alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/598998c19e7404173b8b456d/jangan-main-main-dengan-perempuan-indonesia
icon-hot-thread
Jangan Main-main Dengan Perempuan Indonesia
Jangan Main-main Dengan Perempuan Indonesia

Why: Women are the Influencers

Perbedaan antara lelaki dan perempuan memang sudah sering dibahas di mana-mana. Justru karena perbedaan itulah, kemudian pendapat publik banyak memihak pada The Man dalam memimpin dunia. Dengan dalih rasionalitas The Man, mereka berpendapat dunia sudah selayaknya dipimpin oleh lelaki.

Di alam New Wave yang sangat horizontal ini, posisi kaum perempuan jadi lebih diuntungkan. Pasalnya, di era internet memungkinkan terjadinya interaksi secara mudah sehingga komunikasi bisa bergerak secara dinamis dan multiarah. Perempuan yang punya sifat lebih suka berinteraksi dan berkomunitas ini akan jauh lebih diuntungkan.

Sedang lelaki lebih suka berkomunikasi satu arah dan lebih bersifat solitaire. Karena itu, lelaki suka jadi “lonely at the top.” Mereka akan merasa kesepian ketika tidak berkomunikasi dengan orang. Sementara, perempuan memang lebih suka berkomunikasi dengan sesamanya, meskipun tak jarang obrolan mereka cenderung kebablasan.

Namun, sifat solitaire itu justru kelemahan untuk lelaki yang sekaligus juga kekuatan bagi perempuan. Perempuan memiliki kekuatan untuk menyebarkan suatu isu ketimbang kaum lelaki yang lebih suka menyimpannya.

Perempuan akan selalu berusaha memperjuangkan pendapatnya pada orang lain. Sementara, kaum lelaki hanya melakukannya bila perlu. Karena itu, kaum lelaki jadi sering mengalah pada kaum perempuan, apalagi ketika harus mengurus keluarga. Dan, karena sifatnya yang multi-tasking, kaum perempuan akan tetap menjadi "Family Care Taker" walaupun kaum lelaki sering mengaku jadi kepala rumah tangga.

Kaum perempuan selalu ingat "family and friends" ketika berbelanja. Sementara, lelaki hanya ingat pada diri sendiri. Karena itu, perempuan bisa disebut sebagai orang yang "managing the market". Artinya, kaum perempuanlah yang sebenarnya mengelola pembelian produk dan jasa di pasar. Tidak tergantung apakah itu uang sendiri atau uang kaum lelakinya.

What: The Portrait of Our Women

Menurut survei MarkPlus Insight pada 1.300 responden, perempuan Indonesia cenderung mudah dipengaruhi dan percaya oleh penawaran tertentu tanpa mencari tahu secara detail mengenai informasi yang terkait dengan produk yang akan dibeli. Hanya sepuluh persen konsumen perempuan yang secara proaktif mencari tahu mengenai produk yang diinginkan dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain.

Sementara itu, desire terpendam dari perempuan memiliki perbedaan mencolok jika dilihat dari status perkawinan. Perempuan lajang cenderung memiliki keinginan untuk meningkatkan karirnya. Sementara, perempuan berkeluarga memiliki keinginan yang tinggi terhadap kondisi dan kualitas keluarga terutama pasangan dan anak-anaknya.

Terdapat tiga dimensi besar dalam desire perempuan. Pertama, To keep her well being and stay optimist, di mana perempuan membutuhkan keamanan dari sisi finansial dan keluarga sehingga cukup optimistis dalam menata masa depan. Kedua, multitasking efficiently. Ini merupakan keinginan terbesar untuk bisa menyeimbangkan antara kegiatan domestik dengan karir sehingga terjadi harmonisasi dalam hidup mereka. Ketiga, To be a strong entrepreneur and networker, yaitu keinginan terpendam untuk memperoleh pencapaian pribadi dan memiliki teman sebagai bagian dari fungsi sosial.

Jadi, ada lima kata kunci, bila berbicara tentang women’s desire: mereka ingin Well-being, Optimism, Multitasking, Entrepreneurship, Networking yang kelimanya bisa disingkat menjadi WOMEN.

Anxiety perempuan diketahui terbagi menjadi kecemasan terhadap kondisi internal dan eksternal dari diri sendiri. Kecemasan utama mereka ternyata terletak pada kesehatan. Mengapa kesehatan menjadi kecemasan utama? Tak lain karena keinginan untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga menjadi semacam keharusan. Selain itu, kesehatan juga dipercaya menunjang kecantikan yang juga menjadi kecemasan dari perempuan. Kondisi lingkungan, karir, dan teman menjadi kecemasan dari sisi eksternal.

How: Great Women Brands in Indonesia

Selain menggali insight mengenai anxieties and desires from Indonesian women, riset yang sama juga mengupas “Indonesia’s Most Favorite Women Brands”. Brand-brand ini bukan dipilih oleh perempuan karena top atau populer, tapi mereka dipilih karena memang mengerti women anxieties and desires.

Ada 80 brands di 80 kategori yang berbeda yang diriset dalam survei ini. Rata-rata adalah produk yang digunakan oleh perempuan dari ujung rambut sampai ujung kaki, dan juga untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Selain itu, ada produk-produk yang mereka gunakan untuk keperluan pribadi maupun untuk keluarga.

Ada banyak consumer products yang memang kita kenal dicintai dengan perempuan. Sebut saja Biskuit Roma, Kecap Bango, Indomie, Aqua, Teh Sosro, Susu Bendera, susu bubuk dewasa Anlene, susu bubuk anak Dancow, Bimoli, kopi bubuk Kapal Api, kopi instan Nescafe, Sariwangi, Fanta, Saus ABC, Sirup ABC, bumbu instan Royco, KFC, Lux, Pantene, Pepsodent, Rinso, Molto, Sabun Wings, Pembalut Laurier, Pakaian dalam Triumph, Tupperware, Jamu Sidomuncul, beberapa brand produk kecantikan dari Sariayu, Tas Sophie Martin, Telco Provider Telkomsel, sepeda motor Honda, dan mobil Toyota.

Di kategori lain, brand Facebook ternyata juga keluar sebagai favorit perempuan. Ini tentunya nyambung dengan women desire untuk menjadi networker, dan Facebook ternyata digunakan untuk mewujudkan mimpi perempuan tersebut.

Memahami perempuan memang tidak mudah, namun untuk mendapatkan market share yang luar biasa ini, perlu mengetahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh perempuan. Memfokuskan komunikasi pada perempuan tidak akan memberikan efek yang besar dengan kehilangan pasar lelaki, namun justru menambah pasar. Bahkan, jika dikelola dengan baik, konsumen potensial ini bisa memberikan Anda bonus yang dahsyat. Ingat, women is the most influential market.
Ngeri dong, cari chinese aja deh mulus2
idem idem gan emoticon-Angel
Ninggalin jejak dlu emoticon-Ngacir2
HT Sepi emoticon-Leh Uga
emoticon-Big Kiss
Pasti yang menulis thread ini adalah perempuan
Jgn macem2 dah bahkan smpai ada istilah suami2 takut istri2emoticon-Takutemoticon-Ngakak
Ane sih gak main-main.

Makanya ane jadikan hot thread dulu ya biar pada gak main-main. emoticon-Stick Out Tongueencet

Contoh perempuan Indonesia:
Jangan Main-main Dengan Perempuan Indonesia
Apakah cewe indonesia itu rata rata cerdas?????
perempuan bisa menjadi marketing gratis untuk suatu produk,
kalo mereka suka suatu produk pasti tanpa sengaja diiklankan sama temennya,begitupun sebaliknya emoticon-Big Grin
Macem2 dikirimin Gofood lho emoticon-Ngakak
(Asli nya gagal paham sama trid nya)
wah datanya lengkap banget deh tentang produk2nya deh sista dan gan emoticon-2 Jempol

mantep deh tritnya deh sista dan gan emoticon-2 Jempol
Quote:Original Posted By Marketeers
Jangan Main-main Dengan Perempuan Indonesia

Why: Women are the Influencers

Perbedaan antara lelaki dan perempuan memang sudah sering dibahas di mana-mana. Justru karena perbedaan itulah, kemudian pendapat publik banyak memihak pada The Man dalam memimpin dunia. Dengan dalih rasionalitas The Man, mereka berpendapat dunia sudah selayaknya dipimpin oleh lelaki.

Di alam New Wave yang sangat horizontal ini, posisi kaum perempuan jadi lebih diuntungkan. Pasalnya, di era internet memungkinkan terjadinya interaksi secara mudah sehingga komunikasi bisa bergerak secara dinamis dan multiarah. Perempuan yang punya sifat lebih suka berinteraksi dan berkomunitas ini akan jauh lebih diuntungkan.

Sedang lelaki lebih suka berkomunikasi satu arah dan lebih bersifat solitaire. Karena itu, lelaki suka jadi “lonely at the top.” Mereka akan merasa kesepian ketika tidak berkomunikasi dengan orang. Sementara, perempuan memang lebih suka berkomunikasi dengan sesamanya, meskipun tak jarang obrolan mereka cenderung kebablasan.

Namun, sifat solitaire itu justru kelemahan untuk lelaki yang sekaligus juga kekuatan bagi perempuan. Perempuan memiliki kekuatan untuk menyebarkan suatu isu ketimbang kaum lelaki yang lebih suka menyimpannya.

Perempuan akan selalu berusaha memperjuangkan pendapatnya pada orang lain. Sementara, kaum lelaki hanya melakukannya bila perlu. Karena itu, kaum lelaki jadi sering mengalah pada kaum perempuan, apalagi ketika harus mengurus keluarga. Dan, karena sifatnya yang multi-tasking, kaum perempuan akan tetap menjadi "Family Care Taker" walaupun kaum lelaki sering mengaku jadi kepala rumah tangga.

Kaum perempuan selalu ingat "family and friends" ketika berbelanja. Sementara, lelaki hanya ingat pada diri sendiri. Karena itu, perempuan bisa disebut sebagai orang yang "managing the market". Artinya, kaum perempuanlah yang sebenarnya mengelola pembelian produk dan jasa di pasar. Tidak tergantung apakah itu uang sendiri atau uang kaum lelakinya.

What: The Portrait of Our Women

Menurut survei MarkPlus Insight pada 1.300 responden, perempuan Indonesia cenderung mudah dipengaruhi dan percaya oleh penawaran tertentu tanpa mencari tahu secara detail mengenai informasi yang terkait dengan produk yang akan dibeli. Hanya sepuluh persen konsumen perempuan yang secara proaktif mencari tahu mengenai produk yang diinginkan dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain.

Sementara itu, desire terpendam dari perempuan memiliki perbedaan mencolok jika dilihat dari status perkimpoian. Perempuan lajang cenderung memiliki keinginan untuk meningkatkan karirnya. Sementara, perempuan berkeluarga memiliki keinginan yang tinggi terhadap kondisi dan kualitas keluarga terutama pasangan dan anak-anaknya.

Terdapat tiga dimensi besar dalam desire perempuan. Pertama, To keep her well being and stay optimist, di mana perempuan membutuhkan keamanan dari sisi finansial dan keluarga sehingga cukup optimistis dalam menata masa depan. Kedua, multitasking efficiently. Ini merupakan keinginan terbesar untuk bisa menyeimbangkan antara kegiatan domestik dengan karir sehingga terjadi harmonisasi dalam hidup mereka. Ketiga, To be a strong entrepreneur and networker, yaitu keinginan terpendam untuk memperoleh pencapaian pribadi dan memiliki teman sebagai bagian dari fungsi sosial.

Jadi, ada lima kata kunci, bila berbicara tentang women’s desire: mereka ingin Well-being, Optimism, Multitasking, Entrepreneurship, Networking yang kelimanya bisa disingkat menjadi WOMEN.

Anxiety perempuan diketahui terbagi menjadi kecemasan terhadap kondisi internal dan eksternal dari diri sendiri. Kecemasan utama mereka ternyata terletak pada kesehatan. Mengapa kesehatan menjadi kecemasan utama? Tak lain karena keinginan untuk memberikan yang terbaik untuk keluarga menjadi semacam keharusan. Selain itu, kesehatan juga dipercaya menunjang kecantikan yang juga menjadi kecemasan dari perempuan. Kondisi lingkungan, karir, dan teman menjadi kecemasan dari sisi eksternal.

How: Great Women Brands in Indonesia

Selain menggali insight mengenai anxieties and desires from Indonesian women, riset yang sama juga mengupas “Indonesia’s Most Favorite Women Brands”. Brand-brand ini bukan dipilih oleh perempuan karena top atau populer, tapi mereka dipilih karena memang mengerti women anxieties and desires.

Ada 80 brands di 80 kategori yang berbeda yang diriset dalam survei ini. Rata-rata adalah produk yang digunakan oleh perempuan dari ujung rambut sampai ujung kaki, dan juga untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Selain itu, ada produk-produk yang mereka gunakan untuk keperluan pribadi maupun untuk keluarga.

Ada banyak consumer products yang memang kita kenal dicintai dengan perempuan. Sebut saja Biskuit Roma, Kecap Bango, Indomie, Aqua, Teh Sosro, Susu Bendera, susu bubuk dewasa Anlene, susu bubuk anak Dancow, Bimoli, kopi bubuk Kapal Api, kopi instan Nescafe, Sariwangi, Fanta, Saus ABC, Sirup ABC, bumbu instan Royco, KFC, Lux, Pantene, Pepsodent, Rinso, Molto, Sabun Wings, Pembalut Laurier, Pakaian dalam Triumph, Tupperware, Jamu Sidomuncul, beberapa brand produk kecantikan dari Sariayu, Tas Sophie Martin, Telco Provider Telkomsel, sepeda motor Honda, dan mobil Toyota.

Di kategori lain, brand Facebook ternyata juga keluar sebagai favorit perempuan. Ini tentunya nyambung dengan women desire untuk menjadi networker, dan Facebook ternyata digunakan untuk mewujudkan mimpi perempuan tersebut.

Memahami perempuan memang tidak mudah, namun untuk mendapatkan market share yang luar biasa ini, perlu mengetahui apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh perempuan. Memfokuskan komunikasi pada perempuan tidak akan memberikan efek yang besar dengan kehilangan pasar lelaki, namun justru menambah pasar. Bahkan, jika dikelola dengan baik, konsumen potensial ini bisa memberikan Anda bonus yang dahsyat. Ingat, women is the most influential market.


kayaknya bukan hanya perempuan di Indonesia saja yang begitu.but all women in the world emoticon-Smilie
emoticon-Toast
Amankan pejwan dulu, baru baca emoticon-Big Grin
gw malah seneng gan bermain2 dgn wanitaemoticon-Entahlah
Karena WANITA itu kalo dipandang agak2 sedap enak dilihat. Kalo laki2 sedap enak dilihat mungkin cuma di tempat2 olahraga doang. emoticon-Malu
teliti sebelom membeli om
Kayanya bukan perempuan indonesia aja gan, tp hampir kebanyakan perempuan emoticon-Ngakak
ahelah gembokss da ah