alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59a81c641ee5dfbf7d8b456d/life-story--keadaan-memaksaku-menjadi-peruqyah--horror-story-with-drama
Breaking News! 
Life Story : Keadaan Memaksaku Menjadi Peruqyah | Horror Story with Drama
Life Story : Keadaan Memaksaku Menjadi Peruqyah | Horror Story with Drama

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh

selamat malam buat kaskuser semuanya, utamanya yang sering nongkrong di forum ini,
saya mau sdikit berbagi kisah hidup, kisah ini asli dari perjalanan hidup saya sebagai seorang "Guru Wiyata Bakti" di daerah sumatera utara.
tujuan ane bercerita kisah ini, tak lain hanya ingin berbagi, siapa tahu banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran untuk kedepannya.

langsung aja ya:

Namaku Diar , bukan nama asli. Melainkan nama sempalan dari nama panjangku. Singkat cerita aku sekolah di sebuah Pondok Pesantren terkenal di Solo, Jawa Tengah . Ponpes ini sangat terkenal hingga ke dunia internasional . Jika temen2 ada yang tinggal di solo pasti tau ponpes mana emoticon-Wink

Di ponpes ini ada istilah GWB atau guru wiyata bakti . mereka adalah santri2 lulusan yang mengambil jurusan agama. Dan mereka diwajibkan untuk mengabdi didaerah manapun diseluruh Indonesia, tergantung dari pihak pesantren ingin menempatka dimana.

Malam hari sebelum hari wada'an / perpisahan...

Kami berkumpul, mencoba menebak-nebak dimana kami nanti akan ditempatkan.
"Yar, kira-kira kamu bakal ngabdi dimana ?" Tanya Sodiq.
"Aku gatau, yang jelas aku gak berharap jauh-jauh ke pedalaman sana wkk"
"Yah, berdoa aja biar dapet yang deket2. hehe." Kembali Sodiq menimpali.

Zaid tiba-tiba datang dan bicara kepada kami, "Dimanapun bumi dipijak disitu ada tanggung jawab kita terhadap islam".

Degg .... bener juga apa yang dikatakan Zaid , mau tidak mau kita harus siap kemanapun kita ditempatkan . Karena ini Amanah.

Pagi datang. Acara perpisahan kami berjalan lancar diikuti suasana haru karena kita harus saling berpisah satu sama lain. Kami berpelukan, melepas keharuan yang berkecamuk. Kami saling menguatkan satu sama lain, cobaan paling besar bagi seorang santri adalah ketika sudah keluar dari pondok pesantren.

Akupun pulang. Sampai dirumah menyalami ayah ibu. Memeluk mereka, nampak sekali kerinduan diwajah mereka terhadapku. Aku bercerita banyak perihal pesantren. teman-temanku dan yang lainnya. Mereka terlihat bangga dengan hasil yang aku raih. Aku bersyukur, Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT.

3 hari berlalu. waktu yang aku tunggu akhirnya datang. waktu dimana aku dan santri2 yang lain harus mengambil sebuah surat yang isinya adalah penempatan tempat untuk mengabdi.

Aku dan teman-temanku saling berbisik . memegang dada masing-masing. berdebar, ya itulah yg kami rasakan. akan dimana kita ditempatkan hanya itulah pertanyaan yg muncul di kepala kami.

satu persatu temanku dipanggil . mereka tampak bersuka cita, mereka ditempatkan didaerah asal mereka sendiri. ada juga yang ditempatkan tdak jauh dari daerah asal.

Semoga begitupun aku pikirku.

Giliranku .... Namaku dipanggil . Aku maju menghadapku ustadku .
"Ini suratmu Diar, baca dengan teliti antum ditempatkan dimana . disitu juga udah ada cp yang harus dihubungi, jaga Amanah dengan baik, semoga Allah melindungimu selalu." Ustad Ibrahim memberiku sedikit wejangan.
"Thoyyib/Baik, ustad. jazakallah."

Aku segera menuju kamar. pelan-pelan aku membuka surat itu. Akupun mulai membaca dari atas . dari namaku sampai tempat pengabdian.

Dan .......

Jreeeeeeeeeeeeeeeeeeng .......

Lokasi Pengabdian : Sumatra Utara.

Deg , serius ? batinku. sejauh ini ? jujur temen2 . pandanganku tentang sumatera adalah masih banyaknya hutan . dan lain-lain . temen2 akan tau apakah pandanganku ini terbukti di part selanjutnya .

Di part selanjutnya akan banyak kejadian2 horror yang belum pernah sekalipun aku alami semasa aku di ponpes.


INDEX OF STORY
Pt 1 - The BeginningPt 2 - Inikah Perkenalan ?Pt 3 - Semakin Yakin ini PerkenalanPt 4 - Apa lagi ini ?Pt 5 - Alhamdulillah SampaiPt 6 - Gangguan di MulaiPt 7 - Di ikutin Kuntilanak ?

emoticon-Sundul Up
Pertamax Diamankan..

ijin pasang tenda gan emoticon-Traveller
sikat pejwan.. lanjut ceritanya bro

The Beginning

Quote:
Smartphone ku berdering. Aku melihat ke lcd . Ada panggilan masuk dari nomer yang tidak aku kenal. Siapa ? batinku. Aku usap icon call keatas tanda panggilan dijawab. Terdengar salam dari seberang.

"Assalamualaikum, apakah benar ini ustad Diar dari ponpes blablabla ?" Tanya suara diseberang . (kenapa aku dipanggil ustad, karena setiap GWB sudah digelari ustad/ustad muda oleh para ustad senior kami)
"Wa'alaikum salam warahmatullah. Iya benar dengan saya sendiri. Maaf ini siapa ya ?" Tanyaku balik.
"Saya ustad rosyid dari ponpes tempat antum mengabdi nanti. Saya dari jawa juga."

Alhamdulillah. dadaku sedikit lega. Ternyata disana ada juga ustad dari Jawa.

"Ohh iyaa ustad, salam kenal. Jadi apa yang mau ustad sampaikan?" Tanyaku.
"Seminggu lagi antum berangkat ya, ongkos perjalanan nanti kami yang tanggung, silahkan nanti WA saja ke saya noreknya." Tanpa basa-basi ustad Rosyid berkata seperti itu. Itu semacam sebuah perintah . Aku sedikit kesal . Apa2an ini belum ada aku seminggu dirumah sudah disuruh berangkat ke Sumatra pikirku. Tapi aku segera ingat ini Amanah dan aku harus menjaga nama baik ponpes dimana aku digembleng untuk mengerti agama.
"Oh iya ustad, siap." Jawabku.

Kemudian ust Rosyid mengucapkan salam dan menutup telfonnya.

Obrolan kami berlanjut di WA. Beliau memberikan arahan perjalanan kepadaku. Rute yang harus dilalui dan sebagainya.

Hari yang ditunggu tiba. Aku memutuskan untuk menggunakan pesawat dalam perjalan pertamaku keluar jawa ini . Aku berpamitan kepada orang tuaku . Mereka mengikhlaskan kepergianku . Tidak lupa mereka sedikit memberikan wejangan kepadaku agar tetap sabar dan istiqomah di jalan-Nya.

Singkat cerita ....

Aku mendarat dengan selamat di bandara MInangkabau, Padang. Aku mencari travel yang jauh-jauh hari sudah aku pesan. Tidak lama supir travel menelfonku.
"Bang, aku udah sampai diparkiran. Abang dimana ?"
"Iya aku baru mau jalan keluar ini. Tunggu saja diparkiran aku kesitu." Jawabku
"Oke, bang."

Aku berjalan santai sambil menyeret koperku. Mencari-cari mobil travel pesananku . saat itu jam menunjukan pukul 7 malam .

"Bang, sebelah sini!" Teriak seseorang .

Aku menoleh ke arah suara itu . Oh ternyata dia supirku. Aku bergegas menghampirinya . Kami bersalaman . Akupun duduk bagian depan sopir agar bisa mengobrol dengan supir itu .

Mobil berjalan keluar gerbang bandara . belum terlihat hutan ketika melewati bandara ini . Lalu mobil berhenti sebentar di loket penjemputan penumpang lain. Cukup banyak penumpang yang naik malam itu . jadwal berangkat kami ke tapanuli selatan sekitar jam 8 . masih ada waktu beberapa menit untuk sekedar menjamak sholat dan sedikit mengganjal perut yang sedari tadi sudah berontak.

"Ini bang ada roti" Aku memberikan 1 roti kepada supir itu.
"Oh terimakasih bang dah." Supir itu tersenyum . terlihat masih muda seumuranku. Mungkin lebih tua 2-3 tahun.
"Dinikmati ya bang perjalanan nanti." supir itu memberikan senyum penuh makna kepadaku. Makna yang akan menjadi sebuah awal fenomena misteri menerpaku.
"Oh iya bang." Jawabku dengan senyum.

Segini dulu ya gan , ane ngantuk emoticon-Big Grin


Permemex$
pejwan
lanjuuut~~
ijin gelar tikar dulu...
nyimak.. nitip sandal dulu om... emoticon-2 Jempol
kayaknya bakal seru ini. semoga gak berhenti di tengah jalan ceritanya.
numpang gelar tiker, semoga seru dan gak kentang emoticon-Big Grin
Jauh juga gan ke Tapsel.
Daerah yg sekarang plat nomor'y BB emoticon-Peace
mejen dolo
Quote:Original Posted By sayabaik46
Jauh juga gan ke Tapsel.
Daerah yg sekarang plat nomor'y BB emoticon-Peace


Haha makanya gan ane gak nyangka awal2 dulu wkwk

ane bikin tenda dulu dah , semangat apdet nya yaa
bakal seru nih kek nya, ayo lanjutkan!
Quote:Original Posted By diara441
Haha makanya gan ane gak nyangka awal2 dulu wkwk


Ane juga gitu gan.
Dulu besar di mana eh sekarang tinggal di mana emoticon-Ngakak (S)
Oya kalo mau bales komen reader biasakan multi quote gan.
Agar irit post & irit page
Ijin nenda..
Lokasi pengabdian: sumatera utara tapi kok mendarat di minangkabau gan?
X aja bneran di sumut biat bisa brkunjung

Inikah Perkenalan ?

Quote:
Supir travel yang kini ku ketahui namanya adalah bang sofyan mulai mengemudikan mobilnya dengan santai. Beberapa kali bang Sofyan mengangkat hp kecilnya. Terdengar obrolan dengan penumpang lain yang ikut dijemput di tempat penumpang itu menunggu. Biasanya dirumah.

Mau tidak mau bang Sofyan harus menelusuri kampung dan bertanya sana-sini hanya untuk menjemput satu penumpang.

"Halo, Bang. Dah dimana abang sekarang ? Saya udah tunggu didepan rumah ini." Bang Sofyan kembali menelfon salah satu penumpang. Tidak lupa dia menyalakan rokoknya. Dia hisap perlahan-lahan menikmati setiap kepulan asap yang keluar.

Penumpang itu pun tergopoh-gopoh memasuki mobil. Perjalanan pun dilanjutkan. SIngkat cerita aku sampai didaerah Panyabungan. Mobil yang aku tumpangi mulai memasuki kawasan hutan . Kalau tidak salah ingat saat itu pukul 1 malam.

Tidak ada penerangan sama sekali. Hanya lampu mobil yang kutumpangi salah satu penerangan dijalan. Supir mulai menambahkan kecepatan. Melesat dijalan berliku bak pembalap nascar memecah jalanan. Ada beberapa orang penumpang harus menahan mual dan salah satu harus rela muntah ditempat . Oh alhamdulillah, batinku. Aku duduk didepan tidak terlalu terganggu.

Ciiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttttttttttttttttttttttt .....

Tiba-tiba bang Sofyan mengerem mendadak. Membuat jantungku dan mungkin jantung penumpang yang lain berdegup kencang. Penumpang yang tertidurpun terbangun .

"Ada apa, bang ?" Tanya beberapa penumpang.
"Sial, ada pohon tumbang didepan sana. Coba tengok kedepan."

Aku melihat pohon lumayan besar. Seukuran badan anak dewasa standar melintang di tengah jalan. Bang sofyan menepikan mobilnya. Bang Sofyan turundari mobil. Akupun mengikutinya.

(Perlu agan ketahui, laki-laki didalam mobil hanya aku dan bang Sofyan, yang lain adalah wanita paruh baya dan 2 wanita seperti kami. Salah satu dari wanita ini nanti akan ikut andil dalam kisahku ini hehe)

"Kalau kita telfon petugas gak bakal mau mereka datang malam2 kek gini , bang." Aku baru sadar ternyata bang Sofyan berbicara kepadaku.
"Eh iya bang. Gimana kalau kita potong saja. atau kita coba angkat sama-sama. Ini kelihatannya tidak terlalu besar bang." Kataku mencoba memberi solusi.

Bang sofyan terdiam. Nampaknya dia memikirkan solusi yang aku tawarkan. Dia mencari-cari sesuatu dibawah jok mobil. Beberapa menit berlalu bang sofyan masih sibuk mencari, pikirku abang ini lagi mencari parang.

Srettttttttt .... Tiba-tiba hawa dingin menerpa pundakku. Ini beda, meskipun diarea hutan seperti ini memang dingin tapi ini lebih dingin dan mengenai bagian tertentu. Ada apa ini ? pikirku. Aku mendekati bongkahan pohon itu. Aku melihat akar dari pohon ini masih baru dan masih basah. Kemungkinan ini baru saja tumbang sepersekian menit sebelum mobil yang aku tumpangi sampai didaerah ini.

Srekkk .. srekkk .

Aku mendengar sesuatu. Arahnya dari lobang bekas tercerabutnya akar pohon ini. Aku mundur perlahan. Bukan hantu yang aku takutkan, melainkan binatang berbahaya yang sewaktu-waktu bisa melompat kearahku. Aku masih menyalakan lampu flash hpku sebagai penerangan. Aku semakin penasaran, tidak ada yang tertangkap lampu flashku. Aku mendekat perlahan dan mencoba mengintip kearah lubang.

Daaaannn ...

Srekkkkk .. Allahu Akbar . seekor musang melompat keluar dari lubang itu. Aku spontan melompat kebelakang dan terpeleset oleh batang pohon yang menyilang . Bang Sofyan menghampiriku. Kulihat ditangannya parang berdiri kokoh.

"Ada apa bang Diar" Bang Sofyan heran melihatku terjatuh.
"Gapapa bang, tadi ada musang lompat dari lubang itu. Aku kaget." Aku sedikit tertawa dan membersihkan celanaku.

Bang Sofyan ikut tertawa. Melupakan sejenak kesulitan yang kami hadapi. Bang Sofyan membantuku berdiri.

"Ayok lah kita potong saja pohon ini. Siap tu kita angkat sama2. Yang penting kita bisa lewat dulu." Kata bang Sofyan

Bang Sofyan mulai memotong pohon itu tepat ditengah-tengah. Kami bergantian memotong. Singkat cerita alhamdulillah pohon ini bisa terpotong dan kami berdua mengangkatnya dan meletakkannya di tepian jalan agak masuk ke hutan.

Srekkkkk , sekelebatan bayangan putih melintas tepat dibelakang bang Sofyan yang di posisi masuk kearah hutan. Aku terpaku. Aku masih bingung antara itu setan ataukah yang lain. Tapi beberapa menit kemudian bayangan itu tampak berdiri disalah satu pohon yang berdekatan dengan posisi bang Sofyan berada.

Aku merapalkan takbir berkali kali. Bayangan itu semakin jelas berwujud kuntilanak. Kepalanya bergeleng geleng sambil menyunggingkan sebuah senyum mengerikan. Dia menatap bang Sofyan . Aku punya firasat tidak baik saat itu, aku segera menyuruh bang Sofyan untuk berjalan kearahku.

(jujur gan ane nyeritain ini masih merinding. ane jadi bayangin lagi gimana wajah kuntilanak itu.)

"Bang, cepat kesini jangan liat kebelakang. Pokoknya jalan aja." Bang Sofyan terlihat heran. Tapi dia menuruti saja perkataanku.

Kuntilanak itu bergantian menatapku dengan tatapan benci. Ya raut muka itu raut muka benci gan . Aku segera mengingat nasehat dari ustadku sewaktu dipondok bahwa tipu daya setan itu sangat lemah. Maka memintalah pertolongan hanya kepada Allah dan berlindungla kepada-Nya.

Aku memejamkan mata dan masih merapalkan takbir . beberapa detik kemudia aku membuka mata dan alhamdulillah setan itu hilang.


Itu baru awal ya gan , ane mau nyate dolo lanjut ntar hehe emoticon-Big Grin







Quote:Original Posted By sont19maning
Ijin nenda..
Lokasi pengabdian: sumatera utara tapi kok mendarat di minangkabau gan?
X aja bneran di sumut biat bisa brkunjung


Iya gan, soalnya ane perjalanan dari padang landingnya di minangkabau. bukan dari medan. cari yang lebih murah emoticon-Big Grin