alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59b74ef8dc06bdad0e8b4567/dampak-keterbukaan-internet-presiden-curhat-soal-raisa-dan-bella
Dampak Keterbukaan Internet, Presiden Curhat Soal Raisa dan Bella
Dampak Keterbukaan Internet, Presiden Curhat Soal Raisa dan Bella
JPP, BANDUNG – Hadirnya internet tidak bisa dipungkiri berdampak pada keterbukaan komunikasi, termasuk komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah. Tidak hanya soal jalannya pemerintahan, ternyata, kini masyarakat juga bisa dengan leluasa menyampaikan apapun keluhannya kepada pemerintah, salah satunya terkait artis Indonesia.

Hal tersebut pun dialami oleh Presiden Joko Widodo. Saat memberikan orasi ilmiah pada acara puncak Dies Natalies ke-60 Universitas Padjajaran di Bandung, Jawa Barat, Senin (11/9/2017), Presiden sempat bercerita bagaimana banyak warganet yang menyampaikan kepadanya di media sosial soal Raisa dan Laudya Cynthia Bella yang diambil oleh “asing”.

“Saya dikomplain mengenai Raisa. Pak, ini satu lagi aset kita lepas ke tangan asing karena suaminya orang Australia. Belum saya jawab, ternyata ada satu lagi Laudya Cynthia Bella. Dulu ngga bisa seperti ini. Sekarang bisa disampaikan langsung ke Presiden. Inilah keterbukaan media sosial yang harus diantisipasi,” tutur Presiden yang disambut tawa undangan yang hadir.

Cerita Presiden tersebut merupakan salah satu hal yang dicontohkannya mengenai berbagai perubahan-perubahan yang terjadi secara cepat akibat hadirnya teknologi, baik di tingkat nasional maupun global, yang harus bisa diantisipasi oleh universitas di Indonesia sebagai salah satu agen terdepan pembangunan bangsa dalam mencetak SDM berkualitas dan berdaya saing.

“Sekarang di seluruh tanah air sudah bisa dijangkau pakai internet. Ada 144 juta pengguna internet di Indonesia. Artinya, maysarakat kita sudah melek internet. Maka harus kita intervensi biar bisa menggunakannya dengan baik, karena internet bisa berdampak positif, juga negatif,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, saat ini terjadi apa yang disebut dengan overload informasi, yang membuat masyarakat tidak sempat mengecek apakan informasi tersebut benar atau tidak. Maka itu, Presiden pun mengajak kepada seluruh universitas di Indonesia untuk ikut bekerja bersama dalam mengantisipasi perubahan-perubahan akibat adanya teknologi seperti itu.

“(overload informasi) Akibatnya masyarakat cepat emosional. Padahal informasi tersebut belum tentu betul. Ini tidak hanya terjadi di indonesia, tetapi juga di negara lain. Oleh sebab itu, saya minta universitas sebagai penjaga paling depan bisa ikut bersama pemerintah untuk mengantisipasi hal tersebut, agar tidak kalah bersaing dengan negara lain,” pungkasnya.

Turut hadir mendampingi Presiden antara lain Seskab Pramono Anung, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menpar Arief Yahya, Menkominfo Rudiantara, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi. (nba)
Sumber
Asing pencuri perawan lokal emoticon-Ngakak (S)