alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59a41aa4ddd770594e8b456f/dan-bernyanyilah
icon-hot-thread
Dan Bernyanyilah
Quote:"Jika ada pertanyaan, untuk apa kau habiskan hidup mu? maka tanpa ragu aku akan menjawab, untuk selalu bahagia. Aku sudah mengenal kesedihan lebih dari siapapun. Itulah kenapa aku tidak mau lagi hidup dalam kesedihan. Aku ingin bahagia, karena hanya dengan bahagia, hati dan jiwa ku selalu sehat. Hanya dengan hati dan jiwa yang sehat, raga akan tetap sehat. Jadi, buat kalian yang masih larut dalam kesedihan, hanya karena urusan dunia, kalian adalah orang paling GOBLOK."

Quote:Maaf buat manusia cengeng, kisah ini tidak akan menarik buat kalian. Aku bukan orang yang pandai merangkai kata indah menjadi sebuah karya sastra. Bahasa ku adalah kejujuran, dan kalimat ku adalah makian. Tidak sopan? Bisa jadi, karena aku sudah muak dengan kesopanan. Kesopanan yang hanya menjadi topeng dari kemunafikan. Ini hanya kisah dari orang yang tidak pernah diajari sopan-santun oleh manusia. Tapi aku yakin, alam mengajari ku lebih banyak dari apa yang diajarkan oleh manusia. Alam tidak pernah menuntut apapun, seperti halnya manusia. Yang hanya berjasa setitik, tapi suarnya membahana seantero jagad.


Quote:Real? Rules? Bahkan kalian tidak tau apakah hidup kalian nyata atau hanya mimpi yang kalian anggap nyata. Apa beda nyata dan tidak nyata? Ketika kalian tidak tau siapa diri kalian sendiri? Rules? Manusia sudah punya aturan dari dia lahir di dunia. Maka, siapa yang ga tau aturan, akan terlihat, tanpa kamu menghakiminya. Jadi, kita lihat, seberapa banyak manusia di forum ini.

Manusia adalah makhluk paling bebas. Kita, (manusia) dianugerahi akal, pikiran, nafsu, indera dan semua yang melengkapinya untuk menjadi bebas. Bolehkah manusia membunuh? Boleh. Bolehkah manusia jadi jahat? Silahkan. Bahkan Tuhan pun "membiarkan" pembunuhan antar sesama manusia. Tapi, setiap tindakan pasti ada konsekuensinya. Kamu membunuh, ya siap-siap saja menerima akibatnya. Alam tidak akan membiarkan mu. Karena akalnya, manusia pun tidak membiarkan pembunuhan terjadi begitu saja.

Lahirlah hukum, aturan yang mengatur hubungan antar manusia. Tapi namanya manusia, yang secara lahiriah adalah makhluk paling bebas, hukum dan aturan itu pun disikat, dilanggar, dicari celahnya. Apa tujuannya? Ya untuk mencari kebebasan itu tadi. Menuruti nafsu alamiahnya. Jika nafsu alamiah itu tidak dikendalikan oleh manusia itu sendiri, maka nilai manusia tidak ada bedanya dengan nilai binatang. Tau ya, binatang? Mau apa saja, sah! Anjing membunuh, tidak akan dipenjara. Di sinilah, nilai manusia ditentukan. Semakin bisa menahan nafsu, semakin bisa menggunakan akalnya, maka dia akan semakin "manusia".

Bagaimana tetap menjadi bebas, tetap bisa menyalurkan kebebasan, dan naluriah tadi dengan baik, sehingga nafsu terpenuhi, tapi tidak mengganggu orang lain? Gampang, jangan pernah sakit hati, jangan pernah membenci, jangan merasa sedih. Orang bunuh orang, apa alasannya? Pasti karena jengkel, dan tidak ingin melihat muka orang yang dibenci. Bagaimana kalo rasa benci itu dinihilkan. Apapun perbuatan yang tidak kita sukai dan dilakukan oleh orang lain kepada kita, kita anggap nol. Bahagia kan? Plong kan? Jelas, wong tidak merasa disakiti.

Dibohongi, ya sudah. Anggap kita sedang membahagiakan mereka. Mungkin, cara dia bahagia adalah dengan bohong. Duit kita ilang karena kebohongan itu, ya biar. Toh, kita lahir juga telanjang tidak memakai apa-apa, lalu apanya yang diambil dari kita? Yang diambil itu punyanya Tuhan. Gimana kalo itu kehendak Tuhan, yang mengambil lewat cara itu? Mau protes? Siapa kamu? Cukup dibatin sambil tertawa, dan bilang "Kakek ane, Han Tuhan. Coro ne Njenengan gojekan ki lho kok asik nemen, meneh mbokan, ben aku strong" Itu salah satu contohnya.

Last. Tulisan ini tidak menarik, dan aku cuma berharap, tulisan ini dibaca saja, tidak usah direnungkan terlalu dalam. Bebaskan pikiran mu, jangan jadi bodoh dengan sedih dan air mata. Dan Bernyayilah niscaya kamu akan bahagia.

1. Pergi

Aku berdiri di tengah lapangan basket. Gila, mungkin saja, tapi aku ingin merasakan apa yang dirasakan oleh teman-teman ku. Hari ini pengumuman kelulusan untuk Sekolah Menengah Pertama. Aku lulus, bahkan nilai ku tinggi. Aneh? Jelas. Ajaib? Iya. Buat makan besok saja tidak jelas, tapi aku akhirnya bisa lulus dari sekolah elite yang ada di jantung kota ini. Entah logika macam apa yang bisa aku pakai untuk menjelaskan semua ini. 3 tahun aku di sini, aku tidak pernah bayar SPP. Buku pun selalu dapat supply dari para dermawan yang ingin beramal untuk masuk ke surga (katanya). Aku benar-benar seperti sampah yang nyaris tidak berguna, merepotkan, serta layak untuk dibuang.

Satu-satunya kegunaanku adalah membuat teman-teman ku tertawa karena kekonyolan ku. Konyol, karena untuk ukuran sekolah yang murid-muridnya berangkat dengan mobil mewah, motor keren, baju wangi dan selalu tersetrika, terselip gembel macam aku. Jangankan disetrika, entah berapa kali aku tidak mencuci baju ku pun, aku lupa. Sepatu bolong, itu biasa. Konyol karena di tengah mewah dan akbarnya anak-anak borjuis yang selalu belajar dengan pertu kenyang, ada manusia dekil, jelek, lapar dan layak untuk ditertawakan, itulah aku.

Tapi sudahlah. Ini semua sudah kehendak Nya. Aku si jelek, dekil, kumuh ini, "diutus" untuk menunjukkan, bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan sudah menulis. 3 tahun di sini, aku menemukan banyak hal baru. Mulai dari "penunggu" sekolah yang tua dan sangar, sampai dengan fakta bahwa tidak semua anak orang kaya itu benci dengan kekumuhan. Ya, aku punya kekurangan yang menurutku paling menyiksa. Miskin, itu biasa, tidak punya baju, lebih biasa lagi. Makan sehari satu kali, hal kecil. Tapi bisa melihat makhluk astral, bisa berkomunikasi dengan mereka, dan bisa melihat apa yang seharusnya tidak aku lihat, adalah hal paling brengsek dan ingin aku buang jauh dari hidup ku.

Hanya bajingan tolol, tidak punya otak yang menyebut kemampuan seperti ini adalah anugerah. Dan hanya koloni serta saudara dari Iblis Laknatullah yang menggunakan kemampuan sampah seperti itu untuk mencari sesuap nasi. Aku benci menjadi indigo, aku tidak suka, dengan hanya lihat orang, aku bisa tau apa pikiran mereka, masa lalu mereka, apa cita-cita mereka, dan apa maksud mereka mendekati aku. Jika ada ilmu untuk menghapus ini semua, aku sangat ingin membuangnya. Ruqyah? Bahkan aku tidak merasakan apapun. Duel dengan dukun? Entah kenapa dukun itu menyembah-nyembah aku. Bodoh!

Kembali lagi, ini semua sudah setting dari sana. Aku siapa? Aku hanya manusia yang mencoba menjadi wayang bagi Sang Dalang. Jangan kamu pikir semua manusia adalah wayang. Tidak ada wayang, yang bergerak tanpa perintah dalang, kamu yakin bergerak karena perintah Tuhan mu? Tuhan, yuk kita bercanda lagi.

Kembali ke tengah lapangan. Sorakan keras dari kawan-kawan terdengar membahana. Mulai dari boyo setan yang sepertinya sudah mulai tinggi efek alkohol, sampai dengan turunan pemilik hutan duit yang mukanya mulai memerah efek kebanyakan vodka. Mereka pantas ber-euforia, karena di depan mereka, masa depan cerah sudah menanti. Buat mereka, mau sekolah kemana saja, bukan hal yang sulit. Orang tua mereka kaya raya. Lalu untuk apa aku bergabung dengan mereka, sementara nanti malam makan apa saja tidak jelas? Harusnya aku ambil ukulele, berjalan menuju perempatan terdekat dan mulai nyanyi dengan suara rombeng ku untuk mengharap belas kasihan dari para pengguna jalan. Itu kalo aku pengen makan.

Jika bukan karena diajak (aku tidak mau bilang dipaksa) oleh boyo setan, aku tidak akan sudi ada di sini. Aku butuh sendiri, memikirkan langkah ku setelah ini. Apakah akan tetap sekolah, atau fokus bekerja untuk bertahan hidup. Opsi paling masuk logika adalah dengan mencari uang untuk bertahan hidup. Sekolah? Bahkan raport ku pun tidak pernah ditandatangani oleh orang tua ku hahahahaha. Miris? Biasa saja sih. Toh dengan begitu, berapa pun nilai yang ada di sana, tidak akan ada yang marah pada ku. Mari melihat sesuatu dari sudut pandang positif.

Yah, aku memang tidak tau siapa orang tua ku. Aku dibuang, entah sejak kapan. Yang aku tau, aku terdampar di sebuah panti asuhan yang isinya munafik palsu! Yang dapat sumbangan dari belas kasihan, tapi tidak pernah jujur kepada para penyumbang. Karena muak, aku pun pergi dari sana. Hidup di jalanan, dari emper satu ke emper yang lain. Sampai ketemu dengan komunitas rumah singgah yang agak peduli dengan kehidupan gembel seperti aku. Tapi, lagi dan lagi aku menemukan kemunafikan di sana. Aku berjanji, akan secepatnya pergi dari sana. Lebih baik mati, daripada menjual harga diri.

Lepas dari euforia, aku terduduk di bangku semen belakang aula. Menatap nanar tiap sudut sekolah tua yang ada di pusat kota... Sekilah, para setan, jin dan entah makhluk apalagi menampakkan eksistensinya... Gila! Ini tengah hari, dan mereka keluar. Seolah memberi salam perpisahan buat kami. Asal mereka tidak mengganggu, aku akan tetap santai. Tapi sekali mereka mengganggu, mau sampai akherat, akan aku kejar dan hajar...

Apa yang paling berkesan dari masa Sekolah Menengah Pertama? Paling, berarti yang sangat baik. Persahabatan. Aku punya teman yang benar-benar teman. Aku kira, biarkan tulisan-tulisan selanjutnya yang akan cerita seperti apa mereka. Jika pertanyaannya aku perluas jadi, apa yang berkesan dari masa Sekolah Menengah Pertama? Jawabannya banyak. Mulai dari guru, lingkungan, sampah gaib, dan tentu saja pengalaman. Tentang teman, aku sadar, ada dari mereka yang jijik jika dekat dengan ku. Udah jelek, bau, tidak rapi, mulut seperti knalpot free flow, entah hal negatif apalagi yang ada di otak mereka. Gapapa, aku tidak marah, karena semua itu fakta.

Guru. Hanya ada satu kata untuk pengajar di sekolah ini, HEBAT! Yah, guru-guru di sini, semuanya hebat. Tidak ada satupun dari mereka yang "mengejar hal semu." Aku bisa tau, karena aku sampah bernama indigo. Yang bisa membaca apa yang orang pikirkan. Lingkungan? Dari sini, aku tau seperti apa makanan orang kaya, bajunya orang kaya, mobilnya orang kaya, sampai HB (baca dari kanan) nya cewe kaya. Ini sebuah kenikmatan yang tidak semua gembel bisa menikmatinya. Untuk sampah gaib, yah di sini memang tempatnya. Maklum, gedung tua peninggalan Belanda, pasti banyak bajingan anak buahnya iblis yang beranak pinak di sini.

Tempat favorit ku di sekolah ini adalah deretan kelas 3 yang dekat dengan gereja. Entah kenapa, aku nyaman jika ada di sana. Adem, tenang, damai dan ada Kakek tua tanpa kepala yang selalu menemani ku. Tanpa kepala tapi bisa bicara, hal tae apalagi yang mau kamu dustakan? Apa yang dia bicarakan? Banyak. Mulai dari sejarah sampai penghuni di sekolah ini. Aku senang duduk di atas jendela dan mendengarkan dia bercerita. Sungguh kebodohan yang tidak akan aku ulangi. Interaksi dengan hal gaib itu tidak ada manfaatnya. Malaikat? Jangan mimpi bisa ketemu. Siapa kamu?

Lebih dari semuanya, setiap sudut sekolah ini menyimpan banyak kenangan. Manis (meski nyaris tidak ada), pahit (tiap hari aku rasakan) getir (aku sangat) silahkan lanjutannya kamu isi sendiri, sudah aku rasakan di sini. Aku menemukan semuanya di sini. Kehidupan yang jauh di atas harapan ku sebagai sampah jalanan. Kini, saatnya aku bilang "selamat tinggal" pada semua yang ada di sekolah ini. Apakah aku tidak akan sekolah setelah ini? Nalarnya seperti itu. Untuk membayar biaya pendaftaran di Sekolah Menengah Umum pun aku tidak tau minta kepada siapa.

Jadi, aku tidak mau bermimpi untuk bisa melanjutkan sekolah. Nabi, tidak sekolah saja, bahkan Kanjeng Nabi Muhammad SAW, tidak bisa baca saja hidupnya menyenangkan kok, masak aku ga bisa. Lagi, mikir yang enak saja. Kalo otak dan hati terbiasa mikir enak, hidup juga akan enak dan yang pasti sehat. Ga percaya? Lihat orang gila. Apakah pernah mereka sakit meski makan sampah? Karena mereka tidak pernah membenci dan hati serta otaknya tidak pernah dimanipulasi oleh perilaku munafik.

Ups lupa. Anak SMP itu sudah mulai kenal dengan cinta. Lihat aja boyo setan, gw kira semua cewe cantik sudah pernah merasakan remasan tangannya (mikir jorok bebas). Tapi buat aku, jelas ada pada level yang berbeda. Ibarat boyo adalah Bali United yang megah, aku adalah Persijap yang tahun depan main di Liga 3. Jangankan pacar, dilirik cewe saja aku ga pernah sepertinya. Hah, sudahlah aku kira tidak relevan, gembel macam aku bahas cinta. Sementara untuk "mencintai" diri ku sendiri saja tidak mampu.

Lapar, ya tetap lapar tanpa ada asupan gizi yang baik. Tidur, ya minim jam, karena ada kewajiban jaga. Lalu dimana cinta pada diri ku? Tidak ada. Jadi, kalo aku bahas cinta ke orang lain, sangat kurang ajar. Baru saja aku hendak beranjak dari bangku semen di belakang aula, ketika lembut suaranya terdengar. "Hey, kamu ke SMA G kan?" Aku menoleh dan senyum itu sudah ada di wajah manisnya. Setan alas! Demit dari mana ini?


Bye.
keep it up
Setelah baca yg ini: "Maaf buat manusia cengeng, kisah ini tidak akan menarik buat kalian. Aku bukan orang yang pandai merangkai kata indah menjadi sebuah karya sastra. Bahasa ku adalah kejujuran, dan kalimat ku adalah makian. Tidak sopan? Bisa jadi, karena aku sudah muak dengan kesopanan."

Sepertinya yg bakal diceritain riwayatnya mas kampret?.
Pembukaannya sangat sangar
Izin nongkrong di pejwan emoticon-Cool
Izin baca ya gan Londo
wow.... trit baru meneh... otw boss
Jangan lupa bahagia emoticon-Big Grin
Amanin pejwan emoticon-Cool

Ikutan nyumbang soundtrack mas
Spoiler for soundtrack:
Anither story about Wira mbah?
Yeyeye trit baru
Kakek ane, Han Tuhan. Coro ne Njenengan gojekan ki lho kok asik nemen, meneh mbokan, ben aku strong"Itu salah satu contohnya.

Metune trit kiye bisa koyo jawaban pertanyaan sing neng uteke saat kie Om emoticon-Matabelo lanjut teross Om... emoticon-2 Jempol
Ijin nyimak ya om londo


weeeeh..
mas londo bikin trit baru..

mantaaap... emoticon-Toast


ijin baca kak emoticon-Betty
Menanti cerita apa yg akan dibagi di trit ini.
Semoga memang banyak faedah yg di dapat antara hal dunia dan akhirat di sini.

Ojo lali bahagia kang...
Wah kayaknya ni tulisan mas Arief hhh
wah ada cerita baru dari mas londo.. semnagt mas.e, ane selalu suka dengan gaya bahasa mas londo.

btw. page one ane gembok
emoticon-Salam Kenal