alexa-tracking

Antisipasi Karhutla Perlu Dipercepat

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/59891b5912e257aa5c8b4582/antisipasi-karhutla-perlu-dipercepat
Antisipasi Karhutla Perlu Dipercepat
Antisipasi Karhutla Perlu Dipercepat


PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meminta antisipasi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) segera dilakukan karena kejadiannya terus meningkat.



Permintaan itu disampaikan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya di Istana Merdeka, kemarin.



Menurut Siti, pada kesempatan itu Presiden meminta laporan mengenai kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik di Kalimantan, Sumatra, Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur.



"Karena di sejumlah daerah eskalasinya naik. Kalau tahun lalu itu puncaknya Agustus. Makanya saya usulkam rakor (dengan kepala daerah terkait) karena kecepatan pemda (pemerintah daerah) mengambil keputusan (dalam penanganan karhutla) itu penting," jelasnya seusai bertemu Presiden.



Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkirakan potensi karhutla di Kalimantan dan Sumatra terus meningkat berkaitan dengan puncak kemarau yang diprediksi terjadi pada September.



"Hingga saat ini lima provinsi telah menetapkan status siaga darurat karhutla, yaitu Provinsi Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, dan Kalsel," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Minggu (6/8).



Sutopo memaparkan, pada Minggu secara nasional terpantau 282 sebaran titik panas dengan terbanyak di Kalimantan Barat 150 titik panas.



Sisanya ada di Sumsel (23), Riau (16), Sulsel (18), dan sejumlah daerah lain.



Lokasi hotspot atau titik panas yang mengindikasikan karhutla berada pada lahan perkebunan swasta, lahan milik masyarakat, dan di hutan taman nasional.



"Plotting lokasi hotspot 2015, 2016, dan 2017 menunjukkan lokasi karhutla ada yang selalu berulang setiap tahun seperti di Taman Nasional Tesso Nelo, Ogan Komering Ilir, serta daerah perbatasan antara Riau dan Jambi," kata Sutopo.



Lokasi karhutla sebagian besar di daerah-daerah yang sulit diakses.



Beberapa kendala dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan antara lain luasnya daerah yang harus dijaga, terbatasnya sarana, prasarana dan anggaran bagi petugas di lapangan, cuaca kering, sumber air terbatas, dan lokasi yang sulit dijangkau.



"Patroli dan pencegahan makin diintensifkan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jambi dan Sumsel sudah mengajukan tambahan helikopter water bombing agar dapat lebih mengefektifkan pemadaman."



Water bombing



Di BPBD Ogan Ilir, Sumsel, kebakaran hutan dan lahan terjadi pada Sabtu (5/8) dan Minggu dengan luasan mencapai 150 hektare. Kemarin kebakaran kembali terjadi di Desa KTM Rambutan, Kecamatan Rambutan, Ogan Ilir.



"Kebakaran terlihat pada Senin siang. Kita sudah berupaya maksimal padamkan, tim Satgas Darat langsung ke lokasi terbakar dan kita juga dibantu dari Satgas Udara dengan melakukan water bombing," kata Kepala BPBD Ogan Ilir, Ahmad Syakroni.



Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Petak 80 Resort Pemangku Hutan (RPH) Soko, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Bojonegoro, Jatim, pada Minggu malam.



Api dapat dipadamkan dinas pemadam kebakaran setempat. (YK/DW/YH/Ant/H-3)





Sumber : http://www.mediaindonesia.com/news/r...pat/2017-08-08

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Antisipasi Karhutla Perlu Dipercepat Indonesia Berjaya di Bulgaria

- Antisipasi Karhutla Perlu Dipercepat Banyak Keunggulan Sagu Perlu Digarap secara Serius

- Antisipasi Karhutla Perlu Dipercepat Kafe tanpa Kata-Kata Layani Tunarungu

×