alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/598eab091854f7a1568b4569/ini-curhat-johannes-marliem-sebelum-tewasquotbisa2-nyawa-saya-terancamquot-uja
Ini curhat Johannes Marliem sebelum tewas"bisa2 nyawa saya terancam,"
Ini curhat Johannes Marliem sebelum tewas"bisa2 nyawa saya terancam," uja

Share
Kontan Online

Masukkan kata kunci Berita/Quotes

Home Nasional Ini curhat Johannes Marliem sebelum tewas

DUGAAN KORUPSI E-KTP
Ini curhat Johannes Marliem sebelum tewas
Oleh : Teodosius Domina
Sabtu, 12 Agustus 2017
11:29 WIB
Ini curhat Johannes Marliem sebelum tewas

KONTAN.CO.ID - Kematian Johannes Marliem, saksi kunci kasus korupsi e-KTP (KTP elektronik) menyisakan banyak misteri. Pria yang dikabarkan bunuh diri ditemukan dengan beberapa luka di tubuhnya, hal yang kurang lazim dalam peristiwa bunuh diri.

Beberapa waktu lalu, KONTAN sempat saling bertukar pesan dengan Marliem. Ketika itu ia sempat mengungkapkan kekecewaannya pada pimpinan KPK dan sebuah media massa lantaran pemberitaan yang membuat nyawanya terancam.

BACA JUGA:
Johannes Marliem ngetweet pasca dikabarkan tewas
Ini sosok Johannes Marliem, saksi kunci e-KTP
Goodyear Tampilkan Ban Eagle 360 Urban & S700 di GIIAS 2017 [PR]
"Saya tidak mau dipublikasi begini sebagai saksi. Malah sekarang bisa-bisa nyawa saya terancam," ujarnya.

"Seharusnya penyidikan saya itu rahasia. Masa saksi dibuka-buka begitu di media. Apa saya enggak jadi bual-bualan pihak yang merasa dirugikan? Makanya saya itu kecewa betul," imbuh Marliem mengomentari bocornya kepemilikan rekaman pembicaraan terkait pembahasan proyek e-KTP.

Berita yang Marliem maksud ialah soal terbongkarnya bukti berupa rekaman pembicaraan. Padahal, rekaman tersebut sebenarnya tak ingin ia beberkan.

"Saya kira sama saja hukum di AS juga begitu. Kita selalu menjunjung tinggi privacy rights, harus memberitahu dan consent bila melakukan perekaman," tuturnya.

Itu sebabnya, ia sempat mengungkapkan harapannya agar (jurnalis) KONTAN tidak memelintir pemberitaan soal rekaman yang ia anggap sebagai catatan tersebut. Pasalnya, dalam pemberitaan di media sebelumnya, seolah-olah dijelaskan bahwa ketua DPR RI Setya Novanto ditetapkan sebagai tersangka gara-gara rekaman yang ia miliki.

"Jadi tolong jangan diplintir lagi. Saya tidak ada kepentingan soal rekaman. Dan ada rekaman SN (Setya Novanto) atau tidak, saya juga tidak tahu. Namanya juga catatan saya," ucap Marliem.

Marliem juga sempat membantah soal isi surat dakwaan yang menyebut ia sempat memberikan duit US$ 200.000 kepada Sugiharto, mantan pejabat Kemendagri yang sudah divonis bersalah di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Sebagai buktinya, ia memberikan potongan rekaman pembicaraannya dengan Sugiharto. Dalam pembicaraan itu, Marliem hanya ingin memberikan teknologi yang terbaik serta bekerja demi kesuksesan program e-KTP. Harga yang ia berikan kepada konsorsium pun merupakan harga wajar dan tidak digelembungkan seenaknya.

Meskipun perusahaannya berbasis di Amerika Serikat, Marliem menggaransi data kependudukan tidak akan bocor. Pasalnya server dan storage system berada di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.

Lantaran perusahaannya berasal dari negeri Paman Sam itu pula yang menjadi alasan dia tidak bisa main suap-menyuap. "Saya sudah pahit-pahit ngomong di depan, bahwa kami ini perusahaan Amerika. Tidak bisa cawe-cawe. Kami tidak bisa mengeluarkan uang dari perusahaan untuk kepentingan tidak jelas," tuturnya.

Pasalnya, jika melanggar, perusahaanya akan dijerat dengan FCPA (Foreign Corrup Practice Act) dan harus membayar denda besar jika terbukti menyuap. Penerapan aturan ini serupa dengan pidana korporasi yang mulai digunakan KPK akhir-akhir ini.

Dalam kesempatan itu, Marliem juga sempat berkomentar soal kartu-kartu yang dikeluarkan pemerintah, seperti Kartu Indonesia Pintar, Kartu Keluarga Sejahtera, BPJS dan sebaginya. Baginya, kartu tersebut hanya pemborosan anggaran karena hanya plastik yang berisi tulisan. Sementara, e-KTP berisi data biometrik yang sangat valid. Dengan e-KTP, pemerintah bisa memastikan jumlah anggota keluarga, berapa anak yang harus disubsidi.

"KTP-el saat ini sudah siap, mau dijadikan e-Toll bisa, jadi e-money juga bisa. Tapi, karena di sektor-sektor itu sudah dikuasai mafia jadi pemerintah tidak berani ambil keputusan politis," katanya.



http://m.kontan.co.id/news/ini-curhat-johannes-marliem-sebelum-tewas
Hei America, I Love You emoticon-army
Ini baru ektp..kalo blbi dibuka..bakal lebih gila lagi. emoticon-Big Grin
emoticon-Turut Berduka

Nyimak emoticon-Hansip
ngerih liat perkembangan kasusnya
padahal BLBI nilai korupsinya lebih gede dari ektp, tapi adem ayem. kalo ektp sampe begininya, ada korban jiwa.
dark banget
saksi kunci kasus begini identitsanya kok di umbar umbar ya?
Quote:Original Posted By kalangkang..
Ini baru ektp..kalo blbi dibuka..bakal lebih gila lagi. emoticon-Big Grin


ngweri, bisa berapa orang dimatiin tuh
emoticon-Takut
Curhatnya bisa bikin makelar kartu meradang neh..
Semua serba kartu.. Jadi tebel dah tuh dompet..emoticon-Big Grin
kan duit korpusi itu ga berkah.. dapet duid gede tapi buat nikmatinnya nyawa taruhannya emoticon-Turut Berduka
ngeri konspirasi pelenyapan barbuk...........emoticon-Hansip
cemen amat identitas saksi di umbar2, besok2 siapa yg mau jadi saksi lagi......

goblog kok kelewatan
bukan jurnalis namanya kalau tidak suka mlintir berita yang diliputnya, tidak semua jurnalis itu brengsek,

tapi yang bajingan bin brengsek lebih banyak lagi

Hmmm apa mau dikata dia udah mati
Wah ini lagi. Konspirasi lagi

Kapan mau majunya negara kalau isinya kepentingan kepentingan pribadi sndri


Quote:Original Posted By buruhrokok
ngerih liat perkembangan kasusnya

Yoi bre
Ngeri ngeri sedao emoticon-Cape d...
turut berduka aneeh skali msa bunuh diri ad bekas2 luka?? psti bekas penganiayaan tuh

good lah ane stuju jg Bagi2 kartu pemborosan
mnurut ane ya cocok itu satu kartu utk smua pelayanan,,
ternyata si papa yang dikira dalang cuma boneka juga
Makanya kan, lu pikir pakde seorang bisa jadi bemper masalah beginian?
Sesama perantauan juga klo ada yg main kasar pada diem, soalnya dari dulu dogmanya biar kyak setan yg penting masih sama kampungnya. Akhirnya kan kejahatan dimana-mana. Orang jadi terpaksa main curang, apa2 harus bisa cerdik ngakali. Soalnya ketika ada yg berbuat gk bener gk ada yg nasehatin.
Makanya anak juga dididik budinya biar tuanya gk nyusahin orang