alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Sejarah & Xenology /
Fakta-Fakta Tentang Ali Murtopo
4.9 stars - based on 10 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59a3e2ee9252335f018b4569/fakta-fakta-tentang-ali-murtopo

Fakta-Fakta Tentang Ali Murtopo

Siapa itu Ali Moertopo?

Fakta-Fakta Tentang Ali Murtopo


Ali Moertopo ialah mantan menteri penerangan Indonesia tahun 1978 – 1983 sekaligus pernah menjabat sebagau Deputi Kepala (1969 – 1974) dan Wakil Kepala (1974 – 1978) Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN, sekarang BIN).
Ali Moertopo mempunyai peran penting dalam sejarah pemerintahan masa Orde Baru.

Biografi Singkat

lahir di Blora, Jawa Tengah, 23 September 1924
kemudian bergabung dengan BKR setelah Indonesia baru saja merdeka tahun 1945.
Ali ditempatkan di Kodam Diponegoro tahun 1950. Ia bertemu Suharto di sana.
Jabatan militer terakhir Ali ialah Asisten Kepala Staf CADUAD .

sumur : id.wikipedia.org/wiki/Ali_Murtopo


Fakta-Fakta Tentang Ali Murtopo

1. Ali Murtopo sangat percaya klenik dan kejawen

Fakta-Fakta Tentang Ali Murtopo


Sama seperti Suharto, Ali Moertopo adalah orang jawa saklek yang pembawaannya masih percaya dengan mitos-mitos leluhur jawa. Pernah suatu hari Ali ditegur oleh koleganya karena suka menggantung tulang babi-rusa di rumahnya yang diyakini dapat menolak bala :

"Kamu muslim kan? kok kamu percaya yang begituan? nggak takut syirik?"

2. Salah satu pendiri CSIS (Central Strategic of International Studies), lembaga yang merupakan think thank pemerintah orba

Fakta-Fakta Tentang Ali Murtopo


Ali bersama Hary Tjan Silalahi dan Jusuf Wanandi mendirikan sebuah lembaga "independen" yang mendukung pemerintah kemudian dinamakan CSIS yang berkantor di Tanah Abang, Jakarta. CSIS berfungsi sebagai dapur orde baru. Segala studi dan observasi keadaan dalam negeri maupun luar negeri dikumpulkan oleh orang-orang CSIS kemudian dikirim ke presiden Suharto melalui memo. Itu lah cara orde baru meracik kebijakannya,

3. Adalah otak dibalik operasi invasi ke Timor Timur

Fakta-Fakta Tentang Ali Murtopo

sebagai deupti wakil ketua BAKIN (intelejen). Ali adalah otak dibalik misi rahasia pencaplokan Timor-Portugis ke wilayah Republik Indonesia. Bahkan Ali sendiri yang terjun langsung ke daratan timor timur menyamar sebagai pedagang tahun 1974. Misinya ialah menggalang dukungan masyarakat timor agar mau bergabung dengan wilayah indonesia melalui Partai APODETI. Sayangnya misi kurang berhasil karena gesekan dengan Partai FRETILIN di sana. Ketika perang saudara tidak bisa dihindarkan di Timor Timur, akhirnya Mabes ABRI mengeluarkan Operasi Seroja dibawah komando LB Moerdani.


4. Diduga dialah yang menggerakan massa saat peristiwa Malari 1974

Fakta-Fakta Tentang Ali Murtopo


Ali Murtopo dianggap bertanggung jawab atas ditangkapnya Hariman Siregar, mahasiswa FK UI. Singkatnya peristiwa malari ialah penolakan investasi dari jepang di Indonesia dengan menggelar demonstrasi oleh mahasiswa. Hariman siregar ialah ketua BEM UI. Demonrtasi dikawal oleh Jendral Sumitro yang saat itu menjabat sebagai PangKOMKAMTIB. Berkatnya, Hariman dan kawan-kawan dipersilakan masuk ke gedung Bina Graha agar dapat bertemu dengan Presiden Suharto langsung. Ali bersama dedengkot CSIS-nya menilai hal ini mengancam kestabilan orde baru, Sebab pamor Sumitro terlanjur terangkat di kalangan mahasiswa. Ali menganggap Sumitro bakal menjadi pesaing Suharto dalam pemilihan Presiden. Kemudian Ali beserta CSIS membisiki Suharto tentang apa yang dikerjakan Sumitro.

Fakta-Fakta Tentang Ali Murtopo
kiri : Sumitro
kanan : Ali Murtopo


Ali harus berpikir bagaimana cara menjatuhkan Sumitro. Setelah Hariman dkk bertemu Suharto, demo masih terjadi karena Suharto menolak permintaan mahasiswa. Tiba-tiba datang segerombolan massa tak dikenal mulai membakar ban hingga mobil. Jakarta pun rusuh terbakar. Sumitro dianggap bertanggung jawab atas peristiwa ini karena menjabat sebagai PangKOMKAMTIB. Sumitro kemudian "dipecat" (dipensiunkan dini seperti Prabowo), Hariman Siregar ditangkap oleh tentara bawahannya Ali Murtopo. Proses penangkapannya pun lucu, Tentara mendatangi kampus FK UI lalu mencari mahasiswa bernama Hariman Siregar, kemudian temannya memanggil Hariman, ia pun datang dengan terbuka karena mengira tentara yang mendatanginya tsb adalah bawahannya Jend. Sumitro. Hariman pun dibawa pake Jeep dan ditinggalkan di markas Kodim. Hariman masih belum tau bahwa sebenarnya ia telah diciduk ABRI, baru keesokan harinya ia baru menyadari setelah ibunya membesuk ke Kodim sambil nangis-nangis.

5. Ali diduga tokoh odre baru yang islamfobia

Fakta-Fakta Tentang Ali Murtopo

Dalam wacana TEMPO khusus. Diceritakan Ali yang dekat dengan kawan-kawan CSIS yg non-muslim (Hary Tjan + Jusuf Wanandi) melihat bahwa kekuatan Islam politik dapat mengancam orde baru. Selain itu Ali sendiri yang punya pengalaman lapangan dalam menumpas Pemberontakan DI/TII di jawa barat Di masa orde baru kekuatan politik terbagi tiga kubu : PPP (islam), PDI (nasionalis merah), dan Golkar (nasionalis kuning).

Selain itu Ali bersama Wanandi mendirikan GUPPI (singkatannya saya agak lupa) yg merupakan organisasi kemasyarakatan berbau "islami" bentukan CSIS untuk mengawasi gerak-gerik islam politik di masa Orde Baru. Anehnya Wanandi sebagai non muslim malah menjadi salah satu pengurus, bahkan kedapatan sering bolak balik ke kantor GUPPI yang membuat masyarakat sekitar terheran-heran : "Jusuf Wanandi sering mondar mandir ke kantor GUPPI, ada urusan apa??"


6. Seorang maniak Kopi dan Perokok Berat

Fakta-Fakta Tentang Ali Murtopo

Ali adalah seorang perokok berat dan maniak kopi. Bahkan ia membuat kopi racikannya sendiri sehingga dikenal di gedung CSIS. Tidak disebutkan berapa batang rokok per hari yang dihisap. Selain itu ia sering begadang hingga semalaman tidak tidur sambil ngopi + rokok mencorat coret surat yang mungkin akan menjadi memo buat Presiden Suharto. Hal ini tentu mengganggu kesehatannya

7. Pernah kena serangan jantung 4 kali.


Fakta-Fakta Tentang Ali Murtopo

Akibat buruknya kebiasaan dan jarang olah raga semenjak jarang ditugaskan ke operasi militer. Jantung Ali kena getahnya, serangan jantung terakhir terjadi saat ia sedang tugas lawatan ke Thailand. Ali menghembuskan nafas terakhirnya di RSPAD. Setelah kematian Ali terjadi kekosongan di kepengurusan CSIS dari kalangan ABRI, baru setelah itu tiba2 Moerdani ditarik dari dubes Korsel menempatkan ketua Bakin sekaligus anak CSIS didikan Ali Murtopo.


SUMUR :
Quote:
Diubah oleh permberontak98
Halaman 1 dari 12
Post ini telah dihapus oleh heane
orang intelijen kerjanya gitu ya gan? emoticon-Takut
sudah doyan ngerokok dan minum kopi ehh kerjaannya terkait politik pula. emoticon-Takut (S)
Quote:


dibalik ekspresi senyum nya yang angker pasti sebenarnya kepalanya sering mumet mikir negara emoticon-Big Grin
Quote:


jarang olahraga, workaholic, perokok berat, mania minuman kopi = penyebab utama stroke....
Quote:


Di saat kamu merokok
Dan kamu dapat menikmati
Rokok tersebut
Bisa di pastikan tubuh kamu fit

#fatwa sesat. emoticon-Angkat Beer
Post ini telah dihapus oleh heane
sll pake kacamata hitam krn matanya sensitif sm cahaya.
yg nglakuin 'dirty job' di blakang gt ya?
Quote:


mungkin jangan2 sebenarnya ia itu vampir emoticon-Takut (S)
Gerakan Usaha Pembaharuan Pendidikan Islam = GUPPI emoticon-Confused

Ane dapat dari thread ini sih
Quote:


yep, that's related
kata bleki, csis musuh suharto ?


Ehh kemana tu anak, gak kelihatan, keciduk pa ?
si murtopo ini memang PENJAHAT LAKNAT
Quote:


ah cuma modal asumsi doank dia emoticon-Big Grin

itu juga gara2 suharto bete sama moerdani gara2 nyinggung anaknya
setelah itu dia loncat haluan ke ICMI
Padahal CSIS awal2 berdiri pro suharto banget, cuma menjelang akhir 80an sampe menjelang reformasi jadi makin independen.

Jusuf wanandi pun secara pribadi kurang menyukai sifat harto yang jawa-sentris & feodalis.
Serem juga ya gan
Quote:


Dia itu, suharto atau moerdani ?
Quote:


Soeharto
Sama2 perusak bangsa kaya PKI
Ternyata begini toh
Halaman 1 dari 12


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di