud herbal aja kalo gitu gan emoticon-Cool
Takut rokok konven tersaingi bray emoticon-Big Grin , permainan mafia rokok ni emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kaskuslave
Takut rokok konven tersaingi bray emoticon-Big Grin , permainan mafia rokok ni emoticon-Big Grin


bisa jadi bre
Quote:Original Posted By svencom
pasti karena ga kena pajak.

coba yg konvensional, mana berani, lha pajaknya aja gurih bro


paling gegara pajak bre emoticon-Betty
rokok konvensional juga sekalian ditutup pabriknya. legalkan ganja untuk industri medis dan non medis. Kebangkitan nasional !Quote:Original Posted By thergunchang
Simak Nih! Menkes Minta Kemendag Larang Penjualan Vape

Beredar video dua bocah sedang asik mengulas liquid vape atau cairan dari rokok elektrik. mereka pun juga asik bergantian menghisap vape tersebut.

Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek pun bereaksi adanya video tersebut. Kata dia, apabila nyatanya ditemukan banyak anak-anak menggunakan vape maka pihaknya meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) melarang penjualan rokok elektrik berikut juga cairannya.

"Iya Kemenkes akan minta ke Kemendag. Kemendag kan yang mengimpor," ujar Nila saat ditemui di Gedug DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/9).

Nila juga tidak menutup kemungkinan akan melakukan komunikasi dengan Menteri Perdangangan (Mendag) Enggartiasto Lukita, untuk melarang peredaran vape di Indonesia. Asalkan banyak anak-anak yang menggunakan rokok elektrik tersebut.

"Kami lewat Whatapps juga bisa bilang pak tolong dong itu rokok elektrik jangan ada lagi, ini untuk masa depan negara Indonesia," katanya.

Nila mengaku sebetulnya pada saat Kemendag dipegang oleh Rahmad Gobel dan Thomas Lembong dirinya sudah berkirim surat, untuk meminta rokok elektrik ini dilarang penjualannya. Bahkan dipegang Enggartiasto Lukita juga pernah mengirimkan surat. Namun belum juga ditanggapi.

"Karena dengan merokok elektrik paru-parunya akan rusak dan akhinya anak-anak menjadi tidak produktif," ungkapnya.

Oleh sebab itu dia berharap para orang tua mengawasi anak-anaknya yang masih di bawah umur, untuk tidak mengkonsumsi rokok elektrik tersebut.‎ "Karena dengan merokok ini sangat tidak baik sebenarnya," pungkasnya.

‎Sekadar informasi, dari video yang beredar luar di media sosial tampak di video itu dua orang anak sedang mengulas tentang liquid yang baru mereka dapatkan.

"Ini asli enak, enak. Beli di Amerika," kata anak pertama.

Anak yang kedua membantu memegang vape sementara temannya meneteskan liquid. Mereka pun bergantian menghisap vape dan menunjukkan kebolehan mereka membentuk ragam rupa asap vape.‎

SUMBER

KAPAN PABRIK ROKOK KONVENSIONAL DI CABUT IJINNYA BU? GAK TAU YA ANAK-ANAK PADA DOYAN NGASEP emoticon-Leh Uga

KEEP NGEBUL BRE emoticon-Toast